Malam yang se harus nya sunyi dan sepi, tapi kali ini terdengar suara yang memekakkan telinga, hal ini di karenakan Ceng Tian terbang dengan kecepatan yang tinggi, layak nya pesawat hypersonic.
Boom 💥 boom 💥 suara udara yang meledak … ledak kan sonic.
Beberapa penduduk yang mendonggakkan kepala nya memandang ke langit … terlihat hanya seperti komet yang sedang melintas.
Dalam pikiran Ceng Tian, ia ingin secepat nya kembali ke Partai Naga Sejati.
“Saudara , anda terbang terlalu rendah dan terlalu cepat, sehingga menimbulkan kehebohan.”
Ceng Tian tersentak dan tersadar atas ulah nya yang ceroboh , setelah mendengar suara telepati yang di terima nya.
“Maafkan saya saudara, saya sedang terburu buru .” jawab Ceng Tian.
Dan tak lama kemudian Ceng Tian telah terbang lebih tinggi dan melaju dengan sangat cepat nya.
Dari kejauhan orang yang mengirim telepati ke Ceng Tian tersenyum.
“Ayah, kenapa Ayah terlalu sabar dengan orang arogan itu ? …. kalau Ling sekuat Ayah …. sudah kujitak kepala orang itu dengan palu milik Ling …. .”
“Wadow Ling … kamu semakin besar … semakin mirip mendiang Ibu mu …. Hahaha .”
......................
Kembali ke Partai Naga Sejati.
Di udara, Tetua Yuchen sedang menghadapi pengeroyokan dua orang.
Ilmu mereka bertiga seimbang yaitu Tahapan Formasi Jiwa II.
“Tetua Yuchen … lebih baik anda menyerah, jadi kita bisa minum arak bersama sama lagi.”
“Tetua Fu … tak kusangka kau berkhianat, mencoba membokongku, untung nya aku waspada … mengapa engkau berkhianat ?” tanya Tetua Yuchen.
“Hahaha … Tetua Yuchen …. Mereka bisa membantu aku menjadi Pimpinan Partai Naga Sejati, tawaran yang tentu saja tidak akan ku lewat kan.” jawab Tetua Fu.
“Kurang ajar … apakah anda tidak takut dengan Pemimpin Ceng Tian ?” tanya Tetua Yuchen.
“Ceng Tian … hahaha …. Ceng Tian sudah jadi mayat sekarang.” ejek orang yang memakai topeng emas.
“Dusta …. .”teriak Tetua Yuchen.
“Mau percaya atau tidak, ya terserah …. Ceng Tian hanya di Tahapan Formasi Tingkat III, sedangkan lawan nya di Tahapan Transformasi III.”jawab orang ber topeng emas.
“Hmm seperti nya mereka hendak menjatuhkan mental dengan bercerita dusta, lebih baik tetap tenang dan fokus dalam pertempuran.”pikir Tetua Yuchen.
Tetua Yuchen adalah seorang Ahlikimia dan pengobatan.
Berkat persediaan pil pil penyembuh nya, sampai sekarang Tetua Yuchen masih sanggup bertahan dari gempuran lawan nya.
Di lain sisi, lawan Tetua Yuchen, yaitu Tetua Fu dan orang bertopeng emas tidak memiliki keinginan untuk membunuh Tetua Yuchen, terutama orang bertopeng emas, yang ingin memanfaatkan pengetahuan kimia dan pengobatan dari Tetua Yuchen.
Beberapa kilometer dari lokasi pertempuran Tetua Yuchen, terlihat Ceng Hua dan Ceng Dao yang sedang bertempur mati matian, di dekat mereka sudah berserak kan mayat mayat. (*setelah serigala mati, berubah wujud kembali ke wujud asal sebagai manusia).
Serigala serigala tersebut bertubuh sangat kuat, walaupun sama sama di Tahapan Inti III, Ceng Dao tidak bisa membunuh nya jika pukulan di arahkan ke badan serigala, barulah setelah di hajar bagian kepala atau pun di tusuk di bagian mata oleh tongkat, maka tewaslah serigala tersebut.
Ceng Dao dapat membunuh beberapa serigala, tentu karena banyak dapat pertolongan dari Ceng Hua.
Menyadari kerjasama yang apik antara Ceng Hua dan Ceng Dao , satu pengeroyok Ceng Hua, yaitu orang yang badan nya penuh bulu segera meloncat mundur, kemudian melolong dengan keras , kemudian melarikan diri.
Dengan berkurang nya lawan, apalagi orang berbulu tersebut adalah lawan terkuat, otomatis membuat Ceng Hua dan Ceng Dao leluasa membunuh beberapa serigala serigala.
Ketika tinggal tersisa tiga serigala, Ceng Hua mendadak loncat ke udara.
Dari udara kembali meluncur ke bawah dan secepat kilat membunuh ke tiga serigala tersisa.
“Lari ke dalam rumah…. ratusan serigala sedang menuju ke arah kita.”kata Ceng Hua.
(*Ceng Hua dan Ceng Dao ingin memanfaatkan jalan rahasia yang ada di dalam rumah).
Hanya beberapa meter dari rumah … Tiba tiba satu bola api besar menghancurkan rumah
Kaboom 💥
Dari sumber serangan terlihat satu naga raksasa.
“Han Kiam, dengan serangan ini, maka seluruh hutang ku sudah lunas.” kata Naga Raksasa itu, yang kemudian terbang ke arah selatan.
Han Kiam adalah nama dari orang yang tubuh nya di penuhi oleh bulu.
Memanfaatkan perhatian semua orang ke arah pembicaraan Naga ….. Ceng Hua dan Ceng Dao melesat kabur ke arah lain.
Untuk sesaat Han Kiam merasa agak rugi, karena untuk permintaan terakhir nya hanya meminta Naga tersebut menghancurkan sebuah rumah dari kayu.
Ketika tersadar, di lihat nya Ceng Tian dan Ceng Hua sudah tidak ada dan para anak buah nya pada diam terpaku semua nya.
“Hei kalian dungu … cepat kejar dan tangkap Ceng Hua”.teriak Han Kiam dengan emosi.
……
Setelah tiga jam pengejaran, akhir nya Han Kiam cs berhasil menutup langkah lari Ceng Hua dan Ceng Dao.
Ceng Hua dan Ceng Dao sudah dikelilingi oleh ratusan serigala.
“Jahaha jahaha Ceng Hua sayang ku, hendak lari kemana kau ?” ledek Han Kiam.
Han Kiam terus meledek ke arah mereka berdua.
Ceng Dao memberi isyarat kepada Ceng Hua, dan tiba tiba mereka berlari ke belakang …. kemudian melompat ke dalam sumur.
Han Kiam dan beberapa serigala ikut melompat ke dalam sumur.
Dua jam kemudian hanya Han Kiam yang kembali keluar dari sumur, wajah nya terlihat pucat ketakutan.
“Kalian susuri setiap aliran sungai di gunung ini ,tangkap Ceng Hua dan bunuh suami nya.”kata Han Kiam.
“Bos bagaimana dengan saudara kita yang tadi mengikuti Boss ke dalam sumur ?”
…., Jeda beberapa saat
……
“Mereka semua mati …. mati oleh belut.”kata Han Kiam dengan suara bergetar ketakutan.
“Belut …. Sumur …. belut … sumur .”Han Kiam bergumam sambil mengingat ingat.
Tiba tiba Han Kiam teringat sesuatu, dan memandang ke beberapa orang/serigala dengan curiga.
“Kalian yang lain, kenapa tidak ikut ke dalam sumur ?”tanya Han Kiam.
“Boss, kami semua tidak bisa berenang.”
“Hmm mungkin aku yang berpikir berlebihan.”pikir Han Kiam.
Sedikit ke belakang, sebenar nya pada saat penerangan informasi mengenai situasi Partai Naga Sejati, yang di terangkan oleh Han Zimo, pernah di singgung mengenai “Lantai Tujuh Jamur”, dan “Sumur Belut Keramat.”
Tapi pada saat yang bersamaan bukan nya mendengarkan penjelasan dari Zhou Zimo, malahan Han Kiam berfantasi aneh aneh mengenai Ceng Hua.
Ketika teringat akan penjelasan Zhou Zimo, Han Kiam merasa curiga dengan yang lain nya.
……
Sebenar nya ke curigaan Han Kiam bukanlah tanpa alasan.
Han Kiam sangat di istimewakan oleh Pimpinan Partai Serigala, serta sikap nya yang arogan membuat banyak yang ingin menjatuhkan nya.
Ketika Han Kiam meloncat ke dalam sumur, sebenar nya ada lebih dari sepuluh orang yang hendak menyusul, tapi mereka mendapat peringatan dan penjelasan lewat telepati.
……..
……..
Di suatu tempat yang agak jauh di angkasa … seseorang sedang tertawa terbahak bahak.
“Hahahaha Han Kiam … Han Kiam , baru kali ini kulihat kamu ketakutan…. untung kamu cuma meminta untuk menghancurkan rumah.”
(*orang tersebut adalah Naga yang menghancurkan rumah keluarga Ceng Dao, setelah berbicara sebentar dengan Han Kiam, Naga tersebut cepat pergi karena insting nya merasakan bahaya).
…..
…..
Partai Naga Sejati memiliki beberapa cabang di beberapa kota.
Ceng Tian lewat giok komunikasi nya menghubungi beberapa partai cabang yang posisi nya berdekatan dengan Pusat Partai Naga Sejati (*yang lagi di serang).
Partai cabang tersebut mengirimkan bala bantuan.
Se rombongan regu bala bantuan dengan mengendarai kuda melewati gerbang kota, meninggalkan kota Bvia, sekitar dua jam setelah meninggalkan, terlihat rombongan pendekar tersebut melewati jembatan yang panjang.
Jembatan tersebut menghubungkan dua buah bukit.
Ketika sudah melewati setengah jembatan, tiba tiba jembatan tersebut runtuh.
Duar Duar Duar.
Kepanikan melanda seluruh rombongan, sebagian besar jatuh ke bawah, hanya yang berada di Tahapan Jiwa Baru yang bisa terbang.
Mereka yang ilmu nya di Tahapan Jiwa Baru berusaha menyelamatkan adik adik seperguruan nya yang masih di Tahapan Inti.
Di kedua belah tangan mereka terpegang adik adik seperguruan.
Walaupun begitu, sebagian besar adik adik seperguruan tidak terselamatkan.
Baru saja mereka bernafas sedikit lega, tiba tiba saja sudah muncul ribuan pedang yang menuju ke arah mereka.
Dalam hitungan detik , ribuan pedang tersebut telah mengenai seluruh anggota Partai Naga Sejati tersebut.
Di tempat lain , rombongan bala bantuan dari kota Rzis di sergap di dalam hutan.
Pertempuran terjadi di malam hari, dan pihak penyergap sangat mahir dalam memanfaatkan kegelapan malam serta tahu seluk beluk hutan.
Hanya satu rombongan bala bantuan dari kota Dazia yang selamat dari penyergapan.
Itu karena mereka beruntung mendapat pertolongan dari sepasang suami istri yang tingkatan ilmu nya di Tahapan Formasi II.
Suami Istri tersebut kemudian bergabung bersama rombongan bala bantuan menuju ke markas utama Partai Naga Sejati.
......................
Kita tengok sejenak Ceng Tian 😃🙏🏼.
Ceng Tian merasa galau karena walaupun sudah sekuat tenaga terbang, perjalanan nya masih setengah jalan.
Setelah menenangkan diri, otomatis radius deteksi nya menjadi lebih luas dan lebih tajam.
“Hmm kenapa orang ini mengikuti ku terus.”pikir Ceng Tian.
“Saudara pendekar, mengapa anda terus mengikuti ku, bukankah saya sudah terbang tinggi, apakah anda mau minta ganti rugi atas kerusakan yang telah saya timbulkan ?” tanya Ceng Tian.
“ Wah … salut … daya deteksi anda cukup tajam… bukan ganti rugi … tapi salahkan diri mu sendiri.”jawab orang itu.
“Apa maksud anda … salah saya (?) jangan membuat masalah.” jawab Ceng Tian dengan kesal.
“Hahaha… tidak …. tidak masalah…. eh tapi masalah juga siy…. maksud ku salahkan diri mu yang terlalu terkenal …. sehingga ketika kusebut nama mu …. anak gadis ku malah ingin ber kenalan dengan mu.” jawab orang itu dengan agak berbelit belit.
“Sebenar nya ada masalah apa , mungkin kami bisa bantu.”orang tersebut kembali bicara.
Setelah berpikir sesaat, akhir nya Ceng Tian menceritakan mengenai penyerang an ke Partai Naga Sejati yang di dalangi oleh Zhou Zimo.
“Apa … anda bisa menusuk mati Zhou Zimo …. luar biasa …. luar biasa.”puji orang tersebut dengan tulus.
“Pedang saya memang menusuk Zhou Zimo … tapi apakah Zhou Zimo mati atau tidak nya, hal itu saya kurang tahu.”Ceng Tian menjelaskan.
...****************...
Bersambung …. Terima kasih pembaca 🙏🏼.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments