Setelah mereka keluar dari area pilar es. Mereka melihat kerajaan yang indah. Dari jauh terlihat kerajaan itu penuh dengan warna putih. Sampai sampai pantulan cahaya matahari dari sana membuat mata mereka silau karena sinarnya.
“itu dia kerajaan yang indah itu!”
Mereka berhenti sejenak memandangi. Kerajaan yang bersinar sinar itu. “indah nya kerajaan itu….sepertinya keadaan disana begitu damai.” Ucap Aisha kagum.
“ayo tuan! Kita pergi kesanaa!” Tadano melompat lompat.
" Berhentilah memanggilku tuan seolah olah aku ini orang tua. cukup panggil aku dengan namaku.” Simon kesal.
Tadano pun mengangguk-angguk dan mulai memanggil manggil nama Simon.
Namun setelah beberapa saat mereka sadar bahwa jalanan dibawah mereka sangat curam dan tak mungkin untuk berjalan menuruni turunan tersebut.
“ apa yang harus kita lakukan?” ucap Kenzho. Sambil berfikir mereka berjalan berkeliling mencari jalanan yang bisa mereka turuni. “apa Tadano tidak bisa membuat jembatan lagi untuk turun kebawah?” ucap kenzho lagi.
“ Jangan…. Menaikinya mungkin mudah, tapi jika turun dari tangga es yang licin bisa bisa ada yang jatuh dan tangganya hancur dan kita semuapun jatuh bersama sama.” ucap Simon.
Setelah berfikir lama dalam mencari solusi, Sasha memiliki suatu ide , yaitu. dia akan membuat sebuah perahu es untuk diluncurkan kebawah, dibantu dengan kekuatan air milik Tadano agar jalanan yang dilalui menjadi licin untuk dilewati perahu es mereka.
“baiklah aku akan membuat perahu esnya ya. Kalian tunggulah di bebatuan sana.” Sasha langsung menggunakan kemampuannya dan membentuk perahu yang cukup besar. Dalam sekejap Sasha mampu membuat perahu yang mampu membawa 8 orang sekaligus.
“wahhh kerennnn!!!!! Aku yang naik duluan!!” Tadano berlari kearah kapal.
“hei aku duluan!!!” Kenzho pun berlari mengejar tadano.
“tunggu aku!!!” Aisha pun berlari mengikuti mereka dari belakang.
"Hei! peeahu ini buatanku! Jadi harus aKYu yg duluan!"
Mereka semua pun naik ke atas perahu itu.
“ ayo Tadano!! Dorong perahu ini dengan kekuatanmu!!!” ucap Sasha sambil berdiri di ujung depan perahu.
Tadano pun bersiap menggunakan tehnik ombak airnya dari belakang. “ ayo kita mulai!!!” tadano melakukannya dengan penuh semangat.
alih alih meluncur dengan aman, akibat Tadano terlalu bersemangat untuk meluncur, dia menggunakan ombak yang terlalu kuat membuat mereka meluncur terlalu cepat. “ ASTAGAAAA!!!!!! TADANO!! KAU TERLALU CEPAT!!!” teriak Sasha ketakutan sambil berpegangan pada samping kapal. Simon dan yang lainnya juga ikut berpegangan pada samping perahu.
“MAAFKAN AKU!!! AKU TERLALU BERSEMANGAT!!” Tadano terus mengeluarkan ombak miliknya.
“LEPASKAN TEHNIK AIRMU ITUU!!!!” Sasha ketakutan sampai ingin menangis.
Tadano tiba tiba menghentikan ombaknya. Tetapi ada tebing curam dihadapan mereka.
Dikarenakan beban di depan terlalu berat, perahu itu jatuh Bersamaan dengan mereka yang sedang menaikinya.
“AWASSSS!!!” Sasha dan Kenzho berteriak ketakuatan.
“ Aisha kamu buat perisai, dan aku akan membuat danau dibawah sana agar kita tidak terjatuh di tanah yang keras!” ucap Tadano.
“Buhayra!” Tehnik air Tadano yang membentuk danau.
“Dire!” Tehnik perisai Aisha yang sudah ditingkatkan menjadi lebih kuat.
Tadano menciptakan danau dibagian bawah, dan Aisha melapisi mereka semua dengan perisai untuk meminimalisir luka dan agar mereka bisa bernafas di dalam air. Mereka pun terjatuh ke dalam danau yang lumayan dalam itu.
