...~•Happy Reading•~...
Pengacara Mathias agak heran, sebab dr Kirana mau memberikan kasus TQ untuk ia tangani. Padahal sebelumnya, ia sering tangani kasus hukum rumah sakit sesuai standar seorang pengacara profesional.
📱"Bukan kasusku atau rumah sakit, Mas. Tapi pasienku..." dr Kirana berkata cepat, sebelum ditolak oleh pengacara Mathias. Ia sangat membutuhkan bantuan dan dukungan Mathias sebagai pengacara yang sudah berpengalaman menangani berbagai kasus.
📱"Lebih tidak bisa dipercaya lagi. Orang yang bisa dirawat di rumah sakitmu, pasti berkantong tebal. Siapa pasienmu, sampai kau bersikap seperti ini? Pasien special yang berkantong special?" Pengacara Mathias makin penasaran dengan pasien dr Kirana yang membutuhkan jasa pembelaan gratis nya.
📱"Bisa dibilang begitu, Mas. Seorang wanita yang mengalami rudapaksa." Kirana menjelaskan sedikit tentang Enni kepada pengacara Mathias, agar bisa menggugah rasa peduli seperti biasanya.
^^^Kirana tahu, negara bisa menyediakan pengacara bagi orang tidak mampu yang bermasalah dengan hukum. Tapi untuk kasus Enni, ia tidak mau gunakan jalur itu, sebab sangat riskan jika pengacara yang diberikan tidak berintegritas. Jangan-jangan bukan orang yang dituntut dihukum, justru Enni yang dituntut balik dan dihukum karena mencemarkan nama baik.^^^
📱"Ooh, ok. Aku mengerti, empatimu. Aku akan kirim salah satu partnerku ke rumah sakit." Pengacara Mathias mengerti, mengapa dr Kirana mau menolong pasiennya sebagai sesama wanita. Ia sudah terbiasa, jadi dengan cepat mengiyakan, sebab mengerti dr Kirana baik hati dan ringan tangan untuk membantu orang lain.
📱"Maaf, Mas. Untuk kasus ini, aku minta Mas Thias yang tangani secara pribadi, ya. Aku lebih percaya sama Mas. Hellleeeeepp..." Dr Kirana memohon dan berharap Mathias yang menangani kasus Enni.
^^^Mathias sampai melihat layar ponselnya, saat mendengar permintaan bahkan cendrung rengekan dr Kirana. Suatu sifat yang tidak pernah ia lihat dan temui selama ini dalam diri dr Kirana.^^^
📱"Deekk, aku akan kirim partner yang sudah biasa tangani kasus TQ. Bukan pengacara asal atau abal-abal. Jadi kau tenang dan percaya saja." Pengacara Mathias menyakinkan bahwa ia serius mau membantu pasien dr Kirana.
📱"Aku tau, Mas. Tapi untuk kasus ini, agak pribadi. Jadi aku minta Mas yang tangani secara pribadi." Dr Kirana berharap pengacara Mathias yang menangani kasus Enni.
📱"Begini. Mas mau ke luar kota. Ada kasus yang harus ditangani di sana. Sebelum berangkat, Mas akan ke rumah sakit untuk bertemu pasien dan bicara denganmu." Pengacara Mathias memberikan solusi, agar dr Kirana bisa tenang.
📱"Kau harus terima keputusan Mas setelah melihat dan mendengar masalah pasienmu. Mas tau, pengacara siapa yang cocok dengan kasus pasienmu. Ok?" Pengacara Mathias berkata tegas, agar dr Kirana tahu bahwa dia serius.
📱"Bisakah, hari ini Mas makan siang denganku sebelum bicara dengan pasiennya? Supaya aku tunggu Mas di sini, ngga pulang lagi." Dr Kirana tidak mau membuang waktu, mengingat kesibukannya dan juga kesibukan pengacara Mathias.
📱"Kalau begitu, akhiri telponnya. Mas selesaikan meeting dengan client di sini, lalu langsung ke rumah sakit. Atau kau mau makan di mana, shareloc, ya." Pengacara Mathias jadi penasaran dengan sikap dr Kirana yang mendesak dan minta ia tangani sendiri kasus pasiennya.
📱"Ok, Mas. Aku akan shareloc. See you..." Dr Kirana pamit dengan hati senang, walau pengacara Mathias belum mengiyakan akan tangani sendiri. Bagi dr Kirana, itu urusan nanti yang penting bisa bertemu dulu.
Pengacara Mathias jadi berpikir serius tentang pembicaraannya dengan dr Kirana, saat berjalan kembali ke ruang meeting. 'Kasus rudapaksa seperti apa yang membuat Kiran begitu khawatir dan mendesak?' Pengacara Mathias bertanya dalam hati, sebelum duduk untuk memimpin meeting di kantor barunya.
...~▪︎▪︎▪︎~...
Beberapa waktu kemudian, sebelum waktu makan siang tiba, dr Kirana turun dari mobil di depan sebuah restoran terkenal yang agak jauh dari rumah sakit.
Ia jadi tersenyum senang, saat sebuah motor sport masuk ke halaman restoran dan melihat pengacara Mathias membuka helmnya. "Ada apa dengan wajahmu, Dek." Pengacara Mathias menegur dr Kirana, saat melihat ia tersenyum lebar melihatnya.
"Lagi merasa senang, akan diantar pulang pakai moge." Dr Kirana makin senang, membayangkan akan naik motor sport pengacara Mathias.
"Kemana mobilmu? Tadi diantar siapa?" Pengacara Mathias bertanya sambil memeluk dr Kirana yang sudah memeluknya.
"Tadi diantar sopir online. Ngga berani bawa mobil, karna belum tidur dengan cukup sejak kemarin." Ucap dr Kirana, lalu melepaskan pelukannya.
"Mas ngga bawa helm. Kalau kau mau diantar, terpaksa harus lewat jalan tikus. Kau sudah bilang sama yang punya restoran, kita mau makan di sini?" Tanya pengacara Mathias, sambil memeluk pundak Kirana untuk masuk ke restoran. Sedangkan dr Kirana memeluk pinggang pengacara Mathias dengan hati senang.
"Astaghfirullah... Mimpi apa aku semalam? Benarkah ini kalian berdua?" Sari yang sedang menyambut tamu, terkejut melihat pengacara Mathias dan dr Kirana masuk restoran sambil berpelukan.
"Pasti mimpi indah, jika kau bisa sediakan tempat untuk kami makan siang." Ucap dr Kirana sambil melepaskan pelukan dari pengacara Mathias, lalu memeluk Sari yang sedang tertegun melihat kehadiran kedua saudaranya.
Mathias langsung memeluk kedua adik sepupuhnya dengan sayang. "Long time no see." Ucap pengacara Mathias, sambil memeluk kedua adik sepupuhnya bersamaan.
"Berikan tempat buat kami dulu, nanti baru kita ngobrol. Aku sendiri tidak tahu, mengapa dia shareloc restoranmu untuk tempat makan siang kami." Pengacara Mathias melepaskan pelukannya.
"Waaah... Apa kabarmu dokter cantik..." Sari melepaskan pelukannya, lalu mencium pipi dr Kirana dengan sayang.
"Puji Tuhan. Seperti yang kau lihat." Dr Kirana berkata sambil meletakan dua jarinya di dagu sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan owner restoran terkenal ini? Makin menjamur aja, restorannya." Ucap dr Kirana dengan rasa bangga yang tidak bisa disembunyikan.
"Alhamdulillah... Seperti yang kau lihat." Sari berkata sambil membuka tangannya ke ruangan restorannya.
"Ssssstttt... Cukup pembukaannya. Kalau didengar orang, mereka akan heran mendengar kalian. Bersaudara, tapi tidak pernah bertemu." Pengacara Mathias menegur Sari dan dr Kirana yang masih saling bertanya kabar.
"Ooh iya. Sari, tolong tempat buat kami, ya. Aku ngga reservasi, karna mau kasih surprise buatmu." Dr Kirana berkata sambil mengelus lengan Sari dengan sayang.
"Berdua mau makan apa?" Tanya Sari setelah memberikan meja untuk dr Kirana dan pengacara Mathias.
"Aku minta soup, ya, Ri. Baru abis begadang." Dr Kirana meminta salah satu menu yang ada di daftar menu.
"Mas Thias mau makan apa?" Tanya dr Kirana sambil menunjuk daftar menu kepada pengacara Mathias.
"Biar, Sari yang pilih saja. Dia tau kesukaanku." Pengacara Mathias berkata demikian, sebab semua menu yang ada di restoran Sari sangat cocok dengannya. Sari mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka untuk minta chef menyiapkan pesanan dr Kirana dan pengacara Mathias.
"Sambil menunggu menu kita, coba ceritakan sedikit tentang pasienmu." Pengacara Mathias tidak mau membuang waktu, sebab ada pertemuan lagi dengan para patnernya.
"Begini, Mas. Dia seorang wanita muda yang diperkosa oleh ipar bejat. Kemudian terjerumus ke dalam dunia hitam dan dipermainkan oleh orang-orang yang berjiwa binatang." Ucapan dr Kirana membuat pengacara Mathias tertegun dan melihatnya dengan serius.
...~▪︎▪︎▪︎~...
...~●○¤○●~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 159 Episodes
Comments
Bambut That
gassss
2024-08-13
1
🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•
Wah Thor koq bener sech 🤭❣️
2024-05-27
0
🍁FAIZ❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
ikut seneng bingit melihat kedekatan hubungan mereka sebagai saudara sepupu.. rasanya seperti hadir melihat langsung ❣️
2024-05-27
0