Aku membuka pintu belakang Mal yang terbuat dari besi dan buru buru masuk lalu menutup nya dan mengunci nya.
"OW SYIITT!! HAMPIR SAJA!!!" gumam ku yang panik dan sedang bersandar di pintu itu.
BRAAK!! BRAAK!!!
Nafas ku yang masih terengah engah karena habis berlari dan keringat ku bercucuran karena panik, aku perlahan duduk untuk beristirahat dan mengambil botol minum yang berada di dalam tas yang ku bawa.
Aku meminum botol minum kemudian menutup nya kembali "Puahh... sial... sudah benar lari malah jatuh kesandung batu, gara gara itu aku tidak sengaja bersuara dan membuat para Zombie menyadari keberadaan ku..." gumam ku yang merasa malu pada diri ku sendiri saat terjatuh.
"Untung nya aku masih hidup dan berhasil sampai ke sini...." aku melihat ke sekitar dan menyadari kalau aku berada di ruangan gelap
Aku melirik ke arah lampu yang berada di atas dinding sambil bertanya kepada diri ku sendiri "Apa lampu disini memang mati atau mati listrik?"
"Apa ini ruang staff atau semacam nya? aku bersyukur sekali kalau di sini tidak ada orang..." batin ku sambil melirik ke sana dan kemari
Aku termenung sejenak sambil menghela nafas panjang dan memikirkan sesuatu, perlahan lahan nafas ku sedikit sesak.
Aku menggelengkan kepala ku kemudian berdiri secara perlahan dan mendekati lemari kecil yang menarik perhatian ku, aku membuka nya dan menemukan 5 Kunci pintu berada di satu gantungan.
Aku mengambil kunci itu dan memeriksa nya "Kunci? apa tidak ada barang yang berguna lagi? seperti senter mungkin....."
Aku mengobrak abrik lemari itu dan mencari sesuatu yang berguna, tapi aku tidak menemukan apa pun barang berguna selain kunci itu, untuk jaga jaga aku mengambil kunci itu walau aku sedikit kecewa tapi ya mau bagaimana lagi.
"Kenapa sih tidak di gudang...." pikir ku yang sedikit takut dan gelisah saat melihat pintu yang berada di depan ku.
Aku berjalan menuju suatu pintu yang berada di depan ku sambil mengambil pistol ku lalu berlutut di depan pintu itu, perlahan lahan aku membuka sedikit pintu nya dan berusaha agar pintu itu tidak berderit.
Di luar pintu itu ada banyak Zombie berkeliaran.. dan rata rata isi nya anak remaja semua, aku menelan ludah dan ragu untuk keluar "Uh.... isi nya lebih banyak dari dugaan ku..."
"Yah... untung nya mereka tidak menyadari ku..." batin ku yang gelisah
Aku kemudian mengingat kembali kata kata Herdi "Sekarang... bagaimana cara ku agar bisa ke supermarket dengan mudah? kalau kata Herdi, supermarket berada di lantai tiga..."
Aku diam sejenak "Lantai tiga....."
Aku termenung sebentar dan kaget "T...TUNGGU SEBENTAR!! KENAPA ADA DI LANTAI TIGAA!!! BUKANKAH ITU TERLALU RIBET?!, AKHH SIALAN LAH YANG BUAT MAL!" Gumam ku yang kesal kepada pembuat mall.
Aku mengangkat senapan runduk ku dan mulai membidik ke salah satu kaca yang berada di mal
"Ugh.. untuk sekarang lebih baik aku mengambil pakaian dulu saja...."
Aku menarik pelatuk dan peluru mulai melesat, karena aku memakai peredam suara jadi para Zombie itu tidak menyadari nya dan PRAANNGG!!! kaca itu pecah dan menimbulkan suara yang lumayan keras, Zombie yang berada di sekitar nya langsung berlari ke asal suara.
"Ini dia!" aku perlahan keluar dari sana dan berjalan secara perlahan lahan saat para Zombie teralihkan oleh kaca yang pecah.
"Aku tidak terlihat... aku hanya angin.... hiraukan saja....seperti kau menghiraukan dia.." gumam ku sambil mempercepat jalan lalu memasuki toko baju.
Setelah memasuki toko baju, aku menghela nafas "Okay mission one, Sign in toko baju... complete ✔" ucap ku yang senang, walau sayang sekali toko baju nya tidak memiliki pintu...
"Langsung saja cari pakaian sederhana, gampang buat gerak dan pas!!" ucap ku yang mulai mencari pakaian anak.
Aku bersenandung sambil mencari pakaian untuk Naura dan Bulan, karena hampir pakaian disana terkena darah aku jadi sedikit lebih lama mencari nya.
Saat sedang asik mencari pakaian, ada Zombie wanita memakai baju kasir berjalan menyeret diri nya dan mendekati ku.
"Hmmm hmm hmm....."
Aku melihat satu pakaian kemudian mengambil dari gantungan baju "Hmm pakaian ini... ukuran nya sama dengan Bulan.. lalu ini juga dan ini juga, kalau begitu kita masukkan empat baju saja!"
"Oi mbak kasir... harga nya berapa satu?" tanya ku sambil menoleh ke bawah dimana Zombie itu hampir mendekati.
Zombie itu mengeluarkan suara tidak jelas namun aku dengan santai menjawab "Ohhh gratis? makasih!!"
Aku langsung menginjak menginjak wajah Zombie itu sampai hancur "Maaf, ku kira kau keset..." ucap ku sambil menahan tawa melihat wajah Zombie itu hancur.
Setelah aku memasukkan pakaian itu kedalam tas aku dengan gembira berkata "Take Clothes... Complete ✔"
Aku berjalan perlahan keluar dari toko itu dengan ekspresi bahagia sambil bersenandung.
"Mission three mengambil bahan bahan di sup....." sebelum aku menyelesaikan perkataan ku, aku menoleh ke arah dimana aku memecahkan kaca, disana aku melihat para Zombie sudah tidak mengincar kaca dan ada satu Zombie yang melihat ku.
Aku diam sejenak lalu menghela nafas "Astagfirullah.... kenapa aku pakai lengah sih...."
Zombie itu diam sejenak melihat ku dan mulai bergerak aneh "Kh..khek... KHAAKK!!!!" Zombie itu mengaum keras ke arah ku yang membuat para Zombie lain melihat ke arah ku.
Tanpa basa basi aku langsung berlari saat para Zombie itu mulai melihat ku "ANAK HARAMM!!!!" para Zombie langsung berlari mengejar ku.
"SIAL SIAL SIAL SIAL!!! LANTAI DUA LANTAI DUA LANTAI DUAA!!!" ucap ku yang panik saat melihat dibelakang ku sudah banyak Zombie yang mengejar.
"KENAPA HARUS TERIAK SIH!!!" Pikir ku yang kesal terhadap Zombie yang berteriak tadi.
PRANGG!! PRANGGG!!! kaca kaca pecah karena Zombie yang berada di dalam toko berusaha menerkam ku dengan menabrak kaca langsung dan itu cukup banyak yang keluar namun aku berhasil menghindari terkaman mereka.
Zombie yang berada di belakang ku terus berteriak dan memanggil Zombie lain, aku yang panik terus berlari dan menghindari beberapa Zombie, ada yang melompat lompat dan ada yang berlari kencang lalu menerkam ku dari belakang namun berhasil kuhindari.
"SIALAN!! VIRUS MACAM APA INI!! KENAPA DNA HARIMAU, SERIGALA, MANUSIA NYASAR KE MEREKAA!!!" teriak ku yang panik.
Aku buru buru mengambil pistol yang berada di paha dan aku melihat Lift dari kejauhan, aku yang melihat itu buru buru mendekati nya lalu membuka pintu lift namun ternyata didalam lift itu ada banyak Zombie, mereka langsung berusaha menerkam ku namun aku dengan cepat menghindari nya dan lanjut berlari.
"SIALAAN!!! Eskalator DIMANA SIH?!!!" teriak ku yang semakin panik.
Setelah belok ke kanan aku melihat Eskalator yang berhenti berfungsi menuju lantai dua, aku sangat senang melihat itu dan mempercepat langkah ku berlari.
"YOSHAA!!" saat aku mulai berlari menaiki Eskalator yang mati itu, aku melihat ada beberapa Zombie yang berada di elevator seperti sudah menunggu.
"KHAAKK!!!" Salah satu Zombie melihat ku dan langsung mencoba menerkam ku, aku langsung melompat menaiki Pegangan tangan eskalator itu dan berlari sambil melompat lompat menghindari Zombie Zombie yang berusaha menangkap ku dari eskalator, aku juga menembak beberapa Zombie yang lompat ke hadapan ku.
Setelah sampai lantai dua, aku langsung melompat ke lantai dan sedikit hampir jatuh namun aku langsung berlari belok ke kanan karena di arah kiri ada para Zombie yang langsung mengejar ku.
Aku melihat kondisi di belakang ku dan melihat banyak Zombie yang mengejar.
"SIALAN APA STAMINA MEREKA INFINITY?"
Saat aku menoleh lagi kedepan, dari jauh aku melihat sekelompok orang yang masih bertahan hidup, aku yang melihat itu senang namun orang orang itu terlihat tidak menyadari keberadaan ku yang membawa banyak Zombie.
"WOII!!!! WOIII!! LARII!!!!" Teriak ku dengan keras ke arah mereka.
"WOIII!!!"
Salah satu orang yang berada di kelompok itu mendengar teriakan ku dan melihat ke asal suara, dia terkejut saat melihat ku dikejar banyak Zombie.
"O..OI!! LARI LARI!!!" Teriak orang itu kepada yang lain, yang lain langsung panik dan langsung berlari dipimpin seseorang, mereka memasuki ruangan yang memiliki pintu.
"CEPAT!! CEPAT!! MASUKK!!" Teriak orang berpakaian polisi tadi yang memimpin kelompok dan berada di depan pintu menyuruh orang orang masuk, orang orang itu mulai masuk namun orang yang berada didepan pintu belum menutup pintu nya.
"APA YANG KAU TUNGGU!! CEPAT TUTUP PINTU NYA!!" Teriak salah satu remaja perempuan yang ada disana.
"TUNGGU MASIH ADA YANG BELUM MASUK" ucap Orang itu.
"OIII CEPAT KESINI!!! CEPAT!!!" teriak orang itu kepada ku, aku yang melihat itu mencoba mempercepat langkah kaki ku namun tanpa ku sadari Zombie yang berada dibelakang ku hampir menangkap ku.
Saat aku ingin masuk ke ruangan itu "ITAAK!!" Aku tidak sengaja aku tersandung dan jatuh tapi untung nya aku jatuh terseret kedepan lalu masuk ruangan itu, orang itu langsung membanting pintu dan mengunci nya dengan cepat...
Bersambung..
awikwok
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments