Pagi hari... jam 08.25.. mei..2028... tanggal 18...hari rabu..
"H..hello? apa ada orang?..." tanya Herdi yang mulai memasuki rumah itu dari balkon, rumah itu terlihat tidak terawat dan cukup berantakan.
Aku mengikuti Herdi dari belakang dan melihat ke sekitar, ruangan itu terlihat seperti kamar tempat tidur berwarna putih dan banyak baju rusak yang berserakan "Sial.. sudah seperti rumah hantu saja..." gumam ku
"Apa rumah ini ada penunggu nya?" tanya ku yang iseng
Aku membuka lemari kecil yang terletak di samping kamar itu, sedangkan Herdi iseng membuka lemari yang terlihat seperti lemari baju. Saat aku mencari sesuatu di lemari kecil itu aku melihat foto seperti foto keluarga. Namun foto terbakar setengah dan aku hanya melihat anak kecil laki laki yang sedang berdiri disana karena anggota keluarga yang lain wajah nya tidak terlihat karena foto nya terbakar.
"Kok rasa nya foto anak ini terasa familiar ya?" gumam ku.
"Fel.. bagaimana kalau kita langsung kebawah? kurasa tidak ada apa apa disini...." ucap Herdi menutup lemari tersebut.
"Ah.. oke... ayo..."
Herdi mendekati pintu ruangan itu kemudian membuka nya. Herdi melihat lorong yang cukup pendek dengan beberapa pintu, Herdi sedikit gugup melihat lorong itu yang cukup gelap. Ia membuka handphone nya dan menyalakan senter
Herdi mulai berjalan perlahan dan aku mengikuti nya, kami menuruni tangga dan sedikit takut karena lorong itu cukup gelap dan berantakan lalu kami sampai di lantai satu dan meneruskan pencarian tanpa mempedulikan sekitar yang berantakan dan kami agak bersyukur jendela tertutup oleh gorden.
Saat menyusuri ruangan itu, pandangan kami teralihkan oleh tangga yang menuju bawah tanah.
"Ingin memasuki nya Fel?" tanya Herdi yang ragu.
Aku hanya menjawab "Opsional.."
Herdi menyiapkan pipa besi yang masih ia bawa dan aku meminta tongkat kasti yang dibawa Roboto, kami saling bertatapan dan menelan ludah. Roboto menyalakan senter dari mata nya dan mulai memimpin jalan menuju kebawah.
Kami perlahan lahan menuruni tangga sambil mengecek sekitar, ruangan bawah tanah itu terlihat seperti ruangan gudang yang cukup terawat daripada ruangan lain yang kami temukan namun sama seperti ruangan lain. tidak ada penerangan..
Baru saja turun aku melihat lorong menuju ruangan lain, karena tertarik aku berjalan menuju lorong itu dan melihat ruangan yang berisi sesuatu dan membuat ku senang bukan main.
"Ow... hello baby..." ucap ku sambil tersenyum senang
Herdi dan Roboto tidak sadar kalau aku memisahkan diri, mereka berdua terus mencari sesuatu di ruangan itu. Karena cahaya dari Roboto membuat Herdi melihat senapan 2 Ak 47, 1 senjata Pindad dan 3 Glock yang ditempel di dinding lalu dibawah senjata senjata itu ada kotak amunisi dan beberapa kotak kayu.
"Apa ini semacam tempat ilegal?.... " tanya Herdi mengecek senjata senjata itu.
"Entah lah... mungkin seperti tempat transaksi antar bandar?..." ucap Roboto.
Mendengar itu, sekilas Herdi memikirkan empat pinguin "Bandar bok** kah?..."
Roboto menatap Herdi dengan tatapan muram dan berkata "Tidak... mana ada bandar bok** didunia ini... palingan juga bandar narkoba atau perdagangan gelap lain nya..."
"Jika memang begitu ini benar benar melanggar aturan. Aku baru tahu tempat yang seperti ini...." ucap Herdi sambil berlutut mengecek kotak amunisi dan kotak kayu itu.
"Hmm....ada 5 magazine .338 Lapua Magnum, kurasa Felix akan senang karena dapat stock peluru lalu peluru, mungkin ini peluru untuk Pindad dan AK 47. Lumayan lah aku ambil semua saja, walau ilegal sih.."
"Jika sudah seperti ini jangan khawatirkan aturan negara! hidup kita lebih penting untuk sekarang.." ucap Roboto.
"Kau benar! untuk apa aku ragu ragu.." ucap Herdi yang mengambil tas yang kebetulan ada disamping dan ia langsung memasukan semua amunisi itu ke tas.
Lalu Herdi membuka kotak kayu itu, kotak kayu itu berisi narkoba narkoba yang sudah dibungkus rapih.
Karena bau nya cukup menyengat Herdi menutup hidung nya "EUhh.... narkoba.... bau nya sangat tidak enak... Roboto... seperti nya ini tempat bandar narkoba.."
"Aku bingung kenapa ada orang yang menyukai obat obatan terlarang seperti ini..." ucap Roboto yang melihat salah satu bungkus narkoba
Herdi menghela nafas dan berkata "Sebenar nya narkoba bagus untuk pengobatan. Cuman karena terlalu sering disalahgunakan jadi orang orang seperti polisi memandang negatif narkoba...."
"Kasus nya hampir mirip sama alkohol...."
"Kau benar Roboto... sebenar nya Alkohol bagus untuk medis dan minuman alkohol sendiri sebenar nya bagus untuk kesehatan, jika digunakan sesuai kebutuhan. Cuman ya... kalau udah kecanduan beda cerita...."
Herdi berdiri dan mengambil 3 Glock yang sudah disarung lalu menaruh salah satu Glock itu di paha nya lalu memberi Roboto satu Glock, ia mengambil Pindad dan dua AK 47
PRANGG!!!! Herdi dan Roboto mendengar suara botol yang jatuh, reflek mereka berdua menghadap ke arah suara itu sambil mengarahkan senjata mereka ke asal suara. Ternyata itu aku yang sedang membawa motor Trail berwarna ungu dan disamping motor Trail itu ada motor Ninja.
"Em... hai?" tanya ku yang ragu ragu.
Herdi menghela nafas lega sambil menurunkan senjata nya "Jah.... ku kira siapa......"
Herdi berjalan mendekati ku sambil melempar Glock ke arah ku, aku menangkap nya dan menaruh nya di paha ku.
"Darimana kau mendapatkan dua motor itu" tanya Herdi.
Aku menunjuk ke arah ruangan yang mirip seperti garasi sambil berkata "tuh"
"Ah.. pantas kau hilang tadi, ternyata kau ke ruangan lain..."
"Bagaimana kalau kau membantu membawa motor ini ke atas? kau urus motor ninja aku urus motor Trail..." ucap ku sambil mendorong motor itu dan membawa keluar motor itu menaiki tangga..
"Ngotak dikit dong.. membawa keluar motor Ninja yang berat lalu harus menaiki tangga. Kurasa aku tidak bisa mengurus motor ini sendirian..." ucap Herdi yang sudah bersiap mendorong motor Ninja itu.
Setelah selesai membawa motor Trail keluar dari ruangan gelap itu, aku turun lagi dan membantu Herdi mengangkat motor Ninja itu keluar.
"Fiuh.....Padahal sudah dibantu masih aja berat.." ucap ku sambil menyeka keringat.
"Benarkan? kalau sendirian aku sudah mati tertimpa..."
Aku dan Herdi diam sejenak dan saling menatap kemudian melirik motor itu, kami saling memberi kode dan tersenyum lalu Herdi memberikan ku satu AK 47 dan Herdi membawa Pindad di punggung nya dan memegang AK 47.
Aku menaiki motor Trail dan Herdi menaiki Motor Ninja, kami berdua memanaskan mesin lalu aku memasukkan Roboto kedalam saku jaket ku.
"Silahkan.." ucap Herdi dengan sopan sambil mempersilahkan diri ku untuk mendobrak pintu yang menuju keluar duluan.
Aku tersenyum lebar sambil berkata "Bersiap lah..."
BRAAAKKK!! pintu di dobrak paksa oleh ku yang mengendarai motor Trail, aku langsung lanjut tancap gas menuju arah rumah ku. Herdi mengikuti ku dari belakang menggunakan motor Ninja nya dan menembak beberapa Zombie yang terlihat menggunakan AK 47.
Kami melewati jalanan dengan kencang sambil tertawa bersama.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Saiful
B.I.B.D?🤣
2024-12-11
0