BUAAK!!
"SAKITT!!!...." Ucap Amel yang terjatuh ke lantai sambil memegang kepala nya yang kesakitan, Amel menatap ku dan Linda yang berada di hadapan nya, Amel terlihat memakai seragam sekolah berlengan pendek dan memakai rok pendek tidak seperti perempuan lain.
Amel merasa geram melihat ku dan Linda "GRRHHH!! AWAS KALIAN YA!!!"
"Diuhh kapan terakhir kali aku memukul kepala orang ya?" ucap ku yang senang sambil meniup tangan ku.
"Fel... kurasa kau berlebihan deh....:" Ucap Linda yang merasa cemas.
Aku mengambil dompet yang berada di dekat Amel, saat aku ingin mengambil nya. Amel langsung memegang tangan ku, ia terlihat kesal.
Aku menghela nafas "Lepaskan BLOG ini bukan punya kau..." ucap ku sambil memukul kepala Amel lagi.
"AAKHH!! SAKITT!!!!" Teriak Amel yang merintih kesakitan.
"Baiklah... ini Sunarti dompet mu...." ucap ku sambil memberikan Dompet itu kepada perempuan yang berada di kiri ku.
"Lain kali kalau Amel merundung mu lagi bilang saja kepada ku, biar kupukul dia sampai bonyok...."
Sunarti melirik ke arah Amel, Amel menatap Sunarti dengan tajam.
Aku memukul kepala Amel sekali lagi sambil berkata "Jangan mengancam orang..."
"Sunarti kau boleh pergi dari sini, biar kami urus sisa nya..." ucap Linda. Sunari yang sedikit ragu mengangguk dan pergi dari sana.
Amel mengertakkan gigi nya dan menatap ke arah ku
"KALIAN INI MAU NYA APA SIH! MENGGANGGU KU TERUS!"
"Lah? bukan nya kau yang mengganggu?"
"Itu sudah wajar kan!? yang kuat yang berkuasa! yang lemah siap siap saja di tindas"
Aku diam sejenak kemudian memegang kerah Amel dan memukul wajah Amel sekali, Amel marah saat wajah nya di pukul oleh ku.
"NGEN****!!"
Aku memukul wajah Amel lagi.
"BABI!! KAU YA!!!"
Aku memukul wajah Amel lagi.
"AWAS KAU YA!!"
Aku memukul wajah Amel lagi.
"IYA IYA!! AMPUN!!!!!" teriak Amel yang kesakitan.
Aku diam sejenak dan berkata "Kata nya kau kuat..... kok tidak bisa melawan?"
"SUDAH JELAS AKU KALAH!! LAWAN NYA LAKI LAKI!!"
Aku diam sejenak dan bersiap untuk memukul wajah Amel, Amel yang melihat itu tersentak kaget
"AMPUN!! JANGAN MEMUKUL LAGI!!"
"Nah.. sekarang kau tahu kan rasa nya dirundung?" ucap ku sambil melepaskan kerah Amel.
"Mulai sekarang kau harus menghapus tato, berhenti memakai perhiasan yang tidak jelas seperti tengkorak tengkorak itu, dan yang paling penting...."
"Pakailah dasi mu saat di sekolah, jika kau ditemukan melanggar maka siap siap dipukul oke?" ucap ku sambil menunjuk ke arah Amel.
Amel sedikit cemburut dan menggerutu "Baiklah...."
"Fel.. bukankah kita juga disuruh untuk memperingatinya agar tidak memakai pakaian pendek?" tanya Linda.
Aku yang ingin pergi melirik sebentar ke arah Amel dan tersenyum
"Kurasa kalau pakaian tidak masalah... aku cukup menyukai nya... jika dia berpakaian seperti itu..."
Amel diam sambil menatap ku yang pergi dari sana...
****
"DASAR BODOH!! APA YANG KAU LAKUKAN?!!" ucap pria kekar itu yang marah sambil memegang kerah remaja berkacamata.
Remaja itu tersenyum kecil, pria itu semakin kesal melihat nya dan ia memukul wajah remaja itu.
"SEHARUS NYA TADI MEREKA BISA MASUK! KENAPA KAU TUTUP!!"
"Diluar sudah dipenuhi banyak Zombie... tidak mungkin mereka selamat....." ucap pria berjas yang baru saja mengintip keluar...
"Tenang lah... apa guna nya marah untuk seseorang yang sudah tiada? coba kau pikir lagi... kalau kau ada di posisi dia dan dia berada di posisi mu... apa dia ingin menunggu masuk saat melihat banyak Zombie mengejar mu?" tanya Remaja itu.
Pria kekar itu diam sejenak dan melepaskan Remaja berkacamata itu, ia mengecek ruangan itu yang terlihat seperti toko yang sedang tutup, pria itu melirik ke arah remaja perempuan yang menggigil ketakutan di pojok ruangan.
"Sekarang kita harus bagaimana? kita sudah kehilangan dua orang penting...." ucap pria itu yang bingung.
"A...apa kau baik baik saja?" tanya pria berjas itu yang sedikit cemas melihat perempuan yang menggigil ketakutan...
Perempuan itu tiba tiba diam tidak mengatakan apa pun....
"h..halo?"
Perempuan itu tiba tiba bergerak aneh dan mengeluarkan suara yang cukup aneh, suara itu membuat pria berjas semakin bingung dan perempuan itu menoleh ke arah pria berjas, pupil mata nya sudah menghilang...
****
Di Toilet umum pria....
tempat itu sudah dipenuhi oleh banyak Zombie yang saling berdempetan karena ruangan itu sempit....
ada dua WC dengan pintu yang tertutup dan terkunci...
Aku berada di salah satu WC itu dan terpaksa berdempetan dengan Amel yang entah kenapa dia masuk ke sini bersama dengan ku padahal ada ruangan lain yang kosong...
"A...Amel.... bukankah kau terlalu dekat?..." bisik ku yang berusaha untuk menjaga jarak dengan Amel yang entah kenapa dia semakin lama semakin dekat, aku yang bersandar di dinding benar benar terpojok dan sudah tidak bisa mundur lagi.
"Ups... maaf.... ruangan ini terlalu sempit..." bisik Amel yang terlihat senang, ia semakin mendekati ku dan wajah nya perlahan lahan mendekati wajah ku.
Aku berusaha untuk mundur lagi dan berusaha untuk menjauhkan wajah ku dari wajah Amel
"B...bukankah kau bisa bersandar di pintu?? setidak nya jaga jarak sedikit.... ini terlalu dekat...."
"Ditambah... bukankah masih banyak ruangan lai...."
Amel langsung menutup mulut ku dengan jari nya sambil berkata dan tersenyum.
"Sshhtt..... jangan berisik.... nanti Zombie yang dibelakang bisa menyadari keberadaan kita lo....."
Amel mengelus badan ku dengan halus "Yah... sejujur nya... aku tidak peduli aku mati disini.... selama aku bersama mu.. kurasa tidak masalah..."
"Sial.... sifat asli nya keluar dah....." batin ku yang sudah tidak sanggup untuk berdiri jinjit dan mempertahankan mode menjaga jarak.
"Bukankah capek kau mempertahankan seperti itu?.... jujur saja... disini sedikit dingin tahu.. " saat Amel berkata seperti itu aku semakin gelisah dan berusaha untuk mundur sedikitt lagi...
"Firasat ku buruk... benar benar buruk....." Batin ku yang semakin gelisah...
Amel perlahan lahan mengelus leher ku dan dagu ku "Apa... kau ingin menghangatkan ku?..."
"T..tidak.. usah... bagaimana kalau aku pinjamkan jaket ku sa...."
Sebelum aku menyelesaikan perkataan ku, Amel menarik leher ku membuat wajah ku mendekat ke wajah nya dan Amel memaksa ku untuk berciuman...
Aku tersentak kaget dan berusaha untuk melepaskan diri ku yang sedang berciuman dengan Amel.... namun pada akhir nya aku pasrah dan perlahan lahan memeluk Amel, perlahan lahan aku duduk di atas WC dan Amel naik ke pangkuan ku.
Amel semakin melakukan hal yang tidak jelas, ia perlahan membuka baju ku dan....
yah... kami melakukan hal itu cukup lama... sekitar... satu jam kami bertukar air liur... yah... agak lama tapi serius... aku berusaha untuk melepas tapi Amel tidak mau melepas nya....
Bersambung
awkoakkoa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments