Sun Ciang menyusuri geladak (*lantai) ke arah buritan ( bagian belakang kapal).
“Pemimpin… Pemimpin “, ucapan para awak kapal yang melihat Sun Ciang.
Sun Ciang menggangguk , dan berkata , “Panggil para ahli formasi untuk menemui kU di buritan kapal.”
“Baik Pemimpin.”
Beberapa orang berjalan dengan cepat , menuju ke ruangan ahli formasi.
Tak lama kemudian ke delapan ahli formasi sudah berjalan menemui Sun Ciang.
“ Hormat kepada Pemimpin.” Seru ke delapan ahli formasi tersebut.
“ Apakah Kalian melihat tiga kapal yang mengikuti kapal kita?” tanya Sun Ciang, sambil menunjuk ke arah belakang.
Ke delapan orang tersebut mengikuti arah yang di tunjuk oleh Sun Ciang, kemudian mereka saling berpandangan satu sama lain.
“Bagaimana ?” tanya Sun Ciang.
“Maaf pemimpin, kami tidak melihat dengan jelas.”kata salah satu dari ahli formasi tersebut.
“Tentu nya kalian tidak melihat sama sekali, berani nya kalian berbohong di depan ku .” kata Sun Ciang dengan keren nya dan dengan suara nya yang mendominasi.
Wajah ke delapan ahli formasi tersebut menjadi pucat karena takut.
“Maafkan kami , Pemimpin, kami berjanji untuk tidak berbohong lagi.”
“Untuk kali ini kalian ku maafkan, tapi lain kali …. Hehehe …. Kalian akan tahu sendiri.” kata Sun Ciang.
“Te te rima kasih Pemimpin.” sahut mereka dengan terbata bata.
“Baik lah, lantas apakah kalian bisa menjebak tiga kapal di belakang kita?” tanya Sun Ciang.
“Apabila batu formasi kami masih utuh, tentu bisa, hanya saja sekarang sudah hancur di tangan Pemimpin.” jawab ahli formasi tersebut.
“Lantas apakah kalian tidak bisa membuat nya kembali ?” tanya Sun Ciang.
Kembali ke delapan ahli formasi itu saling berpandangan satu sama lain.
“Terus terang, batu formasi yang Pimpinan hancurkan adalah buatan dari mendiang Guru kami, kami sebenar nya sedang mencoba membuat batu formasi yang kedua, tapi terhambat oleh kurang nya bahan bahan, karena Pimpinan Bajak Laut menjanjikan akan memberikan salah satu bahan yang kami butuhkan, maka kami harus bekerja di Benteng Karang Hitam selama sepuluh tahun.”
“Beri tahu, bahan apa saja yang kalian butuhkan, dan berapa lama proses pembuatan nya ?” kata Sun Ciang.
Salah satu dari delapan ahli formasi menyerahkan secarik kertas.
“Pemimpin, kalau semua bahan sudah ada, mudah mudahan kami bisa menyelesaikan dalam waktu dua belas jam.”
“Hmm, ini semua bahan yang kalian butuhkan.” kata Sun Ciang dengan tersenyum.
“Pemimpin, bagaimana bisa anda memiliki semua yang kami butuhkan?” seru seorang ahli formasi dengan heran dan takjub.
“Itu rahasia.” sekarang kalian harus secepat nya menyelesaikan tugas.” kata Sun Ciang.
“Baik Pemimpin, kami mohon undur diri.”
Sun Ciang kali ini melangkahkan kaki nya ke arah anjungan kapal.
Setelah Sun Ciang dan Nahkoda kapal berdiskusi, akhir nya di ketahui kapal yang mengejar akan bisa menyusul mereka, kira kira sembilan jam kemudian.
“Masih ada jeda waktu tiga jam sebelum batu formasi selesai.” pikir Sun Ciang.
Di dalam kapal perang Kerajaan, seorang priaparuh baya dengan pakaian indah sedang terlibat diskusi dengan beberapa orang bawahan nya.
Pria paruh baya yang berpakaian indah tersebut adalah Gubernur Jiaye .
(*Provinsi Jiaye adalah satu satu nya Provinsi yang berbatasan dengan laut).
“Aneh kenapa mereka menyeberangi Samudera, apakah ada wilayah lain di seberang Samudera ?” tanya sang Gubernur.
“Entah lah Paduka, selama ini belum ada catatan apapun baik di negara kita, maupun negara tetangga, mengenai wilayah di seberang Samudera.” jawab seorang pria yang tangan nya memegang toya dan ber kepala gundul.
