Salju Abadi

Simon dan teman temanya telah keluar dari desa nelayan menuju arah timur. Diperjalanan dan Simon dan Tadano masih sulit untuk berjalan, jadi untuk menghindari keterlambatan diperjalanan. Kenzho akan menggendong Simon.

...****************...

Setelah 1 bulan 2 minggu perjalanan , terlihat dari jauh gunung berwarna putih menyatu dengan awan, gunung putih bersalju itu terlihat sangat besar dan tinggi. Gunung itu terlihat sangat indah sehingga mereka berhenti sejenak dan menatap gunung itu dengan kagum.

Tak cukup dengan pemandangan gunung putih abadi , mereka melewati bukit rerumputan yang dipenuhi kupu kupu bercahaya. " Lihat kupu kupunya banyak sekali dan terlihat indah.” Aisha merasa senang dan bermain main mengejar kupu kupu. “lihat, kupu kupunya bisa mengeluarkan cahaya dari sayapnya.”

“Kupu kupu itu mungkin akan terlihat lebih indah jika kita melihatnya dimalam hari kan.” Ucap Simon.

“Yahh……. kau benar, tapi kita tidak mungkin diam disini sampai malam hanya untuk melihat kupu kupu kan? ” Kenzho tertawa kecil.

"oi.... katanya kau masih anak anak, tapi pemikiranmu terkadang bisa pintar juga ya." Tadano terheran.

"mungkin efek dari tubuhnya, sifatnya berusaha untuk terbiasa dengan fisiknya." sambung Simon.

Setelah melewati bukit kupu kupu mereka memasuki hutan kayu hitam, pohon disana memiliki kayu yang berwarna hitam , dedaunan pun berwarna hijau gelap. Selain warnanya yang gelap, Pohon ini juga besar dan tinggi, membuat suasana didalam hutan seperti dimalam hari.terkadang beberapa dari mereka menabrak batang pohon saking gelapnya karena warna kayu itu dan pencahayaan yang minimum.

Setelah sekitar 3 minggu berjalan mereka baru sampai ditengah hutan, keadaan semakin menggelap. Simon meminta Stella untuk menyalakan api selama mereka berada didalam hutan hitam.

”hati hatilah, akan banyak monster yang muncul di area hutan sini, persiapkan diri masing masing.” Simon memerintahksn mereka untuk siaga.

beberapa monster serigala api muncul*

Tadano maju untuk menghadapinya.”biar aku saja yang urus hewan ini, akan kugunakan tehnik Mizuhashira.”

Tadano mengeluarkan pilar air dengan jumlah 10 pilar, lalu dia melemparkan pilar pilarnya pada serigala api itu. Seketika serigala itu menguap menjadi uap karena memang kelemahan mereka adalah air. Setelah beberapa saat, lalu datang sekelompok laba laba kawat. Jaring mereka sekuat kawat dan setajam pisau, jika terkena bahkan tulangpun bisa terpotong dengan mudahnya.

”untuk urusan ini serahkan padaku. Akan kugunakan elemen kristalku.”

Kevin mulai memunculkan pedang kristalnya, dia langsung menusuk nusuk laba laba yang datang, dengan mudahnya dia menghancurkan perut baja laba laba itu.

Setelah melihat kemampuan Tadano dan Kevin, para monster ketakutan dan hanya menghindari kelompok Simon, membiarkan mereka lewat tanpa halangan.

Setelah berjalan selama 2 minggu mereka akhirnya sudah keluar dari area hutan, dikarenakan mereka sudah lelah berjalanan mereka memutuskan untuk istirahat dan berkemah. Tak sangka perjalanan setelah keluar dari desa nelayan sudah berlangsung selama 2 bulan lebih.

...****************...

Malam tiba Simon dan Aisha sedang memasak di tenda dapur, mereka memasak ikan ikan yang diberikan oleh warga desa nelayan sebagai imbalan tanda terima kasih dari mereka.

Setelah makan Simon membagi tugas pada teman temanya untuk berjaga malam secara bergiliran, tentu Simon juga akan dapat giliran berjaga. Namun syukurlah tak ada gangguan apapun di malam itu.

