yang harus kulakukan

Monster dari lautan bermunculan, Simon dan teman temannya yang telah diusir dari desapun terpaksa harus kembali kesana unntuk membantu warga desa nelayan.

“lari semuanyaaa!!” warga berteriak histeris

“semuanya harap pergi menuju bukit diatas sana!! Aku akan melindungi kalian didalam perisaiku!” aisha mengarahkan para warga yang panik.

Disisi lain pelabuhan Simon sedang memberikan arahan pada teman temanya, Kevin, Zero dan Stella diarahkan untuk membantu evakuasi warga di desa dikarenakan beberapa monster sudah sampai di tengah desa. Sedangkan Simon, Kenzho dan Tadano akan menghadapi monster monster yang baru muncul di pelabuhan agar tidak mendekat ke desa.

Ditengah pelabuhan Tadano berusaha untuk menyalurkan ombak menuju arah tengah laut berharap supaya para monster itu terbawa ombak kembali kelautan. Terlihat dia sangat kelelahan dikarenakan dia menghabiskan energinya sewaktu melawan Simon kemarin. Alhasil usaha Tadano tidak terlalu membantu mereka,namun dia tidak akan menyerah, dia akan berusaha untuk melindungi warga desa yang dia cintai.

Di sisi lain pelabuhan tempat Simon dan Kenzho sedang bertahan. “Kenzho, apa kau bisa berubah menjadi naga raksasa seperti kemarin?”

" aku bisa saja, tapi jika warga masih belum diamankan semuanya, aku tidak bisa berubah, karena bisa saja mereka celaka gara gara aku.”

“baiklah, aku memberikan isyarat pada Aisha, jika dia memancarkan Cahaya kelangit itu berarti tugasnya sudah selesai.”

Simon dan Kenzho dihadapi dengan pasukan manusia hiu yang jumlahnya ada 100 lebih. Namun hal itu tak sulit bagi Simon dan Kenzho, dikarenakan elemen mereka adalah petir, mereka bisa mengalahkan mahkluk air dengan mudah.

Monster monster laut terus bermunculan, tadano sudah tidak bisa mencegah para monster untuk naik ke daratan, terpaksa dia membiarkan mereka untuk naik ke atas dan dia bergabung ke tempat Simon dan Kenzho.

“maafkan aku Simon…. Aku tidak mampu untuk menahan mereka…” Tadano menghampiri Simon dengan perasaaan menyesal.

“tidak apa, itu juga salahku karena memintamu untuk bertarung denganku. Aku tak tau hal ini akan terjadi.”

Kenzho lalu berlari kearah mereka dan berteriak ”awas! kak Simon! Tadano!”

Seekor hiu besar mengarah pada mereka dan bersiap melahap mereka. Tadano dengan sigap mendorong Simon. Akibat hal itu, tubuh tadano dari bagian dada hingga kakinya tergigit oleh hiu itu. Hiu itu tak melepaskan tadano begitu saja, dia membawa kabur tadano kearah lautan dan masuk ke dalam laut.

Simon berusaha mengejar hiu yang membawa tadano ke tengah laut. Sedangkan Kenzho tetap disana untuk menghadapi hiu hiu lainnya.

Saat hiu itu hampir melompat ke lautan Simon berhasil menyusulnya dan lalu menendang perut hiu tersebut yang membuat mulut nya terbuka, memberikan kesempatan Simon untuk menarik Tadano keluar.

Sesaat setelah Simon menarik Tadano, dia bergegas kembali kearah bukit, tetapi Tadano mulai bangun dan meminta Simon untuk tidak membawanya pergi dari medan perang.

“lepaskan aku Simon…. Aku harus melindungi wargaku…..” Tadano berbicara dengan suara serak.

“dengan kondisimu begitu kau hanya beban bagiku, diam dan turuti perintahku.”

Mendengar perkataanya Tadano hanya terdiam , dia merasa tidak berguna sejak awal mereka bertemu, dia menyebabkan masalah bagi desanya, merasa lebih kuat dari Simon, lalu sekarang dia tidak bisa menyelamatkan desanya dari ancaman bahaya.

Simon membawa Tadano menuju bukit dimana Aisha sedang membuat perisai yang sangat besar untuk melindungi para warga.

“kenapa lama sekali, apa sejak tadi kau masih membuat perisai?”

“karena kemarin aku sudah membuat perisai besar untuk melindungi desa dari gelombang air milik Tadano jadi kecepatanku dalam membuat perisai sedikit menurun karena aku menghabiskan banyak Taqa kemarin kak. Maafkan aku.”

Mendengar kata kata Aisha, Tadano semakin tengelam dalam rasa penyesalan. Wajahnya yang murung tak berani melirik para warga yang sudah ia kecewakan.

“ini semua salah dia! Bocah itu mungkin masih remaja tapi sudah menyebabkan masalah yang sangat besar!” ucap seorang warga.

“ya! Tidak usah sembuhkan dia! Biarkan saja dia mati!” teriak warga lainnya.

Dengan cepat simon bergerak ke belakang warga yang mengatakan itu lalu memukulnya sampai terlempar.

“kalau begitu kami tidak sudi menolong sampah seperti kalian sejak awal, Aisha! hentikan membuat perisainya! Ayo kita pergi saja! kau sembuhkan Tadano diperjalanan nanti!”

“Ehh?! t-tapi….” Ucap Aisha ragu.

Salah satu warga maju dan berkata” apa yang kau lakukan?! Kalian yang mengundang mereka kesini ! kalian lah yang harus bertanggung jawab!”

Simon melirik orang itu dan menjawab”aku akan membunuh para monster itu setelah mereka membunuh kalian semua.” orang itupun terkejut dengan jawaban yang Simon berikan. Lalu seorang pria berteriak pada Simon” dasar kau tidak punya hati! Apa orang tuamu tidak mengajarimu belas kasih dan norma kesopanan hah?! Dasar bocah! Apa begitu sifat seorang pahlawan ?!”

Dengan tatapan seolah olah heran Simon menjawabnya dengan penuh kebencian " apa aku terlihat seperti pahlawan? Apa sedari awal aku mengatakan bahwa aku seorang pahlawan? Menggelikan sekali. Dan satu hal lagi, kau tidak tau apapun soal orang tuaku, jadi jangan membicarakan mereka dengan mulut kotormu itu.”

Pria yang berteriak itupun terkejut kemudian terdiam sejenak, seluruh warga juga terlihat ketakutan melihat sosok Simon yang berubah seakan tidak terlihat seperti seorang remaja yang sebelumnya.

Simon menggendong Tadano dipunggungnya dan mengajak Aisha untuk pergi juga. Aisha pun setuju untuk pergi meninggalkan warga yang sedang ketakutan. Tetapi dalam hati aisha dia merasa bahwa Simon sudah berlebihan dan kejam pada mereka. Aisha merasa bahwa warga itu hanya marah karena memang merekalah yang mengundang monster itu datang ke darat, hanya saja cara mereka menyalahkan Tadano memang kasar.

Saat menuju desa Simon bertemu dengan Stella, Kevin, dan Zero, mereke bertiga bertanya pada Simon apa warga sudah aman , tetapi mereka tidak menjawab apapun lalu Simon mengajak mereka untuk pergi. Tentu mereka bingung dengan keputusan yang dibuat olehnya. Kenzho juga tak sengaja sedang berada di desa pun bertemu dengan mereka. Tanpa basa basi Simon mengajak mereka untuk pergi.

Kemudian, tiba tiba dari arah laut muncul seekor gurita dan hiu raksasa, mereka adalah monster yang kuat dan keras. Melihat fenomena itu Semua orang disana terkejut. Warga lain yang sudah tak punya harapanpun hanya bisa terdiam membisu meski dalam hati mereka ada perasaan panik yang luar biasa, mereka tak mampu lari menjauh dari mahkluk ganas itu.

Simon berusaha menghiraukan monster itu dan berjalan menjauh, teman temanya tampak heran dan bingung kenapa Simon tidak berusaha melawan.

“oi Simon, apa kau takut?” Kenzho bertanya.

“takut? Aku hanya tidak peduli pada mereka yang tidak menghargai nyawa orang lain.”

“begitukah menurutmu? Bukankah kakak sendiri tidak menghargai nyawa mereka? Mereka mungkin kasar tapi mereka seperti itu karena mereka takut dan marah saja, lagipula memang kita yang menyebabkan monster itu muncul, kenapa kita harus lari?” keluh Aisha.

“bahkan setelah melihat Tadano yang sekarat mereka masih membencinya, padahal Tadano begini karena dia berusaha untuk melindungi mereka.”ucap Simon kesal.

Suasana menjadi semakin buruk sedangkan gurita itu sudah mulai memasuki desa,dalam kebisingan itu Tadano terbangun dari pingsannya ”aku….. akan melawan.” Tadano berusaha berdiri dengan lukanya yang parah. Tetapi Simon langsung menangkapnya dan memanggil Aisha untuk menyembuhkanya.

" jika warga harus mati, maka akupun harus mati bersama mereka, jadi........melindungi mereka....adalah hal yang harus kulakukan. "

Tadano pergi kearah para monster itu berusaha melawan dengan kondisi yang sudah hampir mati. Simon menatapnya, heran kenapa orang bisa berfikir seperti itu setelah dia dibuang oleh masyarakatnya sendiri.

Langkah demi langkah dia tempuh. Tiba tiba dia melompat jauh kearah lautan dan masuk kedalam air.

“Tadano?!” Kenzho mengejar Tadano kearah lautan.

“Tidak apa apa! Aku akan menyembuhkan diriku dan mengisi Taqa didalam sini!” teriak Tadano.

Mendengar hal itu mereka bersyukur bahwa Tadano tidak berniat untuk bunuh diri. Kenzho melirik Simon dan bertanya padanya “jadi? Apa kau akan membantu Tadano atau kau masih ingin mengacuhkan warga?”

Tanpa fikir panjang Simon meminta mereka untuk kembali melawan balik para monster itu. "semuanya pergilah lawan serangga kecilnya. Aku akan melawan si gurita itu.” Simon berlari kearah gurita raksasa yang berada di tengah desa.

teman temanya pun berpencar ke segala arah. Aisha pun menggunakan tehnik peningkatan material pada mereka. Pakaian dan senjata mereka menjadi lebih kuat dengan sihirnya itu, besi akan menjadi lebih keras dan kain akan menjadi lebih elastis, sihir Aisha ini meningkatkan kekuatan dan ketahanan masing masing material sesuai dengan sifat material tersebut.

...****************...

Beralih ke tempat Tadano dia terlihat sedang bermeditasi di dasar laut. Dikelilingi dengan lumba lumba yang melindunginya. Suara dari luar bahkan tidak terdengar sama sekali. Seakan tidak terjadi apa apa diluar sana. Suara ombak lautan yang menenangkan membuat pemulihan luka Tadano menjadi lebih cepat dan energinya pun teregenerasi dengan cepat.

Dipelabuhan Simon sedang melawan gurita raksasa, diikuti oleh Kenzho dibelakangnya.

“aku akan berubah menjadi naga raksasa. Simon, saat aku memberi kode kau naiklah ke kepalaku dan kita gunakan raungan naga petir secara bersamaan, pertama tama kita harus memotong semua tentakelnya kau urus 4 tentakel di sisi kiri aku akan mengurus sisanya.”

Kenzho mulai melompat ke langit dan berubah menjadi naga raksasa. Sisik sisik naga bermunculan dari kulitnya sayap naga yang membentang lebar membuat setengah dari pelabuhan menjadi gelap "raaaahhhhh!!!! bersiaplah untuk dijadikan Sashimi!!” teriak Kenzho.

Beralih ke Simon. 4 tentakel yang besar itu mulai menyerang kearahnya, Simon menghindari segala serangan tentakel itu, serangan yang diluncurkan gurita itu sangatlah biasa dan tanpa perhitungan. Gurita itu hanya asal asalan menyerang mungkin karena mahkluk itu hanyalah monster biasa yang tidak punya otak.

Simon memancing salah satu tentakel.

tentakel itu menyerang kearah bawah, Simon mengelak dengan cara melompat keatas lalu dia kembali kebawah dengan menghunuskan pedangnya.dan mengalirkan listrik ke pedangnya sambil menusuk tentakel itu.

Kemudian dia mengepalkan tanganya dan memusatkan Taqa miliknya di telapak tanganya, dia memukul pegangan pedangnya hingga pedang itu membelah tentakel gurita itu dan menancap di tanah. Tak lama kemudian tentakel lain muncul dari arah belakang. Namun Simon segera melakukan backflip dan berhasil menghindar, saat masih dalam kondisi diatas Simon kemudian menggunakan salah satu tehnik barunya.

“Mikadzuki Keri.” Simon berputar hingga 180 derajat dia mengeluarkan energi petir dari kakinya tendangan itu sama tajamnya dengan sebuah pedang , sekali lagi Simon telah memotong tentakel. Namun karena hal itu si gurita raksasa menjadi marah dan mulai menggeliat tak tentu arah.

Disisi lain Kenzho juga sudah memotong seluruh tentakelnya dengan gigi dan cakarnya yang tajam. Melihat itu Simon terfikir untuk berubah menjadi mode manusia naga. "saatnya mencabik cabik mangsaku……” ucap Simon dengan suara penuh amarah. Dia kemudian terbang ke tentakel ketiga. Setelah mendarat dia menggigit tentakel itu, tentu saja gurita itu kesakitan dan menggeliat, namun Simon tidak melepaskan gigitanya. Dia menyalurkan listrik ke giginya dan dia berhasil mengoyak ngoyak tentakel itu.

Namun tentakelnya tidak sepenuhnya terpotong, jadi dia terbang menjauh dan bersiap siap. Dia berencana untuk memotong 2 tentakel sekaligus dengan sekali serangan. Terlihat gurita itu menggeliat tak karuan , namun ada saatnya dimana kedua tentakel itu sejajar. Simon menunggu kesempatan itu. Dia terlihat fokus memantau pergerakan tentakel itu.

Tiba saatnya tentakel itu sejajar, dia lalu terbang dengan kecepatan tinggi dan membentangkan tanganya, dua bilah pedang yang terbuat dari petir muncul dari tanganya, Simon meluncur menembus kedua tentakel itu sekaligus memotongnya. Saking cepatnya Simon hampir saja menghantam tanah, namun dengan cepat dia berbelok kearah lautan dan alhasil dia jatuh ke laut.

Kenzho yang melihat itu sempat terkejut dan memanggil manggil Simon namun dia tak kunjung muncul. Tapi tak lama kemudian sesuatu melompat dari laut. Bersamaan dengan kemunculan Simon, terlihat Tadano sedang menggendong Simon dipunggungnya, Tadano terlihat sudah sangat siap untuk melawan.

Perubahan rencana dilakukan, setelah melewati hiu raksasa Kenzho dan Simon menggunakan raungan naga petir secara bersamaan, dan tadano meleparkan tombak air raksasa. Dengan itu mereka telah mengalahkan gurita raksasa. Setelah menusuk kepala gurita itu, tombak air milik tadano berubah menjadi pusaran air diikuti dengan aliran petir disekitarnya.

Setelah itu gurita itu meledak menjadi potongan potongan yang kecil kecil. Dan sekarang mereka harus dihadapi dengan monster raksasa yang satunya lagi yaitu sang hiu raksasa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!