15~Ceng Xu vs Toan Qi

Ceng Gong terpaku melihat ratusan mayat serigala, yang kemudian mayat tersebut secara perlahan berubah ke wujud asli nya sebagai manusia.

“Luar biasa, siapakah sosok berpedang yang tadi telah menolong ku ?”pikir Ceng Gong.

......................

Ketika Ceng Gong masih terpana , satu suara membangunkan lamunan nya.

“Ceng Gong …. Oh syukur lah nak, kau selamat.”kata Ceng Dao, sambil melangkah maju.

Ceng Gong malahan berjalan mundur, sambil menatap curiga ke arah Ceng Dao.

“Ada apa nak ?” tanya Ceng Dao dengan heran.

“Berhenti, kalau kau memang ayah ku, sebut kan tanda lahir Ceng Gong, tanggal ultah Ceng Gong dan kode rahasia keluarga kita.” kata Ceng Gong, sambil memegang satu satu nya bola peledak yang tersisa.

Mendengar pertanyaan Ceng Gong …. Ceng Dao sempat tertegun sesaat, kemudian tertawa lebar.

“Hahaha bagus Ceng Gong , kamu memang anak ayah yang sangat pandai, baiklah… tanda lahir kamu di punggung kiri, kamu lahir tanggal tiga dan kode keluarga kita adalah “Angsa Putih.”kata Ceng Dao sambil tersenyum.

“Ayah.”teriak Ceng Gong dengan bahagia.

Ayah dan anak ini untuk sesaat saling berpelukan.

Ceng Dao melepas pelukan nya.

Melihat kearah rombongan pendekar yang datang mendekat .

“Ayah, apa yang ayah lihat ?” tanya Ceng Gong (*suasana gelap/ sekitar jam tiga pagi)

“Serombongan bala bantuan dari kota Dazia, seperti nya kita akan selamat,”jawab Ceng Dao.

Tak lama kemudian setelah menemui rombongan bala bantuan dan terlibat pembicaraan singkat, diambil keputusan tiga orang membawa dan mengawal Ceng Gong ke desa terdekat, dan yang lain nya bersama sama naik ke atas gunung.

Selama perjalanan ke atas gunung, beberapa kali rombongan bala bantuan menemukan mayat mayat musuh yang berserakkan di mana mana.

“Saudara Ceng Dao, semua korban terkena tusukan pedang yang hanya menembus tubuh korban sedalam satu inchi, setiap korban hanya mendapatkan luka satu tusukan, ilmu pedang yang sangat luar biasa.”puji salah seorang dari sepasang pendekar .

“Kudengar di Partai Naga Sejati, selain Ilmu Tongkat, mereka juga memiliki Ilmu pedang Legendaris yang di beri nama Tarian Pedang Phoenix, apakah para korban terkena jurus Tarian Pedang Phoenix?”tanya pendekar itu lagi.

“Maafkan saya senior … saya juga tidak tahu apakah para korban terkena jurus Tarian Pedang Phoenix atau tidak nya, karena hanya Guru dan Paman Guru yang menguasai Tarian Pedang Phoenix.”jawab Ceng Dao.

Di lain tempat, orang yang sedang mereka bicarakan terlihat sedang minum arak bersama dengan satu orang lain.

Mereka berdua terlihat sangat akrab .

“Hahaha … saudara Toan Qi … Anggur yang sangat lezat.”

“Jangan sungkan saudara Ceng Xu … silahkan di tambah.”jawab Toan Qi.

“Baiklah, tentu aku tidak akan sungkan.”jawab Ceng Xu.

“Daging burung yang saudara Ceng Xu bawa, juga sangat lezat … apakah ini burung dari alam Dewa ?” tanya Toan Qi.

“Oh bukan dari alam Dewa, tapi dari dimensi lain, burung tersebut berasal dari planet yang bernama bumi, dan orang orang di sana menyebut nya sebagai kalkun.”jawab Ceng Xu.

“Apakah saudara Ceng Xu baru pulang dari bumi ?”tanya Toan Qi .

“Hmm tidak lah, masih dari planet di tata surya kita.”jawab Ceng Xu.

“Hahaha… mari kita bersulang untuk pertemuan kita.”kata Toan Qi.

Tak lama kemudian ke dua nya bersulang.

- - - -

Kemudian terjadi keheningan di antara mereka berdua.

Tanpa di sadari, pikiran mereka berdua terkenang akan persahabatan masa lalu, di mana mereka berdua saling menolong ketika menghadapi musuh, baik yang di hadapi adalah monster ataupun manusia.

“Saudara Toan Qi, mengapa kita tidak bisa seperti masa lalu yang di penuhi oleh keakrab an ?”tanya Ceng Xu.

“Hmm semua ini salahkanlah kepada jurus Tarian Pedang Phoenix yang terlalu sempurna… seperti nya sudah saat nya kita memulai pertarungan.”kata Toan Qi, sambil melesat terbang ke udara.

“Baiklah kalau itu mau mu.”jawab Ceng Xu, sambil ikut melesat terbang ke udara.

“Lihat pedang.”kata Toan Qi memulai pertarungan.

Dengan ganas nya pedang Toan Qi menyerang Ceng Xu.

Di sisi lain, Ceng Xu meliuk liuk menghindari serangan dengan gerakkan yang amat indah nya.

Mereka berdua bertempur berpindah pindah, dari satu tempat ke tempat lain nya.

“Trang trang Wush Syut syut .” terdengar dengan sangat nyaring.

Mereka berdua berada di Tahapan Ilmu Transformasi II , tahapan ilmu yang termasuk level sangat tinggi untuk dunia tengah.

Pertempuran mereka berdua yang dahsyat, membuat seluruh orang orang yang bertempur menghentikan pertempuran nya.

Mereka semua malahan menonton pertempuran Ceng Xu dengan Toan Qi.

Tak terasa sudah pukul lima pagi.

......................

“Ceng Dao, apakah kau mengenali orang yang bertarung itu ?” tanya salah satu dari sepasang pendekar.

“Maaf senior … junior tidak tahu.”jawab Ceng Dao.

......................

Melihat semua musuh yang mengepung nya berhenti menyerang, Tetua Yuchen buru buru menenggak pil obat dan berusaha memulihkan diri nya.

......................

Walaupun serangan Toan Qi terlihat ganas dan mendominasi, tapi pada kenyataan nya, Toan Qi lah yang lebih menderita kerugian.

Hal itu terlihat setelah ke dua nya terpisah beberapa meter, baju yang dikenakan Toan Qi compang camping dan beberapa goresan luka akibat pedang terlihat di tubuh nya.

Sedangkan walau baju Ceng Xu juga robek robek, tapi sama sekali tidak ada goresan luka.

“Hahaha Ceng Xu, rasakan jurus baru ,dengan nama “Pedang Hembusan angin” .”seru Toan Qi.

Kali ini gerakkan Toan Qi tidak secepat sebelum nya, dan gerakkan nya menjadi lebih lembut.

Pertarungan mereka berdua adalah pertarungan yang mematikan, dan juga sangat indah.

“Sungguh jurus jurus pedang yang sangat indah dan mematikan dan unik nya mereka berdua bak sepasang penari, gerakkan mereka sangat serasi.” kata wanita dari sepasang pendekar.

Pedang Hembusan Angin di ciptakan oleh Toan Qi untuk mengalahkan Tarian Pedang Phoenix.

Seperti angin yang arah nya berubah ubah, begitu juga dengan serangan pedang Toan Qi.

Sreet … Breet… tubuh Ceng Xu mulai banyak terluka.

“Ceng Xu … ini jurus terakhir dari Pedang Hembusan Angin …. dengan nama “Angin sepoi sepoi melenakan perasaan.”

