14. MJ 14.

...~•Happy Reading•~...

Bagas mendengar cerita Enni dengan serius. Sebab apa yang dikatakan Enni bukan suatu bukti kongkrit yang bisa ditambahkan dalam tuduhan. Tetapi apa yang diceritakan bisa menjadi benang merah untuk mengaitkan semua tindakan Bargani terhadap Enni sebelum yang lainnya.

Melihat Bagas hanya menyimak, Enni menceritakan juga tentang kejadian selanjutnya. Bagaimana Bargani tiba-tiba menikahi kakaknya dan tinggal di rumah bersama mereka. Begitu juga dengan kejadian Bargani datang menjemput dia di kampus tanpa sepengetahuan kakaknya.

Bagas mendengar dengan serius. Semua yang dikatakan Enni tanpa bertanya atau memotong yang diceritakan. Dia bisa mengerti kecurigaan Enni terhadap kakak dan kakak Iparnya. Mungkin dialah penyebab Bargani menikahi kakaknya.

^^^Menurut Bagas, Enni wanita yang cantik secara wajah dan fisik. Apakah kondisi kakaknya seperti dia atau Enni lebih dari kakakknya. Sehingga menarik perhatian Bargani padanya.^^^

"Baik. Kita simpan dugaanmu itu. Mungkin bisa kita gunakan suatu waktu, jika perlu." Bagas berkata setelah melihat Enni berhenti cerita. Dia berpikir, Enni sudah selesai dengan dugaannya terhadap sikap Iparnya dan kakaknya.

^^^Bagas sebagai laki-laki bisa menerjemahkan sikap Bargani dengan baik. Dia mulai mengaitkan dengan tindakan pemerkosaan yang dilakukan Bargani kepada Enni.^^^

^^^Apa lagi dia seorang pengacara yang bisa mengulik sampai ke hal-hal sekecil apa pun untuk membela clientnya. Dia bisa memahami apa yang diduga Enni, sebab dia pun mulai menduga ke arah itu. Apa lagi Enni yang bisa melihat dan merasakan aura di sekitar ipar dan kakaknya.^^^

"Apa yang saya pikirkan salah, Pak? Saya tidak cemburu pada kakak saya, loh. Saya hanya tidak suka, bahkan jijik dengan sikap orang itu." Enni berkata cepat saat melihat Bagas tidak mengomentari atau merespon apa yang dia pikirkan, tanpa menyebut nama Bargani.

"Tidak ada yang salah. Saya sedang merangkai semua yang anda ceritakan tadi, supaya bisa mengaitkan satu dengan yang lain." Bagas menjelaskan dengan serius, agar Enni tahu apa yang dia ceritakan ada artinya.

"Kalau perihal cemburu, menurutku, itu bukan cemburu. Tetapi kepekaan pada hal-hal yang ada di sekitar kita. Semua orang punya radar dalam diri untuk memberikan sinyal terhadap sesuatu yang baik dan tidak baik." Bagas berkata sambil melihat Enni dengan serius.

"Kadang rasa cinta yang over bisa membuat radar dalam diri seseorang tidak berfungsi dan memberikan sinyal yang keliru. Jadi dia merasa baik-baik saja. Tanpa sadar, dia sudah berada di zona yang berbahaya." Bagar meneruskan dan meyakinkan Enni, agar dia tetap mau menceritakan yang terjadi dan diduganya.

"Atau kakakmu, mungkin tau dan curiga terhadap sikap suaminya. Tapi hatinya menolak rasa itu, karna pikirnya, tidak mungkin suaminya bisa lakukan hal buruk terhadap adiknya."

"Sebab jika kakakmu mengakui itu, berarti dia diperhadapakan pada satu kesimpulan, dia bukan saja telah menikahi orang yang salah, tetapi juga menikahi orang jahat." Bagas berkata serius sambil terus melihat Enni untuk meyakinkan.

"Kakakmu mencoba berpikir ke arah yang lain, dengan mendengar dan menerima semua argumen atau alasan yang diberikan suaminya. Dia berusaha percaya pada apa yang dikatakan suaminya, walau ragu."

"Kondisi itu membuat dia tidak mendengar peringatan hati kecilnya, bahwa dia sudah di zona kotor dan berbahaya, ciptaan suaminya." Bagas berkata dengan serius. Agar bisa menenangkan Enni dan tidak terlalu sakit hati terhadap kakaknya.

Namun semua yang dikatakan Bagas tentang situasi kakak Enni dan suaminya membuat ia tersenyum sendiri dalam hati. Tapi tanpa disadari, ada senyum di pinggir bibirnya.

"Kenapa, Pak?" Tanya Enni yang heran, sebab melihat senyuman tipis selintas di wajah Bagas.

"Mmmm... Ada apa?" Tanya Bagas, sambil mengangkat wajahnya dan melihat Enni tanpa tersenyum lagi.

"Apa yang saya pikirkan tadi lucu, Pak?" Tanya Enni agak heran dengan senyuman Bagas tadi.

"Mmmmm.... Tidak. Bukan apa yang anda pikirkan itu lucu. Tapi apa yang saya ucapkan itu, agak menggelitik hati." Bagas kembali tersenyum sendiri.

"Boss saya kalau dengar yang saya katakan tadi, akan tertawa guling-gulingan..." Bagas jadi tersenyum lebar karena ucapannya.

"Boss bapak, Pak Mathias?" Tanya Enni heran dengan sikap Bagas.

"Iya, Pak Mathias. Sssssstttt.... Yang saya bilang tadi itu, copy ucapan beliau. Jadi kalau beliau dengar saya bilang itu, pasti akan tertawa guling-gulingan. Hahahaha...." Bagas jadi tertawa dengan pemikiran dan ucapannya.

"Hehehe...." Enni sontak menutup mulut dengan tangan untuk menahan tawa, mendengar ucapan Bagas tentang boss nya.

"Mengapa anda ikutan tertawa?" Tanya Bagas sambil berhenti tertawa, tapi tetap tersenyum.

"Saya sedang membanyangkan Pak Mathias yang tinggi kekar itu, tertawa guling-gulingan. Pasti ruangan akan berantakan." Enni kembali menutup mulutnya, menahan tawa.

"Hahaha... Pikiranmu bikin ancur..." Bagas jadi tertawa membayangkan yang dikatakan Enni tentang boss nya. Saat ia mengucap asal, tidak terpikir Enni akan tanggapi dengan serius, dan membayangkan boss nya lakukan itu.

"Eeeeh, seru sekali. Ada apa, nih..." Kirana terkejut dan heran melihat Bagas sedang tertawa, sedangkan Enni sedang menutup mulut sambil menahan tawa.

"Enni lagi membayangkan boss saya tertawa guling-gulingan, dok." Bagas berhenti tertawa dan menjelaskan dengan senyum di wajah.

"Bukan saya, dokter. Pak Bagas yang bilang, Pak Mathias akan tertawa guling-gulingan mendengar ucapannya. Jadi saya bilang, ruangan pasti berantakan kalau beliau guling-gulingan. Maaf, dok." Enni jadi serius, sambil mengatup kedua tangan di dada.

"Pak Mathias bisa tertawa guling-gulingan? Jika bisa begitu, mungkin air bisa membeku." Kirana jadi ikut tersenyum, mengingat kakak sepupuhnya yang serius dan tenang. Bagas dan Enni jadi tersenyum mendengar ucapan Kirana tentang Mathias.

"Aaah, dokter. Boss saya itu hanya luarnya saja yang garang. Tapi hatinya selembut isi tahu yang digoreng stenga matang." Bagas jadi ikut ngerasanin boss nya. Kirana langsung mendekat dan memukul pundak Bagas, sambil tertawa.

"Benar, dokter. Beliau sangat baik. Tapi kalau berhadapan dengan orang yang tidak jujur dan berlaku khianat, ngga ada ampun." Bagas berkata serius untuk meyakinkan kedua wanita yang sedang melihatnya.

"Client yang berbohong dan mau memanfaatkan kebaikan hati beliau untuk menang di pengadilan, dibiarkan kalah dan bayar yang sangat mahal." Bagas jadi serius mengingat boss nya.

"Lutut saya pernah bergetar seperti ini, gara-gara beliau marah sama pacarnya yang berkhianat. Habis nangkap pacarnya, beliau lalu bawa motornya, ngebut." Bagas berdiri sambil mempraktekan lututnya yang bergetar. Membuat Kirana dan Enni jadi tertawa.

"Saya peluk beliau ngalahin cewe kasmaran yang sedang peluk cowonya. Saya bukan kasmaran sama beliau, tapi takut terbang seperti daun kering. Hahaha..." Bagas jadi tertawa mengingat peristiwa boss nya ngebut, setelah menangkap pacarnya selingkuh. Ia tidak mau menceritakan tentang mantan pacar boss nya, agar tidak panjang dan lebar.

