Pagi hari... jam 06.37.. mei..2028... tanggal 18...hari rabu..
Aku yang sedang meregangkan badan sambil menghirup udara segar di halaman depan rumah ku sambil melihat orang orang yang aktif kesana kemari.Ada ibu ibu yang sedang berbincang, ada beberapa orang yang sedang jogging, anak SD, SMP dan SMA sedang berjalan menuju sekolah..
"Hmmppp hahh... alhamdulilah, masih hidup.." ucap ku yang senang melihat langit cerah serta udara yang segar di pagi hari...
Aku sedikit melirik ke arah pasangan anak SMA yang kebetulan lewat didepan rumah ku.
Aku tersenyum kecil melihat mereka "Masa SMA ya?... jadi kangen..." gumam ku yang sedikit mengingat masa masa saat aku masih SMA.
Aku berjalan keluar dari halaman rumah ku lalu menyapa orang orang yang berada di sekitar ku.
Lalu aku mendengar seseorang memanggil ku dari arah kanan ku.
"Fell!!"
Saat aku menoleh ke kanan aku melihat Herdi yang berjalan ke arah ku.
"Ah.. Herdi, ada apa pagi pagi begini datang menghampiri ku?"
Herdi merangkul ku sambil sedikit tersenyum "Tidak ada apa apa! aku ingin mengajak mu nongkrong, kau mau ikut tidak?"
Aku sedikit menjaga jarak dengan Herdi "A..aah... aku sangat menghargai tawaran mu, namun... aku sedang bangkrut..." jawab ku yang sedikit ragu.
Herdi diam sejenak saat mendengar itu dan kemudian dia bertanya "Eh? bukan kah kemarin kau dapat uang?..."
"Ada sedikit masalah pribadi..."
"Hmm... begitukah? ya sudahlah aku menghargai pendapat mu, bagaimana kalau kita Login? mumpung aku lagi hari libur nih..." ucap Herdi yang menyiapkan handphone milik nya.
"Menarik! Saya akan pergi ke Exp lane!" ucap ku sambil menyiapkan Handphone milik ku.
Kami duduk di kursi yang berada di depan halaman rumah ku sambil memperhatikan orang orang yang lewat dan menunggu loading screen...
Saat kami sedang berbincang dan tertawa, aku melihat anak laki laki SMA yang membawa ransel punggung sambil memegang bahu nya yang terlihat seperti tergigit dan berdarah lalu wajah anak itu sedikit pucat dan berkeringat dan sedang berjalan sempoyongan.
Aku yang penasaran dan merasa heran melihat dia terluka seperti itu tapi kenapa orang orang tidak peduli dengan nya?.
Aku berdiri dari tempat duduk kemudian berjalan menghampiri anak itu.
"Nak? kau tidak apa apa? apa yang terjadi pada mu sampai mendapatkan luka seperti itu?" tanya ku yang merasa iba.
Terlihat Anak itu berkeringat dan nafas nya terengah engah "T..tadi... ada dua orang gila yang mengejar aku dan teman ku, kami di gigit oleh kedua orang gila itu dan untung nya aku berhasil lari sana sedangkan teman ku berpencar ke arah lain.." jawab anak itu yang menahan rasa sakit.
Aku melirik luka yang berada di bahu anak itu dan merasa aneh dengan luka itu.
Aku menoleh ke Herdi kemudian memanggil nya "Herdi! kemari lah sebentar!"
Herdi tersentak kemudian ia Berdiri dan berjalan ke arah ku "Ya? ada apa?" tanya Herdi yang penasaran
"Anak ini bilang kalau luka ini dia dapatkan dari orang gila yang menggigit nya, tapi jika dilihat lagi tidak mungkin kan ada orang yang mampu menggigit begitu parah?" ucap ku sambil menunjuk ke arah luka anak itu.
Herdi memperhatikan luka itu dan ia merasa ada yang aneh juga "Hm.... tidak mungkin luka ini disebabkan oleh orang, luka ini seperti disebabkan oleh hewan buas... Harimau?"
"T..tidak! luka ini bukan dari hewan buas! tadi aku benar benar digigit oleh orang! " ucap anak itu.
"Nak jangan malu kalau kau ingin mengatakan sesuatu!, sebutkan dimana tadi kau menemukan harimau itu! biar paman yang menangkap nya!" ucap Herdi yang terlihat bersemangat sambil melirik ke arah ku dan mengangkat alis nya.
"Hah?" Batin ku sambil menatap ke arah wajah Herdi yang mata duitan sambil mengacungkan jempol nya.
Aku menghela nafas panjang sambil memegang dahi ku "Nak.... apa kau...."
Tiba tiba anak itu berteriak keras mengerang kesakitan kesakitan, ia mulai jatuh berbaring di tanah sambil memegang bahu nya yang terluka dan berteriak keras.
"N.nak?" aku yang panik melihat itu buru buru mengambil handphone ku yang berada di saku ku dan mulai membuka aplikasi telepon.
"T..tunggu sebentar akan kupanggil ambulans! bertahan lah!" ucap ku yang panik dan mencoba menelepon 118
Anak itu mulai kejang kejang dan perlahan lahan urat... atau tendon berubah menjadi hitam dan terlihat membengkak, kulit nya terlihat semakin pucat dan ia mulai mengeluarkan suara suara yang aneh.
"H..halo!? disini sedang keadaan darurat tolong kirimkan ambulans kesini secepat nya!" ucap ku ke telepon.
{M..maaf! ambulans sedang beroperasi sekarang...} jawab seseorang di telepon
"A..apa? ambulans sedang beroperasi? apa tidak ada yang lain?" saat aku sedang berbicara dengan seseorang, Herdi yang berada di samping ku seperti melihat sesuatu. Ia terlihat terkejut sambil menepuk pundak ku terus menerus.
