"Kreekkk... Braakkk!"
"Dasar wanita sialan!" ucap Adam mengepalkan kedua tangan dan merasakan amarah memuncak dalam dadanya.
Menyesali diri karena telah jatuh cinta pada wanita seperti Selia. Adam menoleh ke sekeliling, mencoba menenangkan diri demi menenggelamkan amarah nya.
"Seandainya saja tidak ada Loli di antara kami, sudah aku habisi dia," gumam nya penuh kebencian, setelah membanting pintu rumah kontrakan dan menyandarkan tubuh lelahnya di balik pintu petak itu.
Bayang-bayang masa lalu kembali datang menghantui Adam. Dimana dirinya yang merasa tak berdaya saat mengetahui wanita yang dia cintai melakukan hal gila.
Selia Anjani, gadis yang Adam kenal saat duduk di bangku sekolah menengah atas tahun pertama. Setelah satu tahun penuh mengagumi Selia dalam diam, akhirnya Adam pun memberanikan diri mendekati Selia dan mengungkapkan perasaan nya.
Bak gayung bersambut, Selia pun menerima ungkapan cinta dari Adam dan mereka pun menjalin hubungan selama 2 tahun hingga keduanya lulus dari sekolah.
Akan tetapi, Selia mulai berubah setelah memasuki universitas. Meski masih merespon Adam, tapi tidak jarang juga Selia menghindar dari Adam.
Hingga suatu ketika, Adam di buat kaget dengan keputusan yang di buat oleh kekasih nya itu.
*
Flash back 8 tahun lalu.
"Gila kamu, janin itu adalah anakku. Mana mungkin kamu bisa berpikir untuk meminta pertanggung jawaban dari pria lain Selia." ucap Adam tak percaya jika kekasihnya memiliki ide gila seperti itu.
Dimana Selia meminta Adam untuk tutup mulut jika Selia hamil anak dari nya. Bahkan yang lebih gila, Selia akan meminta pertanggung jawaban dari pria lain yang Adam sendiri tidak tahu siapa pria itu.
Karena setelah lulus sekolah, mereka berdua terpaksa berpisah karena mereka berkuliah di universitas yang berbeda. Meski begitu, Adam masih tetap setia dan kerap mendatangi Selia.
Semakin dewasa, hubungan mereka pun semakin jauh hingga akhirnya Selia pun di nyatakan hamil. Namun, aneh nya. Selia malah meminta Adam tutup mulut dan diam saat wanita itu menuduh salah satu teman kuliah nya sebagai ayah biologis dari bayi yang dia kandung.
"Hanya ini cara agar anak kita tumbuh dengan baik dan hidup dengan layak, Adam. Kamu lihat sekarang, mengurus diri kamu sendiri saja masih sulit. Lalu, apa kamu mau melihat anakmu hidup serba kekurangan dan tinggal di tempat yang tidak layak ini?"
Itulah yang Selia katakan saat itu, hingga Adam tidak punya pilihan selain mengikuti semua rencana gila yang di buat oleh Selia hingga akhirnya wanita itu berhasil menjadi menantu dari seorang pengusaha ternama dan juga seorang konglomerat.
Flash back end.
*
"Loli, adalah alasan mengapa aku bertahan selama ini," bisik Adam pada diri nya sendiri. Merasakan sebuah penyesalan yang semakin dalam dan perih.
"Bagaimana mungkin aku bisa mencintai wanita seperti Selia? Setelah semua yang telah terjadi? Apa arti dari cinta dan juga pengorbanan ku selama ini untukmu, Selia?" gumam Adam di tengah rasa keputusasaan yang dia rasakan setelah kabur dan bersembunyi di tempat kumuh itu.
Dalam kekecewaan yang memuncak, Adam mencoba mencari jalan keluar dari masalah yang tengah dia hadapi, bukan hanya demi dirinya, melainkan juga demi Loli, buah hati yang Adam lindungi dengan sepenuh hati.
Anak hasil hubungannya bersama dengan Selia, tapi harus Adam relakan saat Selia menjadikan pria lain sebagai ayah dari anaknya itu. Namun, meski begitu Adam tetap berusaha melindungi dan mencintai Loli dengan sepenuh hati walaupun itu harus Adam lakukan dari jauh dan secara sembunyi sembunyi.
*
*
Sementara di rumah sakit.