"Kalau beliau ngebut, masih bisa diterima akal, Pak. Cocok dengan postur tubuh beliau. Tapi kalau ketawa guling-gulingan...." Enni tidak meneruskan yang ada di pikirannya tentang boss Bagas, tapi langsung menutup mulutnya dengan tangan agar tidak tertawa.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

Bambut That

Bambut That

guling guling

2024-08-14

1

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

Ya ampun 🙈🙈 apa iya kakak nya setega itu, ikut terlibat dalam menjual adik nya sendiri. Kejam sekali ckckck..❣️

2024-05-27

0

Meyti Diana Sari ✅

Meyti Diana Sari ✅

betul sekali pak pengacara, aku pun kadang gitu seperti sinyal pertanda baik atau buruk

2024-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 02. MJ 2.
3 03. MJ 3
4 04. MJ 4
5 05. MJ 5
6 06. MJ 6
7 07. MJ 7
8 08. MJ 8
9 09. MJ 9
10 10. MJ 10
11 11. MJ 11
12 12. MJ 12.
13 13. MJ 13
14 14. MJ 14.
15 15. MJ 15.
16 16. MJ 16.
17 17. MJ 17
18 18. MJ 18
19 19. MJ 19.
20 20. MJ 20.
21 21. MJ 21.
22 22. MJ 22
23 23. MJ 23.
24 24. MJ 24.
25 25. MJ 25.
26 26. MJ 26.
27 27. MJ 27.
28 28. MJ 28.
29 29. MJ 29.
30 30. MJ 30.
31 31. Keluarga Mathias.
32 32. Keluarga Mathias 2.
33 33. Keluarga Mathias 3.
34 34. Keluarga Mathias 4.
35 35. MJ 31.
36 36. MJ 32.
37 37. MJ 33.
38 38. MJ 34.
39 39. MJ 35.
40 40. MJ 36.
41 41. MJ 37.
42 42. MJ 38.
43 43. MJ 39.
44 44. MJ 40.
45 45. MJ 41.
46 46. MJ 42
47 47. MJ 43
48 48. MJ 44.
49 49. MJ 45.
50 50. MJ 46.
51 51. MJ 47.
52 52. MJ 48.
53 53. MJ 49.
54 54. MJ 50.
55 55. MJ 51.
56 56. MJ 52.
57 57. MJ 53
58 58. MJ 54.
59 59. MJ 55.
60 60. MJ 56.
61 61. MJ 57.
62 62. MJ 58.
63 63. MJ 59.
64 64. MJ 60.
65 65. MJ 61.
66 66. MJ 62.
67 67. Keluarga Emily.
68 68. Keluarga Emily 2
69 69. Keluarga Emily 3
70 70. MJ 63.
71 71. MJ 64.
72 72. MJ 65.
73 73. MJ 66.
74 74. MJ 67.
75 75. MJ 68.
76 76. MJ 69.
77 77. MJ 70.
78 78. MJ 71.
79 79. MJ 72.
80 80. MJ 73.
81 81. MJ 74
82 82. MJ 75.
83 83. MJ 76.
84 84. MJ 77.
85 85. MJ 78.
86 86. MJ 79.
87 87. MJ 80.
88 88. MJ 81.
89 89. MJ 82.
90 90. MJ 83.
91 91. MJ 84.
92 92. MJ 85.
93 93. MJ 86.
94 94. MJ 87.
95 95. MJ 88.
96 96. MJ 89.
97 97. Keluarga Mathias 5.
98 98. Keluarga Mathias 6.
99 99. MJ 90.
100 100. MJ 91.
101 101. MJ 92.
102 102. MJ 93.
103 103. MJ 94.
104 104. MJ 95.
105 105. MJ 96.
106 106. MJ 97.
107 107. MJ 98.
108 108. MJ 99.
109 109. MJ 100.
110 110. MJ 101
111 111. MJ 102.
112 112. MJ 103.
113 113. MJ 104.
114 114. MJ 105
115 115. MJ 106
116 116. MJ 107.
117 117. Persidangan.
118 118. Persidangan 2.
119 119. Persidangan 3
120 120. Persidangan 4
121 121. Persidangan 5.
122 122. Persidangan 6
123 123. Persidangan 7
124 124. Persidangan 8.
125 125. Persidangan 9
126 126. Persidangan 10.
127 127. Persidangan 11
128 128. Persidangan 12.
129 129. Persidangann 13.
130 130. Persidangan 14.
131 131. Persidangan 15.
132 132. Persidangan 16.
133 133. Persidangan 17.
134 134. Persidangan 18.
135 135. Persidangan 19.
136 136. Persidangan 20.
137 137. Persidangan 21.
138 138. Persidangan 22.
139 139. Persidangan 23.
140 140. Persidangan 24.
141 141. Persidangan 25.
142 142. Persidangan 26.
143 143. Persidangan 27.
144 144. Persidangan 28.
145 145. Persidangan 29.
146 146. Persidangan 30.
147 147. Persidangan 31.
148 148. Persidangan Akhir.
149 149. Persidangan Akhir 2
150 150. Persidangan Akhir 3
151 151. Persidangan Akhir 4.
152 152. Persidangan Akhir 5.
153 153. Persidangan Akhir 6.
154 154. Persidangan Akhir 7.
155 155. Persidangan Akhir 8.
156 156. Persidangan Akhir 9.
157 157. Persidangan Akhir 10.
158 158. Akhir.
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
02. MJ 2.
3
03. MJ 3
4
04. MJ 4
5
05. MJ 5
6
06. MJ 6
7
07. MJ 7
8
08. MJ 8
9
09. MJ 9
10
10. MJ 10
11
11. MJ 11
12
12. MJ 12.
13
13. MJ 13
14
14. MJ 14.
15
15. MJ 15.
16
16. MJ 16.
17
17. MJ 17
18
18. MJ 18
19
19. MJ 19.
20
20. MJ 20.
21
21. MJ 21.
22
22. MJ 22
23
23. MJ 23.
24
24. MJ 24.
25
25. MJ 25.
26
26. MJ 26.
27
27. MJ 27.
28
28. MJ 28.
29
29. MJ 29.
30
30. MJ 30.
31
31. Keluarga Mathias.
32
32. Keluarga Mathias 2.
33
33. Keluarga Mathias 3.
34
34. Keluarga Mathias 4.
35
35. MJ 31.
36
36. MJ 32.
37
37. MJ 33.
38
38. MJ 34.
39
39. MJ 35.
40
40. MJ 36.
41
41. MJ 37.
42
42. MJ 38.
43
43. MJ 39.
44
44. MJ 40.
45
45. MJ 41.
46
46. MJ 42
47
47. MJ 43
48
48. MJ 44.
49
49. MJ 45.
50
50. MJ 46.
51
51. MJ 47.
52
52. MJ 48.
53
53. MJ 49.
54
54. MJ 50.
55
55. MJ 51.
56
56. MJ 52.
57
57. MJ 53
58
58. MJ 54.
59
59. MJ 55.
60
60. MJ 56.
61
61. MJ 57.
62
62. MJ 58.
63
63. MJ 59.
64
64. MJ 60.
65
65. MJ 61.
66
66. MJ 62.
67
67. Keluarga Emily.
68
68. Keluarga Emily 2
69
69. Keluarga Emily 3
70
70. MJ 63.
71
71. MJ 64.
72
72. MJ 65.
73
73. MJ 66.
74
74. MJ 67.
75
75. MJ 68.
76
76. MJ 69.
77
77. MJ 70.
78
78. MJ 71.
79
79. MJ 72.
80
80. MJ 73.
81
81. MJ 74
82
82. MJ 75.
83
83. MJ 76.
84
84. MJ 77.
85
85. MJ 78.
86
86. MJ 79.
87
87. MJ 80.
88
88. MJ 81.
89
89. MJ 82.
90
90. MJ 83.
91
91. MJ 84.
92
92. MJ 85.
93
93. MJ 86.
94
94. MJ 87.
95
95. MJ 88.
96
96. MJ 89.
97
97. Keluarga Mathias 5.
98
98. Keluarga Mathias 6.
99
99. MJ 90.
100
100. MJ 91.
101
101. MJ 92.
102
102. MJ 93.
103
103. MJ 94.
104
104. MJ 95.
105
105. MJ 96.
106
106. MJ 97.
107
107. MJ 98.
108
108. MJ 99.
109
109. MJ 100.
110
110. MJ 101
111
111. MJ 102.
112
112. MJ 103.
113
113. MJ 104.
114
114. MJ 105
115
115. MJ 106
116
116. MJ 107.
117
117. Persidangan.
118
118. Persidangan 2.
119
119. Persidangan 3
120
120. Persidangan 4
121
121. Persidangan 5.
122
122. Persidangan 6
123
123. Persidangan 7
124
124. Persidangan 8.
125
125. Persidangan 9
126
126. Persidangan 10.
127
127. Persidangan 11
128
128. Persidangan 12.
129
129. Persidangann 13.
130
130. Persidangan 14.
131
131. Persidangan 15.
132
132. Persidangan 16.
133
133. Persidangan 17.
134
134. Persidangan 18.
135
135. Persidangan 19.
136
136. Persidangan 20.
137
137. Persidangan 21.
138
138. Persidangan 22.
139
139. Persidangan 23.
140
140. Persidangan 24.
141
141. Persidangan 25.
142
142. Persidangan 26.
143
143. Persidangan 27.
144
144. Persidangan 28.
145
145. Persidangan 29.
146
146. Persidangan 30.
147
147. Persidangan 31.
148
148. Persidangan Akhir.
149
149. Persidangan Akhir 2
150
150. Persidangan Akhir 3
151
151. Persidangan Akhir 4.
152
152. Persidangan Akhir 5.
153
153. Persidangan Akhir 6.
154
154. Persidangan Akhir 7.
155
155. Persidangan Akhir 8.
156
156. Persidangan Akhir 9.
157
157. Persidangan Akhir 10.
158
158. Akhir.
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!