19

Tanggal....19...hari Kamis.. Mei..jam 10.21.

Di sebuah ventilasi...

Terlihat Remaja berkacamata yang panik dan sedang menelusuri ventilasi, nafas dia terengah engah lalu keringat nya bercucuran..

"Sialan... hampir saja aku mati..." Batin remaja itu.

"Siapa sangka perempuan itu menjadi Zombie dan menyerang semuanya, untung aku berhasil kabur sebelum tergigit....."

Remaja itu mengingat ku kembali dan ia merasa kesal

"Tch! jadi itu alasan nya dia tersenyum saat aku pergi meninggalkan nya dan menutup pintu nya...... awas saja kau ya... akan ku balas kau sebanyak mungkin karena sudah mempermainkan ku...."

Tanpa sadar remaja itu tidak sengaja mengeluarkan kartu nama nya lalu terus menelusuri ventilasi.......

di kartu itu terlihat nama nya... dia bernama Andi Suprayadi...

Andi berhasil keluar dari mall itu dengan selamat dan ia buru buru berlari tidak tahu arah, Herdi yang melihat nya dari atas merasa heran.

"Entah kenapa.... firasat ku buruk...." batin Herdi saat melihat Andi lari terburu buru.

****

Di toilet umum...

"Aku ingin muntah...." ucap ku yang duduk lemas di WC

Aku menghela nafas panjang dan berkata.

"Kau ini... dari dulu tidak pernah berubah.... selalu saja mengambil kesempatan di dalam kesempitan....."

Amel yang sedang di pangkuan ku hanya tertawa kecil mendengar itu.

"Masa sih?..." tanya Amel yang tidak bersalah.

"Apa kau lupa? saat kita berada di rumah hantu? kau lah yang selalu menempel dan memeluk ku dengan erat..."

"Tidak ingat tuh...."

"Saat liburan dan kita berniat untuk Camping bersama..... dimana waktu itu teman teman memakai tenda nya sendiri...saat kau tahu aku memakai tenda yang muat dua orang kau dengan sengaja menjatuhkan tenda mu ke sungai lalu hanyut, kau memanfaatkan itu agar kau bisa tidur bersama ku.."

Amel berpikir sejenak dan berkata "Tidak ingat tuh..."

"Saat Rock climbing... kau sengaja jatuh agar aku menangkap mu.."

"E..emm... tidak ingat juga...."

"Dan yang paling parah saat pentas seni di sekolah.... waktu itu kau bersikeras untuk memakai drama pangeran dan putri... lalu kenapa kau seriusan mencium ku?"

Amel tidak bisa mengelak bagian itu "Y..ya.... pada akhir nya... kau juga menikmati nya kan?"

"Pala bapak kau lah..." ucap ku yang kesal.

"Apa kau bisa melihat keadaan di luar?" tanya ku.

"Tunggu sebentar ya.." ucap Amel sambil berdiri, ia melihat masih banyak Zombie yang berdempetan di toilet, kemudian Amel duduk kembali.

"Seperti nya kita akan tinggal sementara di sini...." ucap Amel sambil menoleh ke arah ku, Amel melihat ku sedang mengalihkan wajah ku ke arah lain.

"Dasar bajingan, main berdiri saja dan tidak sadar kalau dibelakang nya ada orang...." Batin ku yang kesal.

Aku mengambil tas ku dan merogoh nya sambil berkata "hah... kalau begitu bagaimana kalau isi tenaga terlebih dahulu?"

"Memang nya kau bawa apa saja?" tanya Amel.

"Tidak banyak.... tapi kurasa ini bisa menganjal perut..." ucap ku sambil mengeluarkan makanan kaleng.

Aku memberikan satu makanan kaleng dan satu botol minum ke ruangan WC sebelah tempat Panji bersembunyi, Panji yang melihat itu tersentak dan mengambil nya.

"Seperti nya mereka tahu kalau aku lapar.... apa mereka disana baik baik saja? karena terburu buru Inspektur terpaksa  memasuki ruangan yang sama dengan Felix... kuharap mereka tidak melakukan hal yang tidak tidak..." batin Panji yang curiga.

"Keadaan jadi kacau seperti ini...... kalau saja tadi kau menjaga sikap mu, kita pasti tidak akan kesulitan seperti ini..." ucap Amel sambil menunjuk ke pada ku

"Gm... aku tidak yakin.... kita ini sama sama manusia, insting bertahan hidup manusia akan muncul walau tadi aku bersikap baik pun bakal ada kemungkinan mereka akan melakukan hal itu tapi malahan aku bersyukur sih mereka melakukan itu...."

"Ditambah... kau seharus nya berterimakasih pada ku...."

Amel bingung dan heran saat mendengar itu "Kok bisa kau bersyukur?"

"Salah satu dari mereka itu sudah terinfeksi.... bersama mereka di satu ruangan kecil hanya akan membuat kita mati konyol...."

Amel tersentak kaget mendengar itu "K..kalau begitu kita harus memperingati nya!"

Aku menghela nafas dan berkata "Tidak mungkin.... didepan kita banyak sekali Zombie yang menghalangi... dan Itu terlambat.... seharus nya sekarang mereka semua sudah menjadi Zombie..."

"S..sejak kapan kau mengetahui nya?" tanya Amel

Aku diam sejenak menatap Amel dan berkata "Saat memasuki Ventilasi...."

"Kenapa.. kau tidak memberitahu ku?"

"Aku sudah memprediksi kalau ini akan terjadi...  sebenar nya percuma saja aku langsung membunuh yang terinfeksi dan menjelaskan nya... keburu kalian menendang ku keluar... jadi lebih baik aku biarkan saja...."

Amel menghela nafas saat mendengar itu "kau ini.. paras baik hati busuk ya...."

"yah.. mau bagaimana lagi.. kita harus melakukan cara apa pun untuk bertahan hidup...."

"Walau... ini seperti membuat musuh sih... di tambah firasat ku benar benar buruk tentang ini.. " batin ku.

"Apa aku memilih jalan yang salah?...."

***

Tanggal....21...hari Sabtu.. Mei..jam 05.00..

Para Zombie yang berada di dalam Toilet umum sudah pergi, Aku, Amel dan Panji keluar dari WC dan berjalan perlahan lahan keluar dari Toilet umum, Situasi Mall gelap karena listrik di Mall sudah mati... ini menjadi kesempatan bagus bagi kami untuk pergi ke supermarket..

"Ughh... kita harus berjalan melewati para Zombie itu?" tanya Panji yang gugup saat melihat di depan nya ada banyak Zombie.

"Mau bagaimana lagi.... Supermarket nya berada di depan sana.... kita tidak bisa memutar...." ucap ku yang berusaha menenangkan Panji.

"Yah... ini seperti taruhan... jika salah satu dari kita bersin... tamat sudah..." ucap Amel sambil menelan ludah.

Aku memberikan Tali rafia kepada Amel "Pegang tali ini erat erat agar kalian tidak tersesat di tengah jalan, aku akan memimpin jalan...."

"Dan ingat.... jangan tatap mata  mereka terlalu lama.. mereka akan menyadari kalian.."

Amel mengangguk lalu memberikan tali rafia ke Panji, setelah semua memegang tali itu dengan erat, perlahan lahan aku berjalan ke kerumunan Zombie itu, walau sedikit takut tapi aku berusaha berjalan secara pelan... pelan tanpa mengeluarkan sedikit pun suara walau aku sedikit kesusahan karena membawa senapan runduk.

Aku, Amel dan Panji memasuki kerumunan itu dengan aman.. tidak ada Zombie yang menyadari kita, walau keringat dingin bercucuran... aku berusaha sebaik mungkin agar tetap tenang, sedikit berisik karena suara geraman Zombie dan bau nya cukup busuk...

"Santai... santai.. jangan panik...." batin Panji yang sangat sangat panik.

Kami berhasil keluar dari kerumunan Zombie itu dengan selamat, kami ingin berteriak "HORE!" tapi sadar situasi.. kami perlahan lahan memasuki supermarket dengan aman.. walau kami melihat mbak kasir yang sudah berubah.. tapi berusaha untuk mengabaikan nya.

Supermarket itu gelap... tidak ada lampu yang menyala dan ada beberapa rak yang jatuh beserta beberapa Zombie yang terjebak di rak, ada banyak darah kering yang berceceran dan kami juga melihat beberapa mayat

"Kita berpencar... ingat.. ambil barang yang sudah di tulis di sini saja oke.." bisik ku kepada Panji dan Amel sambil memberikan kertas yang berisi daftar makanan dan barang barang yang harus dibawa, Panji dan Amel hanya mengangguk.

"Berhati hati... mungkin disini masih ada beberapa Zombie yang tertinggal.. jangan lengah..."

Kami yang sudah menyiapkan tas kami masing masing mulai berpencar ke penjuru supermarket sambil mengambil beberapa barang yang sudah tertera di daftar..

"Syukurlah... ini jauh lebih lancar dari yang ku kira... walau membutuhkan waktu cukup lama sih.." batin ku sambil memasukkan beberapa barang makanan ke dalam tas.

"Hmm... susu ya... mungkin lebih baik aku bawa beberapa agar Bulan dan Naura senang jika aku membawa beberapa...." batin ku yang senang sambil memasukkan beberapa susu kaleng ke dalam tas ku.

Saat aku sedang asik memasukkan barang barang, tanpa aku sadari ada satu Zombie yang memiliki penglihatan bagus mendekati ku, jalan dia sangat lambat sampai aku tidak menyadari langkah kaki nya.

Zombie itu muncul di samping ku, rahang bawah dia hilang dan darah terus menetes dari rahang atas, Zombie itu langsung mencoba menyerang ku, aku yang terkejut karena tiba tiba zombie itu muncul reflek mundur selangkah menghindari serangan Zombie itu.

Melihat serangan Zombie itu meleset, aku dengan cepat menjatuhkan ke tanah lalu bangkit mengambil senapan ku, dengan cepat aku langsung membidik dan menembak kepala nya, darah nya mengenai pipi ku saat aku menembak kepala nya namun aku tidak mempermasalahkan itu.

"Zombie ini benar benar tidak bisa ku deteksi... karena rahang nya hilang ia jadi tidak bisa mengeluarkan suara aneh seperti biasa nya.... ditambah ia juga tidak bisa menggigit.. " batin ku.

"Zombie ini pintar... ia tahu kalau ia tidak bisa lagi menerkam.... jadi ia lebih memilih langsung menyerang ku, ditambah... ia tidak terburu buru seperti Zombie lain dan lebih memilih berjalan mendekati ku secara diam diam.... benar benar berbeda..."

"Apa.... ada Zombie yang memiliki kepintaran seperti ini?...." batin ku sambil melirik ke atas.

"jika ada.... seperti nya kedepan aku akan sangat kesulitan...."

Bersambung

akowkoakoa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!