Tiga bulan setelah pertempuran di bukit.
Rencana Pesta Pernikahan Ceng Hua dan Wang Cao menjadi pusat perbincangan di kalangan kultivator dan masyarakat umum.
Di salah satu rumah makan yang cukup megah, tiga orang pria sedang asyik berbincang bincang, dan kemudian topik nya beralih ke topik pernikahan Ceng Hua.
“Hmm sangat disayangkan Ceng Hua akan menikah dengan Wang Cao, padahal kalau dari segi penampilan, aku lebih tampan 1000% daripada Wang Cao”.
Kontak saja, ucapan tersebut diikuti dengan tawa an dari dua orang teman nya, karena orang yang berkata tersebut, wajah nya jauh daripada kata tampan.
“Hahaha, kamu bisa saja kalau bicara, kaca pun hancur setiap kali kamu mengaca.”olok teman nya, yang di punggung nya terdapat sebilah pedang.
“Hahaha, betul betul betul”, sahut seorang pria yang bertampilan seperti seorang sastrawan.
Lelaki yang berwajah dengan hiasan banyak tahi lalat sebesar jempol sangat panas hati nya, tapi di hadapan sastrawan tersebut, ia tidak berani bertindak gila, sehingga di tahan emosi nya.
Sedangkan Lelaki yang di punggung nya terdapat sebilah pedang, dalam hati nya sangat senang, karena selama ini lelaki bertahi lalat tersebut selalu merasa sebagai cogan/cowo ganteng.
“Baik nya kita tidak bicara sembarangan mengenai Ceng Hua ataupun Wang Bei, karena Ceng Hua adalah anak nya Ceng Tian dan Wang Cao adalah cucu nya Wang Bei , dan juga baik Ceng Tian maupun Wang Bei adalah salah satu tokoh kultivator no 1 di negara kita.”ujar sastrawan tersebut.
Di lain tempat, kurang lebih 60 km jauh nya dari tempat ke tiga orang tersebut, terdapat sebuah gunung yang sudah beberapa hari ini ramai, gunung tersebut di kenal orang sebagai Gunung Naga Sejati, karena di situlah partai Naga Sejati berada.
Partai yang di dirikan oleh guru nya Ceng Tian. Gunung yang biasa nya tenang, sekarang ramai dengan para tamu yang berdatangan, baik yang di undang maupun tidak.
Keesokan hari , Ceng Hua sudah memakai baju pengantin berwarna biru (untuk pernikahan di planet Zurkux, tradisi pakaian pengantin berwarna biru dan tanpa penutup wajah ).
Dengan rambut panjang terurai berwarna coklat, mata hijau yang eksotik serta tidak terlalu sipit, hidung yang agak mancung, kulit yang mengkilat seperti batu giok, serta bentuk tubuh yang nyaris sempurna, sehingga tidak lah mengherankan apabila Ceng Hua menjadi idaman para laki laki.
Hanya saja di hari Pernikahan ini, tidak ada senyum kebahagiaan di wajah nya.
Ketika sudah waktu nya acara Pernikahan, Ceng Hua keluar bersama dengan gadis gadis pengiring nya.
Menuju ke lantai pertama, yang berbentuk setengah lingkaran.
Total tujuh lantai dengan tangga ke atas di tengah tengah nya.
Lantai tersebut mengikuti kemiringan gunung yang sekitar 135 derajat. Jadi kalau dari angkasa, seperti jamur yang tersusun dengan teratur.
Dari seberang lantai pertama Wang Bei juga keluar menuju lantai pertama, dan mereka bertemu di dekat tangga.
Semua mata memandang kepada Ceng Hua, sedangkan Wang Cao hanya di lihat sekilas, itupun sebagian besar karena mereka penasaran, seperti apa wajah dan penampilan dari Wang Cao, yang telah membuat para pria patah hati.
Di wajah Wang Bei terpancar kebahagiaan dan senyumnya sangat bahagia, berlawanan dengan Ceng Hua, di mana wajahnya dingin tanpa ekspresi.
Di lantai satu sampai dengan empat, setiap kali pasangan tersebut lewat, selalu saja ada sedikit keributan.
Hal ini di karenakan para undangan pria tidak dapat menahan mata nya, sehingga pasangan mereka merasa cemburu dan emosi.
Ada pria yang kaki nya di injak oleh pasangan nya, ada yang di jewer, serta banyak juga ribut mulut.
Semua hal tersebut membuat Wang Cao bertambah bangga dan senyum nya semakin lebar.
Beberapa kali Wang Cao melirik ke arah Ceng Hua, terutama daerah dada, tentu saja hal ini membuat Ceng Hua naik pitam, akan tetapi Ceng Hua teringat dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya tadi malam, sehingga walaupun mau marah ataupun mau muntah, di tahan habis habisan.
Flashback 12 jam lalu, di kamar Ceng Hua sudah siap untuk gantung diri, sudah naik turun 2x dari kursi, akhir nya pikiran waras nya yg menang, karena teringat akan Wang Dao dan terutama anak nya.
Ketika sedang duduk di pinggir ranjang dan ketika sedang merenung, tiba tiba tersentak dan kembali ke alam nyata, karena bahu nya ada yang menepuk, dan di sebelah kiri nya sudah ada Ceng Tian.
Padahal seluruh pintu dan jendela sudah di kunci.
Tapi hal itu tidak mengejutkan Ceng Hua, karena Ceng Hua tahu kesaktian Ayah nya.
Bersambung Bab 2B\~ Pesta Pernikahan Berdarah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Shoot2Kill
Bagus banget deh! Berasa ikutan jadi protagonis!
2023-12-09
1