"Callista istriku? Apa kau mau berdansa?"
Tiba-tiba saja Lucas mengajak Callista berdansa.
"Ti... Tidak... Ku rasa aku tidak bisa."
"Kenapa? Kau masih takut? Mereka tidak akan berani menyentuhmu."
"Bukan itu... Aku... Sebenarnya... Aku... Tidak tahu bagaimana caranya berdansa. Aku tidak pernah berlatih, yang aku ingat hanya beberapa kali aku berdansa dengan ayah, tapi itu ketika aku masih kecil."
Lucas kemudian mengambil telapak tangan Callista, menaruh di atas telapak tangan kirinya dan tangan kanannya lalu membelai punggung tabgan Callista.
"Itu terlalu mesra, kau membuat hatiku meleleh Lucas." Batin Callista
"Nanti setelah kita sampai di rumah. Kau harus belajar." Bisik Lucas.
"Apakah ada guru handal yang bisa mengajariku?"
"Ya ada."
"Siapa?"
"Aku." Bisik Lucas lagi dengan mesra.
Sontak bisikan itu membuat wajah Callista memerah dan kepalanya oanas, semua hal yang di lakukan Lucas membangkitkan hormonnya.
Tak berapa lama kemudian beberapa rombongan datang. Salah satunya ada di depan, wajah nya tampak lembut tapi lebih pucat dari Vampire lain, sisanya mengawal di belakangnya.
"Pria Vampire pucat itu berjalan dan melihat ke arah kami, tersenyum, memberi salam lalu menundukkan kepala, hingga setelah itu mereka tiba menghadap Raja dan Ratu Vampire. Aku melihat Lucas, wajahnya masih dingin tanpa ekspresi tak membalas sapaan itu."
Kemudian di waktu yang sama Callista melihat para Ksatria semakin mengeratkan senjata mereka dan semakin waspada begitu pula Lucas.
Melihat Pria Vampire yang pucat itu beramah tamah dengan Raja membuat Callista semakin yakin, bahwa ada banyak rahasia di Kekaisaran Vampire yang belum ia fahami.
"Dia siapa?" Tanya Callista.
Belum sampai Lucas menjawab, pria Vampire itu datang dan menyapa lagi.
"My Lady... Saya senang anda bisa datang pada acara sakral yang begitu penting bagi adik saya, Lucas."
Callista melirik pada suaminya, terlihat Lucas tak mengeluarkan sepatah kata dan ekspresinya juga datar. Lucas masih duduk dengan acuh. Wajahnya juga dingin.
"Sudah seharusnya saya di sini menemani suami saya." Kata Callista.
"Perkenalkan saya adalah Agharuz Kakak laki-laki dari Lucas. Meski umur kami sama." Kata Agharuz dengan senyuman.
Ketika Agharuz memperkenalkan dirinya, Lucas hanya memandang dengan dingin. Lucas diam dan tidak menghiraukannya.
Tak berapa lama sebuah pengumuman bahwa pengangkatan tahta untuk sang Pangeran akan segera di laksanakan.
Lucas sudah bersiap, pria itu menepuk pelan punggung tangan Callista dan kemudian berdiri.
"Tunggu di sini, jangan kemana-mana." Kata Lucas.
Dengan sekejab kedipan mata Callista tiba-tiba Lucas sudah menghadap sang Raja di depan tahta.
Iring-iringan wanita-wanita yang cantik dan seksi kemudian berdatangan, para wanita cantik itu memiliki wajah sedikit berani dengan riasan yang tebal, mereka memakai pakaian putih dan merah darah. Gaun mereka tidak terlalu terbuka namun tetap memperlihatkan kecantikan-kecantikan yang memukau, dan mereka juga tetap memperlihatkan kemolekan tubuh mereka.
Meskipun wajah-wajah mereka cantik, namun itu tidak seperti manusia.
"Mereka semua manusia, kau pasti senang bisa melihat se kaum mu." Bisik Agharuz yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat Callista. Dengan sedikit membungkuk Agharuz terus berbisik pada Callista.
Nada dan kalimat Agharuz seperti menghina dan mencela, menurut apa yang dirasakan Callista.
Callista tersadar, kini di sampingnya adalah Agharuz, Vampire itu berdiri tepat di samping ia duduk, sedangkan para pengawal berada di antara Lucas, karena para pengawal juga akan mendapatkan kenaikan pangkat.
Callista sendirian, namun Lucas selalu melempar matanya ke arah Callista, ia mengawasi dari Agharuz.
"Maaf My Lady, saya yang akan menjaga anda menggantikan para pengawal, karena mereka juga harus di sumpah setia untuk mendampingi Raja baru, yaitu Lucas Demian. Tentunya setelah sumpah para pengawal Lucas akan mendapatkan kehormatan baru, berupa kenaikan pangkat."
Callista menghembuskan nafasnya agak panjang dan menyadari ketidaknyamanan yang menggerogoti tubuh dan perasaannya.
Kemudian Callista memusatkan lagi perhatiannya pada suaminya, para Vampire yang hadir pun juga berdiri rapi untuk mengikuti prosesi pengangkatan Raja baru itu.
Saat iring-iringan wanita-wanita cantik dengan membawa loyang-loyang berwarna keeemasan berbaris rapi di hadapan Raja dan Ratu, serta calon Raja baru, membuat Callista mengerutkan kening.
"Untuk apa loyang-loyang besar yang mereka bawa?"
