07. MJ 7

...~•Happy Reading•~...

Dr Kirana mengatakan demikian, sebab Enni bisa menceritakan profesinya sebagai wanita penghibur tanpa ragu kepadanya. Jadi dr Kirana berkesimpulan, Enni adalah wanita kuat dan bisa memilih dan membuat keputusan sendiri untuk hidupnya.

"Tidak, dokter. Saya sudah tidak merasa malu untuk hadapi publik, karena itu sudah jadi bagian hidup saya. Dan saya sadar, yang saya lakukan selama ini memang memalukan." Enni berkata pelan dan pasrah. Baginya, jika harus melalui itu untuk menemukan keadilan bagi dirinya, dia akan lakukan.

"Baik. Kau masih ingat alamat rumahmu?" Tanya dr Kirana lagi, untuk melengkapi keterangan Enni.

"Masih ingat, Dok..." Enni menjawab dan langsung menyebut alamat rumahnya. Dr Kirana segera mencatat alamat yang diberikan Enni di ponselnya. Enni memperhatikan yang dilakukan dr Kirana dengan ponselnya. Dia makin takjub melihat dr Kirana menggunakan benda pipih di tangannya.

"Kau punya kartu identitas atau tanda pengenal sebagai mahasiswa?" Tanya dr Kirana lagi untuk melengkapi data diri Enni, yang mungkin akan diperlukan.

"Tidak, dokter. Semuanya tertinggal di rumah dan selama 10 tahun ini, mereka tidak berikan kartu identitas yang mereka janjikan buat saya." Enni menjelaskan janji Mami Sinna yang mau berikan kartu identitas baru untuknya dengan nama baru. Tapi sampai dia dijual lagi ke Barry, Mami Sinna tidak memberikan kartu identitas baru untuknya.

"Baik. Sekarang kau istirahat dulu. Saya mau ke kantor untuk mendaftarmu di sini. Agar ada perawat yang datang melayanimu, jika saya tidak ada di sini." Dr Kirana berdiri lalu menurunkan posisi tubuh Enni, supaya bisa berbaring.

"Trima kasih, dokter..." Enni merebahkan tubuhnya dengan perasaan haru, diperlakukan begitu baik oleh seorang dokter cantik yang tidak dikenalnya.

"Saya akan mendaftarmu dengan nama Enni atau Winda?" Tanya dr Kirana sebelum keluar dari kamar, sebab kedua nama itu tetap bermasalah jika digunakan. Baik Enni atau Winda, ada pihak yang mencarinya, yaitu Bargani dan Barry.

"Enni saja, dokter..." Jawab Enni pelan, sebab nama Enni memiliki resiko lebih kecil, jika dia ditemukan.

"Good... Pilihan yang bagus." Jawab dr Kirana, sambil mengangkat jempol ke arah Enni, sebab yang dia pikirkan sama dengan Enni. Dr Kirana sengaja bertanya, agar Enni yang putuskan. Dia harus belajar memutuskan sesuatu yang baik buat hidupnya.

^^^'Lebih baik dia memakai nama Enni dan ditemukan keluarga, dari pada nama Winda dan ditemukan penjahat kela*min.' Dr Kirana berkata dalam hati, lalu keluar menuju kantor perawat ruangan mawar.^^^

"Selamat siang, Dok. Belum pulang?" Tanya suster kepala, saat melihat dr Kirana masuk ke ruangannya.

"Belum. Saya ada tambahan pasien di mawar. Nanti sore baru saya periksa pasien saya yang lain, ya." Ucap dr Kirana setelah duduk dalam ruangan suster kepala.

"Ooh, pasiennya baru masuk, dok?" Tanya suster kepala sambil melihat daftar pasien yang dirawat di ruangan mawar.

"Tadi pagi saya pindahkan dari UGD ke mawar..." Dr Kirana menjelaskan apa yang terjadi dan minta pengertian suster kepala untuk mengawasi Enni secara khusus.

"Siap, Dok... Tolong berikan datanya, biar saya masukan ke dalam daftar pasien." Suster kepala berkata cepat, sebab mengerti maksud dr Kirana. Dia sudah sering berhubungan dengan dr Kirana untuk pasien-pasien yang perlu penanganan khusus.

"Cukup cantumkan nama, usia dan sakitnya saja. Alamat dan lainnya tidak usah. Saya yang tanggung jawab, jika kabur." Ucap dr Kirana sambil tersenyum. Suster kepala juga ikut tersenyum, sebab jika dr Kirana sudah bilang begitu, ia yang akan membayar biaya perawatan pasiennya.

"Ok, Dok. Siaap..." Suster kepala berkata sambil tersenyum setelah menginput data Enni, agar lebih mudah dilayani oleh semua perawat di bagian mawar.