“Paduka, setelah kita tangkap mereka semua, kita bisa menemukan jawaban nya, siapa tahu di seberang Samudera terdapat wilayah yang kaya akan sumber daya alam nya.” kata seorang pria yang berpakaian prajurit.
“Hmm dengan sumber daya alam yang melimpah, aku akan bisa lebih memperkuat militer dan pada saat yang tepat bisa menggeser Putra Mahkota .” kata Gubernur Jiaye.
“Pandangan Paduka sungguh bijaksana.”kami semua akan bekerja keras untuk mewujudkan cita cita Paduka.”kata seorang wanita yang memakai penutup kepala.
“Hahaha, kalian semua adalah bawahan kU yang setia ….. setelah Aku naik Tahta, kalian semua akan kU beri jabatan tinggi.”kata Gubernur Jiaye.
“Yingyue, mengapa saudara seperguruan mu tidak ikut serta ke tempat kita berdiskusi ?” tanya Gubernur kepada wanita yang memakai penutup kepala.
“Sudi memaafkan saudara seperguruan Yingyue, Paduka, saudara seperguruan kU sedang sibuk memantau Kapal buronan, jadi tidak bisa di ganggu.”
“Kalau saja pada saat awal pengepungan di Karang Hitam, kita semua mendengar kata kata Wangshu (*saudara seperguruan nya Yingyue), mungkin sekarang kita sudah menangkap para buronan.” kata Gubernur .
Tiba tiba terdengar bunyi ketuk an pintu.
Tok tok tok
“Paduka .,., Ini Wangshu.”
“Ya, masuk.” kata Sang Gubernur.
“ Maaf mengganggu, tak di sangka perahu buronan mendadak melesat dengan cepat, kalau terlambat, kapal buronan bisa lepas dari genggaman kita.”
“Aneh … mustahil … bagaimana mereka menyadari bahwa kita mengikuti mereka ? padahal di kapal buronan, tahapan tertinggi nya di Tahapan Formasi Jiwa tingkat 2 …. sebanyak tiga orang.” kata Wangshu.
“ Ada kemungkinan mereka memakai benda pusaka untuk menambah kecepatan kapal nya.”kata Mochou (*pria berkepala gundul & memegang toya.
“Apapun kemungkinan nya, yang pasti kapal kita juga harus menambah kecepatan.”kata Laksamana Haoran ( *orang yang memakai baju prajurit).
“Paduka, kami undur diri.” kata Laksamana Haoran.
Singkat cerita, agar ketiga kapal bisa melaju dgn cepat, mereka bertiga (*yang tadi ikut perjamuan dengan Gubernur), membagi diri ( satu pindah ke kapal no 2 dan yang satu pindah ke kapal no 3).
Tapi ternyata kapal buronan kembali menambah kecepatan.
Sehingga baik Yingyue maupun Mochou pindah kembali ke kapal Gubernur dan melesat meninggalkan ke dua kapal yang lain.
Di kapal Sun Ciang cs, terlihat Sun Ciang, Hantu Laut dan Tengkorak Hitam, duduk bersemedi, dan energi murni mereka lah yang membuat kapal mereka bisa bergerak dengan cepat nya.
“Aneh, kenapa kita mendadak menjadi lebih segar dan tiap kali mendayung, sekarang terasa lebih ringan.”pikir para pendayung .
Di ruangan lain, delapan ahli formasi sedang membuat batu formasi.
Sedangkan di ruangan lain, Ceng Tian , Ceng Xu dan Ceng Dao pada berlatih gerak kan “Tarian Pedang Phoenix” dengan memakai pedang pedang kayu yang di berikan oleh Sun Ciang.
Di ruangan sebelah mereka, Teng Nio sedang ber doa tak putus putus nya ke para Dewa.
Kembali ke kapal Gubernur, terlihat Haoran, Yingyue, Mochou, dan Wangshu sedang duduk semedhi sambil menyalurkan tenaga murni mereka, wajah wajah mereka terlihat sangat lelah.
Yang amat lemah adalah Wangshu karena selain memberikan tenaga, juga melakukan pelacakan.
Dua belas jam telah berlalu.
“Aneh, kenapa kapal buronan melambat, kembali ke kecepatan biasa, apakah pusaka yang mereka pakai, telah habis energi nya ?” kata Wang Shu.
“Seperti nya begitu, lebih baik kita tetap pada kecepatan sekarang, agar lebih cepat menangkap para buronan.”kata Laksamana Haoran.
Satu jam kemudian jarak kapal Sun Ciang cs dengan kapal Gubernur makin dekat.
Waktu berlalu ….. di belakang kapal Sun Ciang samar samar sudah terlihat sorotan lampu dari Kapal Gubernur (*malam hari).
Ketika jarak tinggal seribu meter, tiba tiba kapal Gubernur bergoyang goyang , dan kemudian berputar putar.
Terlihat ada delapan bendera, dan pusat di tengah nya adalah kapal Gubernur yang berputar putar di tempat seperti gasing.
(*Bahan bahan pembuatan batu formasi yang di berikan oleh Sun Ciang, adalah bahan bahan kelas satu, maka efek batu formasi itu menjadi tiga kali lebih kuat dari pada batu formasi yang sebelum nya di hancurkan oleh Sun Ciang).
Kapal Sun Ciang cs sedikit berputar, ketika lambung kapal sudah menghadap ke kapal musuh, ketapel ketapel raksasa mulai beraksi dengan menghujani kapal Gubernur dengan batu batu.
Di kapal Gubernur, semua awak kapal pada panik, dan terdengar teriak kan di mana mana.
Laksamana Haoran, Yingyue, Wangshu dan Mochou keluar ke geladak kapal, serta melindungi kapal dari serangan batu batu.
Mochou melesat terbang ke udara, memukul satu bendera, ada sedikit retakan di tongkat bendera, ketika hendak memukul yang ke dua kali, toya nya Mochou tertahan oleh tongkat dari Tengkorak hitam.
Tidak jauh dari Mochou, terlihat Hantu Laut sedang mengawasi situasi.
Tiba tiba dari dalam laut, keluar tentakel tentakel raksasa yang membelit kapal.
“Eh tak kusangka ternyata batu formasi juga bisa membuat tentakel tentakel raksasa … luar biasa … luar biasa.”puji Sun Ciang, sambil kepala nya manggut manggut.
Dengan senyum kecut, salah satu ahli formasi berkata :” Pimpinan … tentakel tentakel itu bukan berasal dari batu formasi kami.”
Dengan wajah kaget, Sun Ciang menengok ke arah ahli formasi dan kembali memandang tentakel tentakel raksasa tersebut.
“Semua nya mundur, putar kapal, tinggalkan tempat ini secepat nya.” teriak Sun Ciang.
Hantu Laut dan Tengkorak Hitam segera terbang kembali ke arah kapal Sun Ciang.
Mochou membiarkan lawan nya pergi, karena fokus hendak menghancurkan semua bendera.
Yuenying memukul salah satu tentakel dengan cambuk nya yang mengandung listrik, terkena cambuk, tentakel tersebut mengalihkan serangan nya ke Yuenying, masih untung Yuenying sempat melompat, dan tentakel tersebut menhantam ketapel raksasa, yang akibat nya adalah hancur nya ketapel raksasa tersebut.
Tak lama kemudian muncul sebuah kepala gurita raksasa.
Semua orang yang melihat gurita raksasa itu pada ketakutan, termasuk Sun Ciang.
Gurita raksasa tersebut kemudian dengan tentakel nya yang kuat mematahkan kapal Gubernur menjadi dua (*dengan mudah nya seperti orang mematahkan coklat).
Hanya tersisa lima orang yang selamat dari kapal Gubernur, termasuk Gubernur itu sendiri, yang ternyata semua nya sudah di Tahapan Formasi Jiwa ke tiga.
“Cepat lari ke arah kapal buron.”teriak Gubernur.
Ke lima nya melesat dengan cepat ke arah Kapal Sun Ciang.
Baru terbang beberapa meter, Wangshu, Haoran, Mochou sudah terkena pukulan dari tentakel yang membuat mereka tercebur ke laut.
Yuenying dan Gubernur masih sempat menghindar dari serangan tentakel gurita.
“Mau lari ? ..,, tidak semudah itu .”ternyata gurita itu bisa bicara.
Tiba tiba saja gurita itu sudah berada di depan Gubernur dan Yuenying.
“Senior ampun jangan makan kami ?” kata Yuenying.
“Aku tidak pernah memakan manusia, tapi kali ini kalian telah membuat meditasi ku gagal, gara gara kehebohan yang kalian buat.”
“Ampun Senior, semua kehebohan yang terjadi karena ulah orang yang posisi nya berada di belakang senior sekarang.”
Berbalik, gurita tersebut mulai terbang ke arah Sun Ciang cs.
“Paduka, apa langkah kita selanjutnya?” tanya Yuenying.
“Lebih baik kita tunggu, lihat bagaimana perkembangan nya.” sahut Gubernur.
Sementara itu Gurita makin mendekati kapal Sun Ciang cs.
“Kalian tetap di kapal ini, aku akan menghadapi gurita itu.”kata Sun Ciang.
“Tapi pimpinan, kalau pimpinan mati, kami juga akan ikut mati karena perjanjian kontrak jiwa.”kata Hantu Laut.
“Apa kamu pikir aku dengan mudah mati, begitu ?” maki Sun Ciang.
“Maafkan saya, pimpinan.” kata Hantu Laut.
“Hai Gurita, akan kuhadapi kau dengan “Tarian Pedang Phoenix.” kata Sun Ciang.
“Mata gurita itu membesar sebentar.”
Sun Ciang menusuk kan pedang nya dengan jurus Phoenix menukik.
Tusukan pedang tertahan oleh tentakel Raksasa, hanya dua inci menembus tentakel.
Dua tentakel raksasa lain nya sudah meluncur dari kiri dan kanan, Sun Ciang melompat dengan jurus Phoenix terbang.
Pertarungan Sun Ciang sangat mempesona semua yang melihat nya.
“Hantu Laut, apakah ini pertarungan? …. kenapa malah seperti orang yang menari .” tanya tengkorak hitam.
“Entahlah Tengkorak hitam… yang pasti kalau kita yang menghadapi serangan gurita raksasa itu, seperti nya hanya dalam tujuh sampai dengan sepuluh gerak kan, kita sudah mati …. Ini sudah tiga puluh gerak kan.”
Yuenying, Wangshao, Haoran, Gubernur dan Mochou juga ternganga melihat pertarungan di depan mata mereka.
“Aneh, seharus nya yang kita kejar, paling tinggi ilmu nya sampai dengan Tahapan Transformasi Jiwa tingkat dua, ini kenapa ada yang seperti nya mencapai Tahapan Transformasi?” kata Wangshao.
“Seperti nya orang itu menyembunyikan ilmu nya …. dan kita sudah masuk ke dalam jebak kan nya.” jawab Yuenying sambil mengkretakkan gigi nya.
Di tempat pertempuran , Sun Ciang dengan indah nya berkelit dari beberapa serangan tentakel tentakel dan pedang nya telah menggores beberapa tentakel tentakel.
“Sudah cukupkah pamer ilmu “Tarian Pedang Phoenix” mu …. Eh Sun Ciang.” kata gurita itu melalui telepati (*pembicaraan tanpa suara).
Gurita raksasa tersebut tiba tiba secara hampir bersamaan menggerakkan seluruh tentakel tentakel nya, Sun Ciang mampu berkelit tiga kali, dan pada saat yang ke empat kali nya mencoba berkelit… gagal, tubuh Sun Ciang melayang ke arah muka gurita raksasa.
Gurita raksasa tersebut membuka mulut nya, tubuh Sun Ciang tanpa ampun terhisap ke dalam.
Terdengar teriakkan kaget dari arah kapal Sun Ciang cs .
“Wadow mati aku sekarang.” kata Hantu Laut.
“Ya Dewa, saya belum mau mati.” kata Tengkorak hitam.
Beberapa ahli formasi juga mendadak lemas dan jatuh terduduk, bahkan ada salah satu yang jatuh pingsan.
Tapi setelah beberapa detik mereka sadar ternyata mereka belum mati, yang berarti Sun Ciang masih hidup.
“Terima kasih Dewa, saya masih hidup.” teriak tengkorak hitam dengan kegirangan.
“Siap siap, kalau Gurita raksasa itu sudah pergi , kita akan menyerang kapal buron.” kata Gubernur.
Di dalam mulut gurita raksasa …. Sun Ciang berhadapan dengan seorang yang seperti gadis remaja.
“Xin yi …. Hahaha ternyata benar kau adalah Xin Yi .”
Untuk sesaat gadis yang di panggil sebagai Xin Yi oleh Sun Ciang … tersenyum.
Senyum yang cuma sesaat yang kemudian di ganti dengan wajah dingin.
“Ilmu pedang yang kau mainkan tidak pantas disebut sebagai “Tarian Pedang Phoenix” …. akan kuperlihatkan “Tarian Pedang Phoenix “ yang sesungguh nya.
“Pertarungan Xin Yi dan Sun Ciang berlangsung dengan sangat indah nya, seperti dua burung Phoenix yang menari.
“Dan ini jurus Phoenix mengibaskan ekor nya “. kata Xin Yi dengan memukul bagian pantat Sun Ciang dengan bagian badan pedang.
Singkat cerita …. Sun Ciang yang gagah perkasa … kali ini di hantam jatuh bangun oleh Xin Yi.
Di tubuh Sun Ciang, terdapat seratus delapan belas goresan luka oleh pedang.
“Terima kasih Xin Yi atas petunjuk nya.” kata Sun Ciang dengan tulus.
“Hahaha itu bukan apa apa, ayah mu banyak berjasa kepada kU.”kata Xin Yi dengan lembut.
“Bagaimana kamu tahu bahwa aku adalah Xin Yi ?”
“Ketika kamu mendekati kapal, aku melihat luka di kepala gurita mu … ciri luka yang khas …. yang membuat ku langsung tahu.”jawab Sun Ciang.
“Hahaha… aku malahan tidak mengenali mu, Sun Ciang, kalau saja kau tidak bilang tentang “Tarian Pedang Phoenix”… karena wajah dan penampilan mu sudah berubah ,,,, kamu yang imut dan cengeng sudah menjadi orang yang sedikit gagah.”goda Xin Yi.
(* Xin Yi adalah se ekor gurita kecil yang hampir mati ketika di jadikan mainan oleh anak anak remaja… di lempar lempar …di tendang tendang dan di injak)
(*Xin Yi di rawat oleh ayah nya Sun Ciang, dan akhir nya Xin Yi menjadi murid dari ayah nya Sun Ciang)
(*Xin Yi dua kali bertemu dengan Sun Ciang, yang pertama di pertempuran ke dua antara Ayahnya Sun Ciang dengan Ibu nya Sun Ciang dan yang kedua kali nya juga di pertempuran terakhir antara Ayah dan Ibu nya Sun Ciang.)
“Xin Yi, bagaimana kalau kau menjadi gurita kecil dan nempel di pundak kanan kU .”goda Sun Ciang.
“Weeek …. gak mau …. kamu bukan guru kU …. Ayah mu lah satu satu nya Guru ku untuk selama nya.”kata Xin Yi sambil menjulurkan lidah nya.
“Omong omong , bagaimana kamu bisa cepat mencapai Tahapan Ilmu Transformasi Jiwa ke dua ?”kata Sun Ciang penasaran.
“Oh itu berkat peta yang di berikan oleh Guru kepada ku….. sebelum Guru meninggal dalam pertempuran.” Xin Yi mengalirkan air mata.
“Oh ya Sun Ciang, siapa orang orang yang kau jebak di laut itu, seperti nya mereka menaruh dendam pada mu ?”
Sun Ciang menceritakan semua kisah Keluarga Ceng.
“Apakah kamu membutuhkan bantuan ku untuk membunuh mereka ?”
“Oh tidak perlu, biarkan mereka pergi.”kata Sun Ciang.
“Baiklah, saat nya kita berpisah”. mulut Gurita raksasa terbuka …. dan Sun Ciang keluar dari mulut Gurita.
Sang Gubernur sangat kaget melihat Sun Ciang keluar dari mulut Gurita Raksasa dengan selamat.
Gurita Raksasa mendekati Gubernur cs.
“Senior… apakah ada yang salah (?) mereka yang memasang jebak kan .”kata Sang Gubernur.
“Oh tidak ada yang salah, mereka semua temanku, dan sekarang aku akan membawa anda semua pulang.”kata Xin Yi.
Semua tertunduk lesu mendengar jawaban Xin Yi …. Tak lama kemudian mereka merasa ada energy yang membawa mereka semua terbang pulang ke arah Provinsi Jiaye.
Belum sampai di Provinsi Jiaye, Xin Yi sudah membunuh mereka semua di Samudera.
Di kapal Sun Ciang.
“Guru apa yang terjadi di dalam mulut Gurita, kenapa Guru jadi banyak mendapat luka?” tanya Ceng Xu.
Sun Ciang terdiam sesaat.
“Seperti nya Guru di dalam mulut Gurita telah melakukan pertempuran sengit yang membuat Gurita itu menderita sehingga Gurita itu membiarkan Guru keluar dari mulut nya.” kata Ceng Tian.
“Hahaha Ceng Tian, kamu benar sekali, kamu murid Guru yang pintar.”
Setelah sampai di Benua seberang Lautan, Sun Ciang memasukkan Teng Nio ke Perguruan yang anggota nya wanita semua.
Perguruan yang berada di atas gunung.
Ceng Dao …. Tinggal di kaki bukit perguruan tersebut…. setelah sebelum nya Sun Ciang memberikan Ceng Dao bekal pil untuk kultivasi dan sebuah pedang.
Ceng Xu dan Ceng Tian ikut bersama dengan Sun Ciang ke suatu tempat yang berjarak tiga ratus km dari tempat nya Perguruan Teng Nio.
Bersambung …. 🙏🏼. Terima kasih ya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments