Pagi hari... jam 08.03.. mei..2028... tanggal 18...hari rabu..
Kota Padang, yang dikenal sebagai kota seni dan budaya.....
hancur dengan cepat. Suasana damai serta banyak orang orang yang berlalu lalang, menjadi hancur dan hanya tersisa orang orang berwajah pucat tidak memiliki pupil mata yang sangat liar...
"COOKKK!!!! KENAPA ORANG ORANG GILA ITU TERUS MENGEJAR!!!!" teriak Herdi yang panik sambil mengendarai motor dan menghindari beberapa Zombie yang mencoba menerkam.
"WE CEPAT WE!!! DIBELAKANG UDAH ADA BUANYAK!!!!" teriak ku yang panik saat menoleh ke belakang, dibelakang kami ada banyak Zombie yang berlari mengejar.
"SHITT!! MOTOR BEAT SIALAN! KENAPA LAMBAT BANGET!!" ucap Herdi yang terus terusan menancap gas.
Dari samping kami muncul tiba tiba muncul Zombie yang mencoba menerkam kami "KHAAK!!!!"
TANGG!!! aku menggunakan pipa besi yang digunakan Herdi untuk memukul kepala Zombie itu kebawah.
Anak kecil yang kubawa dan berada di belakang punggung ku dari tadi menangis keras dan mengganggu konsentrasi Herdi yang sedang mengendarai motor.
"SHIT! TU ANAK BISA DIAM TIDAK SIH?!!" bentak Herdi yang kesal.
Aku diam sejenak dan berusaha menghibur anak itu, namun gagal
"B..bagaimana cara nya membuat anak diam? aku belum pernah punya anak!" ucap ku yang panik saat anak itu menangis terus.
Herdi Menghela nafas kemudian ia menoleh kebelakang "HAAHH!! OI KON***! BISA DIAM TIDAK? ATAU AKU LEMPAR KE ARAH ORANG ORANG GILA ITU!!" teriak Herdi yang kesal
Anak itu bukan nya diam tapi dia malah menangis lebih keras.
Aku yang terus memperhatikan jalan depan, kemudian tersentak kaget "HERDI!!" teriak ku yang panik sambil menunjuk ke depan.
"APA SIH?...." tanya Herdi sambil menoleh kedepan, dihadapan kami ada Zombie wanita gendut yang menghalangi jalan kami.
Herd tersentak kaget karena jarak nya sudah sangat dekat "WEH WEHH!!!!" teriak Herdi yang panik
"REM GOBLOG REMM!!!" teriak ku yang panik
Saat Herdi Mencoba mengerem tiba tiba rem nya tidak berfungsi, rem nya blong "BRENGSEK!!! REM BLONG!!!" teriak Herdi yang panik sambil menoleh ke arah rem motor itu.
Karena tidak sempat menghindar karena terlalu cepat dan rem nya Blong. Ditambah Zombie gendut itu berlari ke arah motor kami "BUAAKK!!" kami menabrak Zombie itu, karena kecepatan nya yang tinggi membuat kami menjadi terlempar ke udara.
Anak kecil itu entah kenapa terlempar jauh melebihi kami dengan cepat, aku dan Herdi kemudian mendarat dengan gaya. Aku berlutut dan Herdi berhasil mendarat dengan berdiri.
"Hehey notbad..." ucap ku melakukan gerakan seperti mengangkat kacamata padahal tidak memakai kacamata.
"Shessshh...." ucap Herdi sambil menaruh kedua jari kanan nya di pergelangan tangan kiri.
Aku dan Herdi langsung berlari bersama "BUAHAHAHA KARMA IS REAL!!" ucap Herdi sambil berlari bersama ku, dia cukup senang melihat anak kecil itu terbang entah kemana.
Aku menatap Herdi dengan tatapan suram "Aku bersyukur sih beban hilang, tapi kok merasa tidak enak aja gitu...." gumam ku yang merasa bersalah.
Kami berlari sambil terus menghindari para Zombie yang mencoba menerkam kami, kami melihat tangga lipat menuju ke balkon rumah tingkat dua. Aku dan Herdi saling menoleh dan memberi kode, kami pun berlari ke arah tangga itu dan buru buru menaiki tangga itu.
Kami berhasil sampai di balkon rumah itu dengan selamat, namun para Zombie berusaha menaiki tangga itu secara tidak teratur. Herdi yang melihat itu tanpa berkata kata langsung menendang tangga itu kebawah yang membuat tangga itu jatuh bersama para Zombie yang sedang menaiki tangga.
Kami yang kecapean karena berlari terus menerus pun beristirahat di balkon itu, Roboto yang berada di saku jaket pun keluar dari sana.
"Sial... makhluk apa itu..." ucap Herdi yang cukup lelah.
"Felix! bukankah sudah ku bilang kalau itu nyata!" ucap Roboto yang marah pada ku.
Aku mengaruk kepala ku sambil berkata "M..maaf, tapi orang lain kalau melihat video itu juga tidak akan percaya kalau itu nyata...."
"Hah.. sudah lah yang paling penting kau selamat, sekarang kita harus berpikir bagaimana cara bertahan hidup dari sini....."
Herdi yang bingung mendengar percakapan kami kemudian bertanya "Video apa yang kalian maksud?"
Roboto mulai menujukkan Video itu yang sudah ia rekam dan ia tampilkan di proyektor.
"Jadi begitu... ini adalah virus yang terkurung di dalam es... tapi bagaimana kalian bisa menemukan video ini??" tanya Herdi.
"Ah.. video ini tiba tiba muncul di saluran televisi, awal nya sih kukira film, tapi setelah melihat ini. Kurasa tidak bisa diragukan lagi..."
Herdi kemudian membuka Handphone nya dan melihat berita, aku yang penasaran ikut juga melihat bersama Herdi.
{Terjadi serangan tidak terduga yang muncul di seluruh indonesia yang dilakukan oleh orang orang liar, seluruh warga indonesia yang masih selamat tetap lah berada di dalam rumah. Jika bertemu dengan orang wajah pucat dan tidak memiliki pupil mata jangan didekatii, siapa pun itu. Saya sebagai presiden indonesia akan mengirim para tentara untuk menyelesaikan masalah ini...} ucap wakil presiden indonesia..Gibran Rakesha di istana bogor..
"Seperti nya seluruh indonesia sedang mengalami kekacauan..." ucap Herdi.
Lalu Herdi mengganti berita lain yang terlihat di Jakarta Monas dan terlihat Reporter wanita berada di atas helikopter {Disini Jakarta tanggal 18 hari rabu jam 08.07 WIB 2028 , seperti yang kalian lihat banyak orang orang gila yang sedang memanjat Tugu Monas dan mencoba melompat ke arah kami. Pemerintah sudah mengirimkan militer untuk masalah ini tapi sampai sekarang tidak ada informasi lebih lanjut!} Monas itu terlihat cukup banyak Zombie yang sedang memanjat nya dan terlihat beberapa Zombie mencoba melompat ke arah helikopter.
Helikopter itu terlihat sedikit mendekat ke arah kawanan Zombie itu yang sedang memanjat Monas dan berusaha menggapai helikopter itu.
{Seperti yang kalian disini, banyak orang yang berusaha melompat kemari namun gagal dan jatuh...}
{KHAAKK!!!} tiba tiba Reporter itu diterkam salah satu Zombie dan Zombie lain mulai melompat kemudian berhasil menggapai helikopter itu, helikopter terlihat terbang tidak seimbang dan mulai jatuh. Saluran tiba tiba terputus..
Aku dan Herdi menelan ludah saat melihat itu, kemudian Herdi mengganti berita lain.
Terlihat ada wanita baju merah yang sedang membaca sesuatu di depan para wartawan yang memotret itu {"kami anggota DPR akan mengambil alih misi ini dan menyelamatkan seluruh warga indonesia, kita tidak bisa membiarkan orang orang gila ini mengambil wilayah indonesia seenak nya....."}
Wanita baju merah itu kemudian terlihat kejang kejang dan mulai jatuh, terlihat beberapa anggota lain mendekati nya namun Wanita itu langsung menerkam anggota anggota lain dan tiba tiba Live di hentikan..
"Sial... kenapa bisa jadi seperti ini..." ucap Herdi yang gelisah dan panik melihat berita berita itu.
Karena penasaran Herdi kemudian mencari berita lain, dia melihat seorang reporter laki laki yang berada di belakang barisan polisi yang sedang membawa perisai {Disini Madiun jam 08.19, terlihat para polisi sedang berusaha menahan gerakan warga yang mengamuk! banyak polisi yang terluka disini dan ada juga beberapa polisi yang terpaksa menggunakan tembakan api karena amukan warga..}
Namun tiba tiba reporter itu diterkam oleh Zombie berpakaian polisi dan terlihat kekacauan parah terjadi disana..
Herdi mematikan Handphone kemudian memegang dahi nya.
"Sial...."
"Herdi, lihat ini..." ucap ku kepada Herdi sambil menunjukkan Handphone ku ke Herdi, disana telrihat seseorang sedang memvideo secara Live.
Video itu terlihat seperti POV yang sedang menunjukkan kota yang hancur dan perekam berada di atas gedung seperti apartemen {kawan-kawan, kat Kuala Lumpur ni... nampak ramai gila orang berkeliaran kat sini...}
{Saya telah dikejar oleh salah seorang daripada orang gila itu dan digigit di sini...} pria itu menunjukkan pergelangan tangan nya yang tergigit.
{Nasib baik aku sempat lari dari orang gila tu..}
Tiba tiba perekam itu merasa kesakitan dan tidak sengaja menjatuhkan handphone nya kebawah dan Live nya pun terputus...
"Kuala lumpur? apa itu berarti malaysia juga kena virus ini?" tanya Herdi setelah melihat video itu.
"Kurasa bukan hanya malaysia, tapi 195 negara.. lihatlah ini..." ucap Roboto sambil menunjukkan banyak berita dari seluruh negeri.
Berita itu sama... menunjukkan berita dan keadaan nya di sana.. seperti di piramida... menara eiffel, patung singapura dan yang lain lain... semua kacau balau..
"B..bagaimana bisa virus ini menyebar dengan cepat??" tanya Herdi yang bingung.
"Entahlah aku juga tidak tahu hal pasti nya, untuk sekarang kita lebih baik fokus bagaimana cara kita bertahan di situasi ini..." ucap ku sambil berdiri dan meregangkan badan.
Herdi ikut berdiri sambil berkata "Kau benar, mungkin aku harus..."
Herdi diam dan tidak melanjutkan perkataan nya, aku yang bingung melambai lambaikan tangan ku didepan wajah nya "Herdi?.."
"AAA!!!! ANAK ANAK KU SEKARANG SEDANG SEKOLAH!!!!" Teriak Herdi yang panik dan baru mengingat hal itu.
"A..apa? kalau begitu kita harus cepat! sebelum anak anak mu menjadi seperti mereka!" ucap ku sambil menunjuk ke arah para Zombie yang berada di bawah.
"AKU AKAN MENELEPON POLISI UNTUK DATANG SECEPAT NYA KESINI!!" ucap Herdi yang panik dan buru buru membuka Handphone nya.
"Itu percuma, karena sekarang kemungkinan Polisi sedang sibuk mengurus zombie zombie ini..." ucap Roboto.
"LALU AKU HARUS BAGAIMANA!!" ucap Herdi yang panik setengah mati.
Aku berpikir sejenak, memikirkan sebuah rencana "Aku punya ide! bagaimana kalau kita sekarang pergi ke rumah ku terlebih dahulu dan mengambil senjata dan perbekalan! aku sudah membeli nya kemarin bersama Roboto!" ucap ku.
"KALAU BEGITU GAS!! KITA KESANA!!" ucap Herdi yang bersiap lompat dari balkon.
"Tunggu dulu! bagaimana kalau kita mengcheck rumah ini dulu?" tanya Roboto.
"Roboto benar, mungkin saja di dalam rumah ini ada hal yang menarik..." ucap ku sambil berusaha menenangkan Herdi yang terburu buru.
"Kalian tidak salah sih, kalau begitu ayo kita cari dengan cepat, mawar cantik ku dan anak anak ku sudah ketakutan disekolahan!" ucap Herdi yang bersemangat
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
🎀
mantappp
2024-05-16
0
Nur halizah
cerita nya seru tapi untuk penulis an nya sedikit sy koreksi ya thor, karena pengguna an huruf kapital di awal itu masih kurang dan tidak semuanya sy lihat. Semangat thor/Smile/
2023-12-23
1