Simon dan Tadano sudah bersiap di area luas yang hanya ada padang rumput. Kenzho bersiap ditengah lapangan sambil mengarahkan tanganya diatas. “bersiap………mulai!” Kenzho mengayunkan tanganya dan melompat menjauh.
Simon dan Tadano mulai beradu pukulan, mereka bertarung menggunakan tangan kosong. Pukulan Simon terlihat lebih cepat dari pukulan tadano, tadano juga kewalahan menghadapinya lalu dia melompat menjauh dan mengarahkan tanganya pada Simon. Sebuah tombak air dilemparkan kearah Simon, namun dia berhasil menghindari semua tombak itu.
Saat Tadano mendarat ke tanah, dia menempelkan tanganya ke tanah “ Tehnik ombak lautan..”
Tanah berubah menjadi cair seakan permukaan telah menjadi air , Simon tenggelam di dalam tanah, Tadano mengikutinya dengan masuk kedalam tanah juga. Simon tidak bisa melihat apapun, karena didalam sana banyak sekali kerikil yang membuat matanya kelilipan, namun dia bisa mendengar suara gerakan dari Tadano.
Simon berusaha meraih ke atas namun sia sia karena Tadano terus membuat arus air menjadi sangat kuat sehingga dia kesulitan untuk berenang, tak punya pilihan lain mengingat waktu bernafasnya tidak bisa bertahan lama Simon merencanakan sesuatu.
" mau menyerah? kau sudah terjebak disini, kau tak bisa keluar kecuali kau melukai ku sedikit saja!"tadano berteriak.
Simon menyadari sesuatu. “hoo.... begitu ya jadi aku hanya perlu melukainya sedikit saja untuk membatalkan tehnik ini. Baiklah,Sesuai keinginananmu.” Batinya.
Simon kemudian menggunakan Tehnik aliran petir miliknya, seluruh energi petir menyebar di seluruh permukaan tanah yang menjadi air, Tadano tak sempat menghindar dan terkena sengatan listriknya.
"AAACKKK!!!.......SIAL, APA APAAN ITU!" Tadano terlempar ke atas bersamaan dengan simon.
"orang yang banyak bicara,pepatah soal (mulutmu adalah harimau) itu bukan hanya sebatas kalimat kosong. " Simon menghunuskan pedangnya.
Kondisi kembali normal mereka kembali naik ke permukaan tanah, Kenzho dan yang lainya bisa melihat pertarungan mereka dari sekarang. "mau menyerah sekarang?" Simon kembali menodongkan pedangnya.
"ayolah kita kan baru mulai.......Tsunami!" Tadano menghentakan kedua tanganya ke tanah.
Aliran air membentuk gelombang tsunami yang besar menuju ke arah Simon, dia tidak tau kemana harus menghindar, area jurusnya terlalu lebar dan tinggi. Simon yang tidak berdaya hanya bisa diam dan menerima serangan ombak tsunami yang begitu besar.
"mulai seru kan.... " Tadano mulai senang
" kakak jangan kalahhh!!! masa kakak bisa kalah sama orang aneh yang minum air lautan!" Aisha berteriak.
"yah sama anehnya dengan orang pecandu racun yang satu itu. " ucap Stella.
"Kenapa aku juga dibawa bawa!" Zero berteriak pada Stella.
Simon terbawa ombak sampai menuju tebing, dan terhimpit oleh tekanan air yang tinggi,saat ombaknya hilang bebatuan jatuh dan menimpanya.Tadano tidak memberikan kesempatan Simon untuk bangkit.
"selanjutnya Aku akan menggunakan Tehnik terkuatku........"
Tadano memunculkan awan hujan dan mulai menjatuhkan air yang tajam setajam jarum, bahkan air itu bisa menghancurkan bebatuan. Dengan cepat simon menghindari jarum jarum itu, dia sudah berusaha berlari secepat mungkin,namun tetap saja beberapa jarum menancap di tangan dan kaki miliknya.
"jadi mau menyerah sekarang tuan? "ucap Tadano sembari duduk santai di bebatuan."baiklah..... jika masih ingin lanjut......akan kugunakan Tehnik terakhirku....Horobi no Umi."
Tiba tiba Area sekitar semua berubah menjadi lautan dalam, bahkan para penonton juga tenggelam karena jarak jurus ini yang sangat luas. saking besarnya warga desa yang melihat sebuah gumpala air yang besar di bukitpun ketakutan melihatnya.
"kau tidak belajar dari pengalaman ya....." Simon mengeluarkan senyum yang mencurigakan.
tanpa fikir panjang, Simon menggunakan tehnik Aliran Petir miliknya dengan skala yang lebih besar. Tehnik Simon mulai memenuhi seluruh gumpalan air itu, Kenzho, Aisha dan yang lainnya mereka berlindung dalam perisai milik Aisha, sedangkan Tadano terkena sengatan petir yang sangat kuat.
"AAAARGGHHHHH AKU MENYERAHH!!!!!! TOLONG HENTIKAN!!" Tadano sangat kesakitan sekali , dia tak kuat menahan sengatan yang kuat yang dikeluarkan oleh Simon.
Setelah Simon memenangkan pertarunganya, Tadano pingsan , dan oleh sebab itulah gumpalan air tersebut mengalir menuju arah desa nelayan.
" gawat! airnya mengalir ke arah desa, jika sampai disana desa bisa hancur!!" Simon mulai panik.
" aku akan menggunakan pelindung untuk mengalihkan airnya menuju lautan. " Aisha menggunakan tehnik perisainya di sekitar desa, gumpalan air itu semakin mendekat kearah desa, beruntungnya Aisha menggunakan tehniknya tepat waktu.
airnya pun berbelok arah menuju lautan. warga semuanya terkejut mendengar suara ricuh dari arah pelabuhan, akibat dampak bekas pertarungan itu. Tadano masih pingsan karena menerima sengatan listrik yang terlalu kuat,karena itu akhirnya mereka kembali ke penginapan untuk beristirahat.
...****************...
keesokan harinya Tadano sudah sadarkan diri, Aisha menceritakan padanya kalau jurusnya hampir memusnahkan desa dan menenggelamkan seluruh warga.
Tadano terkejut mendengar kejadian tersebut, tak lama kemudian beberapa warga datang memanggil manggil Tadano dan yang lainnya. Terlihat warga sedang marah terhadap kejadian yang mereka timbulkan kemarin.
“pergilah kau dari desa ini Tadano! Kami tidak membutuhkan pembuat masalah di desa ini!” ucap salah satu warga.
“desa kita sudah cukup damai meski tanpamu! justru kau hampir menenggelamkan kami ke lautan!” ucap warga lainnya.
Simon keluar jendela dan berusaha untuk meminta maaf pada para warga.”maafkan aku warga sekalian, akulah yang mengajak Tadano untuk bertarung, akulah yang harus disalahkan. Maafkan lah kami, lagipula desa ini baik baik saja berkat adikku yang melindungi desa kalian dengan kekuatannya.”
“tetap saja Tadano itu ceroboh dan kami tau bahwa dia adalah orang yang sangat berisik dan terlalu bersemangat! Itu sebabnya dia menggunakan kekuatannya sampai sebesar itukan!” ucap warga lain lagi.
“aku mohon maaf atas keributan yang aku sebabkan kemarin, aku mohon maafkan aku. aku benar benar terlalu ceroboh. Lain kali aku akan lebih hati hati.....” Tadano meminta maaf pada warga.
“kami tidak mau permintaan maafmu! pergilah dari sini bocah pembuat masalah! kami tidak membutuhkanmu lagi disini! kau tau kau tidak berguna sama sekali! ” teriak warga yang semakin kesal.
Mendengar kata kata itu Tadano hanya bisa diam dan sedih, kata kata menyakitkan yang keluar dari mulut mereka sangatlah menusuk hatinya, padahal selama ini dia berusaha melindungi desa ini meski memang tidak ada bahaya yang datang ke desa ini, tapi setidaknya Tadano selalu berusaha menjaga desa ini agar tetap aman.
karena sudah tak punya pilihan lain, Simon dan yang lainnya berkemas untuk segera pergi dari sana, mereka memutuskan untuk membawa Tadano bersama mereka.
"kau tidak akan sendirian..... ikutlah denganku." ucap Simon sambil menenangkan Tadano yang sedang bersedih.
1 jam berlalu, mereka sudah mengemasi barang barang dan bersiap untuk pergi. namun tiba tiba muncul gempa dahsyat di sekitar desa yang sepertinya berasal dari arah lautan.
terlihat Tsunami muncul dari arah lautan.
Aisha mencoba untuk menggunakan perisainya, tetapi seekor gurita muncul dari arah air melompat kearahnya dan menamparnya keras sampai terlempar ke tengah kota.
“AISHA!!” Simon terkejut dengan serangan gurita itu, warga desa panik dengan tsunami yang semakin mendekat.
Selain Tsunami terlihat banyak sekali monster berbentuk ikan yang mengiringi gelombang tsunami menuju arah desa ternyata gempa tersebut adalah guncangan yang dicimptakan oleh pasukan monster laut yang datang dari arah pelabuhan.
seketika warga panik melarikan diri,tsunami itu sampai menuju desa dan menghancurkan bangunan disana, warga yang tak sempat kabur terbawa arus tsunami, tak sedikit juga beberapa warga terseret ombak kembali kelautan. Setelah tsunami menimpa desa, gurita besar muncul dari lautan bahkan hampir sebesar gunung muncul dari dalam air. Muncul juga monster monster kecil seperti ubur ubur yang terbang diudara, ikan buntal yang menggelinding seperti Roda, Ular laut,dan Hiu hiu yang memiliki kaki mereka terlihat seperti manusia yang berwajah hiu.
alasan monster monster itu datang menginvasi desa tersebut adalah, akibat dari gelombang air dari tehnik Tadano kemarin mengandung aliran listrik milik Simon yang belum hilang, menyebabkan beberapa monster didalam sana terkena sengatan listrik dan mati, bisa dilihat di lautan beberapa bangkai monster terapung dimana mana.
perjalanan mereka terhenti karena bencana yang datang tiba tiba ini....
Simon kemudian menarik pedangnya"baiklah, bersiap untuk melawan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments