Bab.13

"Memang nya di dalam ada apa Oma? Kenapa kita tidak boleh masuk?" tanya Liona menatap penuh tanya pada Nenek nya.

"Eemm, sebenarmya tidak ada apa apa hanya saja___,"

"Kreekkkk...."

Mama Elda tidak bisa melanjutkan ucapan nya saat mendengar suara pintu yang di buka dari dalam.

Langit dan Mama Elda pun segera menoleh ke arah sumber suara. Dimana Bumi sudah berdiri di ambang pintu qaqa ruangan rawat Senja.

"Langit, Tante? Kenapa tidak masuk?" tanya Bumi saat melihat Langit dan juga Mama Elda ada di depan pintu ruangan rawat Senja.

"Papa, Om Dokter itu siapa? Kenapa panggil Papa dengan sebutan nama?" tanya Liona yang baru pertama kali bertemu dengan Bumi.

"Itu, namanya Om Bumi. Suaminya Aunty Senja." jawab Langit yang membuat Liona mengerutkan dahi nya.

Pasalnya, Liona masih ingat dengan jelas wajah pria yang menikah dengan Tantenya dan tentu saja itu bukan pria yang saat ini di tunjuk sebagai suaminya Senja.

"Tapi, bukan kah nama suaminya Aunty Senja itu Om Adam, ya Papa? Bukan Om Bumi," lanjut Liona yang membuat Langit sedikit kebingungan untuk menjelaskan situasi saat ini.

Dimana saat ini, Bumi harus berpura pura menjadi suami Senja. Setidaknya, sampai ingatan dari wanita itu kembali.

"Ssttt, nanti biar Papa jelaskan ya. Sekarang, lebih baik Liona masuk temani Aunty Senja. Papa mau bicara dulu dengan Om Bumi dan juga Oma," jawab Langit akhirnya memutuskan untuk menyuruh putrinya itu masuk ke dalam ruangan rawat dimana Tantenya, Senja berada.

"Baiklah. Kalau begitu, Liona masuk dulu,"

"Iya, masuklah Nak. Temani dulu Aunty Senja ya,"

"Iya, Papa."

Gadis kecil itu pun akhirnya pergi lebih dulu untuk masuk ke dalam ruangan Senja. Sementara Bumi, Langit dan juga Mama Elda masih berada di luar ruangan.

Kreekkkk

"Liona, ya ampun sayang. Apa kabar? Aunty kangen banget sama Lili," pekik Senja saat melihat keponakan nya Liona memasuki ruangan nya.

“Aunty, Lili juga kangen.”

Liona pun segera berlari ke arah ranjang di mana Senja tengah duduk di sana dengan sebuah buku di tangan nya.

Gadis kecil itu segera memeluk sang Tante begitu tiba di samping ranjang yang di tempati oleh Senja.

“Bagaimana kabar Aunty? Maaf ya, Lili baru bisa jenguk Aunty,” ucap Liona begitu kedua nya saling berpelukan.

“TIdak apa apa sayang, Aunty senang kok Lili sudah mau datang untuk jenguk Aunty. Lalu, bagaimana kabar Lili sendiri? Apa sekolah nya lancar?” tanya Senja sembari mengurai pelukan nya di tubuh Liona.

“Alhamdulillah, lancar Aunty. Hanya saja, entah kenapa tadi Mama tidak datang untuk jemput Lili, bahkan ponsel Mama juga tidak bisa dihubungi oleh pihak sekolah. Untung saja Papa segera datang untuk menjemput, kalau tidak Lili tidak tahu harus bagaimana,”

“Benarkah? Oh ya ampun, mungkin Mama nya ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Sudah, tidak apa apa kan masih ada Papa yang siap jemput Lili kapan pun,” bujuk Senja pada keponakan nya itu saat Liona memasang wajah sedih nya.

“Sekarang, bagaimana kalau kita baca buku dongeng saja. Kebetulan tadi Papa Langit baru saja belikan Aunty buku. Bagaimana? Lili maukan?” lanjut Senja mencoba menghibur Liona yang tampak sedih karena Selia tidak datang untuk menjemputnya di sekolahan.

“Baiklah. Ayo.” jawab Liona yang akhirnya tersenyum juga setelah Senja mengajaknya untuk membaca buku.

Hal yang memang gadis kecil itu sukai selama ini. Bahkan, saking sukanya membaca buku kamar Liona pun dipenuhi oleh buku buku yang dia beli atau dari hadiah orang terdekatnya.

Termasuk Senja yang kerap menitipkan kado berupa buku pada Langit untuk di berikan pada Liona. Karena Senja tahu pasti jika Liona sangat menyukai buku.

Akhirnya, kedua wanita beda generasi dan juga beda usia itu pun asik dengan buku buku yang sempat dibawakan oleh Langit untuk mengusir rasa jenuh yang dialami oleh Senja selama tinggal di rumah sakit.

*

*

“Lalu, apa yang ingin kamu katakan pada kami?” tanya Mama Elda pada Langit setelah memastikan jika Liona sudah masuk kedalam ruangan Senja.

“Duduk dulu Ma. Kita bicara sambil duduk biar nyaman karena aku ingin membahas sesuatu yang serius. Loe juga ikut Mi, gue butuh pendapat loe.” jawab Langit yang segera menuntut Mama nya ke kursi tunggu yang ada di sana dan tidak lupa juga mengajak Bumi untuk ikut bersama nya.

Akhirnya, ketiganya pun beranjak menuju ke tempat duduk untuk berbicara di sana. Langit duduk di samping kanan Mama Elda, sedangkan Bumi duduk di samping kiri wanita baya itu.

Baik Mama Elda maupun Bumi, sama sama menatap serius ke arah Langit yang memiliki niatan untuk bicara dengan mereka.

"Katakan, apa yang ingin kamu bicarakan dengan kami." lanjut Mama Elda saat melihat Langit masih terdiam dan belum juga mengatakan apa yang ingin dia bicarakan.

Langit tampak menghela nafas panjang sebelum menceritakan apa yang dia ingin sampaikan. Langit pun akhirnya menceritakan semua unek unek nya pada Bumi dan juga Mama Elda.

Mulai dari kasus Adam yang banyak sekali merugikan perusahaan, banyaknya kejanggalan dari kecelakaan yang di alami oleh Senja. Belum lagi penemuan nya hari ini, dimana Langit melihat Selia tengah bersama dengan Adam di sebuah cafe.

"Mama sudah duga, jika semua kejadian yang kita alami akhir akhir ini ada sangkut pautnya dengan Selia. Hanya saja, Mama tidak tahu harus bagaimana dan memulai dari mana untuk membicarakan kecurigaan Mama pada kamu Langit. Mama tahu, usaha kamu untuk mempertahan kan pernikahanmu dengan nya tidak lah mudah. Menikah tanpa cinta, tapi harus tetap bertahan karena ada anak di antara kalian. Namun, Mama juga tidak bisa diam saja. Sebenarnya, Mama masih menunggu waktu yang tepat untuk membahas ini dengan kamu Langit. Syukur, jika kamu sudah tahu lebih dulu tentang kecurigaan terhadap Selia tanpa Mama yang memberitahu." jawab Mama Elda setelah mendengar cerita Langit tentang istrinya.

Memang benar Selia dan Langit menikah tanpa cinta. Mereka menikah hanya karena dituntut oleh rasa tanggung jawab atas janin yang ada didalam rahim Selia.

Kecelakaan satu malam yang dialami oleh Selia dan juga Langit menumbuhkan satu janin yang tumbuh di dalam rahim Selia. Karena itulah Langit pun akhirnya menikahi Selia walaupun Langit tidak pernah mencintai wanita itu.

Seiring berjalan nya waktu, Langit pun berusaha untuk menerima dan mencintai Selia. Sayang, entah karena apa meski sudah 8 tahun bersama. Langit belum juga bisa mencintai Selia dengan sepenuh hati.

Perasaan Langit pada Selia saat ini, hanya sebatas rasa tanggung jawab karena Selia adalah istri dan ibu dari anaknya. Pikir Langit saat ini.

Terpopuler

Comments

Brama ary

Brama ary

ditipu semua sma selia

2024-04-23

0

Tria Hartanto

Tria Hartanto

padahal itu bukan anaknya LANGIT ,kenapa LANGIT ngga kepikiran untuk melakukan tes DNA biar bisa menemukan jawabannya

2024-01-21

1

Defi

Defi

Gilanya Selia ini melakukan sama siapa malah menjebak Langit 😡 sekarang malah mencelakakan Senja

2024-01-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!