Setelah Toan Qi mengeluarkan jurus terakhir nya …, sebagian besar penonton yang menyaksikan pertarungan mereka tiba tiba merasa sangat nyaman seperti terkena hembusan angin yang membuat mata mereka mengantuk.

Tak lama kemudian banyak dari mereka yang tertidur.

Tetua Yuchen, Tetua Fu, Nenek Tongkat Cakar Elang dan Topeng emas yang tadi nya juga berada di udara, mereka semua jatuh ke darat dan buru buru menyalurkan energi masing masing.

Semua yang ilmu nya di bawah Tahapan Formasi pada jatuh tertidur.

Hanya tersisa Tetua Fu, Tetua Yuchen , Sepasang Pendekar, Topeng Emas dan Nenek Tongkat Cakar Elang yang masih bertahan.

Kondisi Ceng Xu sudah sangat mengkhawatirkan, sebagian rambut nya sudah terpotong oleh pedang, dan hampir saja perut nya tertusuk pedang.

Gerakkan Ceng Xu agak melambat karena di liputi oleh perasaan mengantuk.

Cress … kali ini kuping nya Ceng Xu yang tergores oleh pedang.

“Toan Qi … jurus yang sangat bagus.”puji Ceng Xu.

“Aku juga telah menciptakan jurus baru sebagai tambahan untuk jurus Tarian Pedang Phoenix, yang ku beri nama “Hati Berduka Dunia Merana.” kata Ceng Xu.

Hati Berduka Dunia Merana di ciptakan oleh Ceng Xu setelah istri tercinta nya meninggal dunia.

Tiba tiba saja seluruh tempat di selimuti oleh perasaan duka yang mendalam.

Seluruh orang orang yang tertidur pun menangis…

Tetua Yuchen dan yang lain nya yang tadi nya masih bertahan tidak tidur, karena menahan dengan energi mereka, kali ini karena mendapat tambahan tekanan ilmu dari Ceng Xu, membuat jebol pertahanan mereka, sehingga mereka pun tertidur dan juga menangis.

Mata Toan Qi sudah basah oleh air mata, sehingga pandangan nya pun agak terganggu oleh air mata, serta perasaan nya yang sangat berduka sehingga gerakkan nya pun mulai ada yang salah.

“Ceng Xu … huhuhu … ilmu yang hebat.”kata Toan Qi sambil menangis.

Sebuah pertarungan yang unik dan aneh, dimana yang satu menangis sambil bertarung, sedangkan lawan nya bertarung dengan perasaan ngantuk.

Sampai pada suatu ketika Toan Qi menusuk ke dada, Ceng Xu menahan laju nya pedang dengan tinju kiri nya, yang mengakibatkan tangan kiri Ceng Xu hancur, tapi pada saat yang hampir bersamaan, pedang Ceng Xu sudah menembus dada Toan Qi.

Ceng Xu mengorbankan tangan kiri nya untuk menahan pedang Toan Qi.

“Ceng Xu … kau sungguh luar biasa.”

“Itu hanya keberuntungan.”jawab Ceng Xu.

“Tidak… bukan keberuntungan tapi kenekattan.”kata Toan Qi.

“Aku berharap kau mau mengabulkan permohonan terakhir ku.”kata Toan Qi.

“Baik … asalkan tidak bertentangan dengan keadilan.” jawab Ceng Xu.

“Kuberikan jurus pedang hembusan angin untuk mu, tolong ajarkan kepada orang orang, agar ilmu yang kuciptakan tidak musnah.”kata Toan Qi.

Tak lama kemudian dari dahi Toan Qi muncul bola cahaya kecil yang kemudian masuk ke dahi Ceng Xu.

Toan Qi gugur dengan mulut tersenyum.

...****************...

Bersambung . Terima kasih yang sudah membaca 🙏🏼😃.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!