Sedangkan anak itu terus berteriak keras dan bertingkah aneh
{Tidak bisa, kami mendapatkan banyak panggilan sekarang jadi mohon bersabar..}
Aku yang mendengar jawaban orang, jelas menjadi marah mendengar nya
"APA MAKSUD MU UNTUK BERSABAR?! DISINI BENAR BENAR GAWAT! ADA ANAK MUDA YANG TERLUKA DAN KEJANG KEJANG!!"
"FEL!!!! FEL! FEL!!!!" teriak Herdi sambil menggoyang goyangkan badan ku, ia terlihat panik melihat apa yang terjadi didepan mata nya. Namun aku menghiraukan nya karena sedang fokus menelepon seseorang.
Anak itu mulai berhenti kejang kejang dan ia mulai menggeram suara aneh
Tiba tiba dari telepon aku mendengar suara seperti mobil menabrak kaca dan terdengar suara ledakan yang keras, setelah itu telepon tiba tiba tertutup..
"Sial! kenapa mereka tiba tiba menutup telepon nya?!" ucap ku yang sebal.
"KHAAAKK!!!!" tiba tiba anak muda itu perlahan berdiri dan langsung berusaha menerkam ku
Aku tersentak melihat anak itu tiba tiba ingin menerkam ku, aku hanya merespons "Eh?"
Saat anak itu hampir menerkam ku tiba tiba Roboto muncul dan terbang mendekati ku dengan cepat sambil membawa tongkat kasti lalu memukul wajah anak itu sampai anak itu terpukul mundur karena pukulan itu.
"R..Roboto?" tanya ku yang bingung.
"APA KAU TIDAK MELIHAT SEKITAR MU?!!" bentak Roboto.
"Memang nya apa yang terjadi?...." saat aku menoleh ke depan aku baru menyadari sesuatu, suara jeritan, tangisan dan suara orang yang meminta tolong langsung terdengar di telingaku. Suasana damai tadi langsung kacau! aku melihat beberapa orang yang sedang dimakan oleh Zombie dan beberapa orang yang sedang berlari dan langsung diterkam oleh Zombie yang menggeram suara aneh.
Aku juga melihat beberapa polisi yang sedang menembaki Zombie Zombie itu namun polisi itu langsung diterkam juga, aku juga melihat mobil ambulans dan mobil mobil lain yang saling bertabrakan dan ada juga beberapa yang meledak.
Salah satu Zombie berlari mendekati ku sambil berteriak teriak tidak jelas.
"FEL!! APA YANG KAU TUNGGU!! AYO LARI!!" ucap Herdi yang membawa pipa besi dan sedikit berdarah di tangan kanan nya, ia sedang memegang tangan ku dan bersiap untuk lari.
Herdi langsung berlari sambil menarik ku, aku terpaksa berlari sambil diikuti Roboto dari belakang, banyak kaca yang sudah pecah seperti habis didobrak paksa dan banyak mayat orang orang serta darah yang berceceran. Aku melihat Zombie yang melompat dari atas gedung dan berusaha menerkam kami dari atas namun ia malah jatuh di atas mobil.
"A..apa yang terjadi?!!" tanya ku yang penasaran.
"AKU TIDAK TAHU! NAMUN SAAT KAU SEDANG BERTELEPON TIBA TIBA ADA SESEORANG YANG MENERKAM SALAH SATU ORANG YANG SEDANG BERJALAN! SETELAH ITU MUNCUL AMBULANS YANG TIBA TIBA MENABRAK MOBIL DAN MUNCUL BEBERAPA ORANG TIDAK JELAS YANG LANGSUNG MENERKAM ORANG LAIN!" teriak Herdi yang terus berlari sambil memukul para Zombie yang mencoba menerkam kami dari depan.
Aku melirik kebelakang dan melihat banyak Zombie yang berlari mengejar kami, ada juga yang melompat lompat seperti harimau yang mengejar mangsa nya. Ada juga yang berjalan pelan dan ada juga yang berlari kencang mengejar kami.
KABOOM!!! aku mendengar ledakan dan melihat asap hitam seperti sedang kebakaran, aku melihat helikopter yang berputar putar tidak terkendali dan mulai jatuh menabrak salah satu rumah yang berada di jauh belakang kami lalu meledak.
Aku tiba tiba melihat seorang anak kecil perempuan yang sedang berlari tidak jauh didepan kami dan dia mulai terjatuh lalu ada Zombie yang berlari ke arah nya. Aku yang melihat itu bergegas mendekati anak itu, Zombie itu juga hampir mendekati anak itu dan mulai mencoba menerkam nya.
"URA!" aku melompat ke arah Zombie itu kemudian menendang kepala nya dengan kaki kiri ku, yang membuat Zombie itu terhempas menabrak tembok rumah. aku dengan cepat langsung menggendong anak itu dibelakang punggung ku, lalu lanjut berlari mendekati Herdi yang sedang menaiki motor Beat yang bersiap untuk tancap gas sambil menunggu ku dan memukul menggunakan pipa besi beberapa Zombie yang mendekati nya dibantu Oleh Roboto yang membawa tongkat Kasti.
Aku langsung bergegas menaiki motor itu sambil memegang Roboto yang selesai memukul salah satu Zombie, Herdi yang melihat ku sudah menumpangi motor bersama nya langsung berteriak "GASS!!!" dan mulai tancap gas mengendarai motor meninggalkan para Zombie yang terus mengejar kami.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Saiful
residen evil dg kearifan lokal?🤣
2024-12-11
0
bubur ayam
sorry aku berhenti di sini aja bacanya, MC nya tolol, naif
2024-02-08
2