Di hari yang sama tapi tempat yang berbeda, yaitu di tepi pantai terlihat Ceng Tian sedang berbicara dengan beberapa bawahan nya.
(* Bawahan Ceng Tian ini memang di taruh untuk menjaga pintu portal pararel).
“Hahaha sungguh pemandangan alam yang indah, pasir putih, dan apa kabar Ceng Tian, lama tidak berjumpa.”kata seseorang yang sebagian wajah nya tertutup oleh kain.
Entah datang dari mana datang nya, orang berpenutup wajah ini, dengan tenang nya melangkah mendekati Ceng Tian.
“Maaf boleh tahu siapakah anda?” tanya Ceng Tian dengan waspada.
“Mau tahu siapa aku …. Hahaha boleh ….. boleh .. boleh ….kuberitahu kamu Ceng Tian, aku lah orang yang akan membunuh mu hari ini.”kata orang berpenutup wajah.
Dari berjalan pelan… tiba tiba berlari cepat sambil mengarahkan tapak tangan nya ke arah dada Ceng Tian.
Ceng Tian menyambut dengan tinju nya.
Tapak bertemu dengan tinju, yang membuat tubuh Ceng Tian mundur menggeleser ke belakang sejauh lima belas meter.
Lawan Ceng Tian tidak buru buru mengejar Ceng Tian, malahan tapak tangan yang tadi nya di pakai untuk memukul Ceng Tian, di rubah arah nya ke samping ….
“Arghh arghh “.
Empat anak buah Ceng Tian yang sebelum nya terlibat diskusi dengan Ceng Tian, pada melayang jiwa nya dalam sekejab.
“Kau Iblis pembunuh … .” seru Ceng Tian dengan amarah meluap.
Ceng Tian tidak langsung menyerang balik …. karena merasa tadi tinju nya seperti menghantam pelat baja yang panas.
“ Hahahahahaha … tawa kepuasaan terdengar.”
“Hmm sialan Ceng Tian tidak terprovokasi untuk menyerang balik.”
“Hei Ceng Tian … kenapa bisa mu cuma teriak teriak saja dan mematung di tempat.
Baik lah lihat serangan ku … kembali dengan cepat orang tersebut meluncur ke arah Ceng Tian.
Tangan orang tersebut menebas ber ulang ulang ke berbagai posisi tubuh Ceng Tian.
Di pihak lain tinju Ceng Tian juga tidak kalah ganas nya menerjang ke arah orang misterius tersebut.
“Sreet sreet … bang bang… sreet … duar … bang bang.”
Serangan orang tersebut bagaikan golok sedangkan tinju Ceng Tian seperti palu godam.
Baju Ceng Tian sudah compang camping dan tinju nya berdarah, tapi semangat tempur nya tetap tinggi.
Mendadak Ceng Tian menaikkan ilmu nya dari Tahapan Formasi Jiwa tingkat tiga ke Tahapan Transformasi Jiwa I, menyamai Tahapan Ilmu penyerang misterius nya.
Dan hasil nya adalah Tinju Naga Ceng Tian bisa bergerak dengan leluasa.
Sebelum nya serangan Ceng Tian terhambat oleh medan pelindung dari Tahapan Transformasi musuh.
Bang bang blam blam kaboom 💥.
Untuk sementara tubuh penyerang misterius di jadikan samsak hidup oleh Ceng Tian.
Pukulan terakhir dari bawah ke atas .. uppercut.. mengenai dagu penyerang misterius, … kaboom 💥.
Tubuh penyerang misterius terlempar ke atas, dan Ceng Tian ikut melompat ke atas, satu lagi pukulan lurus yang kuat dari Ceng Tian … “Bang” … membuat penyerang misterius terlempar kebelakang.
Ceng Tian bagai kesetanan memukul lawan nya dan tidak memberi kesempatan lawan nya bernafas.
“Cukup”, teriak penyerang misterius.
Penyerang Misterius dengan cepat menaik kan level nya … Tahapan Transformasi II, Tahapan Transformasi Jiwa III puncak.
Hentak kan ledak kan secara tiba tiba, membuat tubuh Ceng Tian terlempar cukup jauh.
“ Sial … hampir saja aku kalah di tangan bocah ingusan.” pikir penyerang misterius.
Jeda sesaat …. Keheningan yang mencekam jiwa.
Di bawah, satu orang anak buah Ceng Tian yang tersisa, memperhatikan semua nya dari tempat persembunyian nya.
“Ya Dewa … tolong berkati agar Ketua bisa menang.” doa anak buah Ceng Tian.
…..
Ceng Tian diam sesaat sambil menstabilkan aliran energi di dalam tubuh nya.
“Transformasi Jiwa Tingkat III (?) …. .”
“Seperti nya aku mengenal jurus yang di pakai orang itu … tapi di mana dan kapan aku pernah melihat nya ?” Ceng Tian berpikir dengan keras.
Kalau di lihat, kekalahan penyerang misterius di ronde I adalah karena :
1.Meremehkan lawan.
2.Sudah 300 tahun mengasingkan diri, sehingga ketajaman nya dalam bertempur menurun.
...----------------...
Setelah hening beberapa saat, dan setelah mengkalkulasi semua kemungkinan, hampir dalam saat yang bersamaan, kedua nya mengeluarkan senjata andalan nya masing masing.
Penyerang misterius mengeluarkan golok panjang nya (* bentuk nya seperti golok di film golok pembunuh naga/ hehehe biar pembaca bisa meng imajinasikan).
Golok tersebut berwarna hitam pekat dan mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat.
Ceng Tian sangat terkejut melihat golok tersebut .
“Zhou Zimo … .” ucap Ceng Tian .
(*Ceng Tian pernah menyaksikan pertarungan antara Zhou Zimo dengan Guru nya).
Hmm pantas aku mengenali gerakkan nya … pikir Ceng Tian.
Melihat Tongkat Naga Sejati, kebencian Zhou Zimo kepada Ceng Tian semakin meningkat, sosok Ceng Tian dalam pandangan nya ber ubah menjadi Sun Ciang.
“Akan ku hancurkan tongkat sial mu itu.”teriak Zhou Zimo dengan penuh amarah.
Zhou Zimo melancarkan serangan ke arah Ceng Tian.
“ Trang trang trang ….. bunyi ketiga senjata beradu.” (*Ceng Tian memakai dua tongkat).
Karena medan tenaga Zhou Zimo, gerakkan jurus Ceng Tian menjadi lambat.
Kali ini baju yang di kenakan Ceng Tian lebih compang camping,
Keringat dingin membasahi tubuh Ceng Tian, karena beberapa kali lolos dari serangan maut Zhou Zimo.
Pada suatu ketika tongkat di tangan kiri Ceng Tian terlepas dari tangan.
Serangan yang menyusul nya, hampir saja menebas tangan kiri Ceng Tian.
Dengan terlepas nya satu tongkat Ceng Tian, otomatis daya serang dan pertahanan menurun kurang lebih tiga puluh persen.
Trang trang trang ….. pertempuran seru tetap berlangsung di udara.
Semakin lama daya serang Ceng Tian menurun dan pada akhir nya Ceng Tian cuma bisa bertahan dengan bantuan Tongkat Naga Sejati nya.
“Iblis … Setan … Siluman , Sun Ciang … kali ini kau akan kubunuh.” teriak Zhou Zimo.
Zhou Zimo sudah seperti orang gila yang tidak bisa membedakan lagi antara Ceng Tian dengan Sun Ciang .
Sampai pada suatu ketika serangan dari atas Zhou Zimo di tahan oleh Tongkat Naga Sejati, Traaang …
Tongkat Naga Sejati terbelah dua, untung Ceng Tian sempat mundur, walau begitu bagian tubuh nya sempat terserempet golok.
(*apabila Ceng Tian terlambat mundur, tubuh nya sudah pasti akan terbelah dua).
Darah mengalir dari dahi Ceng Tian.
Ceng Tian kali ini berusaha melarikan diri dari Zhou Zimo.
“Hei Sun Ciang, jangan lari kau”. teriak Zhou Zimo.
Setelah ber jam jam dalam pengejaran.
“Senior salah orang, saya bukan Sun Ciang, coba senior perhatikan baik baik .”
“Tidak, kamu Sun Ciang, kamu memakai Tongkat Naga Sejati.”
“Senior yang saya pakai ini pedang, senior bisa lihat jurus yang saya pakai.” kata Ceng Tian.
“Hmm kamu tidak memegang Tongkat Naga Sejati, baik akan kulihat jurus mu.”
Kembali mereka bertempur, kali ini Ceng Tian memakai jurus Tarian Pedang Phoenix.
“Benar kamu bukan Sun Ciang, lantas di mana Sun Ciang ?”
“Senior …. Sun Ciang tadi ke arah Selatan.”
Tanpa menunggu lama, Zhou Zimo melesat ke arah selatan.
Ceng Tian buru buru menelan beberapa pil obat dan kemudian melesat ke arah lain.
“Berbahaya … untung saja Zhou Zimo mendadak gila … atau ada faktor lain.” pikir Ceng Tian.
Zhou Zimo yang terbang ke arah selatan, tiba tiba berhenti, terlihat seperti kebingungan.
“Apa yang terjadi dengan ku (?) mengapa aku mengejar Sun Ciang (?)…. Kenapa aku bisa kena di kibuli oleh Ceng Tian ?” pikir Zhou Zimo.
Dengan marah Zhou Zimo berbalik arah dan kembali mengejar Ceng Tian.
“Sial …. padahal hampir saja aku bisa menguasai raga Zhou Zimo.” pikir energi hitam yang berada di dalam golok hitam.
......................
Tak berapa lama setelah Zhou Zimo pergi, Ceng Tian mendapat kabar dari Ceng Gong bahwa ada serangan besar di Partai Naga Sejati.
Sebenar nya ada beberapa alat komunikasi di Partai Naga Sejati yang khusus untuk menghubungi Ceng Tian …. tapi serangan mendadak, membuat yang lain nya tidak sempat menggunakan nya.
Mendengar hal tersebut, Ceng Tian melesat ke arah Partai Naga Sejati.
Yang sial nya , arah ke Partai Naga Sejati berarti Ceng Tian akan kembali bertemu dengan Zhou Zhimo … Ceng Tian tidak berharap untuk bertemu kembali dengan Zhou Zimo ….
Ceng Tian boleh berharap …. Tapi takdir berkata lain.
Di tengah perjalanan, Ceng Tian kembali bertemu dengan Zhou Zimo.
“Hei Ceng Tian … kali ini ilmu sihir mu tidak akan bisa menipu ku lagi.”teriak Zhou Zimo.
Berbeda dengan pertempuran sebelum nya yang agak terkesan keras, kali ini terjadi pertempuran yang indah.
Ceng Tian bergerak dengan luwes dan indah nya.
Gerak kan pedang Ceng Tian sangat aneh dan asing di mata Zhou Zimo.
Ceng Tian kali ini memakai jurus “Tarian Pedang Phoenix.”
“Ceng Tian …. jangan menari dan menghindar seperti wanita.” Zhou Zimo memprovokasi.
Akan tetapi Ceng Tian tidak memperdulikan omongan Zhou Zimo.
Kali ini gantian baju Zhou Zimo yang compang camping dan ada beberapa bagian tubuh nya yang terluka karena terkena goresan pedang.
Karena sangat emosi nya beberapa kali Zhou Zimo membuat kesalahan langkah … zrasth … rambut Zhou Zimo terpapas oleh pedang.
“Senior Zhou …. anda lebih pantas berkepala gundul … hahaha 🤣.” ejek Ceng Tian.
“Ceng Tian … tertawalah sepuas mu… karena pada saat kau ku tangkap, walaupun engkau ingin mati… tetap tidak bisa mati.”
Kali ini Ceng Tian yang banyak meledek untuk memprovokasi Zhou Zimo sehingga membuat lebih banyak kesalahan.
Pada suatu ketika, dengan jurus Phoenix membentangkan sayap, pedang Ceng Tian menusuk ke dada Zhou Zimo, dan Zhou Zimo terlambat menangkis dengan golok nya.
Tubuh Zhou Zimo dari udara jatuh ke sungai di bawah nya.
Melihat lawan nya sudah kalah , setelah mencari dan menunggu, jasad Zhou Zimo tidak ketemu, akhir nya Ceng Tian kembali melesat ke Perguruan Naga Sejati.
“Ada yang aneh dengan pertempuran ku yang terakhir… 🤔… tapi yang paling penting adalah menyelamatkan Perguruan Naga Sejati.”pikir Ceng Tian.
Satu jam kemudian dari sungai tempat jatuh nya Zhou Zimo …. Zhou Zimo muncul dari dalam sungai.
“Hahaha…. akhir nya aku bisa terbebas dari golok dan memiliki tubuh kembali.”
Energi hitam yang berasal dari goloklah yang sekarang menguasai tubuh Zhou Zimo.
(*Ceng Tian bisa menusuk dada Zhou Zimo, karena golok Zhou Zimo lah yang menghentikan laju tangkisan golok).
Setelah diam beberapa saat, tubuh Zhou Zimo melesat ke arah yang berbeda, terbang ke arah negara lain.
...****************...
Bersambung…. Terima kasih pembaca /reader 🙏🏼
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments