Pernikahan Ceng Hua dan Wang Cao di pimpin oleh seorang Pendeta, di mana Pandita tersebut memakai jubah kebesaran nya yang berwarna hijau, dan Dewa yang mereka sembah adalah Dewa Gale, yang dianggap sebagai Dewa pencipta Alam Semesta. Pandita tersebut memegang sebuah tongkat, di mana pada ujung atas tongkat adalah bola yang melambangkan planet, dan di sekeliling bola tersebut terdapat sembilan bintang yang melingkari nya.
“Kedua mempelai , beri hormat pada pasangan nya masing masing”, seru Pandita tersebut. Maka baik Ceng Hua maupun Wang Cao dalam posisi berdiri, mereka membungkukkan badan nya untuk memberikan penghormatan. Kemudian Pendeta tersebut memberikan ceramah mengenai pernikahan selama kurang lebih tiga puluh menit.
“Sekarang kedua mempelai beri hormat kepada orang tua masing masing, di mulai dari memberi hormat ke orang tua atau wali dari pihak wanita baru baru kemudian memberi hormat ke orang tua atau wali dari pihak pria. “Ceng Hua dan Wang Cao memberi hormat kepada Ceng Tian (*posisi Ceng Tian duduk di belakang meja), Ceng Tian mengangguk ketika mereka berdua membungkuk untuk memberikan penghormatan. Ceng Hua dan Wang Cao kemudian berjalan ke kanan ke depan meja Wang BEI. Ketika Ceng Hua membungkuk, dari dahi Ceng Hua melesat sebuah mutiara dalam kecepatan sangat tinggi, masuk kedalam dahi Wang Bei. “Arghhh arghh arghh “, Wang Bei berteriak kesakitan.
Semua terpana melihat kejadian tersebut, termasuk Ceng Hua , sedangkan Ceng Tian walau juga terkejut, tetap berusaha untuk tenang. (* mutiara tersebut adalah pemberian dari Kakek Guru nya Ceng Tian, dan Ceng Tian harus memberikan nya kepada Ceng Hua ).
Suara teriakkan kesakitan Wang Bei, yang tadi suara nya berat, menjadi meninggi, menjadi suara wanita, wujud Wang Bei berubah menjadi wanita, sedangkan Pandita pernikahan pun berubah wujud menjadi sosok bungkuk yang badan nya di penuhi oleh bentol bentol.
Flashback/mundur ke belakang. Setelah Guru nya Ceng Tian menutup pintu portal dengan formasi, Guru nya Ceng Tian memberitahu bahwa kakak nya Ceng Tian yang bernama Ceng Xu, akan kembali dari dimensi lain, bersama dengan seorang anak balita yang bernama Ceng Hua.
Mutiara yang di titipkan oleh Kakek Guru nya Ceng Tian, di serahkan ke pada Ceng Tian.
Kembali ke Pesta Pernikahan.
Tubuh Wang Bei berubah menjadi wanita yang sangat cantik jelita, bahkan kalau di umpamakan , Wanita tersebut bagaikan cahaya matahari dan Ceng Hua hanya bagaikan cahaya rembulan.
“Apa apa yang terjadi, siapa kamu dan kemana Kakek ku ?” Wang Cao bertanya dengan bingung. “Aku adalah Kakekmu dan Kakekmu adalah aku, hahahaha.”
“Wang Cao mundur, wanita ini telah membunuh Kakek mu.”
Para tetua yang berada di sekitar Ceng Tian pun mulai bersiaga. “Apa hubungan mu dengan si bungkuk pemakan jiwa ?”
“Dong Ming adalah kakak seperguruan ku, dan namaku adalah Ang Nio, bagaimana kalau kita melanjutkan Pesta Pernikahan ini, Aku dan kamu ( Ceng Tian) yang menjadi pengantin nya”, kata Ang Nio dengan suara genit nya.
Ang Nio memang sosok yang sempurna, bukan hanya memiliki bentuk tubuh sempurna, tapi juga memiliki aura pemikat yang mematikan.
Para Tetua adalah manusia manusia yang telah banyak melihat keindahan dan sebagai seorang kultivasi di jalan lurus, mereka sangat kuat dalam mengendalikan hawa nafsu, tapi ketika melihat Ang Nio, mereka sangat kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. “
“Mimpi kau, aku tidak sudi menikah dengan mu, hari ini juga kalian berdua tidak akan lolos dari tempat ini”.
“Ceng Tian masa kau tidak ingat dengan saat saat mesra kita berdua…. Hahaha.”
“Kau memang wanita beracun, ilusi mu membuat ku gagal menembus Tahapan Transformasi Jiwa.”
Ya sudah kalau kau tidak mau jadi Pengantin, ketika kau sudah mati, tubuh mu masih bisa kupakai, hahaha.”
“Kau, wanita sesat”, seru Ceng Tian, sambil meloncat ke arah wanita tersebut.
Telapak tangan Ceng Tian bertemu dengan telapak tangan Ang Nio, yang hasil nya adalah Ceng Tian terlempar ke udara.
Ceng Tian mengeluarkan Tongkat Naga Sejati nya, dan kali ini juga mengeluarkan satu tongkat lain nya yang berukuran lebih pendek.
“Ang Nio, apakah pesta sudah bisa kita mulai”, kata Dong Ming . “Hahaha, kakak ku tersayang sudah tidak sabar, baiklah kalau begitu, mari kita mulai”, kata Ang Nio sambil menjentikkan jari nya.
Dan mendadak dari lantai satu sampai lantai tujuh, semua di liputi oleh kabut hitam pekat. Ketika Ceng Tian bergegas terbang kembali ke arah lantai tujuh, sebelum sampai, sudah disambut oleh dua dagger 🗡/pisau yang berwarna merah. Trang trang terdengar suara nyaring ketika tongkat Ceng Tian bertemu dengan dagger 🗡 tersebut. Dan dagger yang terpukul mental tersebut, sudah kembali berada di tangan Ang Nio.
Di angkasa, sudah berhadap hadapan antara Ceng Tian versus Ang Nio dan Dong Ming. “Daripada ke bawah, mari kita bertempur di angkasa, sambil mendengarkan symphony yang indah yang berasal dari bawah, bukankah begitu Ceng Tian.”
“Ang Nio, kamu memang sakit jiwa, tidak kah ada rasa belas kasihan di hati mu ?”
“Rasa kasihan (?) mereka yang lemah, hanyalah sekumpulan semut, yang kuat lah yang bisa melakukan apapun juga”, kata Ang Nio .
Sementara itu di bawah, kabut gelap pekat membuat sebagian besar pendekar sangat kesulitan dalam menghadapi serangan para bayangan hitam, yang bisa bertahan hanya para pendekar di lantai lima sampai tujuh.
Beberapa Ketua Partai di lantai tujuh telah tewas, karena ketika mereka hendak menghimpun kekuatan ilmu mereka, kekuatan mereka hanya bisa mencapai Tahapan Inti, di karenakan pengaruh racun yang di masukkan dalam anggur minuman mereka.
Beberapa pendekar dari lantai enam berhasil naik ke lantai tujuh, untuk melindungi Ketua Partai mereka. Beberapa Ketua Partai selamat itu juga karena Ceng Hua bergerak dengan cepat untuk melindungi para Ketua Partai . Sedangkan Wang Cao dengan ketakutan nya bersembunyi di bawah meja.
Sebenar nya bayangan hitam di lantai tujuh tidak sekuat di lantai enam, karena mereka ingin menangkap Ceng Hua dan Ketua di lantai tujuh telah mereka racuni, juga dengan menyamar menjadi Wang Bei, ingin memakai pengikut Wang Bei untuk menghabisi Ceng Tian cs.
Ceng Hua bernafas lega ketika senior nya yaitu Mei Hwa dan Deng Xing sekarang sudah bertempur bersama sama di lantai tujuh. Baik Mei Hwa maupun Deng Xing telah mencapai Tahapan Jiwa Baru tingkat pertama. Beberapa kali mereka telah menghancurkan bayangan hitam, tapi tidak lama kemudian bayangan hitam tersebut muncul kembali.
Di angkasa, keadaan Ceng Tian cukup mengkhawatirkan, baju nya sudah compang camping, dan ada beberapa goresan darah di tubuh nya.
Ang Nio dan Dong Ming berkoordinasi dengan sangat baik, Dong Ming menahan laju gerakkan tongkat, ketika tongkat sudah tertahan, Ang Nio masuk menembus pertahanan Ceng Tian dengan menusukkan 🗡 merah nya, dan serangan Ang Nio sangat lah cepat.
“Ang Nio, berhenti bermain main, lekas habisi Ceng Tian.”
“Kakak tersayang, kenapa siy mau buru buru, biasa nya paling suka mempermainkan mangsa, apakah kakak cemburu, hihihik.” “Cemburu (?) hahaha , kakak mu ini ingin menikmati Ceng Hua, jadi lekas kita selesaikan permainan ini.”
“Kalian dua manusia sesat, akan aku habisi .”
“Menghabisi kami (?) wkwkwk, Ceng Tian Ceng Tian, mimpi di siang bolong”, ejek Dong Ming.
Ceng Tian melakukan teleport, dan sudah berada beberapa meter di bawah mereka, dan dari tongkat nya muncul Naga Ungu.
“Main naga naga an (?) hahaha, aku juga punya”, ejek Ang Nio, sambil menyilangkan dua belah pisau/daggers merah nya, dan muncul Naga Merah.
Naga Ungu dan Naga Merah saling bertabrakkan, sangat di sayangkan Naga Ungu tersebut pecah berantak kan, seperti pecahan pecahan kaca, dan Naga Merah tersebut terus melaju menumbruk tubuh Ceng Tian.
Ceng Tian terhempas ke bawah ke lantai tujuh. Ceng Tian dengan gemetar bangkit dan buru buru memakan sebuah pil.
Ang Nio dan Dong Ming tertawa terbahak bahak, bergembira di atas penderitaan orang lain. “Kakak, apakah kita akan habisi Ceng Tian sekarang (?).” “Tunggu sebentar, aku masih ingin melihat Ceng Tian menderita”.
“Ayah , Guru “, teriak Ceng Hua, Mei Hwa dan Deng Xin. Mereka bergerak mendekati Ceng Tian. Tiba tiba saja Mei Hwa yang berada di belakang Ceng Tian, memukulkan tongkat nya ke arah kepala Ceng Tian , yang mengakibatkan Ceng Tian kembali terjerebab/jatuh. Deng Xin menyerang Mei Hwa, sedangkan Ceng Hua berlari ke arah Ceng Tian. Darah membasahi kepala Ceng Tian. “Ayah ayah “, teriak Ceng Hua dengan khawatir “. “Oww sungguh drama 🎭 yang mengharukan, yang membuat ku turut sedih “, ejek Dong Ming. Di angkasa, kedua manusia sesat tersebut merasa sangat bahagia.
Air mata mengalir membasahi wajah Ceng Hua.
“Ceng Hua berhenti menangis, kakak Dong Min ikut sedih, sebentar lagi kakak Dong Min akan menghibur Ceng Hua, wkwkwk.”
“Ceng Hua, ayah tidak apa apa, lindungi ayah”. Tiba tiba Ceng Tian bangkit berdiri dan menancapkan Tongkat Naga Sejati ke lantai, serta merapalkan mantra, dan tidak lama kemudian lantai tujuh bercahaya, di ikuti oleh lantai enam, lantai lima, lantai empat, lantai tiga, lantai dua dan terakhir di lantai satu. Semua bayangan hitam menjerit kesakitan dan hancur.
Mei Hwa yang melihat hal ini sangat terkejut, sehingga pukulan tongkat Deng Xin mengenai tubuh nya dan membuat nya knockout/KO/pingsan.
Ang Nio dan Dong Min yang sedang di mabuk kemenangan, terlambat menyadari hal ini. Rambut Ceng Tian dari hitam menjadi putih dan kulit nya mulai berkerut. “Ayah , apa yang terjadi (?) .”
“Ayah membutuhkan bantuan tambahan energy untuk mengaktifkan tujuh lantai ini”kata Ceng Tian.
“Saudara Ceng Tian biar kami membantu”,beberapa pendekar bergerak ke arah Ceng Tian dan mulai mengalirkan energy nya ke Ceng Tian.
Ceng Hua kali ini sangat waspada dan mengawasi setiap pendekar yang mendekat.
Di angkasa, Ang Nio dan Dong Ming kaget melihat perkembangan yang di luar dugaan mereka.
Tawa mereka terhenti seketika.
“Eh apa yang terjadi “, kata Dong Ming.
“Entahlah, ada yang aneh dengan tujuh lantai itu”,sahut Ang Nio.
Tujuh lantai tersebut sebenar nya adalah tempat latihan dan tempat test yang di gunakan Partai Naga Sejati.
“Adik , apa langkah kita selanjut nya ?” kata Dong Ming.
“Lebih baik kita amati dulu”,sahut Ang Nio.
Tiba tiba saja dari lantai tujuh muncul patung Naga, dan kepala Naga tersebut mendongak ke atas, tidak lama kemudian, mulut Naga tersebut terbuka, dan muncul lah satu anak panah yang berwarna emas meluncur ke arah Ang Nio dan Dong Ming.
Ang Nio melintangkan 2 pisau merah besar nya, seketika juga muncul Naga Merah.
Terjadi tubrukkan antara Naga Merah dan panah emas, kali ini Naga Merah tersebut yang hancur, dan panah tersebut tetap melaju, menuju dua bilah pisau besar, dan pisau tersebut juga hancur, Ang Nio masih sempat menghindar, tapi panah tersebut masih mengenai bahu Ang Nio, sehingga tangan kiri Ang Nio putus.
Panah tersebut berputar dan kembali menuju ke Ang Nio, tiba tiba saja Ang Nio menghilang ke tempat lain/teleportasi.
Dan sekarang panah tersebut mengarah ke Dong Ming yang kabur duluan setelah melihat Naga Merah hancur. Panah tersebut mengejar kemanapun Dong Ming pergi, suatu ketika Dong Ming merubah arah, menuju ke tempat Ang Nio bersembunyi.
“Adik mari kita hadapi panah ini “.
“Iya kakak ku sayang”, sahut Ang Nio sambil melemparkan peledak ke arah Dong Ming. Dong Ming tidak sempat menghindar, terkena ledakkan yang mendorong nya ke belakang, dan seketika tubuh nya tertembus panah tersebut dan mati seketika itu juga.
Sebenar nya Dong Ming ingin menumbalkan Ang Nio, tapi Ang Nio juga tidak bodoh. Tubuh Ang Nio sudah lenyap lagi, panah tersebut diam untuk sementara waktu, setelah tidak menemukan sasaran nya, panah tersebut menghilang.
“Sangat di sayangkan, aku tidak dapat menghabisi Ang Nio, seperti nya bencana besar tidak dapat di hindari” pikir Ceng Tian.
Para pendekar memulihkan diri nya. Tiba tiba Wang Cao mendekati Ceng Tian …. “Ehmm Paman, bisakah aku hendak membatalkan pernikahan. “Oh ya (?) kenapa (?) “Karena sekarang bukan waktu yang tepat, Kakek ku sudah meninggal, saya mohon untuk pamit pulang”, kata Wang Cao. “Baiklah kalau itu mau mu”, balas Ceng Tian.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Ladyrose 🍯
halo kak thorr , aku mau minta setiap percakapan punya baris sendiri dongg, serius aku nikmatin baca story nyaa , bagus. cuma baris percakapan yang nyambung agak bikin aku sedikit bingung 🙏
2023-12-21
1