Seiring dengan gugur nya Toan Qi dan berhenti nya pemakaian jurus yang di lakukan oleh Ceng Xu, maka mereka yang tadi nya tertidur secara perlahan lahan mulai pada terbangun.
Yang terbangun lebih dulu adalah mereka yang berada di level Tahapan Ilmu Formasi Jiwa, seperti Tetua Yuchen, Topeng Emas dan lain nya.
“Eh apakah pertarungan sudah berakhir ? Ilmu mereka berdua sangat mengerikan.”kata Tetua Fu, sambil menghapus air mata nya.
“Seperti nya sudah berakhir dan gawat nya, Toan Qi yang kalah.”kata Topeng Emas.
“Kita lihat dulu situasi nya, Ceng Xu pun terluka parah.”kata Nenek Tongkat Cakar Elang.
“Ya betul, kita harus jeli melihat situasi.,dan sangat di sayangkan tidak ada yang menyaksikan seluruh pertarungan mereka.”kata Tetua Fu.
......................
Apakah benar semua nya tidak ada yang menyaksikan seluruh pertarungan Ceng Xu dan Toan Qi ?
Tentu nya tidak demikian, karena di dalam sumur, Sang Belut Keramat hanya terkena sedikit efek dari ilmu pedang Ceng Xu & Toan Qi.
“Jurus yang sangat unik dan dahsyat …. dua pemain pedang yang sangat genius … hmmm sayang disayangkan salah satu harus tewas.” pikir Belut Keramat.
“Tangan ku sudah gatal dari tadi ingin memukul pantat para penyerang, terutama Naga pengecut … hmm sayang nya Tanpa Nama menghukum ku di dalam sumur ini, sabar … sabar … tinggal seratus tahun lagi masa hukuman ku … setelah ratusan ribu tahun terkurung, seratus tahun hanyalah waktu yang singkat … ya ya ya … seratus tahun lagi … hahaha.”pikir Belut Keramat.
......................
Kembali ke medan pertempuran.
Di Angkasa terlihat Ceng Xu yang terdiam dengan memegang pedang nya yang menancap pada jenazah Toan Qi.
Ceng Xu sedang menutup pendarahan di tubuh nya, terutama di bahu kirinya .
Tetua Yuchen yang melihat keadaan Ceng Xu, segera terbang menuju ke arah Ceng Xu, akan tetapi keburu di hadang oleh Topeng Emas, sehingga pertempuran ronde ke dua pun di mulai.
“Bunuh Ceng Xu.”teriak Topeng Emas.
Nenek Tongkat Cakar Elang dan Tetua Fu segera melesat ke arah Ceng Xu, dengan maksud untuk membunuh Ceng Xu.
Trang trang , tongkat Nenek Cakar Elang bertemu dengan pedang .
Sedangkan Tetua Fu juga menghindari serangan pedang.
Ternyata serangan mereka berdua telah di hadang oleh sepasang pendekar.
“Pedang es ? Kalian sepasang pendekar pedang es ?” tanya Nenek Cakar Elang.
“Ya Benar, kami sepasang pendekar pedang es.” jawab Shi Yun (*wanita).
“Lebih baik kalian tidak ikut campur urusan.”kata Tetua Fu.
“Partai Naga Sejati selalu membela keadilan dan kami adalah sepasang pendekar yang juga selalu membela keadilan, jadi kami akan ikut campur.”jawab Yuxuan dengan tegas.
“Kalau begitu matilah kalian.”teriak Tetua Fu dengan marah.
Trang trang trang … pertempuran kembali terjadi, kali ini semua mendapat lawan masing masing.
Suhu di tempat mereka bertarung menjadi dingin, hal ini efek dari keluar nya pedang es dari sarung nya.
...----------------...
Sementara itu di bawah, mulai banyak yang terbangun, mereka semua masih merasa mengantuk dan merasa sedih.
“Mimpi yang aneh … .”
“Aku bermimpi bertemu Ibu ku yang sudah meninggal.”
“Aku bermimpi pacar ku bunuh diri.”
“Hahaha Kakak Chou kau menangis .”
Beragam obrolan mereka setelah terbangun.
...----------------...
Melihat pasukan nya malah asyik mengobrol daripada melanjutkan perang, membuat Topeng Emas dan Nenek Cakar Elang sangat marah.
Konsentrasi terpecah, yang membuat serangan Tetua Yuchen bisa mengenai dada Topeng Emas.
Bang Bang Bang, beberapa pukulan beruntun mengenai Topeng Emas.
Walaupun Topeng Emas meluncur ke bawah, Tetua Yuchen tetap menghajar nya tanpa ampun.
Ayunan Pisau yang membuat Tetua Yuchen menghentikan serangan nya .
Terhenti nya serangan Tetua Yuchen, dimanfaatkan oleh Topeng Emas untuk melarikan diri.
“Hei jangan lari kau.”teriak Tetua Yuchen.
Topeng emas tetap terbang, berusaha untuk kabur.
Tiba tiba di hadapan nya, Topeng Emas melihat seseorang yang terbang dengan sangat cepat ke arah nya.
Sempat di lihat, orang tersebut melemparkan pedang ke arah Topeng Emas.
Baru juga berpikir untuk merubah arah terbang Topeng Emas, pedang yang tadi dilemparkan oleh orang di depan nya telah menembus dada nya.
Dan ketika jiwa nya hendak kabur, tiba tiba sudah tersedot ke dalam cincin orang tersebut.
“Pemimpin, senang melihat anda telah kembali.”kata Tetua Yuchen dengan senyum bahagia.
Untuk sesaat, Tetua Yuchen melaporkan kejadian yang menimpa Partai Naga Sejati.
“Oh jadi Kakak ku telah kembali?” tanya Ceng Tian.
“Benar pemimpin, tapi kakak pemimpin seperti nya terluka cukup parah.” jawab Tetua Yuchen.
“Baik , aku akan ke sana.” kata Ceng Tian dengan melesat cepat.
Tak berapa lama, Ceng Tian sudah berada satu meter di hadapan Ceng Xu.
“Kakak, kau terluka parah.”kata Ceng Tian dengan suara perlahan dan penuh kesedihan.
“Hahaha Adik jangan khawatir, luka ini tidak akan membunuh ku.”kata Ceng Xu.
“Aku akan menguburkan kawanku ini.” kata Ceng Xu sambil melesat ke arah barat.
...----------------...
“Mustahil … kalau Ceng Tian berada di sini, berarti Zhou Zimo telah kalah ..,, “pikir Nenek Cakar Elang.
“Kami menyerah.” teriak Nenek Cakar Elang.
“Pemimpin maafkan saya.”kata Tetua Fu dengan tubuh gemetar ketakutan.
Mendengar lawan telah menyerah, maka sepasang pendekar pedang es menghentikan serangan nya.
...----------------...
“Siapa kamu dan apa hubunganmu dengan Zhou Zimo ?”tanya Ceng Tian kepada Nenek Cakar Elang.
“Nama hamba Ming Xia, hamba adalah salah satu Tetua dari Partai Serigala.., dan Zhou Zimo menjanjikan untuk memberi ijin perdagangan budak di negeri ini.”jawab Nenek Cakar Elang.
“Ming Xia, kalau kau ingin tetap hidup, kau harus melakukan kontrak jiwa.” kata Ceng Tian.
“Hmm baiklah Hamba bersedia.”jawab Ming Xia.
Setelah Ming Xia melakukan kontrak jiwa, kemudian Ming Xia bersama yang lain nya dì masukkan ke sel tahanan bawah tanah.
Jam enam pagi lewat sepuluh menit, penyerangan terhadap Partai Naga Sejati telah berhasil di gagalkan.
...----------------...
Melihat Ceng Tian cs sedang sibuk mengurus masalah Partai nya, sepasang pendekar pedang es memberikan sepucuk surat dari Guru mereka.
Long Ling:”Kakak Ceng Tian tempat kakak sungguh indah, sayang bangunan bangunan nya pada hancur,bagaimana kalau kita menyerang balik, Long Ling bersedia menemani kakak, bukankah begitu Ayah?”
“Benar apa yang dikatakan anak gadisku, kami akan membantu saudara Ceng Tian.”kata Long Qiang.
“Terima kasih saudara Long Qiang, maaf sudah merepotkan.”balas Ceng Tian dengan sopan.
Kemudian Ceng Tian mengeluarkan kursi kursi dan meja dari dalam cincin penyimpanan nya juga makanan ringan dan teh.
“Maaf saudara Long Qiang dan adik Long Ling, saya harus pergi agak lama untuk mengurus Partai Naga Sejati.”kata Ceng Qiang.
“Iya jangan sungkan, kami akan menunggu kakak.”jawab Long Ling dengan senyuman yang memikat.
“Ceng Dao, beri tahu yang lain nya untuk berkumpul di Lantai Tujuh Jamur tingkat ke tujuh.”perintah Ceng Tian.
“Tetua Yuchen, tolong untuk mencari dan menolong para anggota Partai kita yang terluka.”perintah Ceng Tian.
“Baik Pemimpin.” jawab Tetua Yuchen.
...----------------...
Ceng Tian yang melesat ke arah Lantai Tujuh Jamur, merasa terkejut melihat kerusakan yang di alami Lantai Tujuh Jamur …. Sekitar lima puluh lima persen bangunan nya telah hancur.
Bersambung.., Terima kasih kepada para pembaca 🙏🏼.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments