Setelah jeda sesaat, Ceng Tian mulai memasuki portal tersebut, seketika pandangan di depan Ceng Tian adalah sebuah lorong yang sangat panjang dan cukup lebar, semakin Ceng Tian melangkah maju, sedikit demi sedikit tekanan nya bertambah kuat, dan ketika sudah berjalan sejauh satu kilometer, kaki sudah sangat susah untuk melangkah, darah mulai mengalir dari lubang telinga dan hidung Ceng Tian, pada akhir nya Ceng Tian memutuskan untuk kembali, dan ketika berjalan kembali, tekanan mengendur perlahan lahan.
Sesudah keluar dari portal, Ceng Tian mengeluarkan batu jade untuk menghubungi Guru nya, setelah terhubung, Ceng Tian menceritakan seluruh informasi yang baru saja di dapat, termasuk juga pertempuran nya dengan si bungkuk. Baru saja Ceng Tian memasukkan alat batu jade ke kantong penyimpanan nya, tiba tiba saja sudah ada tangan yang menepuk bahu nya. Ceng Tian sangat terkejut, terlebih lagi ketika berbalik sambil di sertai mundur sekitar enam sampai dengan tujuh langkah, yang di lihat adalah Guru nya Ceng Tian bersama dengan seorang anak muda yang terlihat berumur enam belas tahunan.
“Guru, bagaimana bisa Guru dalam sekejab sudah sampai di sini,apakah Guru sudah mencapai tahap Absolut, dan siapa anak muda yang bersama dengan Guru ?” tanya Ceng Tian dengan di liputi oleh kebingungan.
“Hahahaha, Guru mu memang telah mencapai Tahap Absolut, tapi untuk sekejab sampai di sini, itu bukan karena ilmu Guru, melainkan ilmu dari Paman Guru nya Guru mu ini”.
“Paman Guru dari Guru, berarti Kakek Guru, lantas di mana Kakek Guru sekarang ?”tanya Ceng Tian.
“Wadow Ceng Tian, Ceng Tian, kamu masih saja bodoh seperti dulu, Kakek Guru mu berada di sebelah ku.”kata Guru nya Ceng Tian.
Ceng Tian sangat tercengang dan mulut nya terbuka dengan lebar, mata nya tak henti henti nya menatap anak muda yang berada di sebelah Guru nya, seorang anak muda yang terlihat sangat biasa saja, tidak terlihat tingkat kultivasi nya dan tidak terdapat tekanan seperti layak nya orang yang telah berkultivasi di tahapan tinggi, pokok nya terlihat sangat lemah.
“Sudah melihat Kakek Guru mu, tidak juga memberi hormat ?”,sambil melambaikan tangan nya Kakek Guru secara perlahan dari atas ke bawah, mendadak Ceng Tian merasakan tekanan yang amat sangat kuat, walaupun mencoba bertahan tapi apa daya, kaki nya tetap berlutut. “
“Ampun Kakek Guru, Ceng Tian memberi hormat.”
Tidak berapa lama, tekanan menghilang.
“Portal ini menuju ke planet Aori, planet pararel, kalian masih beruntung ada nya portal ini, yang membuat baik dari planet Aori maupun dari planet Zurkux tidak mudah melintas, hanya yang mencapai Tahapan Transformasi tingkat 3 yang mampu melewati lorong portal ini, kalaupun ada yang di bawah Transformasi tingkat 3 mampu melewati nya, seperti nya memakai metode tertentu, yang saya pun belum tahu.” Kakek Guru menerangkan.
“Di dunia atas ( *dunia setelah seorang kultivator naik ke langit ), tidak ada lorong pemisah, jadi para kultivator baik dari planet Aori maupun dari planet Zurkux akan sama sama bertemu di dunia atas.”Kakek Guru memberi keterangan.
“Kami yang berasal dari dunia atas, semua terikat peraturan untuk tidak memakai kekuatan untuk bertarung, apabila ada perselisihan ataupun pertempuran antara planet Aori maupun Zurkux.”
“Hmm, Sun Ciang, sebelum besok kamu naik ke dunia atas, lekas segel portal ini, dan beritahu kepada Ceng Tian, apa yang sudah saya katakan.” kata Kakek Guru.
“Baik Paman Guru.”kata Sun Ciang. Tak lama kemudian Paman Guru nya Sun Ciang pun menghilang.
“Ceng Tian, kamu seperti orang bingung, jangan heran terhadap Kakek guru mu, Beliau menguasai ilmu Ruang dan waktu, sehingga tidak sulit bagi Beliau untuk memprediksi masa depan dan mencari alternatif dari suatu masalah, hanya saja setiap kali Beliau melihat masa depan dan mencari alternatif masa depan, umur Beliau akan terkurangi, oleh karena itu, Beliau amat sangat jarang memprediksi masa depan dengan ilmu nya.”Sun Ciang memberikan keterangan.
Kembali ke Ceng Hua dan Wang Cao, mereka sudah sampai di lantai lima, dan para undangan di sana adalah mereka mereka yang telah mencapai Tahapan Inti, ada beberapa rekan rekan Ceng Hua dan ada juga Tetua dari partai partai kecil.
Di lantai lima, para undangan yang hadir sangat sopan, tidak seperti di lantai satu sampai dengan empat.
“Ceng Hua, kami turut sedih dengan apa yang kamu alami”, sesorang mengirim pesan telepati.
Ceng Hua menerima beberapa pesan telepati yang menyatakan simpati, akan tetapi Ceng Hua tetap membisu.
Tiba tiba ada satu Tetua yang memotong jalan mereka.
“Ceng Hua, entah kenapa kamu menikah dengan Wang Cao , dan kamu Wang Cao, setelah menikah dengan Ceng Hua, berhenti bermain dengan banyak wanita.”
“Terima kasih Tetua Dong Xue atas perhatian nya terhadap Ceng Hua.”balas Ceng Hua dengan tersenyum.
Tangan Wang Bei terkepal dengan erat dan wajah nya memerah karena marah, akan tetapi mendengar jawaban Ceng Hua yang menghormati Tetua Dong Xue dan juga melihat senyuman Ceng Hua, amarah Wang Cao mereda.
Naik ke lantai enam, sebagian besar undangan adalah orang orang yang telah mencapai tingkat kultivasi Jiwa Baru, terdapat beberapa orang yang menjadi mentor Ceng Hua dan selebihnya adalah Tetua dari Partai papan atas.
Naik ke lantai ke tujuh, di sana sudah menanti Ceng Tian dan Wang Bei (* Kakek nya Wang Cao).
Ada Delapan meja yang di atur seperti setengah lingkaran, tamu undangan adalah kalangan super elit dunia kultivasi yang telah mencapai Tahapan Formasi Jiwa dan Raja negara ini. Meja Ceng Tian dan Wang Lun berada di depan dan di tengah tengah lantai berdiri seorang Pendeta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments