12. MJ 12.

...~•Happy Reading•~...

Bagas merasa heran, sebab selama mereka berkantor di kantor yang baru, semua kasus TQ ditangani oleh pengacara yang ditempatkan Mathias di kantornya lama. Bagas hanya memantau kelanjutan semua proses kasus TQ dan melapor perkembangannya kepada Mathias.

"Iya. Kau yang akan tangani ini, sebab akan ada banyak penyelidikan dan tidak boleh bocor sampai kasusnya disidangkan." Mathias menjawab dan menetapkan dengan tegas dan serius.

^^^Bagas makin penasaran dengan kasus TQ yang disodorkan Mathias padanya. Sesuatu yang belum pernah ia alami selama bekerja bersama Mathias.^^^

"Boleh tau kasus apa, Pak. Apakah berurusan dengan orang-orang di atas sana?" Tanya Bagas penasaran. Ia berpikir, mungkin ada terlibat para petinggi atau pejabat. Sehingga boss nya sangat berhati-hati dalam memilih pengacara untuk menangani tersebut.

"Nanti sudah di tangani baru kita tau, kasusnya hanya sederhana atau ruwet. Yang pasti kasus ini menyangkut rudapaksa." Mathias berkata cepat untuk menjawab rasa penasaran Bagas.

"Kasus rudapaksa?" Bagas bertanya dengan wajah terkejut, sebab mereka belum pernah tangani kasus seperti itu.

"Iya. Kau ngga usah ikut meeting, tapi print semua foto yang saya email ini. Tolong dokumentasi dan pelajari semua bukti awal ini. Selama saya di Semarang, kau yang menemui client untuk lengkapi bukti dan keterangan awal." Mathias berkata sambil berdiri untuk keluar ruangan.

"Pak, manusia yang lakukan ini?" Bagas terkejut melihat foto Enni yang diemail oleh Mathias.

"Kau yang selidiki dan buktikan. Mungkin dia hewan." Mathias berjalan keluar ruangan disusul oleh Bagas.

...~▪︎▪︎▪︎~...

Setelah selesai meeting, Bagas kembali masuk ke ruang kerja Mathias untuk menunjukan semua yang sudah dikerjakan. Ia juga penasaran dan mau menanyakan tentang calon client kasus TQ yang akan ditanganinya.

"Pak, ini sudah dikerjakan..." Bagas meletakan semua hasil print foto Enni di atas meja kerja Mathias. Mathias melihat dan meneliti foto satu persatu dengan teliti.

"Jika saya yang tangani kasus ini, saya bisa bertemu dengan client ini di mana? Tidak ada dokumen pendukung dan data dirinya." Bagas bertanya setelah mereka telah duduk di sofa.

"Tadi karna mau meeting, saya belum sempat kasih tau tentang clientnya." Mathias jadi tersenyum sendiri, sebab ia hanya memberikan foto Enni tanpa data pendukung.

"Dia sedang dirawat di rumah sakit Sopaefams. Nanti kau buat janji dengan dr Kiran sebelum bertemu dengan client." Mathias mulai menjelaskan sambil terus memperhatikan hasil print foto Enni yang ada di tangannya.

"Kau harus berhati-hati saat mendekatinya, sebab dia korban kekerasan fisik dan juga seksual. Jadi dia agak sensitif untuk berkomunikasi apalagi berdekatan dengan laki-laki." Mathias mengingatkan Bagas sebelum lupa.

"Kau bisa berkonsultasi dulu dengan dr Kiran, agar lebih mudah menangani kasusnya. Saya serahkan semua padamu, sebab saya sedang konsen dengan kasus di Semarang." Mathias berkata lagi dengan serius sambil menyerahkan kembali foto-foto Enni kepada Bagas.

"Siap, Pak. Nanti saya hubungi dr Kiran sebelum ke rumah sakit, agar tahu schedule nya." Bagas mulai memahami kasus yang akan ditangani dan mengapa itu menjadi kasus TQ. 'Mungkin semua berhubungan dengan dr Kiran dan pasien yang dirawatnya.' Pikir Bagas dalam hati.

...~▪︎▪︎▪︎~...

Dua hari kemudian Bagas menuju RS Sopaefams, setelah membuat janji dengan Kirana. Mereka akan bertemu sebelum Kirana tugas jaga malam di UGD. Jadi mereka akan menggunakan waktu sebelum Kirana bertugas.

"Selamat sore dr Kiran." Sapa Bagas saat melihat Kirana sudah menunggunya di lobby rumah sakit dengan jas dokter sambil memasukan tangan ke dalam saku jasnya.

"Selamat sore, Pak Bagas. Trima kasih sudah mau bantu saya." Balas Kirana ramah sambil menyalami Bagas yang sudah mengulurkan tangan ke arahnya dengan hangat.

"Sama-sama, dok." Balas Bagas, lalu berjalan mengikuti Kirana. Bagas menahan senyum melihat para perawat yang tersenyum penuh arti ke arah Kirana yang berjalan cuek di sampingnya. Seakan tidak melihat rekan-rekannya yang sedang ngeledek dan mau mengganggunya.

^^^Bagas jadi ikutan cuek, sebab mengerti arti tatapan para perawat. 'Ia dan dr Kiran mungkin seusia, atau dr Kiran lebih muda darinya.' Bagas membatin sambil tersenyum dalam hati melihat tingkah para perawat dan dokter di lobby.^^^

"Dr Kiran, nanti bantu saya sebelum saya bicara dengan client, ya. Agar saya bisa berkomunikasi dengan baik." Ucap Bagas saat mereka telah berada di lorong menuju kamar mawar.

"Siap, Pak. Nanti kalau perlu sesuatu, hubungi saya saja. Pasiennya bernama Enni, sudah lebih baik dan tenang. Sebab Pak Mathias sudah berbicara dengannya sebelum ini. Jadi Pak Bagas sudah bisa langsung minta keterangan." Ucap Kirana sebelum mereka masuk ke kamar perawatan Enni.

"Selamat sore, Enni. Sudah minum?" Sapa Kirana saat melihat Enni sedang duduk di pinggir tempat tidur dan melihatnya dengan senang.

"Selamat sore, dokter. Iya, sudah." Ucap Enni cepat, lalu segera memasukan kakinya yang lagi menggantung di pinggir tempat tidur ke dalam selimut, saat melihat ada pria yang ikut masuk di belakang dr Kirana.

"Ngga papa, Enni. Ini pengacara yang diutus Pak Mathias untuk membantumu." Kirana berkata cepat, saat melihat reaksi Enni yang mulai kaku dan agak tegang.

"Hai... Saya Bagas... Kau bisa makan dengan baik?" Bagas berjalan mendekati Enni dan mengulurkan tangannya untuk menyalami Enni. Ia tidak mau menanggapi sikap kaku Enni. Bagas coba menciptakan atmosfir keakraban antara dirinya dan Enni.

^^^Sapaan Bagas membuat Kirana tersenyum dalam hati. Seharusnya itu yang ia tanyakan atau perawat. Malah Bagas bertanya dengan santai, seakan sudah mengenal Enni sebelumnya. Hal itu membuat Enni melihat Bagas dengan suasana hati yang lebih tenang.^^^

Enni perlahan mengulurkan tangannya menyambut tangan Bagas dengan hati-hati. "H ... Bisa, Pak..." Jawab Enni kikuk, mau menjawab sapaan Bagas, dengan hai.  Tapi itu membuat Bagas tersenyum dalam hati, bisa membuat Enni agak bingung sehingga tidak fokus pada rasa traumanya kepada pria.

"Alhamdulillah... Berarti sudah bisa beri keterangan, ya." Bagas berkata setelah melepaskan tangan Enni lalu melihat ke arah Kirana dan juga Enni bergantian untuk mengetahui kesiapan Enni. Kirana dan Enni mengangguk mengiyakan.

^^^Bagas mengambil kursi, lalu letakan dekat ranjang Enni. Kemudian duduk dan meletakan tas kerja di dekat kakinya. Bagas mengeluarkan semua perangkat untuk wawancara. Ia sengaja mengabaikan semua yang dialami Enni, agar mereka bisa melangkah ke arah investigasi.^^^

^^^Bagas tidak mau berkomentar tentang semua luka Enni yang mulai kering dan memudar di wajahnya. Walau hatinya sangat penasaran dengan perkembangan semua luka yang diderita Enni. Ia fokus pada semua perangkat yang akan digunakan, agar Enni juga ikut fokus pada kejadian yang dia alami.^^^

"Saya mau minta keterangan, jadi harap kerja samanya. Semua yang akan dikatakan harus sesuai dan benar. Jika ragu-ragu, katakan anda tidak yakin dengan jawaban itu." Bagas berkata dengan serius, sambil melihat Enni yang sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Melihat keseriusan Bagas, Enni mengangguk kuat. Hal itu membuat Kirana merasa lega.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

Bambut That

Bambut That

bagas

2024-08-14

1

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

Iya dia manusia yang memiliki perilaku seperti hewan, ya kira-kira seperti itu lah pak Bagas.. ❣️

2024-05-27

0

Meyti Diana Sari ✅

Meyti Diana Sari ✅

lebih tepatnya iblis berwujud manusia

2024-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 02. MJ 2.
3 03. MJ 3
4 04. MJ 4
5 05. MJ 5
6 06. MJ 6
7 07. MJ 7
8 08. MJ 8
9 09. MJ 9
10 10. MJ 10
11 11. MJ 11
12 12. MJ 12.
13 13. MJ 13
14 14. MJ 14.
15 15. MJ 15.
16 16. MJ 16.
17 17. MJ 17
18 18. MJ 18
19 19. MJ 19.
20 20. MJ 20.
21 21. MJ 21.
22 22. MJ 22
23 23. MJ 23.
24 24. MJ 24.
25 25. MJ 25.
26 26. MJ 26.
27 27. MJ 27.
28 28. MJ 28.
29 29. MJ 29.
30 30. MJ 30.
31 31. Keluarga Mathias.
32 32. Keluarga Mathias 2.
33 33. Keluarga Mathias 3.
34 34. Keluarga Mathias 4.
35 35. MJ 31.
36 36. MJ 32.
37 37. MJ 33.
38 38. MJ 34.
39 39. MJ 35.
40 40. MJ 36.
41 41. MJ 37.
42 42. MJ 38.
43 43. MJ 39.
44 44. MJ 40.
45 45. MJ 41.
46 46. MJ 42
47 47. MJ 43
48 48. MJ 44.
49 49. MJ 45.
50 50. MJ 46.
51 51. MJ 47.
52 52. MJ 48.
53 53. MJ 49.
54 54. MJ 50.
55 55. MJ 51.
56 56. MJ 52.
57 57. MJ 53
58 58. MJ 54.
59 59. MJ 55.
60 60. MJ 56.
61 61. MJ 57.
62 62. MJ 58.
63 63. MJ 59.
64 64. MJ 60.
65 65. MJ 61.
66 66. MJ 62.
67 67. Keluarga Emily.
68 68. Keluarga Emily 2
69 69. Keluarga Emily 3
70 70. MJ 63.
71 71. MJ 64.
72 72. MJ 65.
73 73. MJ 66.
74 74. MJ 67.
75 75. MJ 68.
76 76. MJ 69.
77 77. MJ 70.
78 78. MJ 71.
79 79. MJ 72.
80 80. MJ 73.
81 81. MJ 74
82 82. MJ 75.
83 83. MJ 76.
84 84. MJ 77.
85 85. MJ 78.
86 86. MJ 79.
87 87. MJ 80.
88 88. MJ 81.
89 89. MJ 82.
90 90. MJ 83.
91 91. MJ 84.
92 92. MJ 85.
93 93. MJ 86.
94 94. MJ 87.
95 95. MJ 88.
96 96. MJ 89.
97 97. Keluarga Mathias 5.
98 98. Keluarga Mathias 6.
99 99. MJ 90.
100 100. MJ 91.
101 101. MJ 92.
102 102. MJ 93.
103 103. MJ 94.
104 104. MJ 95.
105 105. MJ 96.
106 106. MJ 97.
107 107. MJ 98.
108 108. MJ 99.
109 109. MJ 100.
110 110. MJ 101
111 111. MJ 102.
112 112. MJ 103.
113 113. MJ 104.
114 114. MJ 105
115 115. MJ 106
116 116. MJ 107.
117 117. Persidangan.
118 118. Persidangan 2.
119 119. Persidangan 3
120 120. Persidangan 4
121 121. Persidangan 5.
122 122. Persidangan 6
123 123. Persidangan 7
124 124. Persidangan 8.
125 125. Persidangan 9
126 126. Persidangan 10.
127 127. Persidangan 11
128 128. Persidangan 12.
129 129. Persidangann 13.
130 130. Persidangan 14.
131 131. Persidangan 15.
132 132. Persidangan 16.
133 133. Persidangan 17.
134 134. Persidangan 18.
135 135. Persidangan 19.
136 136. Persidangan 20.
137 137. Persidangan 21.
138 138. Persidangan 22.
139 139. Persidangan 23.
140 140. Persidangan 24.
141 141. Persidangan 25.
142 142. Persidangan 26.
143 143. Persidangan 27.
144 144. Persidangan 28.
145 145. Persidangan 29.
146 146. Persidangan 30.
147 147. Persidangan 31.
148 148. Persidangan Akhir.
149 149. Persidangan Akhir 2
150 150. Persidangan Akhir 3
151 151. Persidangan Akhir 4.
152 152. Persidangan Akhir 5.
153 153. Persidangan Akhir 6.
154 154. Persidangan Akhir 7.
155 155. Persidangan Akhir 8.
156 156. Persidangan Akhir 9.
157 157. Persidangan Akhir 10.
158 158. Akhir.
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
02. MJ 2.
3
03. MJ 3
4
04. MJ 4
5
05. MJ 5
6
06. MJ 6
7
07. MJ 7
8
08. MJ 8
9
09. MJ 9
10
10. MJ 10
11
11. MJ 11
12
12. MJ 12.
13
13. MJ 13
14
14. MJ 14.
15
15. MJ 15.
16
16. MJ 16.
17
17. MJ 17
18
18. MJ 18
19
19. MJ 19.
20
20. MJ 20.
21
21. MJ 21.
22
22. MJ 22
23
23. MJ 23.
24
24. MJ 24.
25
25. MJ 25.
26
26. MJ 26.
27
27. MJ 27.
28
28. MJ 28.
29
29. MJ 29.
30
30. MJ 30.
31
31. Keluarga Mathias.
32
32. Keluarga Mathias 2.
33
33. Keluarga Mathias 3.
34
34. Keluarga Mathias 4.
35
35. MJ 31.
36
36. MJ 32.
37
37. MJ 33.
38
38. MJ 34.
39
39. MJ 35.
40
40. MJ 36.
41
41. MJ 37.
42
42. MJ 38.
43
43. MJ 39.
44
44. MJ 40.
45
45. MJ 41.
46
46. MJ 42
47
47. MJ 43
48
48. MJ 44.
49
49. MJ 45.
50
50. MJ 46.
51
51. MJ 47.
52
52. MJ 48.
53
53. MJ 49.
54
54. MJ 50.
55
55. MJ 51.
56
56. MJ 52.
57
57. MJ 53
58
58. MJ 54.
59
59. MJ 55.
60
60. MJ 56.
61
61. MJ 57.
62
62. MJ 58.
63
63. MJ 59.
64
64. MJ 60.
65
65. MJ 61.
66
66. MJ 62.
67
67. Keluarga Emily.
68
68. Keluarga Emily 2
69
69. Keluarga Emily 3
70
70. MJ 63.
71
71. MJ 64.
72
72. MJ 65.
73
73. MJ 66.
74
74. MJ 67.
75
75. MJ 68.
76
76. MJ 69.
77
77. MJ 70.
78
78. MJ 71.
79
79. MJ 72.
80
80. MJ 73.
81
81. MJ 74
82
82. MJ 75.
83
83. MJ 76.
84
84. MJ 77.
85
85. MJ 78.
86
86. MJ 79.
87
87. MJ 80.
88
88. MJ 81.
89
89. MJ 82.
90
90. MJ 83.
91
91. MJ 84.
92
92. MJ 85.
93
93. MJ 86.
94
94. MJ 87.
95
95. MJ 88.
96
96. MJ 89.
97
97. Keluarga Mathias 5.
98
98. Keluarga Mathias 6.
99
99. MJ 90.
100
100. MJ 91.
101
101. MJ 92.
102
102. MJ 93.
103
103. MJ 94.
104
104. MJ 95.
105
105. MJ 96.
106
106. MJ 97.
107
107. MJ 98.
108
108. MJ 99.
109
109. MJ 100.
110
110. MJ 101
111
111. MJ 102.
112
112. MJ 103.
113
113. MJ 104.
114
114. MJ 105
115
115. MJ 106
116
116. MJ 107.
117
117. Persidangan.
118
118. Persidangan 2.
119
119. Persidangan 3
120
120. Persidangan 4
121
121. Persidangan 5.
122
122. Persidangan 6
123
123. Persidangan 7
124
124. Persidangan 8.
125
125. Persidangan 9
126
126. Persidangan 10.
127
127. Persidangan 11
128
128. Persidangan 12.
129
129. Persidangann 13.
130
130. Persidangan 14.
131
131. Persidangan 15.
132
132. Persidangan 16.
133
133. Persidangan 17.
134
134. Persidangan 18.
135
135. Persidangan 19.
136
136. Persidangan 20.
137
137. Persidangan 21.
138
138. Persidangan 22.
139
139. Persidangan 23.
140
140. Persidangan 24.
141
141. Persidangan 25.
142
142. Persidangan 26.
143
143. Persidangan 27.
144
144. Persidangan 28.
145
145. Persidangan 29.
146
146. Persidangan 30.
147
147. Persidangan 31.
148
148. Persidangan Akhir.
149
149. Persidangan Akhir 2
150
150. Persidangan Akhir 3
151
151. Persidangan Akhir 4.
152
152. Persidangan Akhir 5.
153
153. Persidangan Akhir 6.
154
154. Persidangan Akhir 7.
155
155. Persidangan Akhir 8.
156
156. Persidangan Akhir 9.
157
157. Persidangan Akhir 10.
158
158. Akhir.
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!