Bab.16

Satu minggu kemudian.

Senja tersenyum bahagia saat akhirnya dia diizinkan pulang oleh Bumi. Suami serta dokter pribadinya.

Bahkan, sepanjang perjalanan pulang. Senja tidak henti hentinya mengembangkan senyuman di wajahnya. Menandakan, jika wanita itu merasa sangat bahagia karena bisa pulang ke rumah.

Akan tetapi, senyuman itu tiba-tiba memudar saat senja menyadari jika dirinya dibawa pulang ke rumah orang tuanya. Bukan pulang ke rumah dirinya dan juga Bumi.

"Kenapa, kita pulang ke sini, Mas?" tanya Senja saat bumi memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah orang tua Senja.

Bumi tampak menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Senja padanya.

Setelah melepaskan sabuk pengaman yang dia pakai. Bumi pun segera membalik tubuhnya agar menghadap ke arah Senja.

"Maaf, untuk sementara waktu kita akan tinggal di sini dulu, ya," jawab Bumi menatap lembut ke arah Senja.

"Iya, tapi kenapa? Bukan kah, kita juga sudah memiliki rumah, kan?" tanya Senja menatap penuh tanya ke arah Bumi.

"Tentu saja ada. Hanya saja, Mas pikir mungkin sebaiknya kita tinggal di sini dulu sampai masa pemulihan kamu selesai dan kamu benar benar dinyatakan sembuh dan juga kamu bisa mengingat semuanya," jawab Bumi mencoba memberi pengertian pada istri bohongan nya itu, mengapa mereka harus tinggal di rumah orang tua Senja.

"Apalagi, Mas kan masih harus tetap bekerja dan Mas tidak akan merasa tenang membiarkan kamu tinggal di rumah seorang diri. Sedangkan disini, akan ada Mama Elda dan juga penghuni lain nya yang bisa membantu Mas untuk menjaga kamu saat Mas harus pergi bekerja," lanjut Bumi saat melihat raut wajah Senja yang menyiratkan jika wanita itu tengah merasa kecewa dengan keputusan Bumi yang membawanya pulang ke rumah orang tuanya, bukan ke rumah mereka sendiri.

"Baiklah kalau begitu, tapi kita tinggal di sini hanya sementara kan?" tanya Senja lagi yang entah kenapa merasa kurang nyaman saat Bumi membawanya pulang ke rumah Mama Elda.

"Tentu saja sayang. Mas janji, setelah keadaan kamu membaik dan menunjukan perkembangan yang bagus. Kita, akan segera kembali pulang ke rumah impian kita, ok?" jawab Bumi yang akhirnya bisa merasa lega saat Senja bersedia tinggal di rumah orang tuanya.

"Baiklah, ayo. Sekarang lebih baik kita turun. Mas yakin kalau Mama sudah menunggu kita di dalam," ajak Bumi yang di angguki oleh Senja.

Keduanya pun akhirnya turun dari dalam mobil secara bersamaan. Setelah keduanya turun dari mobil, keduanya pun berjalan bersama sama menuju ke dalam rumah Mama Elda.

"Assalamualaikum," Senja dan Bumi pun mengucapkan salam secara bersamaan saat memasuki rumah Mama Elda.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, akhirnya kamu pulang juga sayang." jawab Mama Elda yang langsung berlari menghampiri putri kesayangan nya itu, lalu memeluk erat tubuh Senja.

Mendapat pelukan hangat dari sang Mama, membuat Senja begitu terharu hingga wanita muda itu pun akhirnya membalas pelukan dari sang Mama dengan tidak kalah erat nya.

"Iya, Ma. Maaf sudah membuat semua orang khawatir," jawab Senja membalas pelukan dari Mama Elda tidak kalah erat nya dari wanita baya yang sudah berjasa melahirkan hingga membesarkan nya dengan penuh kasih sayang.

"Tidak apa apa, sayang. Manusia tidak akan pernah ada yang tahu akan jalan nya takdir yang akan kita jalani. Jodoh, penyakit, celaka dan maut itu sudah ketentuan dari sang maha pencipta. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha menjalani nya dengan baik dan untuk apa yang kamu alami, kami hanya bisa berusaha untuk membuat kamu kembali sembuh dan kembali pulang. Seperti hari ini, akhirnya setelah banyak perjuangan, usaha dan doa, akhirnya kamu kembali ke rumah, sayang." ucap Mama ELda dengan nada bicara yang sendu kala mengingat bagaimana keadaan Senja dua bulan yang lalu.

Dimana wanita itu terbaring tak berdaya dengan luka di sekujur tubuhnya. Bahkan, butuh waktu satu bulan lebih agar keluarga nya bisa melihat wanita itu kembali membuka matanya.

Hingga akhirnya, Senja pun akhirnya siuman setelah satu bulan terbaring koma. Sayang, meski terbangun. Senja bangun dengan keadaan hilang ingatan dan hanya mengingat sebagian dari kisah hidupnya.

Senja bahkan melupakan pria yang sudah berhasil menikahi nya. Hingga pihak keluarga pun memunculkan sosok Bumi sebagai suami pengganti untuk Senja. Setidaknya, sampai wanita itu kembali pulih dan bisa kembali mengingat semuanya.

"Iya, Ma. Terima kasih," jawab Senja penuh dengan rasa haru.

"Sudah dong sedih sedih nya, ini kan hari bahagia. Masa harus di isi dengan kesedihan," sela seseorang yang baru saja tiba di sana.

"Kak Langit," seru Senja yang langsung melepaskan pelukan nya di tubuh Mama Elda untuk segera berhambur ke dalam pelukan Langit.

"Selamat datang dan selamat, akhirnya kamu pulang juga, Dek." ucap Langit membalas pelukan dari adik tercinta nya.

Pria bertubuh tinggi dan berbadan kekar itu mendekap erat tubuh sang adik yang semenjak kecelakaan terjadi menjadi terlihat sedikit kurus.

Langit begitu bahagia, akhirnya sang adik bisa kembali ke rumah meski dalam keadaan masih hilang ingatan.

Berbeda dengan Langit dan juga Mama Elda, yang menyambut bahagia kepulangan Senja. Seorang wanita yang berdiri di samping Langit tampak menatap tidak suka ke arah Senja.

Apalagi saat Senja di tarik paksa oleh Bumi karena terlalu lama berpelukan dengan Langit. Semakin membuat wanita menampakkan ketidak sukaan nya pada Senja.

"Set..... Greeppp,"

Baik Senja maupun Langit sama sama di buat kaget saat keduanya merasakan tubuh Senja di tarik seseorang hingga membuat pelukan mereka terlepas.

"Mas Bumi." ucap Senja yang masih kaget dengan apa yang di lakukan Bumi.

Dimana pria itu menarik Senja yang masih di peluk oleh Langit hingga berpindah tempat dan kini, jadi berada di dalam pelukan nya.

"Stop peluk peluk nya. Sekarang sudah waktunya istriku tercinta ini untuk istirahat, ok." jawab Bumi yang membuat semua orang yang ada di sana melongo tak percaya.

Apalagi saat Bumi dengan begitu lantang nya menyebutkan jika Senja adalah istrinya yang membuat Selia membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Bumi.

"Istri? Ba_bagaimana bisa Bumi menikah dengan Senja sementara Senja masih berstatuskan istri dari Adam? Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Mas Langit tidak pernah cerita apapun padaku tentang Senja dan juga Bumi?" gumam Selia yang benar benar tidak tahu jika semenjak Senja bangun dari komanya, Bumi lah yang menjadi sosok suami untuk sang adik iparnya itu. Karena memang Langit tidak pernah menceritakan apapun padanya.

Yang Selia tahu, keadaan Senja memang sudah membaik dan mengalami amnesia. Itulah kenapa, untuk sementara waktu Senja dibawa pulang ke rumah orang tuanya. Bukan ke rumah yang dia tempati bersama Adam dulu, saat sebelum Senja mengalami kecelakaan.

Terpopuler

Comments

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

keren nih novel , cas cas cas gk menye menye ,

2024-09-25

0

Nar Sih

Nar Sih

semoga lekas inggat kmbali kmu ya senja ,semagatt senja

2024-01-28

1

Defi

Defi

makanya jadi kakak ipar yang perhatian sama adiknya. hal sebesar ini malah gak tahu ya kan 🤣

2024-01-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!