20. MJ 20.

...~•Happy Reading•~...

Barry tidak bisa menghilangkan pikirannya dari RS Sopaefams dimana Enni pernah dirawat di sana. Sebuah rumah sakit swasta untuk kalangan menengah ke atas. Hanya orang-orang berduit yang bisa dirawat di sana.

'Apa mungkin Winda dirawat oleh seseorang di suatu tempat atau di rumah sakit itu? Apa ada yang menemukan dia di luar rumah sakit dan mengembalikan dia ke sana lagi?' Barry terus berpikir dan makin kesal dengan kondisi tubuhnya yang belum bisa lakukan sesuatu.

'Apa dia ditolong oleh para medis rumah sakit itu?' Barry terus berpikir dan bertanya lagi dalam hati.

'Aahh, tidak mungkin. Apa lagi sikap para tenaga medis yang tidak berperikemanusiaan itu. Sangat ngotot agar aku harus membayar perawatan Winda di UGD yang hanya beberapa jam.' Barry terus berpikir mencari kemungkinan yang bisa diterima dan memungkinkan.

"Kau keluar lagi untuk beli makan siang seperti biasa buat saya. Untukmu terserah yang kau suka." Barry memberi ATM kepada Bashu untuk membeli makanan dan minuman, juga obat-obatan yang dia perlukan.

...~▪︎▪︎▪︎~...

Di sisi yang lain ; Menjelang sore, Kirana tiba di rumah sakit setelah istirahat dan akan memeriksa pasien. Ia masuk ke ruangannya sambil diikuti oleh Keni yang diajaknya sebelum dia pulang.

"Tolong ceritakan kejadian tadi. Bagaimana kalian bisa lolos dari pria itu...." Dr Kirana penasaran dengan apa yang terjadi. Mengapa pria kekar itu masih datang mencari Enni di rumah sakit dan jadi kepikiran.

^^^Keni menceritakan semua yang terjadi dan bagaimana Bagas membuntuti pria kekar itu dengan naik motor security. Kirana mendengar dan mengangguk dengan hati lega, mereka yang dimintai tolong bisa bekerja dengan baik.^^^

"Sekarang kau sudah boleh pulang. Saya mau menemui dan memeriksa pasien." Dr Kirana berkata kepada Keni, lalu mengambil paper bag yang dibawa dari rumah. Kemudian Kirana ikut keluar dari ruangannya, lalu menepuk pundak Keni sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Setelah memeriksa para pasiennya, dr Kirana menemui Enni untuk memeriksanya. Kirana tertegun melihat Enni sedang duduk di kursi sambil makan roti, sangat santai.

"Asyik sekali... Habisin saja dulu, nanti baru saya periksa." Kirana berkata sambil tersenyum, melihat Enni dengan cepat meletakan roti di tangannya ke dalam kotak roti.

Enni kembali mengambil potongan roti yang dia letakan dalanm kotak roti, lalu menghabiskan sisanya. "Makan saja dulu..." Dr Kirana mempersilahkan Enni makan roti yang masih ada, tidak usah disisahkan.

"Cukup, dokter. Sayang kalau langsung dihabiskan semua. Rotinya sangat enak..." Enni berkata dengan malu-malu, lalu meletakan kotak roti di atas meja kecil di samping ranjang.

"Kalau enak, dihabisin saja. Nanti kita minta Pak Bagas bawa lagi yang banyak..." Dr Kirana tersenyum melihat kepolosan Enni. Kirana berpikir, mungkin Enni baru pernah makan roti yang dibawa Bagas.

"Nanti saja, dok. Saya mau periksa dulu. Sepertinya kaki saya sudah tidak terlalu sakit lagi, dok." Enni jadi semangat untuk lekas sembuh, sebab tidak enak pada Kirana yang sangat perhatian dan sayang padanya.

"Kalau begitu, berbaring. Saya akan periksa, agar kau bisa makan malam lebih awal." Dr Kirana meminta suster yang mendampinginya untuk membuka perban di kaki Enni dan juga di bagian tubuh yang lain.

"Iya, semua prosesnya bagus... Tidak usah diperban lagi dan mulai latih berjalan dalam ruangan ini, ya." Dr Kirana berbicara kepada suster dan juga Enni.

"Trima kasih dokter, suster..." Enni berkata dengan hati senang, sebab semua usahanya untuk lekas sembuh tidak sia-sia. Dia tidak pernah garuk atau membuat luka-lukanya basah dan terus menjaga agar tidak kotor.

"Ok. Ini buku buat mengisi waktu..." Dr Kirana memberikan beberapa buku yang dikeluarkan dari paper bag. Agar Enni bisa mengisi waktu dengan membaca, sebab luka-lukanya sudah mulai kering.

"Trima kasih, dokter..." Enni menerima buku yang diberikan, lalu memeluknya dengan rasa terima kasih yang tak terhingga. Sebab sudah sangat lama tidak membaca sesuatu, apa lagi sebuah buku.

"Baca perlahan saja. Saya tinggal dulu..." Dr Kirana segera meninggalkan Enni bersama suster untuk melanjutkan tugas berikutnya sebelum tiba waktu makan malam.

...~▪︎▪︎▪︎~...

Sudah hampir seminggu Enni dirawat di rumah sakit dan kondisi fisiknya sudah hampir pulih. Hal itu membuat dia tidak tenang dan agak kepikiran. Dia akan keluar dari rumah sakit, tapi belum tahu mau kemana dan harus berbicara dengan dokter dan pengacaranya.

^^^Sebab setelah peristiwa dengan Bashu datang ke rumah sakit, Bagas belum datang lagi ke rumah sakit. Sehingga Enni bertanya-tanya dalam hati, apa terjadi sesuatu dengan Bagas. Begitu juga dengan dr Kirana yang belum menemuinya.^^^

^^^Sekarang Enni tidak bisa membuat keputusan sendiri. Dia harus bicarakan dengan dr Kirana sebelum ambil tindakan.^^^

^^^Sedangkan dr Kirana sedang tidak ada di tempat. Menurut suster yang merawatnya, dr Kirana sedang ikut pertemuan para dokter yang dinas di rumah sakit swasta di luar kota.^^^

Jadi ketika melihat dr Kirana datang menjelang sore di akhir pekan, Enni tersenyum senang dengan hati girang.

"Sorry, beberapa hari ini tidak datang kontrol, karna ada sibuk di luar." Kirana  berkata sambil meletakan paper bag berisi kotak roti kesukaan Enni.

"Trima kasih, dok..." Enni menerima kotak roti lalu mencium kotaknya. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya mencium wangi roti.

"Makan dulu rotinya, saya keluar sebentar..." Dr Kirana keluar lagi dari ruangan, sebab apa yang dilaporkan perawat tentang perkembangan kesehatan Enni adalah benar. Dia sudah hampir pulih, tinggal memeriksa psikisnya.

Setelah di koridor, Kirana mengotak-atik ponselnya lalu menelpon.📱"Sore, Mas Thias... Masih di luar kota?" Tanya Kirana pelan, saat Mathias merespon panggilannya.

📱"Iya, Dek. Belum selesai. Ini baru kembali ke hotel. Gimana?" Tanya Mathias cepat. Ia yakin, Kirana sedang perlu dengannya, sebab langsung telpon tanpa kirim pesan untuk bertanya tentang kesibukannya.

📱"Ooh, gini, Mas. Mau minta tolong beberapa hal. Terutama nasehat atau ide, sebab aku lagi ngga konsen." Kirana berkata cepat, sebab tahu kesibukan Mathias.

📱"Ok, Dek. Sekarang saja, sebelum makan malam. Mas mau keluar dengan client untuk makan malam."

