Semakin lama Callista menatap wajah tampan itu, semakin ia terpesona, entah bagaimana Callista justru tersenyum. Melihat wajah tampan yang damai membuatnya bahagia. Bagaimana tidak? Meski pucat, wajah itu seperti ciptaan dan mahakarya yang sempurna.
Callista tidak tahu bagaimana tapi sepertinya ketampanan Lucas saat tidur secara ajaib telah menghilangkan rasa takut di dalam hatinya.
"Apakah karena dia terlihat begitu damai, polos dan tidak berbahaya saat tidur?"
Callista menggigit bibirnya, agar tersadar dari khayalan dan fantasinya yang menakutkan.
"Callista, ingatlah dia adalah vampire penghisap darah..." Callista tersadar ketika ia akan melambung, ia terjatuh dan wajahnya menjadi muram.
Namun Callista kembali ingat, bahwa Lucas bersumpah tidak akan menghisap darahnya bahkan atas ijinnya sekalipun, dan kini mata Callista tidak bisa lepas dari ketelaanjangan suaminya yang terekspose.
Callista benar-benar bisa di buat gila oleh suaminya sendiri.
Tanpa sadar jemari Callista secara pelan meluncur dan menyentuh ujung hidung mancung itu, dan sontak membuat Callista terkejut. Lucas menangkap jari itu.
"Maa-maafkan aku..."
Entah hal gila apa, Callista seolah terhipnotis oleh wajah tampan itu, dan tanpa sadar ingin menyentuhnya.
"Kau sudah bangun? Apa tubuh mu sudah lebih baik?" Suara Lucas serak dan rendah.
Callista terperangah melihat kegusaran yang terpampang jelas di wajah suaminya. Yang membuat Callista terkejut adalah kenapa yang terucap pertama kali dari mulut Lucas adalah tentang keadaannya, dan bukannya mengomelinya karena telah membawa tubuhnya yang berat untuk terbang.
"Apa dia tidak lelah dan kenapa dia justru mengkhawatirkanku?" Batin Callista.
"Apa ada yang sakit? Apa ada sesuatu yang kau rasakan tidak enak?"
Melihat Callista diam, wajah Lucas semakin terlihat gusar.
"Aku tahu dia khawatir, itu bukan wajah khawatir yang di buat-buat. Apa kau benar-benar akan menjadi suami ku yang baik? Tuan Vampire?"
Melihat istrinya hanya diam dan terpaku, tentu saja membuat Lucas semakin bertambah gusar dan tidak tenang.
Lucas mendekat dan menyentuh kedua lengan istrinya dengan lembut, bahkan kemudian telapak tangan besar yang kokoh dan halus itu menyentuh pipi Callista dengan lembut.
Tatapan mata Lucas menatap dalam mata Callista.
"Apa kau baik-baik saja? Kau sudah tidur selama 3 hari Callista."
Lucas kembali bertanya dengan suara rendah namun tegas, wajah yang penuh kekhawatiran membuat Callista terkejut.
Karena saking terkejut, Callista malah menampar tangan Lucas yang menyentuh pipinya. Semua itu karena kegugupan dan ketegangan Callista.
Apalagi Callista syock, bagaimana bisa ia tidur selama 3 hari, dan ia merasa baru tidur sebentar.
Sedangkan di sisi lain, wajah itu, wajah pria yang sangat mempesona itu membuat debaran jantung Callista tak menentu.
Bagaimana mungkin ketampanan Lucas begitu bercahaya dan begitu menyilaukan matanya hingga membuatnya begitu gugup dan terhipnotis sehingga justru menampar tangan Lucas yang sudah bersikap baik padanya.
Tamparan keras yang dilakukan Callista pada tangan Lucas membuat pria itu sedikit menegang di bagian rahang, tak percaya ia di tolak oleh istrinya.
"Ke... Kenapa kita tidur bersama." Tanya Callista dengan wajah tanpa ekspresi.
Namun, Lucas mendiskripsikan wajah canggung Callista sebagai wajah yang marah dan tidak setuju, karena mereka tidur bersama.
Sekali lagi, karena terlalu gugup Callista justru bertanya sesuatu yang sebenarnya tak ada di dalam isi kepalanya, ia bertanya dengan ketus.
"Lalu menurutmu kita harus tidur terpisah? Sebagai suami mu, menurutmu aku harus tidur di mana?" Wajah dan rahang Lucas mengerat, pertanda ia kesal dengan pertanyaan Callista.
Callista diam terpaku melihat amarah sang suami, dan Callista tak bisa menjawab, tubuhnya mendadak kaku, dan gemetar.
"Ini kamarku dan kau sekarang adalah istriku." Imbuh Lucas.
Callista masih diam, ia tidak mengira apakah pertanyaan dan tamparannya begitu melukai Lucas.
"Callista, melihat caramu bereaksi seperti itu, apa kau masih belum paham statusmu? Apa kau lupa sekarang kau ada dimana?"
Callista diam.
"Aku... Tidak bermaksud ingin berkata seperti itu, aku terlalu gugup, aku terlalu bingung karena kau sangat tampan dan mempesona, hingga membuatku malu." Batin Callista bergejolak namun ia tidak mampu mengungkapnya, mulutnya terkunci, lidahnya kelu.
"A... Aku... Adalah tumbal." Kata Callista yang semakin gugup dan takut, Callista justru semakin mengeluarkan kalimat yang tidak jelas dan tanpa di saring lagi.
Mendengar jawaban sang istri Lucas menjadi semakin meradang, dengan cepat Lucas mendorong Callista dan mencengkram kedua pergelangan tangan Callista ke atas, kini Lucas ata di atas tubuh Callista kemudian Lucas mencium leher Callista.
"Apakah kau sangat ingin menjadi tumbal? Aku bahkan berusaha sangat kuat untuk tidak menyakitimu, beginikah caramu membalasku setelah aku menggendong dan memperlakukanmu dengan baik, Callista." Lucas kemudian mengecup leher Callista.
Hal itu membuat Callista bergidik, ia pikir Lucas akan menggigitnya.
Lucas kemudian berpindah ke telinga Callista dan mengulum telinga itu pelan.
"Emmhh...." Callista terkejut dengan erangannya yang tiba-tiba mencuat, ia membulatkan matanya dan malu, kenapa ia harus mengeluarkan suaranya seolah ia sangat menikmati perlakuan tersebut.
"Callista. Kau sudah menjadi istriku, dan aku akan tidur denganmu, di sini, satu ranjang, dan tidak akan ada batasan di antara kita. Mengerti." Meski Lucas mengatakan dengan berbisik di telinga Callista namun suara Lucas sangat dalam, dan penuh dengan penekanan.
"Akan ada pelayan yang membantumu bersiap." Kata Lucas lagi.
Kemudian Lucas berdiri dari ranjang, dan mengenakan mantelnya.
Callista melihatnya, punggung itu begitu kuat, Lucas memakai celana panjang namun punggung berorotnya terekspose sempurna.
"Lu... Lucas..." Panggil Callista.
Lucas kemudian berbalik sembari mengikat mantel di pinggang.
"Ma...Maafkan aku, aku hanya terkejut... A...Aku belum terbiasa."
"Dan mulai sekarang, berusahalah untuk terbiasa, aku sudah katakan, aku tidak akan menghisap darahmu, apa lagi yang kau takutkan. Kau juga harus selalu mengingatnya jika sekarang kau adalah istriku. Kau adalah istri seorang Vampire. Apa kau sejijik itu padaku?" Lucas mengikat mantel nya dengan kecang dan kasar hingga otot-otot tangannya terlihat.
Perilaku Lucas seolah sedang meluapkan kekesalannya dengan mengikat mantel sangat kuat.
Callista menunduk.
Kemudian Lucas berjalan dan mendekati Callista, pria itu bertumpu dengan lututnya yang kuat. Dengan kecepatan yang sama saat Callista berkedip, membuat Callista terbelalak kaget. Begitu cepat seperti cahaya.
"Dengar." Kini suara Lucas benar-benar dingin dan dalam.
"Aku tidak bisa membaca isi pikiranmu, dan itu hanya terjadi padamu, biasanya aku bisa membaca pikiran semua manusia, tapi denganmu berbeda. Jadi, katakan lah apa yang ada di pikiranmu padaku, semua sikapmu yang tidak bisa ku baca hanya akan membuatku bertambah bertanya-tanya dan semakin kesal, apa yang kau senangi dan tidak kau senangi katakan langsung!" Kata Lucas di dekat telinga Callista kemudian menatap dengan tajam pada Callista.
Callista menatap mata keperakan Lucas, ia baru tahu hal itu, jadi jika malam itu ia pura-pura pingsan Lucas tidak akan mengetahuinya?
"Tapi jangan sekali-kali kau membohongiku Callista, kau tidak akan pernah tahu bagaimana aku akan menghukummu." Kata Lucas lagi.
"Akan ada orang yang membantumu mandi, dan kau harus sarapan untuk mengisi energi."
Kemudian Lucas berdiri dan hendak pergi.
"Lu... Lucas... Jadi... Siapa yang mengganti ba... Bajuku?"
Callista bertanya karena penasaran meski itu membuatnya semakin ketakutan.
"Menurutmu?"
Callista menggigit bibirnya dan menunduk.
"Jika aku yang mengganti bajumu, apakah kau juga akan marah lagi?!" Tanya Lucas dingin.
Callista tak mampu menjawab, padahal Callista tak bermaksud untuk marah ataupun bertindak kurang ajar pada Lucas, ia hanya gugup karena Lucas begitu perhatian dan memeluknya dengan erat, apalagi Callista terpesona dengan wajah tampan Lucas yang tidur di sampingnya, ini adalah pengalaman pertamannya tidur dengan nyaman di jaga oleh seseorang.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Devlla channel
asik seru sang vampir mulai kesengsem
2024-11-26
0
istri king kurkan
Lucas bikin meleyot aja kamu tuh...😍
2024-01-17
0
@emak aisyah
ya maklumlah Lucas anggap saja Calista norak kan baru pertama tidur di kasur empuk setelah sekianama
2023-12-22
0