Keesokan harinya setelah bangun Simon tidak sengaja berdiri dengan kedua kakinya. Meski dia merasa sedikit sakit, Simon sudah bisa berjalan lagi dengan kedua kakinya. Kemudian aisha datang ke tenda Simon untuk memeriksa kakinya. Ternyata tulangnya masih belum sembuh jadi Simon masih tidak diperbolehkan untuk berjalan dengan kedua kakinya.

Mereka sedang bersiap untuk melakukan perjalanan, Kenzho menghampiri Simon dan Aisha yang sedang berkemas. Kenzho bertanya pada Aisha. “apakah ada cara agar aku tidak perlu menggendong Simon dalam perjalanan? Maksudku…..selain karena alasan itu, aku ingin kita mencari cara agar kita bisa cepat sampai ke gunung putih abadi." Namun Aisha tidak memiliki ide apapun, Kenzho salah bertanya karena selama ini Aisha tidak pernah keluar dari desa ataupun rumahnya, jadi dia tidak tau tips apapun saat di perjalanan panjang seperti ini.

Kevin tidak sengaja mendengar percakapan Kenzho dan Aisha, kemudian dia memiliki suatu ide untuk dia berikan. “ kita bisa mencari kuda liar. Yah mereka hanyalah kuda biasa hanya saja mereka hidup diluar bukan seekor hewan di peternakan. Kita bisa mencarinya disekitar padang rumput, mereka biasanya berkelompok dengan jumlah yang banyak, jadi kita bisa mendapatkan cukup kuda untuk kita semua, dan hal bagus lainnya , kuda ini jinak terhadap manusia. Namun, dia sangat agresif pada monster dan bisa saja melawan monster dengan tendangannya yang menyakitkan.”

“yahh pada dasarnya mereka tetaplah bukan kuda biasa.” Ucap Kenzho

Setelah berkemas Simon berubah menjadi manusia naga untuk terbang dan melihat keadaan sekitar. Dengan mudah Simon menemukan gerombolan kuda liar itu tak jauh dari tempat mereka berkemah.

Simon kembali ke wujud manusia dan turun kembali. Kemudian mereka menuju arah jam 9 untuk pergi mengambil beberapa kuda. Singkat cerita mereka telah sampai di padang rumput yang telah Simon arahkan. Terlihat banyak sekali kuda liar yang beragam. Ada kuda hitam,coklat dan ada 1 kuda yang berbeda diantara yang lainnya. Itu adalah kuda putih.

Kevin menghampiri salah satu kuda berwarna coklat. Kevin mendekat dengan sangat santai di depan kuda itu.kevin pun mengelus elus leher kuda itu, tampak kuda itu sangat suka dielus elus. “ jika kita berjalan secara perlahan itu malah bisa membuat mereka curiga, kalau seperti itu, saat kalian mengelus mereka , mereka akan kaget dan lari.” Ucap Kevin.

Kenzho menurunkan Simon dan pergi untuk mengambilkan 2 ekor kuda untuk mereka pakai. " tunggulah disini aku akan membawakan kuda untukmu.”

Tetapi tak lama kemudian kuda yang paling berbeda dari yang lain, yaitu kuda putih menghampiri Simon. Terlihat kuda itu mengeluskan kepalanya pada bahu Simon, sepertinya kuda itu tertarik padanya. Simon balas dengan mengelus kepala kuda itu.aisha sedang menaiki kuda dan pergi kearah Simon, dia terkejut dengan apa yang dilihatnya, Simon dan kuda itu terlihat sangat menyayangi satu sama lain. Membuat perasaan orang yang melihatnya menjadi tenang dan damai.

Kuda itu duduk disamping Simon dan bersender padanya menandakan bahwa kuda itu sangat menyukai Simon. “ kau kuda yang menarik……..jika kau izinkan, apa boleh aku menjadi tuanmu?” Simon bertanya pada kuda itu, berharap kalau kuda itu bisa mengerti dan mau menerimanya. Kuda itu menganggukan kepalanya kemudian kuda itu bergerak seakan akan dia meminta Simon untuk menungganginya.

Kenzho datang dengan 2 kuda tetapi dia melihat Simon sepertinya sudah tertarik dengan kuda lain. Dia memberikan kuda itu pada Stella dan dia pergi kearah Simon untuk membantunya. “aku akan membantumu naik ke kuda itu.” Kenzho mengangkat Simon dan menaikanya pada kuda itu.

Kuda itu terlihat senang dinaiki oleh Simon, kuda itu berlarian mengelilingi padang rumput. Simon berusaha berpegangan pada leher kuda itu,karena mereka tidak punya pelana mereka hanya bisa berpegangan pada leher kuda itu.

Semua orang sudah mendapat kuda tunggangan mereka, setelah itu mereka berangkat kearah gunung putih abadi, karena gunung itu sangat tinggi, tidak sulit untuk menemukan gunung itu.

Kuda kuda itu berlari sangat cepat. Kenzho, Aisha, Tadano, dan Zero mereka berempat lah yang paling ribut diantara yang lainnya. Sementara Simon, Kevin, dan Stella menaiki kuda dengan tenang.

“lihat! Disana ada sebuah sungai! Kuda liar bisa melompati sungai itu! Jadi orang yang pertama melewati sungai itu menang!” teriak Kenzho menantang teman temanya.

“baiklah! Aku akan menang!” Tadano mulai semakin bersemangat.

Aisha dan Zero pun ikut berlomba.

Kenzho saling menyusul dengan Tadano dan Zero, sedangkan Aisha berada diposisi terakhir. Aisha benar benar tidak mampu bersaing dengan teman temannya. Disisi lain Kenzho dan Tadano sudah hampir mencapai sungai. Keduanya melompati sungai.

Dan hasilnya Tadano, dan Kenzho seri. Zero dan Aisha menyusul dari belakang. " kalian cepat sekali……..” keluh Aisha. Zero juga terlihat kesal karena kalah.

“he? Simon Stella dan Kevin ada dimana?” Kenzho heran dan menengok nengok sekitar.

Dan terlihat Simon yang baru saja ingin menuruni bukit bersamaan dengan Stella dan kevin.

Simon melompati sungai dan berhenti di tempat teman temanya menunggu. “astaga…… jadi siapa yang menang?”

“sayangnya aku seri dengan Tadano, tapi itu menyenangkan!”ucap Kenzho.

"apanya yang seri! aku menang tau! aku 1 detik lebih cepat darimu!" Tadano meledek Kenzho.

...****************...

Mereka sudah hampir sampai ke Gunung Putih Abadi, dalam beberapa jam mereka bisa sampai, tapi mereka memutuskan untuk beristirahat untuk makan siang. “ Stella…tolong nyalakan apinyaa.” Aisha meminta Stella untuk membantunya. Simon datang untuk membantu Aisha juga dalam mempersiapkan makanan. “kakak akan memotong motong bahan bahannya.”

Sementara Aisha dan Simon memasak, Zero dan Kevin menemani kuda kuda untuk beristirahat di tepi sungai. Mereka berdua mengurus para kuda agar mereka bisa beristirahat. Sedangkan Kenzho dan Tadano hanya bermain main air sambil menunggu makanan.

singkat cerita Aisha dan Simon sudah menghidangkan makanan, Aisha memanggil teman temannya untuk makan siang.

Mereka pun memakan makanannya. Kenzho memakan makanan dengan lahap “kedua kakakku ini memang yang terbaik!” ucap Kenzho.

“ah sudahlah Kenzho……..kenapa memanggilku dengan sebutan kakak juga…dan sudah kubilang padamu kann kalau makan itu jangan terburu buru seperti itu!" ucap Aisha.

Tadano yang sedang makanpun bingung dan melirik lirik Simon, Kenzho, dan Aisha. karena kebingungan dia pun bertanya “ oh iya ngomong ngomong……… aku tidak tau umur kalian bertiga, aku hanya tau bahwa tuan simon lebih tua dari kalian berdua.”

“yahh umurku 14 tahun , kakak Simon berumur 15 tahun dan Kenzho berumur 10 tahun.” jawab Aisha.

Meski begitu tampang Kenzho memang tidak beda jauh dari Simon, bahkan dia terlihat seumuran dengan Simon, tapi biar bagaimanapun umur Kenzho memang paling muda diantara keluarga Historia. Mereka pun meragukan kata kata aisha dan melihat Kenzho dengan tatapan heran.

