Ucapan Callista yang terbata-bata tentu memperlihatkan jika ia masih sangat takut pada Lucas, dan itu membuat Lucas mendesahhkan nafasnya.
"Hm... Bukankah aku sudah memberitahumu siapa namaku?" Suara Lucas menjadi sedingin es.
"Y...Ya Tuan Lucas..." Jawab Callista gugup.
"Kalau begitu cukup panggil aku dengan nama itu."
"Ya? Ap...Apa benar itu bo.. Boleh? Ka.. Karena semua orang tidak berani memanggil dan menyebutkan nama anda... Tuan... ?"
Alis Lucas berkerut, pertanda bahwa ia tidak senang, dan tidak suka mendengar sebutan itu dari mulut Callista membuat tubuh Callista kembali gugup dan bergidik.
"Apa yang salah? Apa saya salah lagi?"
"Jangan memanggilku Tuan, dan cukup panggil namaku, karena kau adalah istriku, hanya istriku yang boleh memanggil nama itu."
Mendengar penjelasan Lucas, tentu saja Callista terkejut, bukankah ia juga menjadi seorang tumbal.
"L-Lu-Lucas...?" Akhirnya Callista memanggil nama Lucas dengan nada bertanya, karena Lucas menyuruhnya memanggil namanya.
"Ya, seperti itu, terdengar jauh lebih baik daripada tadi, kau seperti pelayanku jika memanggilku tuan."
Callista mengucapkan dengan kesusahan, ada rasa aneh di dalam benaknya ketika ia harus memanggil nama orang yang memiliki kedudukan tinggi tanpa memakai kata awalan, seperti Tuan atau Pangeran dan sejenisnya.
Callista kembali melihat bagaimana sikap Vampire itu pada dirinya.
Lucas begitu lembut, tidak terlalu banyak bicara namun menunjukkan bahwa dia pria yang perhatian, yang paling Callista rasakan adalah Vampire seharusnya adalah makhluk buas yang kasar dan tidak memiliki perasaan, namun Lucas berbeda dari apa yang Callista khayalkan tentang sosok vampire buas yang haus darah.
Sosok Vampire yang Callista bayangkan bahkan memiliki bentuk rupa menyeramkan dengan mata belok besar seperti bibatang, taring besar dan mulutnya penuh berisi darah, lalu wajahnya di penuhi bulu dengan hidung seperti serigala, belum lagi wajah-wajahnya di tumbuhi oleh bulu-bulu halus.
Callista kemudian melirik tangan kekar namun juga halus milik Lucas, jemari-jemari Lucas panjang dan lentik, apalagi tangan itu saat menyentuhnya sama sekali tidak dingin, lalu tidak memiliki kuku-kuku panjang yang runcing.
Lucas Vampire yang memiliki wajah mempesona, sangat tampan dan berwibawa dalam satu wajah.
"L-Lucas... Sa... Saya masih bingung kenapa, anda memperlakukan saya dengan baik, padahal saya adalah tumbal anda. Jika boleh... Sebelum saya mati boleh kah saya meminta satu permintaan, agar kelak tubuh saya bisa di semayamkan di samping makam kedua orang tua saya." Callista memberanikan diri bertanya dan berterus terang pada Vampire itu dengan memberikan wasiatnya sembari meremas kedua tangannya.
Dengan ketakutan yang memuncak kembali, Callista harus meminta itu, ia ingin mati dengan tenang, berkumpul dengan ayah dan ibunya, kemudian bisa bertemu lagi dengan mereka di surga.
Lucas menatap tajam pada Callista, seolah kalimat Callista begitu membuatnya marah dan tersinggung, membuat Callista pun dengan cepat menunduk. Callista merasa terintimidasi hanya dengan tatapan Lucas.
"Aku tidak akan pernah menghisap darahmu." Suara Lucas datar seperti ia sedang menenangkan ketakutan Callista.
Seolah Lucas tahu bahwa istrinya benar-benar ketakutan dan mencoba untuk berpura-pura biasa saja.
Callista tersentak dan melotot, melihat pada kedua tangannya yang mengepal dan gemetar di atas kedua pahanya yang juga gemetar.
