Bab.19

Dengan tangan yang gemetar. Langit membaca kata demi kata isi laporan yang di dapatkan dari hasil penyelidikan yang di lakukan Awan mengenai Selia, Adam dan juga putrinya, Liona.

"Sreekkkk...."

"Braakkkk...."

"Brengsek, bajingan kalian berdua." pekik Langit sesaat setelah membaca semua isi laporan yang berhasil Awan dapatkan.

Langit bahkan melempar semua barang yang ada di depan nya dan juga merobek kertas berisi laporan tentang hubungan Adam dan Selia dan juga gadis kecil yang selama ini dia anggap sebagai putrinya, Liona.

Langit benar benar tak sanggup lagi menahan amarahnya saat mengetahui semua fakta yang ada tentang istri dan juga adik iparnya dan yang semakin membuat Langit murka adalah.

Fakta tentang, siapa ayah biologis dari putrinya Liona. Anak yang selama ini Langit sayangi, nyatanya bukan lah anak kandung nya. Melainkan anak dari Adam, pria yang menikahi Senja.

"Bajingan, kalian berdua benar benar bukan manusia. Tega sekali kalian membohongiku dan keluargaku selama bertahun tahun." lanjut Langit dengan derai air mata yang kini sudah jatuh di pipi nya.

Tubuh pria itu luruh ke dasar lantai ruangan kerja Awan. Tangis Langit pun akhirnya pecah kala mengetahui semua fakta yang ada. Dimana, bukan dirinya yang sudah menghamili Selia. Namun, Adam lah pria yang sudah menanam janin itu di rahim Selia.

"Tegar lah, setelah ini. Akan ada banyak masalah yang harus loe hadapi," ucap Awan menepuk nepuk bahu Langit yang bergetar karena menangis, untuk memberikan pria itu sedikit ketenangan.

"Gue cuma tidak mengerti, apa salah.gue dan juga Senja pada mereka hingga mereka tega melakukan ini pada kami berdua. Delapan tahun Wan, delapan tahun gue di bohongi dan di bodohi oleh mereka berdua." lirih Langit di sela isak tangisnya.

Awan pun tidak bisa berkata apapun lagi. Awan tahu, saat ini hati dan perasaan Langit sedang benar benar dibuat hancur oleh kenyataan tentang istri dan anaknya.

Yang semakin membuat pria itu hancur dan terpuruk. Sang adik kesayangan nya pun ikut terseret dalam kebohongan dan sandiwara yang buat oleh Selia dan juga Adam.

Awan pun akhirnya membiarkan Langit meluapkan semua amarahnya lewat tangisan. Pria itu terus menangis tergugu, menyesali kebodohan nya karena sudah teramat sangat percaya pada sang istri hingga tidak menyadari jika selama ini dia sudah di bohongi habis habisan oleh Selia dan juga Adam.

*

*

Sementara itu, di tempat lain.

"Mas, jangan begini," lirih Senja saat Bumi memeluk erat tubuhnya dari arah belakang.

"Tunggu, sebentar saja. Izinkan Mas memelukmu sebentar saja." pinta Bumi yang semakin mengeratkan pelukan nya di tubuh Senja.

Sungguh, Bumi tidak ingin membuang buang waktu saat berdekatan dengan Senja. Meski Bumi tahu, jika apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan dan dosa besar. Namun, adakalanya manusia akan bersikap egois dan melanggar semua aturan hanya demi mendapatkan apa yang dia inginkan.

Sama hal nya dengan apa yang sedang Bumi lakukan saat ini. Dimana pria itu ingin sekali memeluk Senja sepuasnya tanpa harus memikirkan beban apapun.

Meski pria itu tahu jika apa yang dia lakukan adalah kesalahan dan dia tidak boleh melakukan hal itu. Namun, Bumi tetap saja melakukan nya, hanya demi bisa bersama dengan wanita yang selama bertahun tahun dia cintai.

Bahkan, posisi Senja di hatinya sama sekali tidak bisa tergantikan oleh wanita mana pun. Hingga Bumi pun akhirnya bertekad untuk mendapatkan Senja. Apalagi setelah Bumi tahu apa yang di alami oleh Senja dan juga pernikahan nya dengan Adam.

Semakin membuat tekad Bumi semakin kuat untuk merebut kembali Senja dari Adam. Bahkan, Bumi akan melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkan Senja. Termasuk dengan memisahkan wanita itu dari pria yang sudah membohonginya selama bertahun tahun lamanya.

"Dibawah, akan ada seseorang yang mengantarkan baju ganti untuk Mas. Tolong ambilkan ya, Mas mandi dulu." lanjut Bumi yang langsung melepaskan pelukan nya di tubuh Senja dan hal itu membuat Senja sedikit kaget.

Pasalnya, Senja tengah menikmati hangat nya pelukan Bumi yang membuat hatinya merasa nyaman dan tenang. Namun, pelukan itu kini sudah tidak di rasakan lagi oleh Senja karena Bumi sudah melepaskan pelukan itu dari tubuhnya.

"Kenapa aku merasa tidak rela saat Mas Bumi melepaskan pelukan nya di tubuhku?" gumam Senja saat Bumi sudah berlalu pergi, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Senja bahkan terus menatap pintu kamar mandi yang kini sudah tertutup kembali. Hingga, sebuah ketukan pintu pun akhirnya membangunkan Senja dari lamunan nya.

"Tok... Tok... Tok..."

"Permisi Non, di bawah ada tamu yang cari Den Bumi." seru salah satu art yang bekerja di rumah itu.

Dengan langkah gontai, Senja pun melangkahkan kakinya menghampiri pintu kamarnya, lalu membuka pintu itu.

"Kreekkk...."

"Iya Bi, biar saya saja yang temui. Kebetulan Mas Bumi masih di kamar mandi," jawab Senja setelah membuka pintu kamarnya.

"Iya, baik Non. Kalau begitu, Bibi permisi dulu," pamit sang art.

"Iya, Bi. Terima kasih."

Senja pun segera beranjak menuju ke lantai bawah untuk menemui tamu nya. Setelah tiba di ruang tamu, tampak seorang pemuda dengan pakaian yang rapi dan juga masih lengkap dengan dasi dan juga jas nya. Tengah duduk di salah satu sofa yang ada di sana.

"Maaf, menunggu lama, ya?" ucap Senja saat tiba di ruang tamu rumah itu.

Mendengar suara Senja, pemuda itu pun langsung bangkit dari duduknya untuk menyapa Senja. Wanita yang di gadang gadang akan menjadi istri dari atasan nya.

"Selamat malam, Nyonya. Maaf mengganggu waktu istirahat nya, saya ingin memberikan pesanan dari Tuan Bumi," jawab pemuda itu sembari memberikan sebuah tas yang di berisikan baju baju ganti milik Bumi.

"Tidak apa apa, justru saya dan suami saya yang harusnya minta maaf. Maaf, masih memberi tugas di jam istirahat kamu," lanjut Senja yang merasa tidak enak hati saat melihat garis wajah dari pemuda itu yang tampak begitu kelelahan.

"Tidak apa apa Nyonya. Ini sudah menjadi kewajiban saya. Berhubung barang nya sudah sampai di tangan Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu Nyonya. Saya harus segera pulang," pamit pemuda itu pada Senja.

"Ah iya, baiklah. Silahkan, sekali lagi maaf dan terima kasih ya. Sudah mengantarkan baju ganti untuk Mas Bumi,"

"Iya, Nyonya. Sama sama, saya permisi dulu,"

"Iya, hati hati di jalan, ya."

Sang pemuda pun akhirnya pergi meninggalkan kediaman Mama Elda setelah memberikan pesanan atasan nya dan setelah pemuda itu pergi, Senja pun segera kembali menuju ke kamarnya untuk memberikan baju ganti itu pada Bumi.

Terpopuler

Comments

Brama ary

Brama ary

akhirnya kebohongan 2 org itu trbongkar,,,,

2024-04-23

0

Anisatul Azizah

Anisatul Azizah

apa Bumi sudah tau sebelumnya tentang Adam??

2024-04-20

0

Alanna Th

Alanna Th

cinta yg mmbabi butakn selia n adam. bkn cinta, tapi kserakahan, mo hidup enak tanpa usaha sendiri!

2024-04-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!