Bab.14

"Lalu, apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Bumi setelah mendengarkan semua cerita tentang Selia dari Langit dan juga Mama Elda.

"Untuk sementara waktu, berpura pura lah tidak tahu akan hal ini. Mama juga, berusahalah untuk bersikap biasa. Sama seperti sebelum kita membahas hal ini. Kota tidak boleh bertindak gegabah, karena jika kita bertindak gegabah. Bisa saja nyawa Senja yang akan semakin terancam. Aku yakin, jika di balik kecelakaan yang di alami oleh Senja ada sangkut pautnya dengan Adam. Akan tetapi, sekarang aku pikir, mungkin semua ini adalah rencana Adam dan juga Selia. Jika semua dugaan ku benar, maka. Aku tidak habis pikir, mengapa mereka bisa melakukan ini pada kita dan apa tujuan mereka sampai melakukan hal sejauh ini?" jawab Langit yang semakin mencurigai istri dan juga calon mantan adik iparnya, Adam.

"Baiklah Mama sama sekali tidak keberatan jika memang harus melakukan itu. Itu adalah hal mudah, tapi Langit. Mama mohon, tolong berhati-hatilah saat menyelidiki semua ini. Mama memiliki firasat buruk tentang semua masalah yang akhir-akhir ini terjadi pada kita," lanjut Mama Elda yang tiba-tiba merasa khawatir pada keadaan putranya yang saat ini tengah menyelidiki kasus kecelakaan yang dialami oleh senja dan juga penggelapan uang perusahaan yang dilakukan oleh Adam.

Belum lagi tentang penemuan Langit yang tanpa sengaja melihat Selia bersama

dengan Adam. Mama Elda semakin yakin, jika apa yang terjadi akhir akhir sudah di rencanakan oleh seseorang yang berniat menghancurkan mereka.

"Mama tenang saja, aku tidak sendirian. Aku memiliki sahabat yang bisa aku andalkan untuk membantuku, Ma. Aku yakin masalah ini akan segera kita selesaikan dengan baik dan akan aku pastikan, jika semua kecurigaan kita benar. Aku tidak akan pernah memaafkan mereka sampai aku melihat mereka mendekam di penjara," jawab Langit, meyakinkan Ibunya kalau dia akan baik-baik saja.

"Tenanglah aku akan selalu ada bersama denganmu untuk membantumu menyelesaikan masalah ini. Sekarang lebih baik kita hubungi Awan, aku yakin dia pasti tahu cara menyelidiki ini semua dengan rapi tanpa menimbulkan suatu kecurigaan." sambung Bumi yang selama ini kerap membantu Langit menyesuaikan setiap masalah-masalahnya.

Meskipun pria itu tinggal di negara yang berbeda. Namun komunikasi di antara Langit dan Bumi sangat lah terjaga dengan baik. Bahkan tidak jarang Bumi juga membantu menyelesaikan masalah yang Langit hadapi meski dari jarak jauh sekalipun.

"Benar, lebih baik sekarang kita temui Awan di apartemennya. Kita bahas ini di sana, karena di sana adalah tempat yang jauh lebih aman untuk membahas masalah rahasia," jawab Langit saat Bumi menyarankannya untuk menghubungi sahabat yang lainnya, yaitu Awan.

"Kalau begitu Langit sama Bumi pergi dulu ya, Ma. Untuk itu, Langit titip Senja sebentar. Setelah selesai Langit dan Bumi akan segera kembali ke mari," lanjut Langit yang menitipkan adiknya kepada sang mama.

"Pergilah. Selesaikan masalah ini secepatnya. Kalau bisa sebelum ingatan Senja kembali, kita sudah harus menemukan apa sebenarnya Adam inginkan hingga dia tega melakukan semua ini kepada kita," jawab Mama Elda yang ingin segera menyelesaikan masalah yang terjadi pada keluarganya sebelum putri bungsunya itu pulih dan mengingat semuanya.

"Mama tenang saja, akan aku pastikan semua ini akan selesai sebelum Senja mengingat semuanya. Ayo, Mi. Kita temui Awan sekarang,"

"Ok, ayo."

Langit dan Bumi pun segera bergegas pergi untuk menemui sahabatnya, Awan. Mereka akan merencanakan sesuatu untuk menyelidiki kasus kecelakaan yang di alami oleh Senja dan juga penggelapan uang perusahaan yang dilakukan oleh Adam untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang selama ini ada di dalam benak mereka.

Kenapa Adam sampai tega melakukan hal buruk itu pada keluarga Senja. Padahal, selama ini keluarga Senja sudah memberikan apa yang Adam butuhkan. Pekerjaan, rumah, bahkan kendaraan mewah yang tidak mungkin bisa Adam dapatkan dengan menggunakan gajihnya sebagai keryawan biasa. Namun, kenapa pria itu malah membalas kebaikan keluarga Senja dengan sebuah pengkhianatan.

Belum lagi kebersamaan pria itu dengan Selia. Sebenarnya, sejak kapan Selia dan Adam saling mengenal? Kalau mereka benat benar saling mengenal, kenapa selama ini Adam dan Selia malah bersikap seolah olah mereka adalah orang asing?

Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam diri Langit tentang semua yang terjadi pada keluarganya. Belum lagi tentang Selia dan juga Adam.

Hingga Langit pun tidak akan melewatkan sedikit pun informasi untuk menyelidiki lebih lanjut perihal hubungan Selia dan juga Adam jika memang benar mereka di balik semua peristiwa yang terjadi pada keluarga Langit dan Senja. Maka, Langit tidak akan pernah memaafkan mereka berdua meski Selia adalah ibu dari anaknya, Liona.

Langit dan Bumi pun akhirnya pergi bersama untuk menemui Awan. Awan memang seorang yang ahli dalam menyelidiki sesuatu. Pria itu kerap bekerja sama dengan orang orang besar yang memiliki masalah dan membutuhkan jasanya untuk mengintai atau menyelidiki sesuatu.

Hingga akhirnya, Awan pun terlihat seperti seorang pengangguran karena dia bekerja di dalam apartemen nya saja dan sesekali keluar untuk menyelesaikan tugasnya. Namun, tetap saja Awan tidak tampak seperti seseorang yang berpenghasilan puluhan juta sekalinya dia menerima sebuah kasus.

Tidak membutuhkan waktu lama, dalam waktu hampir 30 menit. Langit dan Bumi pun kini sudah tiba di gedung apartemen yang salah satu unitnya merupakan milik sahabat mereka, Awan.

Dengan langkah cepat, Langit dan Bumi pun segera bergegas menuju ke salah satu lift yang ada di sana untuk sampai di lantai 25. Dimana unit milik Awan berada dan setelah beberapa menit di dalam lift dan menelusuri lorong, akhirnya kedua pria itu tiba di depan pintu unit apartemen milik Awan.

"Tit.... Tit... Tit... Triiinnngggg."

Setelah memasukan beberapa angka yang di pakai sebagai kata sandi di pintu unit milik Awan. Langit dan Bumi pun segera masuk ke dalam ruang pribadi milik Awan.

"Assalamualaikum, Wan. Loe dimana?" ucap Langit saat memasuki unit milik Awan.

"Waalaikumsalam, ini gue lagi di dapur. Masuk aja, tunggu di ruang kerja," jawab Awan yang rupanya saat itu tengah berada di dalam dapur.

Setelah mendapat jawaban dari Awan, Bumi dan Langit pun segera memasuki ruangan kerja Awan. Dimana di sana terdapat begitu banyaknya layar monitor yang biasa di pakai oleh Awan saat bekerja.

"Dia itu, sudah seperti agen FBI saja. Ckckck," cebik Bumi saat melihat ruang kerja Awan.

"Setidaknya, dari ini semua dia mampu membeli sebuah pulau kalau dia mau." jawab Langit setengah memuji kemampuan dari sahabat tengilnya itu.

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Kisah mereka berdua yang belum usai, malah menyeret-nyeret kamu dan Senja demi mereka yang hidup mewah 😵‍💫😵‍💫

2024-01-26

1

Nar Sih

Nar Sih

nama tokoh cerita nya bagus kak,saling berhubungan ,awan langit bumi dan senja ,wahh udh mulai seruu

2024-01-24

0

dika edsel

dika edsel

mgkin moment yg bikin shock berat adlh fakta klo liona bukan anak kandungmu langit..,itu mgkin pukulan terberatmu saat itu..?
kepasar naik andong..up lagi dong😁✌️

2024-01-23

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!