2C~Pesta Pernikahan Berdarah

Ceng Tian menancapkan Tongkat Naga Sejati nya ke retakan tanah, energy berwarna ungu masuk ke dalam tanah.

Sekitar 500 m jauh nya dari tempat Ceng Tian, tanah mendadak seperti meledak, tubuh si bungkuk terlempar keluar dari dalam tanah, di ikuti oleh seekor Naga Ungu , tubuh si bungkuk mendarat di tanah, sedangkan Naga Ungu tersebut melayang ke atas, kemudian menghilang.

Si bungkuk muntah darah, tetapi warna darah nya bukan merah, melainkan hitam. Buru buru si bungkuk, merogoh kantong nya dan menelan sebuah pil.

Di angkasa tubuh Ceng Tian sudah ada di dekat si bungkuk.

“Siapa kau, diantara kita tidak pernah ada dendam.”tanya si bungkuk.

Dengan keren nya Ceng Tian menjawab : “Ketika kau sudah berada di Neraka, ingat lah, namaku adalah Ceng Tian”.

Ceng Tian memutar Tongkat Naga Sejati nya dan berteriak “Naga Ungu bunuh Iblis pemakan jiwa.”

Tapi kali ini Naga Ungu tidak keluar dan Ceng Tian mengulangi nya satu kali lagi, hasilnya tetap sama.

Si bungkuk yang tadi nya bermuka pias dan berkeringat dingin karena ketakutan, melihat dan mendengar hal tersebut, tertawa terpingkal pingkal.

“Hahaha Ceng Tian, Iblis pun kali ini melindungi ku, wkwkwk, kamu lebih lucu dari badut manapun.”

Si bungkuk tiba tiba melesat ke angkasa dan mengerahkan tinju nya ke dada Ceng Tian, Ceng Tian melintangkan tongkatnya , sehingga tinju bertemu dengan tongkat.

Hasil tumbukkan tersebut, memaksa si bungkuk kembali mendarat di tanah, dengan tangan yang tergetar.

“Asem, sejuta binatang, tongkatnya mampu membuat kepalan tangan ku sakit, sejuta binatang, ilmu pukulan hypersonic ku masih bisa di tangkis.”pikir si bungkuk.

Ceng Tian langsung menuju ke arah si bungkuk dan menghajar nya tanpa ampun.

Bang

Bang

Bang

Terdengar bunyi yang memekakkan telinga.

Kalau orang biasa, mereka tidak akan mampu melihat dua sosok tersebut, karena baik Ceng Tian maupun si bungkuk bergerak dengan sangat cepat. Hanya terlihat seperti tornado 🌪 yang melibas sekeliling nya, pohon pohon bertumbangan, batu besar pada hancur.

Tongkat versus Tinju 🤛. Dalam pertempuran ini, Ceng Tian berada di atas angin, karena sebelum tinju mencapai tubuhnya, tongkat Ceng Tian sudah mendarat di tubuh lawan nya. Ceng Tian mampu menjaga irama dan pertempuran. Walau begitu, angin pukulan tinju lawan tetap mampu membuat baju Ceng Tian robek robek, walaupun tidak mengenai tubuh Ceng Tian.

Di pihak lain, kedua belah tangan si bungkuk sudah memar memar, dan kepala nya mulai benjol benjol, juga memar di sebagian tubuh nya.

Gerakkan Ceng Tian lebih cepat sedikit daripada lawan nya, tapi tubuh lawan nya sangat kebal (* hasil melatih tehnik rahasia Tubuh Iblis Abadi ).

Dalam hati nya, sebenar nya Ceng Tian takjub dengan lawan nya, karena lawan lawan Ceng Tian terdahulu, apabila kena kepala nya, hancur kepalanya, paling sedikit akan KO / pingsan.

Si bungkuk dibuat dalam posisi bertahan, tiba tiba saja tanpa memperdulikan pertahanan nya dan bertepatan ketika Ceng Tian maju ke depan, si bungkuk menyeruduk (*ilmu hypersonic).

Hasilnya Ceng Tian mental ke belakang, puluhan pohon pohon besar bertumbangan terkena hempasan badan Ceng Tian, sampai akhirnya terhenti di satu pohon yang sangat besar, sebagian besar Ceng Tian melesak masuk ke dalam pohon tersebut.

Sebenarnya hal tersebut adalah peluang emas bagi si bungkuk untuk menghabisi Ceng Tian, akan tetapi karena rasa takut terhadap Ceng Tian dan juga luka yang di derita nya, sampai ilmu nya menurun ke Tahapan Formasi Jiwa Tingkat Tiga.

Rasa takut dan kehilangan kepercayaan diri, membuat si bungkuk memilih untuk kabur daripada melanjutkan pertempuran.

Di dalam kayu besar, untuk sesaat Ceng Tian memulihkan dirinya, dari dada hasil serudukan si bungkuk keluar asap hitam.

Dalam hitungan 10 detik Ceng Tian telah menstabilkan sirkulasi energy di dalam tubuh nya. Ceng Tian keluar dari pohon besar, dan di pohon besar tersebut terdapat cetakkan tubuh Ceng Tian.

Kemudian Ceng Tian melesat ke angkasa, dan melihat titik hitam, dan Ceng Tian mengejar titik hitam tersebut.

Pengejaran berlangsung selama dua hari dua malam, kadang ke utara, kadang ke barat, kembali ke utara, kemudian ke timur.

Sampai akhir nya si bungkuk mendarat di pantai, kemudian masuk ke dalam sebuah bukit yang berada di dekat pantai.

Tak lama kemudian Ceng Tian ikut mendarat dan berjalan ke arah bukit, dengan mengikuti jejak energy lawan, Ceng Tian sampai di mana Si Bungkuk menghilang.

Di depan Ceng Tan ada bukit yang di tutupi oleh sulur sulur pepohonan.

Ceng Tian menyibakkan sulur sulur tersebut, dan ternyata di depan nya ada sebuah goa. Ceng Tian melangkahkan kakinya mengikuti jejak enerji lawan, kali ini Ceng Tian sangat hati hati dan tidak terburu buru, sampai akhir nya di depan nya terdapat tiga jalan .

Ceng Tian memilih yang kanan, jalan tersebut menuju ke bawah, dan kemudian ada pertigaan, kali ini Ceng Tian memilih ke kiri.

Setelah berjalan selama satu jam, Ceng Tian menemui akhir jalan, di sudut akhir jalan terlihat ada lingkaran energi, sebagian besar berwarna hitam, di luar bagian hitam ada warna biru yang bercahaya.

“Tak ku sangka ada pintu /portal menuju ke dunia lain di tempat ini”.

Dengan semangat tinggi, Ceng Tian memasuki portal tersebut.

(* Terima kasih kepada pembaca, mohon maaf , masih di lanjut ke bab 2D).

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!