📱"Ini tentang Enni, Mas. Sekarang sudah bisa dibilang semua lukanya hampir sembuh, tinggal konsul untuk tahu traumanya."

📱"Ooh, ok. Senang mendengarnya. Jadi Pak Bagas sudah bisa lanjutkan prosesnya. Nanti aku hubungi untuk bicarakan kelanjutannya."

📱"Makasih, Mas. Tapi aku mau ajak bicara Mas Thias, bukan tentang kasusnya, tapi kondisi paskah sembuhnya. Dia tidak bisa tinggal di rumah sakit terus, Mas."

📱"Ooh, ok. Aku mengerti. Dia mau keluar dari rumah sakit, tapi belum bisa berkeliaran di luar sebelum ada penuntutan dan kasusnya di sidangkan. Jadi kau mau ajak dia tinggal denganmu?"

📱"Naah, itu dia, Mas. Makanya aku mau ajak bicara Mas Thias. Kalau dia tinggal di tempatku, ngga baik untuk perkembangan mentalnya. Dia akan sering tinggal sendiri di apartemen. Mas tau sendiri kondisi dan tempat tinggal dia sebelum tiba di rumah sakit ini." Kirana berkata pelan dan berharap ada solusi dari Mathias.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

🎀🤎⃟ ♔↬sᷠ͜aⷷs̰ᷠa̰ᷛ↫❀∂я

🎀🤎⃟ ♔↬sᷠ͜aⷷs̰ᷠa̰ᷛ↫❀∂я

bersyukur banget enni ketemu orang sebaik dokter Kirana, bahkan sampai keadaan buat kedepannya udah di pikirin ama dia

2024-05-13

3

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

untung ketemu doktor kirana yg baik hati dan prihatin ya, kalau ngak mungkin enni ngak ada yg tolongin, si barry udah mulai curiga tuh semoga ngak berpihak pada kecurigaan dia ya, biar gagal terus nyari enni sampai dia bener2 sembuh.

2024-04-15

3

𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉

𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉

dokter Kirana baik banget ya,dia bahkan sudah memikirkan kehidupan Enni kedepannya. semoga ada jalan keluar agar Enni bisa terus menghindari Barry dan anak buahnya...

2024-04-02

3

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 02. MJ 2.
3 03. MJ 3
4 04. MJ 4
5 05. MJ 5
6 06. MJ 6
7 07. MJ 7
8 08. MJ 8
9 09. MJ 9
10 10. MJ 10
11 11. MJ 11
12 12. MJ 12.
13 13. MJ 13
14 14. MJ 14.
15 15. MJ 15.
16 16. MJ 16.
17 17. MJ 17
18 18. MJ 18
19 19. MJ 19.
20 20. MJ 20.
21 21. MJ 21.
22 22. MJ 22
23 23. MJ 23.
24 24. MJ 24.
25 25. MJ 25.
26 26. MJ 26.
27 27. MJ 27.
28 28. MJ 28.
29 29. MJ 29.
30 30. MJ 30.
31 31. Keluarga Mathias.
32 32. Keluarga Mathias 2.
33 33. Keluarga Mathias 3.
34 34. Keluarga Mathias 4.
35 35. MJ 31.
36 36. MJ 32.
37 37. MJ 33.
38 38. MJ 34.
39 39. MJ 35.
40 40. MJ 36.
41 41. MJ 37.
42 42. MJ 38.
43 43. MJ 39.
44 44. MJ 40.
45 45. MJ 41.
46 46. MJ 42
47 47. MJ 43
48 48. MJ 44.
49 49. MJ 45.
50 50. MJ 46.
51 51. MJ 47.
52 52. MJ 48.
53 53. MJ 49.
54 54. MJ 50.
55 55. MJ 51.
56 56. MJ 52.
57 57. MJ 53
58 58. MJ 54.
59 59. MJ 55.
60 60. MJ 56.
61 61. MJ 57.
62 62. MJ 58.
63 63. MJ 59.
64 64. MJ 60.
65 65. MJ 61.
66 66. MJ 62.
67 67. Keluarga Emily.
68 68. Keluarga Emily 2
69 69. Keluarga Emily 3
70 70. MJ 63.
71 71. MJ 64.
72 72. MJ 65.
73 73. MJ 66.
74 74. MJ 67.
75 75. MJ 68.
76 76. MJ 69.
77 77. MJ 70.
78 78. MJ 71.
79 79. MJ 72.
80 80. MJ 73.
81 81. MJ 74
82 82. MJ 75.
83 83. MJ 76.
84 84. MJ 77.
85 85. MJ 78.
86 86. MJ 79.
87 87. MJ 80.
88 88. MJ 81.
89 89. MJ 82.
90 90. MJ 83.
91 91. MJ 84.
92 92. MJ 85.
93 93. MJ 86.
94 94. MJ 87.
95 95. MJ 88.
96 96. MJ 89.
97 97. Keluarga Mathias 5.
98 98. Keluarga Mathias 6.
99 99. MJ 90.
100 100. MJ 91.
101 101. MJ 92.
102 102. MJ 93.
103 103. MJ 94.
104 104. MJ 95.
105 105. MJ 96.
106 106. MJ 97.
107 107. MJ 98.
108 108. MJ 99.
109 109. MJ 100.
110 110. MJ 101
111 111. MJ 102.
112 112. MJ 103.
113 113. MJ 104.
114 114. MJ 105
115 115. MJ 106
116 116. MJ 107.
117 117. Persidangan.
118 118. Persidangan 2.
119 119. Persidangan 3
120 120. Persidangan 4
121 121. Persidangan 5.
122 122. Persidangan 6
123 123. Persidangan 7
124 124. Persidangan 8.
125 125. Persidangan 9
126 126. Persidangan 10.
127 127. Persidangan 11
128 128. Persidangan 12.
129 129. Persidangann 13.
130 130. Persidangan 14.
131 131. Persidangan 15.
132 132. Persidangan 16.
133 133. Persidangan 17.
134 134. Persidangan 18.
135 135. Persidangan 19.
136 136. Persidangan 20.
137 137. Persidangan 21.
138 138. Persidangan 22.
139 139. Persidangan 23.
140 140. Persidangan 24.
141 141. Persidangan 25.
142 142. Persidangan 26.
143 143. Persidangan 27.
144 144. Persidangan 28.
145 145. Persidangan 29.
146 146. Persidangan 30.
147 147. Persidangan 31.
148 148. Persidangan Akhir.
149 149. Persidangan Akhir 2
150 150. Persidangan Akhir 3
151 151. Persidangan Akhir 4.
152 152. Persidangan Akhir 5.
153 153. Persidangan Akhir 6.
154 154. Persidangan Akhir 7.
155 155. Persidangan Akhir 8.
156 156. Persidangan Akhir 9.
157 157. Persidangan Akhir 10.
158 158. Akhir.