"Aku akan memberitahumu, agar kau tidak terkejut, mereka semua adalah manusia, para wanita itu adalah para tumbal, sebagian dari mereka bersedia menyerahkan diri mereka sebagai budak para Vampire, lalu sebagian lagi ingin menjadi Vampire dan menjadi Klan Slave Vampire campuran yaitu Manusia yang berubah menjadi Vampire."
"Mereka semua di kumpulkan dan di serahkan sebagai hadiah dari para Vampire bangsawan untuk Raja Lama dan Raja Baru untuk di hisap darah mereka atau untuk memuaskan nafssu, ini di sebut pesta darah sebelum pengangkatan Raja baru, lalu mereka yang suka rela untuk datang itu akan mendapatkan apa yang mereka inginkan, Raja baru akan memenuhi keinginan mereka dan menaruh keinginan manusia itu di loyang-loyang yang mereka bawa."
Callista mengernyitkan dahinya, wajahnya mulai takut.
"Lucas berkata pada para Tetua Vampire, jika momen seperti ini tidak perlu di jalankan, dia tidak setuju, namun semua tetua berpendapat satu suara, bahwa tradisi harus tetap berjalan, Raja lama dan calon Raja baru harus meminum darah sesembahan atau hidangan dari para Vampire bangsawan. Jika kau mau melihat kemeriahannya, kau bisa keluar di balkon dan melihat kebawah, ada banyak manusia yang rela berdesak-desakkan hanya ingin berada di sana. Namun pada akhirnya hanya yang terpilih yang bisa di bawa ke sini, itupun melalui para Vampire bangsawan."
Callista menelan ludahnya.
"Apakah manusia sudah kehilangan akal mereka dan rakus dengan dunia."
Namun, di sisi lain ke khawatiran menjalar di dalam benak Callista, bagaimana Lucas akan menghisap darah para wanita-wanita itu.
Callista meremas semua jemarinya, hatinya panas, kepalanya terasa terbakar, wajahnya cemberut dan ia lebih sering menggigit bibirnya.
"Aku benci tontonan ini, apakah aku harus melihat suamiku menghisap darah mereka? Para manusia yang rakus dan merendahkan diri mereka, aku merasa seperti sedang di injak kepalaku, kenapa para manusia itu sangat tidak tahu diri. Aku tidak suka suamiku menggigit leher wanita-wanita itu dia berjanji padaku, bahwa dia tidak minum darah dengan seperti itu!"
Tak berapa lama seorang wanita datang, wanita itu memakai gaun yang cukup berat, dia cantik, elegan, dan memiliki tata krama yang sangat bagus. Namun, Callista bergidik ketika melihat gaun hitam yang wanita itu pakai serta memakai tudung berwarna hitam transparan.
"Dia adalah Lilith, Vampire keturunan bangsawan murni yang sebenarnya akan menikah dengan Lucas. Kau pasti tidak tahu jika ada peperangan intern, ketika Lucas memutuskan menikahi manusia."
Seketika Callista melihat Agharuz dengan wajah terkejut. Callista kemudian sadar ia harus mengatur tata krama dan wajahnya, ia bukan lah pengemis cinta atau pengemis kasih sayang mutlak dari Lucas.
Lucas adalah anak Raja, memiliki garis biru bangsawan, Vampire biru murni, dan Callista merasa tidak sebanding dengan strata level kelas yang seharusnya menjadi istri dari Lucas.
"Sepertinya para Tetua akan memaksa Lucas menjalani ritual, dan memaksa Lucas memiliki 2 istri sekaligus." Agharuz mendecak kan lidahnya dan tertawa kecil.
"Syukurlah, itu bagus, mereka setara!" Kata Callista dengan dingin dan ketus.
Lagi-lagi Callista meremas kedua tangannya dengan keras. Jantungnya berdegup keras, nafasnya mulai memburu naik dan turun dengan cepat.
Melihat wanita Vampire itu telah berdiri berada tepat di samping Lucas, Callista tiba-tiba berdiri. Tubuh, hati, dan kepalanya terasa sangat panas, bahkan wajahnya hampir tidak bisa menutupi kemarahannya, matanya sudah memerah akan menangis.
"Aku ingin mencari udara segar." Kata Callista.
"Apa harus saya temani?"
"Tidak perlu." Kata Callista dingin.
"Tapi di luar sangat berbahaya My Lady. Yaah... Walaupun seberapun bahaya nya di luar, adikku Lucas jauh lebih berbahaya. Saya harap anda tidak menyulut amarahnya, jika itu terjadi saya tidak akan bisa bayangkan, apakah anda akan tetap bisa menjalani hidup anda, ataukah akan berakhir dengan mengenaskan di tangan suami anda sendiri."
Callista mengernyitkan lagi alis dan dahinya.
"Apa anda berniat memprovokasi saya!" Kata Callista dingin.
"Tidak... Saya hanya berpesan pada anda agar hati-hati dengan Lucas, bahkan monster paling mengerikan pun bukan tandingannya, dia telah melewati masa-masa yang mengerikan, sesuatu telah terjadi jauh sebelum anda berada di sini. Sesuatu yang mengerikan." Kata Agharuz lagi.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
istripak@min
asparagus cocok namanya
2024-02-29
2
istri king kurkan
Calista udah kmakan omongan agaruz.., nyebelin bgt nih si agaruz 😡
2024-01-18
0
💠⃟⃝♠Yeyen
dihh.. Agharuz bikin ikutan penasaran aja. hati2 Callista ingat kata2 Lucas percayalah padanya.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-25
1