Tentu orang yang melihat akan bereaksi seperti itu.

...****************...

Selesai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Gunung Putih Abadi.

“kak Simon! Kita hampir sampai! Lihat! Banyak salju yang berjatuhan di bagian bawah gunung itu!” Kenzho tidak sabar untuk sampai ke gunung itu.

“hati hatilah, kepala desa pernah bilang bahwa sering terjadi longsor salju di gunung itu.” Tadano memberi peringatan pada Simon dan yang lainnya.

Singkat cerita mereka telah sampai di bagian bawah Gunung Putih Abadi. Para kuda dilepaskan dan dibiarkan pergi kembali ke kawanannya. Kuda liar tahu dimana tempat para kawanannya berada, itulah sebabnya mereka selalu dijadikan tunggangan sementara para petualang.

Tetapi kuda putih yang dinaiki Simon tidak pergi dan terlihat ingin tetap bersama dengan simon.

“Kuda itu sangat menyukaimu…..Simon.”ucap Kenzho

“Haduh….kakakku memang tampan tapi kalau yang menyukainya adalah seekor kuda………aneh…..” Aisha Tertawa terbahak bahak dengan Kenzho.

Simon memukul kepala Aisha dan Kenzho dan mengatakan “ jangan mengatakan hal bodoh…….. ini pertama kalinya aku memukulmu, kamu benar benar membuatku kesal…….” Simon mengeluarkan ekspresi menakutkan.

Melihat itu tentu Aisha ketakutan dan hampir menangis, dan bersembunyi di belakang Kenzho.

Kuda itu kembali mendekati Simon tapi kali ini kuda itu terlihat duduk dan menuduk pada Simon. Seakan akan seorang prajurit sedang menunduk pada rajanya. Tadano teringat sesuatu.

“anu……. tuan Simon, sepertinya kuda ini ingin menjadi hewan peliharaanmu.” Ucap Tadano

Simon tentu terkejut dengan perkataannya. Karena dia tidak pernah melakukan hal semacam itu. Namun simon merasa jika kuda itu memang ingin menjadi hewan peliharaannya. Simon pun menyutujuinya. Secara dia yang sekarang sulit untuk berjalan, jadi membawa kuda sangat menguntungkan baginya.

“jadi kak………..akan kau namai siapa kuda ini? Karena sebelumnya kakak juga yang menamai Kenzho kan.” Aisha bertanya.

“benarkah? Wahh ternyata nama Kenzho adalah nama yang diberikan oleh tuan Simon ya…….. “ucap Tadano

“akan ku nama Yuki….. sesuai dengan warna bulunya yang putih bagaikan salju.”

Tetapi ada 1 hal yang membuatnya sulit. Kuda itu sulit untuk dibawa memanjat gunung itu. Meski sudah ada jalan untuk naik ke atas sana. Tetap saja membawa hewan yang seperti kuda akan sulit untuk mendaki karena ukuranya yang agak besar.

Simon bertanya pada Yuki “ Yuki, apa kau bisa menunggu disini sebentar."

Yuki menggelengkan kepalanya. Tiba tiba Yuki mengeluarkan cahaya dari tubuhnya, seketika dia menghilang dan menjatuhkan sebuah kalung. Simon mengambil kalung itu dan memakai kalung itu. Kalung benang yang ditengahnya memiliki kristal putih. Simon bingung kenapa Yuki hilang dan dia juga tidak tau kegunaan kalung itu, tapi kelihatannya Yuki ada didalam kalung itu.

Simon mencoba untuk mengarahkan kristal itu kedepan. Dan munculah Yuki dan saat Simon mengarahkan kristal itu pada Yuki, Yuki pun kembali ke dalam kristal itu. Dan akhirnya dia faham fungsi kalung itu, bahwa kalung itu adalah kalung pemanggil hewan peliharaan. Dengan ini dia bisa membawa yuki dengan aman.

"baiklah....... ayo kita naik ke gunung itu." Simon dan teman temanya pun bersiap untuk mendaki gunung.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!