permainan yang menyakitkan

“gnggh……sakit sekali……kakek memang kejam….kak simon juga kenapa malah membantu kakek uhhhh.” Kepala kenzho benjol dan wajahnya memar setelah dipukuli oleh kakek tonbei. “ itu adalah hukumanmu karena telah menganggu warga desa.”ucap simon.Aisha kemudian tertawa kecil melihat wajah kenzho dan mendekat untuk menyembuhkan lukanya.

Kakek tonbei pun menyambut simon dengan memeluknya erat, tanda dia sangat merindukannya. “akhirnya kau kembali……. Sudah sejak 5 bulan kau pergi aku fikir kalian tidak akan kembali, kakek sudah menyiapkan kejutan untuk kalian.”

“aku juga rindu padamu kek, tapi sebelum itu aku ingin memperkenalkan teman temanku padamu.” Simon memperkenalkan mereka satu persatu.kakek tonbei menatap mereka dengan teliti,terutama ketika dia melihat steffan,mika, dan tasya dia begitu terkejut simon membawa orang bangsawan bersamanya.

 Setelah berkenalan mereka berjalan ke desa dengan kakek tonbei yang menuntun mereka.

dalam perjalanan kerumah kakek tonbei, Simon merasa heran karena ada sebuah rumah besar disamping rumahnya. “hei kek, sejak kapan rumah itu ada disitu? Aku tidak ingat ada rumah besar disamping rumahmu.”

“oh……itu adalah rumah untuk kalian semua… ini adalah hadiah dari kakek untuk kalian semua……….” Mendengar itu simon dan teman temannya terkejut dan mematung beberapa detik, lalu kemudian mereka berteriak gembira. “eh eh eh??!! Seriusan?! Wahhhh!!! Aku tidak percaya kita akan mendapatkan rumah seindah dan sebesar ini!!” aisha berteriak senang. “kakek yakin ini untuk kami semua?!” tadano menghampiri kakek tonbei. Kakek tonbei mengangguk dan menyuruh mereka masuk.

Teman teman yang lain berlari kedalam rumah dan mulai berebutan kamar.Kenzho mengambil kamar pertama di lobby kamar pria, lalu Tadano mengambil kamar kedua , Steffan mengambil kamar ketiga, kevin mengambil kamar keempat,zero mengambil kamar kelima, dan simon mengambil kamar ke enam.

Lalu di lobby kamar para gadis, tasya mengambil kamar pertama,mika mengambil kamar kedua, aisha mengambil kamar ketiga,sasha mengambil kamar ke empat dan stella mengambil kamar kelima.

Semuanya sudah memiliki kamar masing masing.dalam kamar sudah disediakan kasur,lemari,laci laci . meja kursi , bahkan kamar mandi pribadi untuk setiap kamar. Rumah ini juga memiliki dapur yang besar dan ruang makan yang besar, disediakan juga ruang rapat ,di belakang rumah tersedia area pelatihan khusus untuk menggunakan senjata saja , jika menggunakan sihir sepertinya akan merusak sekitarnya bahkan rumah ini.

Aisha dan Mika pergi kedapur dan melihat lihat.“asiknya kita bisa memasak dengan leluasaaa!!!” aisha melompat kegirangan. “benarr! Aku senang sekali kita memiliki dapur yang besar, meskipun di istanaku kami memiliki dapur yang lebih besar tapi aku tidak peduli,asalkan kita bisa memasak dengan nyaman itu sudah bagus.”

Di halaman depan.*

Steffan berjalan jalan di teras rumah,”koridor disini juga luas dan kita memiliki halaman depan rumah yang indah, banyak tanaman yang cantik disana.” Terlihat dari luar ada tadano dan yang lainnya sudah menunggu diluar memanggil steffan keluar.

Tadano mengajak mereka ke halaman depan rumah dan mengajak mereka untuk mamainkan sebuah permainan. “ hei teman teman! Karena kita baru sampai di desa ini, aku mau kita bermain sebentar saja……… untuk kali ini saja, sembari berjalan menjelajahi desa tempat tinggal simon.”

“aku tidak punya waktu untuk bermain, aku mau latihan.” Ucap simon dengan wajah acuhnya.

“ayolah Simon……….kali ini saja…. Setelah itu kita akan memulai latihan dengan serius ok?” ucap tadano memelas.

Karena tak punya pilihan lain,simonpun hanya bisa pasrah menghadapi teman temannya yang bersikeras memaksanya untuk ikut. “baiklah! Supaya kita semua bisa menjelajahi desa ini sekaligus bermain. Jadi kita akan melakukan permainan petak umpet!” Kemudian tadano mengambil sebuah tongkat dan meminta simon dan yang lainnya termasuk dia sendiri untuk melingkari tongkat itu. Kemudian dia meminta mika untuk memutar tongkatnya menggunakan sihir angin miliknya.

Tongkat mulai diputar dan semua orang sangat gugup , merasa takut mereka harus menjadi pencarinya.terutama sasha yang begitu berkeringat es, tongkat mulai melambat sedikit demi sedikit dan berakhir mengarah pada simon.

”waahhh!! baiklah hitung sampai 50 yaa Simon!” ucap tadano sambil bersiap untuk bersembunyi.

“sebelum itu aku punya syarat, orang yang aku temukan akan ku tembak menggunakan sihir petirku,kecuali tasya karena dia masih anak anak.” Simon menunjukan wajah jahat.Semua orang terkejut dan gemetar saat melihat simon melakukan permainan dengan serius. Saat simon mulai menghitung dari 1 , semua orang langsung melompat dan berlari jauh dari nya.

Singkat cerita simon sudah selesai menghitung.dia mulai mencari ke dalam rumah.dia menyusuri ruang makan, dan terlihat tasya bersembunyi dibawah meja, “ketemu.” Simon langsung muncul dibelakang Tasya , “duhhh kenapa harus aku duluan yang ketahuan….”

Simon menyuruh Tasya untuk pergi ke halaman rumah dan menunggu,dan pergi ke lobby kamar para gadis. Di lobby para gadis tidak ada furniture yang besar untuk dijadikan persembunyian.jadi simon memutuskan mengecek setiap kamar,dia mengecek kamar tasya dan tidak menemukan siapapun sampai dia di kamar sasha.simon melihat selimut di kasur terlihat menggumpal dan berbentuk membulat.simon lalu mendekati selimut itu dan……

” AAAHHHHHHH!!!!!!!” sasha berteriak karena disengat oleh sihir petir oleh simon. “dasar kau ini, apa kau tidak bisa tidak berteriak untuk sehari saja hmmm?” ucap simon dengan wajah kesalnya.

“ehehe , maafkan aku………lagipula apa kau harus menggunakan sihir untuk menyerang ketika dalam permainan ini….ngghhhh itu menyakitkan sekaliii…….”

Simon dan sasha pun pergi ke taman untuk kembali ke pohon, setiap ada yang tertangkap mereka harus diam di pohon di taman.Sasha duduk dengan tasya dibawah pohon, tasya terlihat lebih tenang daripada sasha yang terlihat kesal. Setelah menangkap sasha simon kembali berkeliling disekitar rumah ,dan menyusuri seluruh kamar dan ruangan ruangan lainnya diseluruh rumah, namun dia tidak menemukan siapapun.

Simon memutuskan untuk mengecek rumah kakek Tonbei, ketika dia mengetuk pintu terdengar suara kakek tonbei yang meminta simon untuk menunggu,Simon menunggu didepan pintu, setelah 5 menit, pintu masih belum dibukakan. Simon mulai curiga dan membuka paksa pintu rumah. Terlihat kakek tonbei yang terkejut didepan pintu.

“hoi! Dasar tidak sabaran, aku baru saja mau membuka pintu dan kau malah merusaknya.dasar kau ini…………” kakek tonbei memungut pintunya yang copot dan berusaha memperbaikinya. Simon meminta maaf dan berkata pada kakek bahwa dia sedang bermain petak umpet dan ingin memeriksa rumahnya untuk mencari teman temannya yang bersembunyi.

“bermainlah sesuka hatimu, tapi jangan sampai kau merusak pintu rumahku lagi.”

Setelah masuk kerumah kakek tonbei simon melihat sekitar rumah,semuanya terlihat baik baik saja, dia memeriksa dapur,kamar dan ruang tamu namun tak menemukan siapapun. Sampai saatnya dia memeriksa gudang bawah tanah, gudang itu seharusnya memiliki lampu didalamnya, namun anehnya, saat simon memasukinya, ruangan itu benar benar gelap dan hampir tidak terlihat apapun.

Dia memeriksa perlahan lahan setiap tempat,beberapa kali simon sempat tersandung barang barang yang berserakan,karena dirasa menyulitkan , simon menggunakan sihir petirnya untuk sedikit memberikan penerangan, setelah ruangan terang, terlihat aisha dan kenzho yang berada disudut ruangan.

“ketemu……..” ucap simon sambil meluncurkan sihir listrik untuk menyengat mereka berdua.kakek tonbei terkejut mendengar teriakan dari gudang, namun dia tau apa yang terjadi dibawah sana, ketika simon keluar dari gudang , kenzho dan aisha mengikuti dari belakang dengan wajah cemberut, kakek tonbei tertawa melihat mereka berdua yang terlihat kesakitan.

Setelah mereka bertiga kembali ke halaman rumah mereka, simon meninggalkan aisha dan kenzho di pohon tempat sasha dan tasya menunggu, dan kemudian pergi mencari ke tengah desa.

Pertama tama simon mengunjungi restoran,tempat itu begitu ramai sampai sulit untuk melihat wajah mereka,namun dia melihat seorang laki laki yang berambut biru dia berusaha untuk melihat wajahnya,ternyata itu adalah tadano yang sedang makan disana,simon pun menghampirinya.

”apa makanannya enak tuan?” simon menepuk bahu tadano, tadano mendengar suara simon dan betapa terkejutnya dia melihat simon yang berdiri dibelakangnya.simon kemudian menyengat tadano menggunakan listrik, orang orang sekitar terkejut,namun untuk meredakan kepanikan simon berkata “kami hanya sedang bermain petak umpet…….kalian tidak usah khawatir.” Orang orang kemudian kembali melanjutkan urusan mereka namun dengan sedikit rasa tegang diwajah mereka.

“kebalilah ke halaman rumah jika kamu sudah selesai makan.” simon pun pergi meninggalkan tadano yang masih duduk di kursi.

Simon pergi menuju pemandian air panas , karena dia tidak bisa pergi ke kamar mandi wanita dia hanya mengecek kamar mandi pria. simon mencari temanya didala pemandian, orang orang menatapnya aneh, tentu saja karena dia memasuki pemandian tanpa melepaskan pakaiannya sama sekali.

Dia memandangi kolam pemandian, terlihat ada orang berambut abu abu yang bersembunyi dibalik batu jelas sekali dia adalah Zero, simon langsung menembakan peluru petir yang mengarah langsung pada zero.kemudian menyuruhnya untuk langsung ke halaman rumah setelah selesai mandi.

“ba-baiklah…….”

Simon pun meninggalkan pemandian umum dan pergi ke taman desa, di taman dia melihat banyak pepohonan dan taman bunga,disana ada steffan yang sedang duduk di bangku taman dan mika yang sedang melihat lihat bunga.

“ Kalian santai sekali.”simon muncul dibelakang mereka dan menepuk bahu mereka berdua, kemudian steffan dan mika terkena sengatan listrik yang membuat mereka terkejut.

Simon steffan dan mika pun kembali ke taman rumah , tersisa stella yang masih belum ditemukan.di taman depan rumah semuanya sudah berkumpul namun hanya stella dan kevin yang belum ada, semuanya juga tidak melihat kemana stella dan kevin pergi. karena khawatir, simon menyuruh teman temanya untuk mencari disekitar desa. Mika seffan dan tadano memeriksa di bagian timur desa,simon aisha dan kenzho memeriksa di bagian utara desa, dan sisanya mencari di arah selatan desa.

mereka mengecek ke setiap tempat tempat yang sepi maupun ramai,namun tidak menemukan mereka dimanapun , suasana mulai menghawatirkan, tidak mungkin stella tersesat di desa seperti ini karena desa ini tidak terlalu besar.akhirnya simon memutuskan untuk kembali ke rumah. Dan mencari dengan teliti disetiap sudut rumah, ketika dia memeriksa ke kamar stella ternyata stella dan kevin sedang bermain kartu disana. Marah bercampur senang di fikiran simon saat itu, dia marah karena mereka sama sekali terlihat tenang sementara teman temanya mencarinya. Namun dia juga senang bahwa mereka baik baik saja disana.

Singkat cerita disore hari teman teman yang lain kembali ke rumah dan kaget melihat simon sudah berada disana bersama stella dan dan kevin , menunggu mereka kembali.mereka semua senang melihat stella sudah kembali ke rumah. Simon menjelaskan kejadian sebenarnya pada mereka, dan beberapa dari mereka marah karena mereka lelah mencarinya di seluruh desa tapi ternyata mereka malah asik bermain kartu dikamar.

“ baiklah cukup mainya, ayo Mika kita memasak untuk makan malam nanti.” Aisha dan mika pergi ke dapur dan mulai memasak.

Mika dan Aisha pun pergi kedapur untuk memasak makanan.

“wahhhhh bahan makanannya ternyata sudah disiapkan di laci laci atas ini ya.” Aisha membuka laci laci atas yang penuh dengan sayuran dan buah buahan segar yang sudah disiapkan oleh warga untuk mereka. Aisha meminta Mika untuk membuat makanan penutup untuk mereka semua, sedangkan aisha akan memasak sayuran untuk mereka dan beberapa sashimi dari ikan yang mereka bawa.

Aisha mulai menyalakan tungku api , dan menggunakan wajan besi dan memasukan air kedalamnya, kemudian dia mengambil beberapa rempah rempah seperti bawang, garam , dan bumbu bumbu lainnya. Sambil menunggu airnya mendidih dia memotong motong sayuran

Disisi lain, mika sedang memotong motong buah di meja dengan santai, “ini menyenangkan ya.” Mika menyiapkan bebebrapa buah seperti apel,anggur,semangka,dan manga. Semua buah terlihat segar dan tidak ada yang busuk sama sekali, petani di desa ini benar benar ahli dan mengolah pertanian dan perkebunan.

Diloteng, Simon sedang melihat lihat buku yang tersedia disana,seperti biasa, dia tidak tertarik untuk membaca buku pengetahuan umum atau buku cerita, asalkan buku itu dirasa berguna baginya barulah dia mau membaca buku itu, dia berkeliling terus sambil mencari. Kenzho datang memanggil simon dengan wajah senang, “ hei Simon! Lihat ini!” Kenzho menunjukan sebuah buku cerita bergambar. Simon bingung kenapa kenzho menunjukan buku seperti itu padanya, padahal dia tau bahwa simon tidak suka buku seperti itu.

Kemudian kenzho menyuruh simon untuk duduk dan mendengarkan cerita didalam buku itu, Simon sadar bahwa kenzho memanglah masih seorang anak kecil, jadi dia menuruti keinginannya untuk membuatnya senang, tak lama kemudian steffan datang dan bertanya apa yang mereka lakukan, Kenzhopun mengajak steffan untuk mendengar cerita didalam buku itu bersama sama.

Steffan dan simon duduk disaping kenzho, kenzho menunjukan buku gambar itu perlahan lahan, sepanjang sore , mereka berdua mendengarkan kenzho bercerita. Setelah cerita selesai steffan sadar bahwa cerita ini sangat mirip dengan cerita yang ibunya sempat ceritakan waktu dulu. Yang berjudul “ raja yang sederhana.” Hanya saja cerita yang kenzho bawakan memiliki gambar dibukunya.

Setelah malam tiba, aisha dan mika memanggil teman teman untuk makan malam, mereka pun makan bersama di ruang makan yang besar, mereka makan, tertawa,dan bercanda ,seakan akan mereka semua adalah keluarga besar yang sangat bahagia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!