Setelah beberapa saat mereka keluar dari danau. “ kita selamat…………” Tadano menghela nafas , mencoba untuk menenangkan diri dari kepanikan. “ aku fikir kita akan mati……” Aisha terbaring lemas.
“baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan kita.” Simon bangkit dan mulai berjalan.
“ehhhhh?! Aku ingin istirahat………….” Aisha semakin lemas.
Berkat mereka berdua merekapun jatuh dengan selamat, berkat danau tadano mereka mendarat di permukaan dengan aman , dan berkat aisha tidak ada yang mengalami luka sedikitpun.
”dasar bodoh bagaimana kalau kita mati tadi,untung saja kau yang menyelamatkan kami kalau tidak.....aku akan menusuk nusukmu dengan esku.” Sasha membentak tadano dengan penuh amarah.
”iya maafkan aku….aku lupa kalau perahu es itu licin jadi kufikir harus menggunakan banyak air untuk mendorongnya dengan kuat…”ucap Tadano memelas.
Tiba tiba sebuah raksasa datang dan mengarahkan pukulan pada Sasha , tapi Tadano mendorong sasha dan akhirnya dia yang terkena pukulan sampai terpental ke bebatuan. “Tadano!!” Sasha terkejut. Dengan marah Sasha mendorong raksasa itu dengan sihir esnya.
“kakak….. apa itu…….”Aisha menatap ke langit langit yang dipenuhi mahkluk mahkluk kecil yang terbang dengan jumlah yang banyak sekali. “astaga banyak sekali………..” Kenzho mengehela nafas.
Simon mengeluarkan Yuki dan berlari menuju raksasa itu, “ kalian urus yang diatas, aku akan urus yang besar. ” Simon semakin mendekat pada raksasa itu. Dia mengalihkan perhatian raksasa itu dan membawanya pergi jauh dari teman temannya.
Kenzho maju kedepan untuk memimpin, “sepertinya mereka lemah. Apa ada yang bisa menggunakan tehnik yang jumlahnya banyak meski tidak terlalu kuat?”
“aku paling hanya bisa menyemburkan api dengan area yang cukup luas, aku tidak punya sihir yang lebih luas lagi.”
“aku juga sama, gelombang airku bisa lebih luas lagi, tapi itu akan membuat Taqa yang aku keluarkan lebih banyak lagi.”
“kalau begitu kita kerahkan saja seluruh kemampuan kita untuk menghabisi semua serangga itu.”ucap Kenzho sambil maju kedepan untuk memimpin mereka.
"baiklah aku hanya akan menonton kalian dari sini... " Zero mundur dan duduk di bebatuan belakang mereka.
Aisha membuat perisai besar untuk menahan para kelelawar itu mendekati mereka supaya mereka bisa merancang rencana. Kenzho memerintahkan Stella dan Kevin untuk menyerang dari bagian kiri menggunakan elemen kristal dan elemen api mereka, lalu kenzho akan menyerang di daerah tengah dan menggunakan raungan naga, meskipun dia menggunakan tehnik yang sangat kuat hanya untuk menghabisi kelelawar kecil. Tapi yang dibutuhkan saat ini adalah tehnik dengan area yang luas.
Lalu Tadano dan Sasha akan menggunakan serangan kombinasi, Tadano akan meluncurkan hujan dan Sasha akan mengubah tetesan hujan menjadi tetesan es yg tajam. Dengan itu mereka bisa membunuh semua kelelawar itu.
“baiklah……… semuanya bersiap….” Ucap Kenzho sambil memasang kuda kuda untuk menyerang. “serang!”
Setelah Aisha melepaskan tehnik perisainya. Mereka pun meluncurkan serangannya bersamaan. Dan alhasil seluruh kelelawar itu lenyap tak tersisa. Benar benar pertarungan yang singkat, sedari awal mereka hanyalah serangga yang hanya menang jumlah bagi mereka, namun tidak unggul dalam kekuatan.
“baiklah ayo kita susul Simon!” Kenzho pun berlari menuju arah dimana Simon berada.
“aku tidak mendengar suara gaduh apapun atau suara pertarungan yang heboh di sekitar sini. aku harap kakak baik baik saja. ” Ucap Aisha dengan suara khawatir.