"Ok. Tolong minta suster untuk mengawasinya, agar semua lukanya bisa cepat kering. Nanti catatan medis tambahan tentang sakit pasien, saya minta bagian UGD kirim ke sini." Dr Kirana menjelaskan secara detail tentang kondisi Enni, lalu keluar dari kantor perawat.

Sebelum kembali ke kamar Enni untuk melihat kondisi terakhir dan juga pamit, dr Kirana teringat untuk menelpon seseorang sebelum masuk ke kamar Enni.

^^^Ketika berbicara dengan Enni tentang rencana penuntutan dan Enni setuju, dr Kirana langsung berpikir, siapa yang bisa membela Enni. Ia mengambil ponsel lalu mencari nomor telpon orang yang dimaksudkan.^^^

^^^Setelah menghubungi dan bunyi panggilan beberapa kali belum dijawab, dr Kirana melihat jam tangannya. 'Apakah Mas Thias sedang sibuk?' Dr Kirana bertanya sendiri dalam hati. Menyadari kemungkinan itu, dia hendak mematikan ponselnya.^^^

📱"Deeek..." Dr Kirana terkejut, tapi tersenyum senang. Dia tidak jadi mematikan ponselnya, saat mendengar dan melihat ada sapaan dari Mathias.

📱Allooo, Mas. Lama sekali, jawabnya." Dr Kirana protes, menjawab sapaan Mathias.

📱"Dek, ini jam berapa? Kau lupa kalau jam segini, jam sibukku? Kau sendiri, apa ngga sibuk?" Jawaban protes dari seberang membuat dr Kirana tersenyum, lebar.

📱"Hehehe... Ngga sih, Mas. Mau tidur, lelaaa..." Dr Kirana jadi tertawa sendiri, sebab memang ini jam sibuknya. Hanya ia tugas malam menggantikan rekan dokter yang berhalangan, jadi semua schedule nya berubah, dimundur ke sore hari.

📱"Lagi sibuk, ya, Mas. Sorriiii..." Dr Kirana tertawa membayangkan orang yang ditelpon kesal dan dia penyebabnya.

📱"Ngga usah basa basi yang sudah basi. Ada apa telpon Mas jam segini?" Ucap yang di seberang sambil geleng kepala, tapi ia berjalan keluar dari ruang meeting. Sambil menunjuk jam tangannya pada peserta meeting, sebagai tanda minta waktu sebentar.

📱"Kangen sama Miracle..." Dr Kirana tidak meneruskan ucapannya, karena di potong oleh Mathias.

📱"Kangen? Bukannya kau sudah sandra mereka di rumah sakit beberapa hari lalu?" Mathias pergunakan kesempatan untuk protes.

📱"Dilaporin, yaa..." Dr Kirana jadi tersenyum lebar mengingat kelakuannya.

📱"Ngga dilaporin. Mas yang nanya, karna mereka pulang sangat telat dari rumah sakit. Lain kali, jangan dimanjain lagi. Atau Mas pindahin mereka periksa ke rumah sakit lain." Mathias mengancam dengan nada serius.

📱"Eeeh, jangan Mas Thias. Ok, ok.. Aku akan ngerem, tidak bablas lagi. Abis mereka berdua sangat menggemaskan." Dr Kirana buru-buru mencegah.

📱"Sekarang bilang yang sebenarnya. Ada apa telpon Mas jam segini." Mathias mengulang pertanyaan sebelumnya, karena ia tahu, jika tidak ada yang penting tidak akan telpon di jam sibuk. Paling hanya kirim pesan untuk menanyakan kabar atau sesuatu.

📱"Ooh, iyaa... Mas Thias masih tangani kasus TQ?" Tanya dr Kirana cepat sebelum ditutup oleh Mathias. Dia butuh kepastian, sebelum membuat keputusan tentang kasus Enni.

📱"Seorang dr Kirana mau menyodorkan kasus TQ untukku? Sejak kapan kau bermasalah dengan fuluusss?" Mathias bertanya dengan heran, sebab ia tahu dr Kirana bisa membayar pengacara jika bermasalah dengan hukum.

...(Kasus TQ adalah adalah kasus untuk orang tidak mampu membayar pengacara, jika bermasalah dengan hukum. Mathias menyediakan bantuan hukum dan biasanya, mereka akan membayar jasanya dengan ucapan terima kasih/TQ)....

...~●○¤○●~...

...~▪︎▪︎▪︎~...

...Kisah tentang pengacara Mathias dapat diikuti di Novel "MANUSIA PARASIT"...

...Novel "MENGHAPUS JEJAK" adalah juga lanjutan dari Novel tersebut di atas....

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

Semoga 10 tahun mu akan segera terbayar ya Enni..❣️

2024-05-27

0

🍁FAIZ❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁FAIZ❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

saya sampai bingung mau mengatakan apalagi untuk mengungkapkan kebaikan-kebaikan dokter Kirana.. udah di biayain pengobatan nya sekarang malah di carikan pengacara❣️

2024-05-27

0

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

wkwk yg sudah basi itu apa mass,eh tapi kok tahu kalau dr kirana membutuh kan bantuan mu mas🤭🤣❣

2024-05-27

1

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 02. MJ 2.
3 03. MJ 3
4 04. MJ 4
5 05. MJ 5
6 06. MJ 6
7 07. MJ 7
8 08. MJ 8
9 09. MJ 9
10 10. MJ 10
11 11. MJ 11
12 12. MJ 12.
13 13. MJ 13
14 14. MJ 14.
15 15. MJ 15.
16 16. MJ 16.
17 17. MJ 17
18 18. MJ 18
19 19. MJ 19.
20 20. MJ 20.
21 21. MJ 21.
22 22. MJ 22
23 23. MJ 23.
24 24. MJ 24.
25 25. MJ 25.
26 26. MJ 26.
27 27. MJ 27.
28 28. MJ 28.
29 29. MJ 29.
30 30. MJ 30.
31 31. Keluarga Mathias.
32 32. Keluarga Mathias 2.
33 33. Keluarga Mathias 3.
34 34. Keluarga Mathias 4.
35 35. MJ 31.
36 36. MJ 32.
37 37. MJ 33.
38 38. MJ 34.
39 39. MJ 35.
40 40. MJ 36.
41 41. MJ 37.
42 42. MJ 38.
43 43. MJ 39.
44 44. MJ 40.
45 45. MJ 41.
46 46. MJ 42
47 47. MJ 43
48 48. MJ 44.
49 49. MJ 45.
50 50. MJ 46.
51 51. MJ 47.
52 52. MJ 48.
53 53. MJ 49.
54 54. MJ 50.
55 55. MJ 51.
56 56. MJ 52.
57 57. MJ 53
58 58. MJ 54.
59 59. MJ 55.
60 60. MJ 56.
61 61. MJ 57.
62 62. MJ 58.
63 63. MJ 59.
64 64. MJ 60.
65 65. MJ 61.
66 66. MJ 62.
67 67. Keluarga Emily.
68 68. Keluarga Emily 2
69 69. Keluarga Emily 3
70 70. MJ 63.
71 71. MJ 64.
72 72. MJ 65.
73 73. MJ 66.
74 74. MJ 67.
75 75. MJ 68.
76 76. MJ 69.
77 77. MJ 70.
78 78. MJ 71.
79 79. MJ 72.
80 80. MJ 73.
81 81. MJ 74
82 82. MJ 75.
83 83. MJ 76.
84 84. MJ 77.
85 85. MJ 78.
86 86. MJ 79.
87 87. MJ 80.
88 88. MJ 81.
89 89. MJ 82.
90 90. MJ 83.
91 91. MJ 84.
92 92. MJ 85.
93 93. MJ 86.
94 94. MJ 87.
95 95. MJ 88.
96 96. MJ 89.
97 97. Keluarga Mathias 5.
98 98. Keluarga Mathias 6.
99 99. MJ 90.
100 100. MJ 91.
101 101. MJ 92.
102 102. MJ 93.
103 103. MJ 94.
104 104. MJ 95.
105 105. MJ 96.
106 106. MJ 97.
107 107. MJ 98.
108 108. MJ 99.
109 109. MJ 100.
110 110. MJ 101
111 111. MJ 102.
112 112. MJ 103.
113 113. MJ 104.
114 114. MJ 105
115 115. MJ 106
116 116. MJ 107.
117 117. Persidangan.
118 118. Persidangan 2.
119 119. Persidangan 3
120 120. Persidangan 4
121 121. Persidangan 5.
122 122. Persidangan 6
123 123. Persidangan 7
124 124. Persidangan 8.
125 125. Persidangan 9
126 126. Persidangan 10.
127 127. Persidangan 11
128 128. Persidangan 12.
129 129. Persidangann 13.
130 130. Persidangan 14.
131 131. Persidangan 15.
132 132. Persidangan 16.
133 133. Persidangan 17.
134 134. Persidangan 18.
135 135. Persidangan 19.
136 136. Persidangan 20.
137 137. Persidangan 21.
138 138. Persidangan 22.
139 139. Persidangan 23.
140 140. Persidangan 24.
141 141. Persidangan 25.
142 142. Persidangan 26.
143 143. Persidangan 27.
144 144. Persidangan 28.
145 145. Persidangan 29.
146 146. Persidangan 30.
147 147. Persidangan 31.
148 148. Persidangan Akhir.
149 149. Persidangan Akhir 2
150 150. Persidangan Akhir 3
151 151. Persidangan Akhir 4.
152 152. Persidangan Akhir 5.
153 153. Persidangan Akhir 6.
154 154. Persidangan Akhir 7.
155 155. Persidangan Akhir 8.
156 156. Persidangan Akhir 9.
157 157. Persidangan Akhir 10.
158 158. Akhir.
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
02. MJ 2.
3
03. MJ 3
4
04. MJ 4
5
05. MJ 5
6
06. MJ 6
7
07. MJ 7
8
08. MJ 8
9
09. MJ 9
10
10. MJ 10
11
11. MJ 11
12
12. MJ 12.
13
13. MJ 13
14
14. MJ 14.
15
15. MJ 15.
16
16. MJ 16.
17
17. MJ 17
18
18. MJ 18
19
19. MJ 19.
20
20. MJ 20.
21
21. MJ 21.
22
22. MJ 22
23
23. MJ 23.
24
24. MJ 24.
25
25. MJ 25.
26
26. MJ 26.
27
27. MJ 27.
28
28. MJ 28.
29
29. MJ 29.
30
30. MJ 30.
31
31. Keluarga Mathias.
32
32. Keluarga Mathias 2.
33
33. Keluarga Mathias 3.
34
34. Keluarga Mathias 4.
35
35. MJ 31.
36
36. MJ 32.
37
37. MJ 33.
38
38. MJ 34.
39
39. MJ 35.
40
40. MJ 36.
41
41. MJ 37.
42
42. MJ 38.
43
43. MJ 39.
44
44. MJ 40.
45
45. MJ 41.
46
46. MJ 42
47
47. MJ 43
48
48. MJ 44.
49
49. MJ 45.
50
50. MJ 46.
51
51. MJ 47.
52
52. MJ 48.
53
53. MJ 49.
54
54. MJ 50.
55
55. MJ 51.
56
56. MJ 52.
57
57. MJ 53
58
58. MJ 54.
59
59. MJ 55.
60
60. MJ 56.
61
61. MJ 57.
62
62. MJ 58.
63
63. MJ 59.
64
64. MJ 60.
65
65. MJ 61.
66
66. MJ 62.
67
67. Keluarga Emily.
68
68. Keluarga Emily 2
69
69. Keluarga Emily 3
70
70. MJ 63.
71
71. MJ 64.
72
72. MJ 65.
73
73. MJ 66.
74
74. MJ 67.
75
75. MJ 68.
76
76. MJ 69.
77
77. MJ 70.
78
78. MJ 71.
79
79. MJ 72.
80
80. MJ 73.
81
81. MJ 74
82
82. MJ 75.
83
83. MJ 76.
84
84. MJ 77.
85
85. MJ 78.
86
86. MJ 79.
87
87. MJ 80.
88
88. MJ 81.
89
89. MJ 82.
90
90. MJ 83.
91
91. MJ 84.
92
92. MJ 85.
93
93. MJ 86.
94
94. MJ 87.
95
95. MJ 88.
96
96. MJ 89.
97
97. Keluarga Mathias 5.
98
98. Keluarga Mathias 6.
99
99. MJ 90.
100
100. MJ 91.
101
101. MJ 92.
102
102. MJ 93.
103
103. MJ 94.
104
104. MJ 95.
105
105. MJ 96.
106
106. MJ 97.
107
107. MJ 98.
108
108. MJ 99.
109
109. MJ 100.
110
110. MJ 101
111
111. MJ 102.
112
112. MJ 103.
113
113. MJ 104.
114
114. MJ 105
115
115. MJ 106
116
116. MJ 107.
117
117. Persidangan.
118
118. Persidangan 2.
119
119. Persidangan 3
120
120. Persidangan 4
121
121. Persidangan 5.
122
122. Persidangan 6
123
123. Persidangan 7
124
124. Persidangan 8.
125
125. Persidangan 9
126
126. Persidangan 10.
127
127. Persidangan 11
128
128. Persidangan 12.
129
129. Persidangann 13.
130
130. Persidangan 14.
131
131. Persidangan 15.
132
132. Persidangan 16.
133
133. Persidangan 17.
134
134. Persidangan 18.
135
135. Persidangan 19.
136
136. Persidangan 20.
137
137. Persidangan 21.
138
138. Persidangan 22.
139
139. Persidangan 23.
140
140. Persidangan 24.
141
141. Persidangan 25.
142
142. Persidangan 26.
143
143. Persidangan 27.
144
144. Persidangan 28.
145
145. Persidangan 29.
146
146. Persidangan 30.
147
147. Persidangan 31.
148
148. Persidangan Akhir.
149
149. Persidangan Akhir 2
150
150. Persidangan Akhir 3
151
151. Persidangan Akhir 4.
152
152. Persidangan Akhir 5.
153
153. Persidangan Akhir 6.
154
154. Persidangan Akhir 7.
155
155. Persidangan Akhir 8.
156
156. Persidangan Akhir 9.
157
157. Persidangan Akhir 10.
158
158. Akhir.
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!