16. MJ 16.

...~•Happy Reading•~...

Enni jadi melihat Bagas dengan wajah heran dan bertanya-tanya, sebab tidak mengerti maksud ucapan Bagas yang terlihat serius dan agak marah mendengar proses dia kabur dari tempat Barry.

"Yaa, Pak..? Seperti apa buah dondaing itu?" Tiba-tiba Enni bertanya, sebab dia belum pernah dengar dan tidak tahu seperti apa buah dondaing.

Pertanyaan Enni membuat Bagas terkejut dan melihat dia dengan perasaan tidak enak. Ia tidak menyangka Enni mendengar umpatannya yang pelan dan spontan.

"Hhhhmm... Lupakan... " Bagas berkata cepat sambil mengibaskan sebelah tangannya. Ia segera mematikan alat rekaman, sebelum semua kegeraman dan ucapan asal yang mulai menyimpang didengar oleh boss nya saat mendengar hasil interogasinya.

"Kalau mau tau, lihat saja di google..." Ucap Bagas asal lagi, sebab Enni masih menunggu dan melihatnya dengan bingung. Bagas tahu, itu hanya ucapan asal saat membahasakan sesuatu dengan boss nya.

"Google itu apa, Pak?" Enni makin bingung mendengar ucapan Bagas.

"Enni, kau dari dunia ma na...." Ucapan Bagas terhenti, saat menyadari kehidupan Enni sebelumnya dan Enni sedang melihatnya dengan bingung.

"Maaf, Pak. Saya belum tahu. Sebab 10 tahunan ini saya terisolasi dari dunia luar." Enni berkata dan meminta maaf sambil mengatupkan kedua tangannya di dada, karena dia tidak bisa mengikuti pembicaraan Bagas.

"Jadi kau belum pernah lihat ini?" Bagas mengangkat tangan sambil memegang ponsel dan menggoyangnya di depan Enni.

Enni melihat dengan heran, sambil berpikir tentang benda pipih di tangan Bagas. "Benda apa itu, Pak?" Enni jadi ingin tahu benda di tangan Bagas, sebab pernah melihat benda yang sama digunakan oleh dr Kirana.

"Kapan terakhir anda telpon atau gunakan telpon?" Bagas bertanya sebelum menjawab, agar bisa tahu kehidupan Enni sebelumnya.

"Saat di kampus, Pak. Pakai telpon umum di kampus. Karena di rumah belum ada telpon, kami biasa gunakan telpon umum atau telpon di warnet." Jawab Enni, menjelaskan apa yang dilakukan sebelum peristiwa yang membuat dia terisolasi dari dunia luar.

Semua yang dikatakan Enni membuat Bagas melihat dia dengan serius. "Jadi orang di sekitarmu selama itu, tidak pernah gunakan ini?" Bahas bertanya sambil menggoyang ponsel yang masih dipegangnya.

"Tidak, Pak. Apakah itu telpon?" Tanya Enni yang mulai mengerti arah pertanyaan Bagas.

"Iyaa... Kalau begitu kita tinggalkan ini. Nanti kita bahas tersendiri di lain waktu." Ucap Bagas cepat, sebelum mereka membahas yang belum perlu dibicarakan.

"Sekarang ada yang lebih penting dari menjelaskan ini padamu." Bagas meletakan ponselnya di dalam saku.

"Kita kembali kepada pembicaraan sebelumnya. Anda mengenal orang yang bernama Barry, bukan?" Bagas berusaha serius, walau pikirannya penuh dengan kehidupan Enni yang baru pernah didengarnya.

"Kenal, Pak..." Jawab Enni cepat.

"Anda tau tempat tinggalnya? Maksud saya, tempat anda disekap sebelum melarikan diri." Bagas ingin tahu lebih banyak tentang Barry, sebab Enni tidak tahu nama lain, selain Barry. Sedangkan nama Barry sangat banyak dan umum dijumpai.

"Saya tidak terlalu tau, Pak. Sebab saya tidak lihat alamat rumahnya. Yang saya ingat, dia tinggal di rumah susun tinggi." Enni menjelaskan yang dia ingat, saat bersama Temi menemui Barry.

^^^Dia belum tahu tentang tempat yang disebut apartemen dan lift, jadi dia mengambarkan dengan sangat sederhana kepada Bagas. Bagaimana dia dibawa oleh seorang yang bernama Temi dari rumah Mami Sinna.^^^

^^^Mendengar yang dikatakan Enni, Bagas menandai secara khusus untuk mengetahui tempat yang dimaksudkan. Ia ingin menyelidiki tempat itu terlebih dahulu untuk mengetahui orang yang akan dituntut.^^^

"Baik.... Tolong beritahukan tempat yang anda tinggal setelah pergi dari rumah." Enni menceritakan tempat-tempat yang pernah dia datangi, termasuk anjungan yang disebut oleh Mami Sinna.

"Baik... Sekarang anda istirahat dan tidak usah pikirkan yang lain. Besok pagi saya akan kembali untuk lanjutkan minta keterangan untuk melengkapi yang sudah ada ini."

"Ada yang perlu saya siapkan, sekalian surat penunjukan kami sebagai pengacaramu." Bagas berkata cepat, saat melihat Enni mulai lelah. Ia segera merapikan semua alat kerja ke dalam tasnya.

"Trima kasih, Pak." Ucap Enni pelan.

"Ok. Sampai ketemu besok." Bagas menjinjing tas kantornya, lalu keluar dari ruangan Enni untuk menemui Kirana untuk pamit.

Tidak lama kemudian, Bagas menemui Kirana. "Dr Kiran, saya pamit dulu. Minta ijin, besok pagi saya akan menemui Enni. Jadi kalau dokter mau istirahat, silahkan saja. Saya akan langsung ke ruang rawat Enni." Bagas berkata cepat, saat melihat Kirana sedang berbicara dengan para tenaga medis.

"Ok, Pak... Silahkan. Saya akan buat kartu akses, agar Pak Bagas bisa menemui Enni kapan saja." Kirana mengajak Bagas ke ruangan khusus untuk membuat kartu akses.

"Besok saya selesai dinas, akan beritahu Enni sebelum pulang, agar dia bisa siap-siap." Kirana menyetujui usul Bagas, sebab sudah tidak sabar mengungkap dan menuntut orang-orang yang jahat kepada Enni,

...~▪︎▪︎▪︎~...

Di sisi yang lain ; Barry masih tinggal di apartemen sambil diobati oleh dokter yang setiap waktu datang mengobatinya, jika diperlukan oleh Barry.

Barry masih tidak nyaman dan kadang merasa nyeri pada alat kela*minnya, jadi dia belum bisa beraktivitas normal seperti sebelumnya di luar. Hal itu membuat emosinya sering berada pada level yang tidak stabil dan cendrung tinggi.

Sehingga saat mendengar laporan pria kekar yang belum menemukan Enni, dia sangat marah. Dia jadi tidak tenang dan was-was, sebab belum mengetahui keberadaan Enni.

"Bashu, kau bilang dia baru kabur dari rumah sakit, tapi kau tidak bisa susul dan temukan dia?" Barry bertanya dengan nada tinggi dan amarah yang meluap.

"Tidak ada, Pak. Saya sudah cek sekitar rumah sakit dan juga ke semua kantor polisi terdekat. Tetapi tidak ada laporan atau ada orang yang melapor ke kantor polisi." Bashu menjelaskan yang dia kerjakan dengan cepat, sebab melihat boss nya sedang emosi.

"Tidak ada orang yang menemukan dia di mana pun juga?" Tanya Barry jadi frustasi dan makin cemas. Dia khawatir Enni ditemukan oleh orang yang bisa percaya pada ucapannya tentang kondisi lukanya.

^^^Barry mau minta tolong Temi untuk mencari Enni, tapi dia khawatir akan ditanyakan banyak hal tentang kaburnya Enni. Apa lagi nanti Temi bicarakan atau minta tolong pada Yabet, teman mereka.^^^

^^^Barry mau minta Bahsu untuk mencari ke rumah Mami Sinna, tapi dia berpikir lagi. Tidak mungkin Enni ke tempat Mami Sinna. Jika dia sudah ke Mami Sinna, Temi akan tahu. Mami Sinna akan cari Temi dan minta pertanggungan jawabnya. Sebab Mami Sinna mengadakan transaksi untuk membeli Enni adalah Temi.^^^

"Kau pernah kembali ke rumah sakit Sopaefams untuk periksa di sana?" Barry agak curiga, sebab Enni tidak mungkin cepat meninggalkan rumah sakit dalam kondisi luka-lukanya.

"Belum lagi, Pak. Hanya sekali itu, lalu cari di sekitarnya." Jawab Bahsu sambil berpikir apa yang ditanyakan boss nya. Dia bertanya dalam hati, mengapa tidak balik lagi ke rumah sakit itu untuk mengecek lagi.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

Meyti Diana Sari ✅

Meyti Diana Sari ✅

kalau ada di posisi ENNI beh gila lah bisa bundir diluan aku, dan astaga bisa bisanya ada orang begitu ya di kurung dan gak tau dunia luar seperti apa, belum lagi sih barry itu ih penjahat kelamin ❣️

2024-05-27

3

🎀🤎⃟ ♔↬sᷠ͜aⷷs̰ᷠa̰ᷛ↫❀∂я

🎀🤎⃟ ♔↬sᷠ͜aⷷs̰ᷠa̰ᷛ↫❀∂я

segitu nya Barry ngurung enni, sampe keadaan dunia luar aja dia gk tau, bahkan handphone aja dia gk tau sama sekali, kasian bnget🥲

2024-05-13

3

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀➳ᴹᴿˢ᭄°Ꮓ𝒶ℝ𝒶𓆊

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀➳ᴹᴿˢ᭄°Ꮓ𝒶ℝ𝒶𓆊

enni masa gtau google 🤧kasian bgt sih kamu enn ,,smoga kebahagiaan sellu hadir dlm hdup mu enn

2024-05-10

3

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 02. MJ 2.
3 03. MJ 3
4 04. MJ 4
5 05. MJ 5
6 06. MJ 6
7 07. MJ 7
8 08. MJ 8
9 09. MJ 9
10 10. MJ 10
11 11. MJ 11
12 12. MJ 12.
13 13. MJ 13
14 14. MJ 14.
15 15. MJ 15.
16 16. MJ 16.
17 17. MJ 17
18 18. MJ 18
19 19. MJ 19.
20 20. MJ 20.
21 21. MJ 21.
22 22. MJ 22
23 23. MJ 23.
24 24. MJ 24.
25 25. MJ 25.
26 26. MJ 26.
27 27. MJ 27.
28 28. MJ 28.
29 29. MJ 29.
30 30. MJ 30.
31 31. Keluarga Mathias.
32 32. Keluarga Mathias 2.
33 33. Keluarga Mathias 3.
34 34. Keluarga Mathias 4.
35 35. MJ 31.
36 36. MJ 32.
37 37. MJ 33.
38 38. MJ 34.
39 39. MJ 35.
40 40. MJ 36.
41 41. MJ 37.
42 42. MJ 38.
43 43. MJ 39.
44 44. MJ 40.
45 45. MJ 41.
46 46. MJ 42
47 47. MJ 43
48 48. MJ 44.
49 49. MJ 45.
50 50. MJ 46.
51 51. MJ 47.
52 52. MJ 48.
53 53. MJ 49.
54 54. MJ 50.
55 55. MJ 51.
56 56. MJ 52.
57 57. MJ 53
58 58. MJ 54.
59 59. MJ 55.
60 60. MJ 56.
61 61. MJ 57.
62 62. MJ 58.
63 63. MJ 59.
64 64. MJ 60.
65 65. MJ 61.
66 66. MJ 62.
67 67. Keluarga Emily.
68 68. Keluarga Emily 2
69 69. Keluarga Emily 3
70 70. MJ 63.
71 71. MJ 64.
72 72. MJ 65.
73 73. MJ 66.
74 74. MJ 67.
75 75. MJ 68.
76 76. MJ 69.
77 77. MJ 70.
78 78. MJ 71.
79 79. MJ 72.
80 80. MJ 73.
81 81. MJ 74
82 82. MJ 75.
83 83. MJ 76.
84 84. MJ 77.
85 85. MJ 78.
86 86. MJ 79.
87 87. MJ 80.
88 88. MJ 81.
89 89. MJ 82.
90 90. MJ 83.
91 91. MJ 84.
92 92. MJ 85.
93 93. MJ 86.
94 94. MJ 87.
95 95. MJ 88.
96 96. MJ 89.
97 97. Keluarga Mathias 5.
98 98. Keluarga Mathias 6.
99 99. MJ 90.
100 100. MJ 91.
101 101. MJ 92.
102 102. MJ 93.
103 103. MJ 94.
104 104. MJ 95.
105 105. MJ 96.
106 106. MJ 97.
107 107. MJ 98.
108 108. MJ 99.
109 109. MJ 100.
110 110. MJ 101
111 111. MJ 102.
112 112. MJ 103.
113 113. MJ 104.
114 114. MJ 105
115 115. MJ 106
116 116. MJ 107.
117 117. Persidangan.
118 118. Persidangan 2.
119 119. Persidangan 3
120 120. Persidangan 4
121 121. Persidangan 5.
122 122. Persidangan 6
123 123. Persidangan 7
124 124. Persidangan 8.
125 125. Persidangan 9
126 126. Persidangan 10.
127 127. Persidangan 11
128 128. Persidangan 12.
129 129. Persidangann 13.
130 130. Persidangan 14.
131 131. Persidangan 15.
132 132. Persidangan 16.
133 133. Persidangan 17.
134 134. Persidangan 18.
135 135. Persidangan 19.
136 136. Persidangan 20.
137 137. Persidangan 21.
138 138. Persidangan 22.
139 139. Persidangan 23.
140 140. Persidangan 24.
141 141. Persidangan 25.
142 142. Persidangan 26.
143 143. Persidangan 27.
144 144. Persidangan 28.
145 145. Persidangan 29.
146 146. Persidangan 30.
147 147. Persidangan 31.
148 148. Persidangan Akhir.
149 149. Persidangan Akhir 2
150 150. Persidangan Akhir 3
151 151. Persidangan Akhir 4.
152 152. Persidangan Akhir 5.
153 153. Persidangan Akhir 6.
154 154. Persidangan Akhir 7.
155 155. Persidangan Akhir 8.
156 156. Persidangan Akhir 9.
157 157. Persidangan Akhir 10.
158 158. Akhir.
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
02. MJ 2.
3
03. MJ 3
4
04. MJ 4
5
05. MJ 5
6
06. MJ 6
7
07. MJ 7
8
08. MJ 8
9
09. MJ 9
10
10. MJ 10
11
11. MJ 11
12
12. MJ 12.
13
13. MJ 13
14
14. MJ 14.
15
15. MJ 15.
16
16. MJ 16.
17
17. MJ 17
18
18. MJ 18
19
19. MJ 19.
20
20. MJ 20.
21
21. MJ 21.
22
22. MJ 22
23
23. MJ 23.
24
24. MJ 24.
25
25. MJ 25.
26
26. MJ 26.
27
27. MJ 27.
28
28. MJ 28.
29
29. MJ 29.
30
30. MJ 30.
31
31. Keluarga Mathias.
32
32. Keluarga Mathias 2.
33
33. Keluarga Mathias 3.
34
34. Keluarga Mathias 4.
35
35. MJ 31.
36
36. MJ 32.
37
37. MJ 33.
38
38. MJ 34.
39
39. MJ 35.
40
40. MJ 36.
41
41. MJ 37.
42
42. MJ 38.
43
43. MJ 39.
44
44. MJ 40.
45
45. MJ 41.
46
46. MJ 42
47
47. MJ 43
48
48. MJ 44.
49
49. MJ 45.
50
50. MJ 46.
51
51. MJ 47.
52
52. MJ 48.
53
53. MJ 49.
54
54. MJ 50.
55
55. MJ 51.
56
56. MJ 52.
57
57. MJ 53
58
58. MJ 54.
59
59. MJ 55.
60
60. MJ 56.
61
61. MJ 57.
62
62. MJ 58.
63
63. MJ 59.
64
64. MJ 60.
65
65. MJ 61.
66
66. MJ 62.
67
67. Keluarga Emily.
68
68. Keluarga Emily 2
69
69. Keluarga Emily 3
70
70. MJ 63.
71
71. MJ 64.
72
72. MJ 65.
73
73. MJ 66.
74
74. MJ 67.
75
75. MJ 68.
76
76. MJ 69.
77
77. MJ 70.
78
78. MJ 71.
79
79. MJ 72.
80
80. MJ 73.
81
81. MJ 74
82
82. MJ 75.
83
83. MJ 76.
84
84. MJ 77.
85
85. MJ 78.
86
86. MJ 79.
87
87. MJ 80.
88
88. MJ 81.
89
89. MJ 82.
90
90. MJ 83.
91
91. MJ 84.
92
92. MJ 85.
93
93. MJ 86.
94
94. MJ 87.
95
95. MJ 88.
96
96. MJ 89.
97
97. Keluarga Mathias 5.
98
98. Keluarga Mathias 6.
99
99. MJ 90.
100
100. MJ 91.
101
101. MJ 92.
102
102. MJ 93.
103
103. MJ 94.
104
104. MJ 95.
105
105. MJ 96.
106
106. MJ 97.
107
107. MJ 98.
108
108. MJ 99.
109
109. MJ 100.
110
110. MJ 101
111
111. MJ 102.
112
112. MJ 103.
113
113. MJ 104.
114
114. MJ 105
115
115. MJ 106
116
116. MJ 107.
117
117. Persidangan.
118
118. Persidangan 2.
119
119. Persidangan 3
120
120. Persidangan 4
121
121. Persidangan 5.
122
122. Persidangan 6
123
123. Persidangan 7
124
124. Persidangan 8.
125
125. Persidangan 9
126
126. Persidangan 10.
127
127. Persidangan 11
128
128. Persidangan 12.
129
129. Persidangann 13.
130
130. Persidangan 14.
131
131. Persidangan 15.
132
132. Persidangan 16.
133
133. Persidangan 17.
134
134. Persidangan 18.
135
135. Persidangan 19.
136
136. Persidangan 20.
137
137. Persidangan 21.
138
138. Persidangan 22.
139
139. Persidangan 23.
140
140. Persidangan 24.
141
141. Persidangan 25.
142
142. Persidangan 26.
143
143. Persidangan 27.
144
144. Persidangan 28.
145
145. Persidangan 29.
146
146. Persidangan 30.
147
147. Persidangan 31.
148
148. Persidangan Akhir.
149
149. Persidangan Akhir 2
150
150. Persidangan Akhir 3
151
151. Persidangan Akhir 4.
152
152. Persidangan Akhir 5.
153
153. Persidangan Akhir 6.
154
154. Persidangan Akhir 7.
155
155. Persidangan Akhir 8.
156
156. Persidangan Akhir 9.
157
157. Persidangan Akhir 10.
158
158. Akhir.
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!