Sesampainya disana mereka terkejut bahwa raksasa yang mengejar Simon sudah dikalahkan dan Simon terlihat baik baik saja. Aisha datang mendekati Simon. “ kakak baik baik saja?”
“aku baik baik saja.”
Simon mencabut pedangnya dari wajah monster itu dan mencucinya. Dan untuk berjaga jaga mereka beristirahat sekejap untuk memulihkan tenaga.
Sasha dan Tadano sedang bermain di sungai yang dibekukan oleh Sasha dan bermain diatas es itu. " yaampun Simon itu Keren sekali ya! dia mengalahkan raksasa itu sendirian! " ucap Sasha sambil menahan keseimbangannya diatas es.
"tentu saja! dia itu memang orang yang hebat dan kuat! aku sangat mengaguminya kau tau!"
diperkemahan terlihat Zero hendak pergi ke dalam hutan, Aisha yang melihat itu bertanya padanya. “Zero kau mau kemana?” ucap Aisha heran.
“aku mau mencari ikan di dekat danau. Siapa tau ada ikan beracun kan hahaha!” Zero pun pergi ke dalam hutan dan Aisha pun kembali ke tempat teman teman lainnya.
Hari mulai gelap, Zero kembali membawakan ikan yang sangat banyak, “teman teman! Aku bawa ikan yang banyak! Untuk malam ini kita akan pesta ikan!”
“padahal pasokan perbekalan ikan kita juga masih banyak.” Ucap Kenzho.
Aisha tidak mempedulikan hal itu dan mengambil ikan yang dibawakan oleh Zero dan memasaknya. Setelah makan mereka pun tidur untuk mempercepat waktu.
...****************...
Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, “kapan kita sampai……." keluh Kenzho.
Disaat mereka sedang asik mengobrol, tiba tiba datang sesuatu jatuh dari langit menimpa mereka, dan memunculkan ledakan. Seketika mereka semua terpental ke segala arah.
Setelah beberapa saat terdengar percakapan 2 orang yang terdengar seperti bertengkar satu sama lain.
”kau salah mendarat dasar bodoh! Kita tidak ada di Kerajaan Rosederia.”
”mana aku tau! Kau sendiri yang bilang kerajaan itu ada disekitar sini tapi kau tidak memberikanku kordinat yang pas!”
Mendengar itu Tadano menghampiri mereka dan mencoba untuk melerai pertengkaran mereka. Tapi tak lama kemudian , Tadano malah ditendang oleh 2 orang misterus tersebut. Aisha kemudian memberikan perisai pada Tadano lalu membawanya mundur. Tendangan yang mereka berikan benar benar membuat Tadano tak sadarkan diri. Sasha tak terima Tadano diperlakukan seperti itu, dia pun mulai berteriak pada mereka.
”apa apaan kau ini!! Dia hanya mencoba melerai pertengkaran kalian berdua,kalian tidak perlu menendangnya sampai pingsan begitu!!!!”
Salah satu dari orang misterius itupun melemparkan pedang yang berantai mengarah pada Sasha. Lalu dengan cepat Simon menangkap Sasha dan menghindari pedang itu. Lalu orang yang disebelahnya kaget melihat lambang keluarga Historia di belakang baju Simon dan bertanya padanya.
”siapa namamu hei anak berjubah putih.”
”namaku Simon Historia,kenapa kau bertanya?.”
”namaku adalah Balal Khori dan dia adalah saudaraku Jilal Khori,kami berdua adalah salah satu Jendral Kerajaan Tartarus.”
Simon dan teman teman lainnya kaget mendengar nama Tartarus. Sebuah kerajaan pemuja iblis dari benua Abyad.
salah satu jendralnya berada di hadapan mereka. Aisha ketakutan melihat mereka dan meminta Simon untuk lari. Tapi dari tatapanya dia sudah tau bahwa Simon diincar oleh Tartarus. Lalu terlihat orang bernama Balal itu menyuruh saudaranya Jilal untuk pergi.
Balal tersenyum licik karena terlihat di wajahnya dia sangat tertarik dengan Simon ”hei bocah Historia dan teman temannya,ayo kita main.”
Dengan tatapan senyum yang meremehkan dia menantang mereka untuk melawanya, Tadano pingsan dan mereka sepertinya tidak bisa lari darinya. Alhasil mereka terpaksa melawan Balal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments