Di sebuah ruangan kamar yang luas, terlihat empat orang yang sedang duduk ber sila, mereka adalah Ceng Dao, Ceng Xu, dan Ceng Tian, serta di hadapan mereka adalah Sun Ciang.
“Guru akan membuka dantian kalian, sehingga kalian bisa ber kultivasi ilmu, kalau ada rasa panas atau perasaan tidak enak di dalam tubuh kalian, yang harus kalian lakukan adalah tetap tenang dan jangan melawan, serta lakukan tehnik yang tadi telah Guru ajarkan.”
“Baik Guru.” jawab mereka bertiga.
Tersungging senyuman di bibir Sun Ciang, tak lama kemudian Sun Ciang membuka ke lima jari tangan kanan nya, terlihat tiga bola yang seperti bola api di telapak tangan Sun Ciang.
Tiga buah bola tersebut secara bersamaan masuk ke dalam perut Ceng Tian, Ceng Xu dan Ceng Dao.
Pada mulanya terlihat muka ke tiga orang tersebut yang agak kesakitan, karena bola tersebut terasa panas di dalam tubuh.
“Ingat apa yang Guru ajarkan.” kata Sun Ciang.
Cepat cepat Ceng Dao, Ceng Xu dan Ceng Tian menerapkan apa yang sudah di ajarkan oleh Sun Ciang.
Untuk sesaat Sun Ciang memperhatikan ke tiga murid nya, terutama Ceng Tian, hal ini bukan karena pilih kasih, tapi di karenakan Ceng Tian lah yang ter muda (*umur 6 tahun).
Setelah melihat ke tiga murid nya tidak dalam kondisi bahaya, Sun Ciang mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan nya.
Pedang yang sekarang berada di genggaman
Sun Ciang adalah pedang yang sebelum nya di miliki oleh Pimpinan Bajak Laut di Karang Hitam.
Pedang yang sebenar nya mampu memotong tangan Sun Ciang pada saat pertarungan mereka, untung nya pada saat itu sebenar nya Sun Ciang memakai sarung tangan pusaka yang transparant/tembus pandang.
Pedang yang mampu merobek sarung tangan pusaka milik Sun Ciang.
Sun Ciang menghela napas sedih, mengingat sarung tangan pusaka itu adalah pemberian mendiang Ibu nya.
Untuk sementara, sarung tangan pusaka di taruh di cincin penyimpanan, di suatu sudut ruangan, di dalam kotak khusus yang ber isi cairan ajaib rahasia.
Dengan sarung tangan pusaka dan tinju nya, Sun Ciang mendapat julukan sebagai Pendekar Tinju Maut.
“ Hmm 🤔dalam waktu sepuluh tahun, sarung tangan ku tidak bisa kupakai, untuk sementara apabila menghadapi musuh tangguh, terpaksa aku memakai pedang ini.” pikir Sun Ciang.
Sun Ciang tidak sadar, pedang yang di genggam nya sudah tidak semulus dahulu, ada beberapa bagian kecil dari pedang yang tajam tersebut, ada bengkok an kecil, hal tersebut akibat dari bertemu nya pedang dengan tangan Sun Ciang yang berbalut sarung tangan pusaka nya.
Sun Ciang meng ingat ingat gerak kan permainan pedang yang pernah di ajarkan oleh Guru nya (*yang juga adalah ayah kandung nya).
Teringat ketika Sun Ciang masih kecil melihat gerak kan Guru nya, yang memainkan pedang dengan sangat indah nya, jurus pedang “Tarian Pedang Phoenix”.
Teringat ketika diri nya menangis setelah di marahi oleh Guru nya, karena gerak kan pedang nya banyak salah.
“Kamu di marahi lagi oleh ayah mu ya karena salah memainkan gerak kan pedang ? Ayah mu memang kurang waras, menyuruh mu memanggil nya sebagai Guru daripada sebagai Ayah”.
“Sini, akan Ibu ajarkan Ilmu Tinju Naga, yang lebih praktis.”
Ketika Sun Ciang dengan rajin nya berlatih Tinju Naga, ketika itu ayah nya Sun Ciang memergoki nya.
Sehingga suami istri itu terlibat pertengkaran, dari pertengkaran mulut, lama lama karena kedua nya keras kepala, terjadi pertarungan, “Tarian Pedang Phoenix versus Tinju Naga.”
Dimana hasil akhir nya, ayah nya Sun Ciang kena KO.
Karena malu dan marah, keesokan hari nya ayah nya Sun Ciang pergi meninggalkan rumah.
Sepuluh tahun kemudian ayah nya Sun Ciang pulang ke rumah, dan terjadi pertarungan ulang, di mana hasil nya ayah nya Sun Ciang tetap kalah, walaupun tidak sampai KO.
Sebelum pergi lagi, ayah nya Sun Ciang bilang akan datang untuk bertempur sepuluh tahun lagi.
“Ayah mu telah mencapai banyak kemajuan, entah bagaimana hasil nya dalam pertarungan sepuluh tahun mendatang.”kata ibu Sun Ciang sambil tersenyum.
Sepuluh tahun kemudian terjadi pertempuran dahsyat, yang tragis, di mana dada ibu nya Sun Ciang tertembus pedang, dan dada nya Ayah Sun Ciang juga terkena Tinju.
Posisi mereka seperti menempel/berpelukan.
“Istriku maafkan aku yang keras kepala.”
“Tidak itu semua salah kU.”
Ke dua nya saling berpandangan dengan penuh cinta.
Kemudian mereka berdua menengok ke arah Sun Ciang yang terpana.
“Sun Ciang maafkan ayah, kamu ikutlah dengan Paman Guru mu yang bernama Sun Tek.”
“Ayah Ibu”. Teriak Sun Ciang.
“Ya Sun Ciang, temui Paman Sun Tek.” kata Ibu nya Sun Ciang.
Mereka berdua kembali saling berpandangan.
“Suamiku” ibu nya Sun Ciang memeluk Suami nya.
“Istriku.”tangan ayah Sun Ciang beberapa kali membelai rambut istri nya.
Mereka berdua gugur dalam posisi saling berpeluk kan dan di bibir masing masing terhias senyum kebahagiaan.
Sun Ciang yang sedang duduk bersila , meneteskan air mata, dan buru buru di hapus nya, takut ketahuan oleh ke tiga murid nya.
Di lihat nya sekarang di wajah ke tiga murid nya sudah tidak lagi merasa sakit malahan seperti merasa nyaman.
Sun Ciang mulai berdiri dan mulai melatih gerak kan gerak kan “Tarian Pedang Phoenix.”
Setelah seluruh satu set Tarian Pedang Phoenix dilakukan, Sun Ciang merasa tidak puas, dan mengulang untuk ke dua kali nya.
Pada saat memulai yang ke dua kali, Ceng Dao telah selesai dengan meditasi nya, dan ternganga ( mulut terbuka lebar saking terpesona nya) melihat gerak kan “Tarian Pedang Phoenix.”
Pada saat pengulangan yang ke tiga kali, Ceng Xu telah selesai meditasi nya.
Pengulangan gerak kan yang ke lima kali nya, Ceng Tian telah selesai meditasi nya.
Sun Ciang tahu kondisi ke tiga murid nya, tapi tetap memainkan gerak kan “Tarian Pedang Phoenix”, sampai sembilan kali, sengaja memperlambat gerak kan nya . ( *untuk mengajari murid murid nya).
Pada saat memainkan “Tarian Pedang Phoenix” yang ke sembilan kali, gerak kan pedang Sun Ciang lebih indah dan lebih sempurna beberapa kali lipat daripada gerak kan pertama kali.
Ketika sudah selesai memainkan pedang nya, di hadapan Sun Ciang adalah tiga murid murid nya dalam posisi mulut menganga.
Sun Ciang tidak ber kata apapun dan melangkahkan kaki nya ke luar kamar.
Sun Ciang berhenti berlatih pedang, karena merasa ada kekuatan dari jauh yang mengamati kapal yang di tumpangi oleh Sun Ciang cs.
Bersambung … 🙏🏼🙏🏼
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Ladyrose 🍯
siapa yang datang ?
2023-12-22
0