10. MJ 10

...~•Happy Reading•~...

Kirana terdiam, tapi meneruskan senyumnya dalam hati. Dia sudah sering mendengar ucapan asal Mathias, tapi ia tetap tidak bisa menahan untuk tidak tertawa.

^^^Dia mengetahui, apa yang dikatakan Mathias itu adalah benar. Tapi karena kata kiasan yang diucapkan dengan wajah serius dan tepat sasaran, membuat dia tidak jadi marah, tapi malah tersenyum sendiri.^^^

"Dek, cukup senyum-senyumnya. Tolong kirim semua foto dan video ini buatku, juga kwitansi pembayaran dan bukti transfer orang itu. Kita jadikan bukti dan dokumen awal untuk lakukan penyelidikan." Mathias mengembalikan ponsel Kirana, untuk mengalihkan pikiran Kirana dari ucapan asalnya tentang ular tidak bermata.

^^^Kirana mengerti maksud Mathias, jadi dia segera lakukan yang diminta dengan hati senang. Semua yang dia lakukan untuk dokumentasi tidak sia-sia, bisa menolong Enni.^^^

^^^Mathias mengeluarkan ponselnya untuk menerima transfer data dari Kirana. Ia mulai ke mode serius agar bisa konsentrasi untuk menindak lanjuti bukti yang diperoleh oleh Kirana. Namun ia kembali jadi emosi melihat kondisi Enni di foto yang dikirim Kirana untuknya.^^^

"Nanti kita mampir ke rumah sakit sebentar. Aku mau bicara dengan Enni sebelum ke luar kota." Mathias bicara dengan rahang masih kaku, karena emosinya belum surut melihat kebrutalan orang yang lakukan kekerasan kepada Enni.

^^^Kirana yang melihat kegeraman Mathias, merasa senang. Dia yakin akan mendapat dukungan penuh dari kakak kesayangannya. Enni akan peroleh keadilan atas apa yang dialaminya. Kirana berkata dalam hati dengan yakin, melihat respon Mathias.^^^

"Ayoo, dimakan dulu. Berdua serius sekali..." Sari yang baru datang bersama pelayan, jadi terkesima melihat keseriusan Mathias dan Kirana. Ia meminta pelayan menata menu di atas meja, lalu duduk di samping Kirana.

"Ada apa, Thias? Apa terjadi sesuatu dengan Bu'de?" Tanya Sari yang tahu kondisi kesehatan Ibu Mathias yang sedang sakit.

"Ngga, Ri. Ibu masih seperti dulu. Tapi sekarang lebih baik, setelah Miracle lahir. Sudah ngga sering ke rumah sakit lagi." Mathias menceritakan sedikit tentang kondisi Ibunya.

"Alhamdulillah... Silahkan, makan dulu." Sari mempersilahkan Mathias dan Kirana makan.

"Ri, kami ngga lama di sini, ya. Aku ada meetimg lagi dan persiapan mau ke luar kota. Kami ke sini karna Adekmu ini ada kesulitan dengan pasiennya, jadi minta tolong aku tangani. Kami mau ajukan gugatan hukum." Mathias tidak membicarakan kasus yang akan ditangani, agar tidak panjang membahasnya.

"Mohon pengertiannya, ya, Mba. Aku perlu tidur juga, karna belum istirahat sejak kemarin." Kirana berkata sambil mengangkat dua jari di samping pipinya, tanda peace dan minta pengertian Sari.

"Nanti setelah kasus ini kelar, aku datang ke sini lagi untuk makan sepuasnya. Sekarang lagi ngga bisa bersenang-senang, ada yang mengganggu hati dan pikiran." Kirana selalu kepikiran sejak berbicara dengan Enni tentang yang dialaminya.

"Iyaa, ngga papa. Sekarang juga, aku ngga bisa temani makan, karna ada yang mau pakai ruangan privat buat acara arisan. Jadi aku mau bantu karyawan untuk nyiapin yang diperlukan." Sari meminta maaf juga, karena kesibukannya mengelolah restoran.

^^^Dia tidak tahu kedua saudaranya akan datang makan di tempatnya, jadi dia yang menangani langsung persiapan acara, dibantu oleh beberapa karyawan. Apa lagi sekarang bersamaan dengan waktu makan siang, sangat sibuk.^^^

"Ok. Silahkan dikerjakan. Nanti selesai makan, kami hubungi untuk pamit." Mathias berkata cepat, sebab ia ada pertemuan yang tidak bisa dihindari atau ditunda.

"Ok. Selamat makan. Kalau ada yang kurang, bilang saja sama pelayan. Aku tinggal, ya." Sari mempersilahkan Mathias dan Kirana makan, lalu segera meninggalkan mereka.

...~▪︎▪︎▪︎~...

Beberapa waktu kemudian, Mathias dan Kirana sudah tiba di rumah sakit. Karena mereka menggunakan motor, jadi tidak terhalamg oleh jalanan yang macet di waktu jam makan siang.

"Mas, kita langsung saja ke kamar Enni. Mungkin dia baru selesai makan, jadi belum keburu tidur." Kirana mengajak Mathias naik lift khusus pasien, agar bisa cepat dan tidak terganggu oleh sapaan para perawat dan dokter yang berpapasan dengan mereka.

^^^Para perawat atau rekan dokter akan menanyakan banyak hal, jika berpapasan dengannya. Jadi Kirana sengaja menghindar, agar Mathias tidak terganggu. Apa lagi mendengar rekan dokter berdehem, karena melihat ia jalan berdampingan dengan seorang pria.^^^

"Ok. Semoga belum istirahat, agar aku bisa bertemu dan bicara sebentar dengannya." Mathias berkata setelah mereka sudah di dalam lift.

Beberapa saat kemudian mereka tiba di ruangan mawar. "Selamat siang. Sudah makan?" Sapa dr Kirana, saat melihat Enni sedang duduk bersandar.

"Selamat siang, dokter..." Namun secara refleks, Enni menarik selimut menutupi tubuhnya sampai ke leher, saat melihat Kirana masuk bersama seorang pria. Hal itu tidak luput dari perhatian Mathias dan Kirana.

"Selamat siang..." Sapa Mathias berusaha tenang, seakan tidak memperhatikan dan tidak tahu gerakan dan perubahan Enni.

"Selamat siang, P a k." Ucap Enni pelan, sambil memegang pinggiran selimutnya dengan erat.

"Enni, ngga papa... Ini pengacara yang akan membantumu." Kirana coba menenangkan Enni yang terus melihat Mathias sambil tetap memegang pinggiran selimutnya.

"Namamu Enni?" Mathias coba mengajak Enni bercakap-cakap untuk mencairkan suasana.

"Iy a a, P a k..." Jawab Enni pelan dan ragu.

"Bisa saya mendekat?" Tanya Mathias sebelum melangkah, minta persetujuan Enni.

"Iyaa, P a k..." Jawab Enni lagi. Pelan dan singkat.

"Perkenalkan, saya Mathias..." Ucap Mathias setelah dekat dengan ranjang Enni dan mengulurkan tangannya untuk memgetahui reaksi Enni.

Perlahan Enni melepaskan pinggiran selimut, lalu mengulurkan tangannya untuk menyalami Mathias. Ucapan Kirana bahwa Mathias adalah pengacara yang akan membantunya, membuat Enni agak tenang.

^^^Kirana dan Mathias merasa lega, melihat respon Enni terhadap uluran tangan Mathias.^^^

"Saya belum bisa banyak bicara dengan anda, sebab saya ada pertemuan. Sekaramg saya datang untuk berkenalan dulu, supaya tau apa yang akan dibantu dan siapa yang bisa membantumu." Mathias membuka percakapan, agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik, setelahnya.

"Sekarang konsentrasi untuk kesehatan, agar bisa lekas pulih. Setelah itu, baru kita bisa lakukan tindakan selanjutnya." Mathias berusaha menyemangati, dan makin lega melihat Enni mengangguk, mengerti.

"Ooh iya, di Firma hukum saya tidak ada pengacara wanita, jadi harus belajar menerima dan semoga bisa terbiasa dengan pengacara laki-laki." Mathias langsung mengatakan itu, agar Enni bisa tahu, terima dan beradaptasi.

^^^Enni kembali mengangguk mengerti, dia menyadari reaksinya saat pertama melihat Mathias yang membuat Mathias berbicara demikian. Dia masih belum hilang rasa trauma saat berdekatan dengan lelaki.^^^

"Beberapa waktu ke depan, rekan saya yang akan datang untuk menanyakan seputar kejadian yang menimpah anda. Jadi saya harap, bisa kerja sama dengannya. Supaya kita bisa lakukan penuntutan secepatnya, agar pihak-pihak yang terlibat tidak melarikan diri atau bersembunyi." Mathias berkata dengan serius dan penuh penekanan.

^^^Mathias bisa berkata seperti itu, sebab melihat Enni adalah wanita yang bisa diajak bicara. Matanya menunjukan dia wanita yang cerdas. Apa lagi menurut Kirana, dia pernah kuliah.^^^

"Enni bisa mengerti maksud saya?" Tanya Mathias. Enni mengangguk kuat dengan mata berkaca-kaca. Dia jadi terharu, melihat sikap Mathias padanya.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

Bambut That

Bambut That

trauma

2024-08-14

1

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

Aku yg baca juga geram lhoo... ❣️

2024-05-27

0

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀➳ᴹᴿˢ᭄°Ꮓ𝒶ℝ𝒶𓆊

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀➳ᴹᴿˢ᭄°Ꮓ𝒶ℝ𝒶𓆊

trauma sudah tentu ,,pasti sangat trauma,,aplg enni seorang perempuan yang harus di perlakukan dengan baik ❣️

2024-05-08

2

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 02. MJ 2.
3 03. MJ 3
4 04. MJ 4
5 05. MJ 5
6 06. MJ 6
7 07. MJ 7
8 08. MJ 8
9 09. MJ 9
10 10. MJ 10
11 11. MJ 11
12 12. MJ 12.
13 13. MJ 13
14 14. MJ 14.
15 15. MJ 15.
16 16. MJ 16.
17 17. MJ 17
18 18. MJ 18
19 19. MJ 19.
20 20. MJ 20.
21 21. MJ 21.
22 22. MJ 22
23 23. MJ 23.
24 24. MJ 24.
25 25. MJ 25.
26 26. MJ 26.
27 27. MJ 27.
28 28. MJ 28.
29 29. MJ 29.
30 30. MJ 30.
31 31. Keluarga Mathias.
32 32. Keluarga Mathias 2.
33 33. Keluarga Mathias 3.
34 34. Keluarga Mathias 4.
35 35. MJ 31.
36 36. MJ 32.
37 37. MJ 33.
38 38. MJ 34.
39 39. MJ 35.
40 40. MJ 36.
41 41. MJ 37.
42 42. MJ 38.
43 43. MJ 39.
44 44. MJ 40.
45 45. MJ 41.
46 46. MJ 42
47 47. MJ 43
48 48. MJ 44.
49 49. MJ 45.
50 50. MJ 46.
51 51. MJ 47.
52 52. MJ 48.
53 53. MJ 49.
54 54. MJ 50.
55 55. MJ 51.
56 56. MJ 52.
57 57. MJ 53
58 58. MJ 54.
59 59. MJ 55.
60 60. MJ 56.
61 61. MJ 57.
62 62. MJ 58.
63 63. MJ 59.
64 64. MJ 60.
65 65. MJ 61.
66 66. MJ 62.
67 67. Keluarga Emily.
68 68. Keluarga Emily 2
69 69. Keluarga Emily 3
70 70. MJ 63.
71 71. MJ 64.
72 72. MJ 65.
73 73. MJ 66.
74 74. MJ 67.
75 75. MJ 68.
76 76. MJ 69.
77 77. MJ 70.
78 78. MJ 71.
79 79. MJ 72.
80 80. MJ 73.
81 81. MJ 74
82 82. MJ 75.
83 83. MJ 76.
84 84. MJ 77.
85 85. MJ 78.
86 86. MJ 79.
87 87. MJ 80.
88 88. MJ 81.
89 89. MJ 82.
90 90. MJ 83.
91 91. MJ 84.
92 92. MJ 85.
93 93. MJ 86.
94 94. MJ 87.
95 95. MJ 88.
96 96. MJ 89.
97 97. Keluarga Mathias 5.
98 98. Keluarga Mathias 6.
99 99. MJ 90.
100 100. MJ 91.
101 101. MJ 92.
102 102. MJ 93.
103 103. MJ 94.
104 104. MJ 95.
105 105. MJ 96.
106 106. MJ 97.
107 107. MJ 98.
108 108. MJ 99.
109 109. MJ 100.
110 110. MJ 101
111 111. MJ 102.
112 112. MJ 103.
113 113. MJ 104.
114 114. MJ 105
115 115. MJ 106
116 116. MJ 107.
117 117. Persidangan.
118 118. Persidangan 2.
119 119. Persidangan 3
120 120. Persidangan 4
121 121. Persidangan 5.
122 122. Persidangan 6
123 123. Persidangan 7
124 124. Persidangan 8.
125 125. Persidangan 9
126 126. Persidangan 10.
127 127. Persidangan 11
128 128. Persidangan 12.
129 129. Persidangann 13.
130 130. Persidangan 14.
131 131. Persidangan 15.
132 132. Persidangan 16.
133 133. Persidangan 17.
134 134. Persidangan 18.
135 135. Persidangan 19.
136 136. Persidangan 20.
137 137. Persidangan 21.
138 138. Persidangan 22.
139 139. Persidangan 23.
140 140. Persidangan 24.
141 141. Persidangan 25.
142 142. Persidangan 26.
143 143. Persidangan 27.
144 144. Persidangan 28.
145 145. Persidangan 29.
146 146. Persidangan 30.
147 147. Persidangan 31.
148 148. Persidangan Akhir.
149 149. Persidangan Akhir 2
150 150. Persidangan Akhir 3
151 151. Persidangan Akhir 4.
152 152. Persidangan Akhir 5.
153 153. Persidangan Akhir 6.
154 154. Persidangan Akhir 7.
155 155. Persidangan Akhir 8.
156 156. Persidangan Akhir 9.
157 157. Persidangan Akhir 10.
158 158. Akhir.
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
02. MJ 2.
3
03. MJ 3
4
04. MJ 4
5
05. MJ 5
6
06. MJ 6
7
07. MJ 7
8
08. MJ 8
9
09. MJ 9
10
10. MJ 10
11
11. MJ 11
12
12. MJ 12.
13
13. MJ 13
14
14. MJ 14.
15
15. MJ 15.
16
16. MJ 16.
17
17. MJ 17
18
18. MJ 18
19
19. MJ 19.
20
20. MJ 20.
21
21. MJ 21.
22
22. MJ 22
23
23. MJ 23.
24
24. MJ 24.
25
25. MJ 25.
26
26. MJ 26.
27
27. MJ 27.
28
28. MJ 28.
29
29. MJ 29.
30
30. MJ 30.
31
31. Keluarga Mathias.
32
32. Keluarga Mathias 2.
33
33. Keluarga Mathias 3.
34
34. Keluarga Mathias 4.
35
35. MJ 31.
36
36. MJ 32.
37
37. MJ 33.
38
38. MJ 34.
39
39. MJ 35.
40
40. MJ 36.
41
41. MJ 37.
42
42. MJ 38.
43
43. MJ 39.
44
44. MJ 40.
45
45. MJ 41.
46
46. MJ 42
47
47. MJ 43
48
48. MJ 44.
49
49. MJ 45.
50
50. MJ 46.
51
51. MJ 47.
52
52. MJ 48.
53
53. MJ 49.
54
54. MJ 50.
55
55. MJ 51.
56
56. MJ 52.
57
57. MJ 53
58
58. MJ 54.
59
59. MJ 55.
60
60. MJ 56.
61
61. MJ 57.
62
62. MJ 58.
63
63. MJ 59.
64
64. MJ 60.
65
65. MJ 61.
66
66. MJ 62.
67
67. Keluarga Emily.
68
68. Keluarga Emily 2
69
69. Keluarga Emily 3
70
70. MJ 63.
71
71. MJ 64.
72
72. MJ 65.
73
73. MJ 66.
74
74. MJ 67.
75
75. MJ 68.
76
76. MJ 69.
77
77. MJ 70.
78
78. MJ 71.
79
79. MJ 72.
80
80. MJ 73.
81
81. MJ 74
82
82. MJ 75.
83
83. MJ 76.
84
84. MJ 77.
85
85. MJ 78.
86
86. MJ 79.
87
87. MJ 80.
88
88. MJ 81.
89
89. MJ 82.
90
90. MJ 83.
91
91. MJ 84.
92
92. MJ 85.
93
93. MJ 86.
94
94. MJ 87.
95
95. MJ 88.
96
96. MJ 89.
97
97. Keluarga Mathias 5.
98
98. Keluarga Mathias 6.
99
99. MJ 90.
100
100. MJ 91.
101
101. MJ 92.
102
102. MJ 93.
103
103. MJ 94.
104
104. MJ 95.
105
105. MJ 96.
106
106. MJ 97.
107
107. MJ 98.
108
108. MJ 99.
109
109. MJ 100.
110
110. MJ 101
111
111. MJ 102.
112
112. MJ 103.
113
113. MJ 104.
114
114. MJ 105
115
115. MJ 106
116
116. MJ 107.
117
117. Persidangan.
118
118. Persidangan 2.
119
119. Persidangan 3
120
120. Persidangan 4
121
121. Persidangan 5.
122
122. Persidangan 6
123
123. Persidangan 7
124
124. Persidangan 8.
125
125. Persidangan 9
126
126. Persidangan 10.
127
127. Persidangan 11
128
128. Persidangan 12.
129
129. Persidangann 13.
130
130. Persidangan 14.
131
131. Persidangan 15.
132
132. Persidangan 16.
133
133. Persidangan 17.
134
134. Persidangan 18.
135
135. Persidangan 19.
136
136. Persidangan 20.
137
137. Persidangan 21.
138
138. Persidangan 22.
139
139. Persidangan 23.
140
140. Persidangan 24.
141
141. Persidangan 25.
142
142. Persidangan 26.
143
143. Persidangan 27.
144
144. Persidangan 28.
145
145. Persidangan 29.
146
146. Persidangan 30.
147
147. Persidangan 31.
148
148. Persidangan Akhir.
149
149. Persidangan Akhir 2
150
150. Persidangan Akhir 3
151
151. Persidangan Akhir 4.
152
152. Persidangan Akhir 5.
153
153. Persidangan Akhir 6.
154
154. Persidangan Akhir 7.
155
155. Persidangan Akhir 8.
156
156. Persidangan Akhir 9.
157
157. Persidangan Akhir 10.
158
158. Akhir.
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!