10

Pagi hari... jam 09.00.. mei..2028... tanggal 18...hari rabu..

Suara ledakan hasil dari motor yang ku tembak tadi terdengar sampai gudang tempat kedua anak dan wanita itu berada.

"L..ledakan? apa militer sudah berada di sini?" batin wanita itu, tanpa wanita itu sadari wajah dia mulai pucat.

Aneh nya suara ledakan itu membuat kedua anak itu menjadi tenang dan tidak menangis lagi.

Wanita itu mulai berdiri dan berjalan mendekati pintu gudang yang ditutupi banyak peralatan dan kursi

"Apa aku harus mengecek nya sekarang?"

Saat ia ingin menyingkirkan benda benda itu, ia menjadi ragu

"Tidak...bagaimana kalau itu cuman mobil lepas kendali yang tidak sengaja menabrak gerbang kemudian meledak?"

"Lebih baik aku tunggu dulu sampai ada suara seseorang..." batin wanita itu sambil mundur menjauhi pintu/

****

"Kau baik baik saja Herdi?" tanya ku sambil mengangkat kacamata ku sambil melirik ke arah Herdi yang masih duduk lemas

Herdi kemudian bangkit dan berdiri "Felix... ku kira kau tidak akan kemari.... aku hampir mati tadi...."

Aku mengangkat bahu sambil tersenyum kecil "Well... kau berutang satu pada ku, bagaimana? apa kau sudah menemukan nya?"

Herdi menggelengkan kepala nya sambil berkata "Tidak... aku masih belum menemukan nya"

"K..kalau begitu apa kau sudah mencari seluruh ruang yang berada di dalam sekolah, soal nya tidak mungkin bagi kita untuk kembali kesana"

Herdi kemudian bangkit sambil meregangkan badan nya "Tenang saja... aku dan Roboto sudah mencari didalam dan tidak ada orang yang hidup hanya Zombie semua isi nya..."

"Kalau begitu apa mereka tidak ada disini?"

Roboto terbang mendekati ku sambil berkata "Tidak.. masih ada satu tempat lagi...yaitu gudang..."

"Kalau begitu kita harus cepat, para Zombie yang didalam sana cepat atau lambat akan berhasil melewati api itu dan karena suara ledakan tadi.... " Aku melirik ke arah Gerbang sekolah yang sudah ku buka lebar.

Aku diam sejenak dan merasa kan firasat buruk "Para Zombie yang berada di luar pasti lari berbondong bondong ke sini..." ucap ku

"SIAL KALAU BEGITU KITA HARUS CEPAT!!" Herdi langsung berlari ke arah gudang yang terkunci.

Kemudian berusaha membuka pintu itu namun terkunci, Herdi langsung memukul mukul pintu itu sambil berkata "HALO HALO!! APA ADA ORANG DIDALAM!!!"

Wanita dan kedua anak itu terkejut mendengar suara itu, kedua anak itu buru buru mendekati pintu sambil teriak

"AYAH!!! ITU SUARA AYAH!!" Sorak kedua anak itu yang sangat senang

Herdi yang mendengar kedua anak nya berada di dalam gudang merasa sangat bersyukur dan menghela nafas lega

"A..apa ibu berada di sana?" tanya Herdi.

"IYA!! IBU BERADA DISINI!!" Ucap Kedua anak itu.

Wanita itu merasa sangat senang mendengar Herdi suami nya masih hidup, ia bergegas mendekati pintu

"Sayang? apa kau baik baik saja?" tanya wanita itu yang khawatir.

"Linda? syukurlah kau baik baik saja Tenang kok aku baik baik saja,  sekarang sudah aman apa kau bisa membuka pintu nya? ini terkunci dari dalam" ucap Herdi yang merasa senang.

Linda mulai menyingkirkan kursi dan beberapa peralatan yang berada di depan pintu "T..tunggu sebentar biar ku buka dulu..."

"Baiklah... kita harus cepat! akan ada banyak yang datang kemari"

Saat Linda mencoba membuka pintu gudang, kunci yang digunakan tiba tiba patah "Emm.. sayang.... kunci nya patah...."

Herdi ternganga mendengar itu "T..tunggu... kau serius?..."

"A..aku serius... kunci nya benar benar patah dan menyangkut di gagang pintu!" ucap Linda yang panik.

Herdi menghela nafas dan mulai mundur beberapa langkah "T..tunggu sebentar.. aku akan mendobrak pintu, jadi mundur terlebih dahulu..."

Linda diikuti kedua anak itu kemudian mundur beberapa langkah "Aku sudah mundur.. kau bisa dobrak sekarang..."

tanpa basa basi Herdi mulai mengambil langkah kebelakang dan mulai menabrak pintu itu dengan keras berulang kali namun pintu itu sangat kuat.

Herdi berhenti sejenak karena kecapean, nafas ia terengah engah "Sial.. pintu ini benar benar kuat!..."

Herdi menoleh kebelakang ia melihat aku yang sedang memarkirkan motor Trail ku dan motor Ninja bersebalahan di lapangan untuk jaga jaga agar kami bisa kabur dengan mudah.

Herdi mendapatkan ide dan berteriak pada ku"FEL!!!"

Aku yang sedang melamun sambil mengelap senapan runduk ku, aku tersentak kemudian menoleh ke arah Herdi.

"TABRAK PINTU INI DENGAN MOTOR MU BISA TIDAK!?" tanya Herdi.

"BAIKLAH!! PASTIKAN MEREKA SUDAH MUNDUR BEBERAPA LANGKAH KEBELAKANG OK!!" Teriak ku sambil mulai menaiki motor trail ku.

Aku memakai kacamata ku lagi untuk melindungi mata ku dari serpihan kemudian bersiap menarik gas, BRUUMM!!! aku mulai menarik gas dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi menuju pintu gudang.

BRAAKK!!! pintu itu hancur ditabrak oleh aku yang sedang mengendarai motor, didalam gudang seperti yang dikatakan oleh Herdi aku melihat dua anak kecil bersama dengan satu wanita bernama Linda, namun aku merasa janggal dengan Linda dia terlihat pucat.

"PAMAN!!!" Teriak salah satu anak kecil yang terlihat semangat saat melihat ku.

Aku berhenti sehabis menabrak pintu dan mulai mengangkat kacamata ku sambil tersenyum

"YO!! LAMA TIDAK BERJUMPA! LINDA, Bulan dan Naura!"

"Ah... kukira teman yang dimaksud itu siapa... ternyata kau toh Fel...." ucap Linda yang menghela nafas.

"Huaa!! NAURA, BULAN!! AYAH DISINI!!" ucap Herdi yang menangis, ia baru muncul dan berlutut sambil bersiap menerima pelukan kedua anak itu.

Melihat itu kedua anak buru buru berlari ke arah Herdi "AYAH!!!" kedua anak itu langsung memeluk Herdi.

"HUAAA.... SYUKURLAH KALIAN SELAMAT!!! AYAH SANGAT KHAWATIR!!" Ucap Herdi yang memeluk erat kedua anak nya sambil menangis.

"Haha...siapa sangka dia akan menangis..." ucap ku yang merasa lega melihat itu.

Linda tersenyum kecil melihat itu "Bagaimana keadaan diluar Fel?.." tanya Linda yang masih duduk lemas.

Aku menggelengkan kepala ku sambil berkata "Kacau betul... para jombi jombi sialan itu berkeliaran..."

Linda heran mendengar nya "Zombie?"

"Kau juga sudah melihat nya kan? orang orang menjadi gila dan menerkam satu sama lain.... tentara sendiri pun tidak bisa mencegah nya.."

"Walau aku tidak bisa mempercayai nya... tapi melihat apa yang terjadi tadi.. kurasa masuk akal menyebut nya sebagai Zombie...." ucap Linda yang terlihat sangat lemas.

Aku tertawa kecil melihat Linda yang tetap tenang "Kau ini.. sama seperti dulu ya... apa pun situasi nya kau sangat kuat padahal suami mu sendiri sampai nangis, kau malah tidak menangis sama sekali?"

Linda tertawa kecil mendengar itu "ha ha... kau masih mengingat masa masa SMA? bukan kah itu sudah lama"

"Haha bagaimana bisa aku melupakan kejadian kejadian lucu yang kau buat ketua kelas?"

Aku dan Linda sempat tertawa sebentar mengingat masa itu.

"Yah.. jujur tadi aku sempat hampir putus asa sih... tapi siapa sangka kalian berdua datang kemari, dan... apa kau tidak ada niatan membantu ku berdiri? kaki ku sangat lemas ini..."

"Baiklah baiklah..." aku kemudian turun dari motor ku dan berjalan mendekati Linda yang sedang bersandar di dinding sambil duduk, ia terlihat semakin pucat dan aku mulai merasa aneh, firasat ku buruk dan aku sedikit ragu tapi mau bagaimana pun dia adalah teman lama ku.

Saat aku menjulurkan tangan ku ke Linda dan saat Linda ingin memegang tangan ku tiba tiba DOR!! DOR!!! dua tembakan peluru hampir mengenai kaki Linda, aku yang terkejut reflek menarik kembali tangan ku lalu menoleh ke belakang dan melihat Roboto mengarahkan pistol nya ke arah Linda.

"Roboto! jangan mainan pistol! itu berbahaya! kau hampir menembak Linda!" ucap ku yang kesal pada Roboto.

"FELIX MUNDUR!! DIA TERINFEKSI! APA KAU TIDAK MENYADARI NYA!!?" Teriak Roboto dengan tegas.

"A..apa!?"

Aku dan Herdi terkejut mendengar itu, aku langsung mundur beberapa langkah untuk jaga jaga dan saat aku melihat Linda aku baru menyadari sesuatu, tangan yang Linda gunakan untuk memegang tangan ku terlihat tergigit di bagian jari telunjuk lalu wajah nya sudah semakin pucat.

Pupil mata nya bagian kiri hampir menghilang dan aku melihat pupil mata bagian kanan nya sudah menghilang lalu bagian bawah kelopak mata kanan nya ada beberapa urat yang membengkak dan berwarna hitam.

"L..Linda?... a..apa kau tergigit?...." tanya ku yang gelisah melihat Linda.

Linda tersentak kemudian ia melihat ke arah luka nya "Ah.. maksud mu luka ini? yaa... tadi aku tidak sengaja tergigit oleh mereka...."

Aku menelan ludah ku kemudian menoleh ke arah Herdi, Herdi terlihat melotot dan putus asa mendengar nya.

"K..kau.. sudah tergigit berapa lama?.."

Linda menghela nafas dan menjawab "Entahlah... ini sudah cukup lama..."

Mendengar itu tanpa basa basi lagi aku langsung mengambil pistol tersimpan di paha ku dan langsung menodongkan nya ke arah Linda, aku ragu dan gemetar saat menodong kan pistol itu.

"A..apa ada yang salah?" tanya Linda yang bingung.

Aku dan Roboto saling menatap satu sama lain dan mulai menjelaskan apa yang terjadi jika tergigit...

Linda hanya tersenyum mendengar itu "Begitu ya.. jadi... jika sudah seperti ini sama saja sudah mati..."

"R..Roboto... apa yang terjadi jika kita membiarkan seseorang yang tergigit sampai ia menjadi Zombie?" tanya ku yang penasaran.

"Mereka akan tersiksa.. karena organ tubuh mereka perlahan akan digerogoti oleh virus itu jadi lebih baik menembak nya langsung sebelum dia menjadi Zombie..."

"H..Herdi...menurut mu.. bagaimana? apa  kau ingin menembak nya? atau membiarkan nya menjadi Zombie..."

Herdi yang terlihat putus asa dan lesu kemudian berdiri.." Fel... bisakah kau membawa keluar anak anak terlebih dahulu?...."

"B..baiklah.. okay anak anak mari kita keluar..." ucap ku yang ragu ragu dan gelisah sambil mendorong anak anak keluar secara perlahan lahan.

Setelah keluar aku kembali masuk sambil berkata "bentar... keluarin motor dulu..." Herdi dan Linda tidak berkata apa apasaat aku berkata seperti itu dengan santai nya.

Saat aku mulai ingin keluar Linda memanggil ku dengan suara yang lembut "Fel.." aku menoleh ke arah Linda.

"Aku titipkan anak anak ku kepada mu ya... aku ingin kau terus melindungi dan selalu disisi suami ku..."

Aku diam tidak berkutik mendengar itu, perlahan lahan kau menjawab "B..baiklah... akan kuusahakan..." jawab ku yang menahan nangis sambil mengalihkan perhatian dan perlahan lahan membawa keluar motor ku.

Aku bersama kedua anak anak itu menunggu Herdi dari luar, aku tidak tahu apa yang mereka berdua bicarakan tapi itu cukup lama aku mulai khawatir para Zombie lain akan datang kesini karena suara keras itu tadi...

"Paman paman! ayah kok lama banget sih aku takut kalau orang orang gila itu akan menemukan kita lagi!" ucap Bulan  kakak dari Naura.

"Y..ya mereka ada sedikit urusan jadi wajar saja kalau lama.. sabar yaa Bulan..."

"Ayah dan ibu baik baik saja kan?" tanya Naura adik dari Bulan, dia terlihat cengeng daripada kakak nya.

"T..tentu saja! mereka akan baik baik saja.. kurasa...."

Tiba tiba Roboto menghampiri ku dan membisikkan sesuatu "Kita tidak bisa terus di sini... aku melihat para Zombie berjalan mendekat kemari, seperti nya mereka punya daya ingat yang bagus..."

"HERDI!!! KITA HARUS CEPAT!! PARA ZOMBIE MULAI BERDATANGAN!!!" Teriak ku.

"Kau dengar itu? seperti nya kau harus pergi sekarang..." Ucap Linda yang terlihat santai.

"Ah... kalau begitu aku pergi dulu....selamat tinggal...bersabarlah.. aku akan menyusul..." ucap Herdi yang lesu dan mulai pergi meninggalkan Linda sendirian.

Linda hanya tersenyum sambil duduk lemas bersandar di tembok, ia mendengar suara kedua motor menyala dan langsung pergi dengan kencang..

"Sudah pergi ya...." Linda mengambil pistol yang diberikan Herdi dan mulai mengarahkan nya ke dagu.

Perlahan lahan air mata mulai muncul dari kelopak mata bagian atas Linda, ia menutup kedua mata nya sambil tersenyum manis.

"Hidup bersama mu... sungguh menyenangkan padahal aku berharap bisa melihat kedua putri ku dewasa... seperti nya tidak bisa ya....... maaf kan aku jika ada salah...."

"Dan terimakasih untuk mu.. Felix aku titipkan mereka kepada mu..."

DOOR!!! suara tembakan mulai terdengar di dalam gudang itu...

bersambung

awikowk

Terpopuler

Comments

Saiful

Saiful

kasihan herdi

2024-12-11

0

siimutdarigoahantuღ😁ღ

siimutdarigoahantuღ😁ღ

kak thorr ak nangis lohh😭😭😭😭 sedih bett

2024-05-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!