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
02. MJ 2.
3
03. MJ 3
4
04. MJ 4
5
05. MJ 5
6
06. MJ 6
7
07. MJ 7
8
08. MJ 8
9
09. MJ 9
10
10. MJ 10
11
11. MJ 11
12
12. MJ 12.
13
13. MJ 13
14
14. MJ 14.
15
15. MJ 15.
16
16. MJ 16.
17
17. MJ 17
18
18. MJ 18
19
19. MJ 19.
20
20. MJ 20.
21
21. MJ 21.
22
22. MJ 22
23
23. MJ 23.
24
24. MJ 24.
25
25. MJ 25.
26
26. MJ 26.
27
27. MJ 27.
28
28. MJ 28.
29
29. MJ 29.
30
30. MJ 30.
31
31. Keluarga Mathias.
32
32. Keluarga Mathias 2.
33
33. Keluarga Mathias 3.
34
34. Keluarga Mathias 4.
35
35. MJ 31.
36
36. MJ 32.
37
37. MJ 33.
38
38. MJ 34.
39
39. MJ 35.
40
40. MJ 36.
41
41. MJ 37.
42
42. MJ 38.
43
43. MJ 39.
44
44. MJ 40.
45
45. MJ 41.
46
46. MJ 42
47
47. MJ 43
48
48. MJ 44.
49
49. MJ 45.
50
50. MJ 46.
51
51. MJ 47.
52
52. MJ 48.
53
53. MJ 49.
54
54. MJ 50.
55
55. MJ 51.
56
56. MJ 52.
57
57. MJ 53
58
58. MJ 54.
59
59. MJ 55.
60
60. MJ 56.
61
61. MJ 57.
62
62. MJ 58.
63
63. MJ 59.
64
64. MJ 60.
65
65. MJ 61.
66
66. MJ 62.
67
67. Keluarga Emily.
68
68. Keluarga Emily 2
69
69. Keluarga Emily 3
70
70. MJ 63.
71
71. MJ 64.
72
72. MJ 65.
73
73. MJ 66.
74
74. MJ 67.
75
75. MJ 68.
76
76. MJ 69.
77
77. MJ 70.
78
78. MJ 71.
79
79. MJ 72.
80
80. MJ 73.
81
81. MJ 74
82
82. MJ 75.
83
83. MJ 76.
84
84. MJ 77.
85
85. MJ 78.
86
86. MJ 79.
87
87. MJ 80.
88
88. MJ 81.
89
89. MJ 82.
90
90. MJ 83.
91
91. MJ 84.
92
92. MJ 85.
93
93. MJ 86.
94
94. MJ 87.
95
95. MJ 88.
96
96. MJ 89.
97
97. Keluarga Mathias 5.
98
98. Keluarga Mathias 6.
99
99. MJ 90.
100
100. MJ 91.
101
101. MJ 92.
102
102. MJ 93.
103
103. MJ 94.
104
104. MJ 95.
105
105. MJ 96.
106
106. MJ 97.
107
107. MJ 98.
108
108. MJ 99.
109
109. MJ 100.
110
110. MJ 101
111
111. MJ 102.
112
112. MJ 103.
113
113. MJ 104.
114
114. MJ 105
115
115. MJ 106
116
116. MJ 107.
117
117. Persidangan.
118
118. Persidangan 2.
119
119. Persidangan 3
120
120. Persidangan 4
121
121. Persidangan 5.
122
122. Persidangan 6
123
123. Persidangan 7
124
124. Persidangan 8.
125
125. Persidangan 9
126
126. Persidangan 10.
127
127. Persidangan 11
128
128. Persidangan 12.
129
129. Persidangann 13.
130
130. Persidangan 14.
131
131. Persidangan 15.
132
132. Persidangan 16.
133
133. Persidangan 17.
134
134. Persidangan 18.
135
135. Persidangan 19.
136
136. Persidangan 20.
137
137. Persidangan 21.
138
138. Persidangan 22.
139
139. Persidangan 23.
140
140. Persidangan 24.
141
141. Persidangan 25.
142
142. Persidangan 26.
143
143. Persidangan 27.
144
144. Persidangan 28.
145
145. Persidangan 29.
146
146. Persidangan 30.
147
147. Persidangan 31.
148
148. Persidangan Akhir.
149
149. Persidangan Akhir 2
150
150. Persidangan Akhir 3
151
151. Persidangan Akhir 4.
152
152. Persidangan Akhir 5.
153
153. Persidangan Akhir 6.
154
154. Persidangan Akhir 7.
155
155. Persidangan Akhir 8.
156
156. Persidangan Akhir 9.
157
157. Persidangan Akhir 10.
158
158. Akhir.
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!