Bumi tidak bisa berhenti berdehem saat Senja terus menatap wajah nya. Saat ini, pria itu tengah melakukan pemeriksaan rutin pada wanita itu.
"Berhentilah menatapku, aku sedang bekerja," tegur Bumi tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas rekap medis milik Senja.
"Jadi, kalau sudah tidak bekerja, berarti boleh?"
Deg
Seketika, Bumi menghentikan gerak tangan nya yang sedang menulis hasil dari pemeriksaan Senja hari ini.
Pertanyaan dari Senja akhirnya mampu membuat Bumi menoleh dan menatap wajah Senja yang sudah mulai kembali normal. Tidak sepucat beberapa waktu yang lalu.
"Kenapa? Salah ya kalau seorang istri ingin terus menatap wajah tampan suaminya?" tanya Senja saat mendapatkan tatapan aneh dari Bumi.
"Bluussshhhh....,"
"Eheemmm... Eheemmmm..."
Bumi kembali berdehem, lalu kembali memalingkan wajah yang untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya saat Senja memuji ketampanan nya.
Meski respon pria itu terlihat sangat dingin dan datar. Namun, ada yang membuncah di dalam hati pria itu yang bisa dia sembunyikan dengan begitu apik dan rapi.
"Senja....," tegur Bumi lagi.
"Iya, iya. Dasar pelit," gerutu Senja sembari mengerucutkan bibirnya karena kesal terus di tegur oleh Bumi.
Sedangkan Bumi sendiri, hanya bisa tersenyum tipis saat melihat Senja merajuk. Seandainya wanita itu adalah istri sesungguhnya, mungkin saat ini Bumi tidak akan menahan diri untuk memeluk dan memenjarakan tubuh mungil Senja dalam dekapan nya.
Sayang, meski statusnya kini sebagai suami. Namun, Bumi hanyalah suami bohongan dan suami palsu untuk Senja karena wanita itu kehilangan ingatan nya.
"Istirahat lah, aku akan kembali setelah selesai bekerja," lanjut Bumi yang akan berpindah ke ruang rawat inap lain nya untuk memeriksa pasien lain.
"Iya, baiklah, tapi apa aku boleh tanya sesuatu?" jawab Senja.
"Boleh, apa itu?"
"Emm... Kapan aku boleh pulang? Aku, ingin di rawat di rumah saja, ya. Di sini, terlalu membosankan," keluh Senja yang akhirnya membuat Bumi duduk di sampingnya.
Tangan kekar pria itu terulur, mengusap lembut pucuk kepala Senja yang masih terbalut kain perban.
"Dengar kan aku baik baik Senja. Cedera yang kamu alami itu sangat parah. Butuh penanganan yang serius, bersabarlah. Setelah keadaan kamu membaik, kamu pasti akan pulang. Menurut lah, istirahat lah, minum obat dengan teratur. Dengan begitu kamu akan segera pulih dan bisa segera pulang. Mengerti?" bujuk Bumi saat Senja kembali minta untuk pulang.
"Baiklah, tapi. Kenapa tidak pernah memanggilku sayang? Apa, Mas Bumi tidak menghendaki pernikahan ini? Makanya, meski kita sudah menikah. Mas tetap berbicara seolah olah aku adalah adikmu, bukan istrimu."
"Deg...."
Jantung Bumi kembali di buat berdetak tidak karuan saat Senja meminta penjelasan kenapa dia tidak pernah memanggil Senja dengan sebutan 'sayang'.
"Apa, Mas Bumi malu mengakui jika aku ini adalah istrimu di depan rekan kerja dan juga para sus___mmfffftttt."
Senja tidak bisa melanjutkan ucapan nya saat Bumi membungkam mulut Senja dengan mulutnya.
Pria itu melumat habis bibir Senja yang terasa begitu manis dan lembut. Hingga beberapa detik kemudian, Senja pun mulai membalas ciuman dari Bumi hingga akhirnya keduanya pun hanyut dalam pergulatan lidah yang semakin lama semakin memanas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Ketawang
ingat Bum,. Senja masih istri Adam...
Haduh kebablasan tuh mulut🤣
2024-11-22
0
Lilik Juhariah
Bumi bablas
2024-09-25
0
RossyNara
🙈🙈🙈🙈
2024-08-19
0