"Para Vampire tidak akan ada yang berani menghisap darahmu, bahkan aku sendiri tidak akan menghisap darahmu, bahkan sekalipun kau memberikan ijin padaku." Kata Lucas.
Lucas kemudian menyandarkan kepala nya di kursi mobil yang terus melaju, matanya pun tertutup.
"Itu seharusnya cukup untuk meredakan ketakutanmu padaku Callista." Suara Lucas sedikit terdengar sedih.
"Tapi... Bukankah saya di tumbalkan untuk di hisap darahnya?" Tanya Callista lagi ingin menjawab semua rasa penasarannya.
Callista menggigit bibirnya tetapi sebelum dia bisa mengatakan apapun lagi, Lucas melanjutkan.
"Sekarang aku adalah suamimu, ketika aku melihatmu, aku sudah bersumpah pada diriku sendiri dan bersumpah pada seseorang untuk melindungimu." Suara Lucas rendah namun sedikit tegas.
Kemudian, Lucas membuka matanya dan melihat kepada Callista.
"Jadi, berhentilah takut padaku Callista, aku tidak akan menyakitimu, itu sedikit membuatku terluka dan sedih ketika melihat istriku terus menerus gemetar ketakutan, aku tidak akan menikahimu jika aku akan menghisap darahmu, jadi berhenti memandangiku seperti binatang buas yang akan menerkam istriku sendiri.." Imbuh Lucas.
"Berjanji pada seseorang akan menjagaku? Siapa seseorang itu? Lalu, apa aku salah dengar, bahwa dia tidak akan menghisap darahku, lalu untuk apa aku di tumbalkan?" Batin Callista dalam hatinya.
Callista memandang wajah Lucas, pria itu masih menyandarkan kepalanya di kursi sandaran mobil, namun pandangannya tepat di depan wajah Callista.
Lucas berusaha sekuat mungkin untuk tidak menyakiti Callista meski hanya dengan kata-katanya, ia juga berusaha untuk berbicara lebih banyak dari biasanya, agar Callista tidak merasa dalam ketakutan yang mencekam.
Perjalanan sudah semakin jauh dari Mansion milik Abigail, dan kini mobil sudah memasuki bandara besar yang ada di perbatasan, mereka sudah memasuki bandara mewah yang sepi tersebut dan akan melanjutkan perjalanan ke benua selatan.
Hujan lebat mengguyur begitu deras, pesawat mengudara dan beberapa jam mereka ada di langit untuk menuju kerajaan Vampire.
Di dalam pesawat, Callista hanya diam karena takut, kilat-kilat petir diiringi pemandangan gelap gulita membuat Callista gemetaran ketakitan.
Lucas memandang Callista, ia ingin meredakan ketakutan Callista dengan menyentuh tangan Callista namun pada akhirnya Lucas mengurungkan niatnya, ia takut akan membuat Callista tersinggung.
Kemudian Lucas hanya memejamkan matanya terus menerus meski ia tidak tidur, Lucas hanya tak ingin kalimat atau wajahnya menakuti istrinya, dan ia memilih untuk diam.
Sedangkan Callista yang baru pertama kali naik pesawat, ia merasakan kegugupan dan ketakutan luar biasa.
Malam pun semakin larut dan hening, pesawat akhirnya tiba di suatu wilayah yang sangat berkabut tebal dan sedang hujan ringan dengan suara-suara guntur menggelegar sontak membuat Callista bergidik ngeri.
Callista masih terus diam, dan tak berbicara sepatah katapun karena ia sedang berfikir, kemana dan seperti apa tempat yang akan ia kunjungi.
Kali ini mereka kembali melanjutkan perjalanan, dengan menggunakan mobil lagi yang sudah di persiapkan.
Wilayah itu tak terlihat seperti banyak rumah penduduk, bahka yang terlihat hanyalah jalan dan hutan-hutan yang di penuhi kabut tebal.
"Kita akan melanjutkan perjalanan menggunakan mobil lagi, karena peraturan melarang ada pesawat melintas di daratan kerajaan." Kata Lucas dengan suara rendah.
Callista pun hanya mengangguk pelan.
Perjalanan kembali di lanjutkan, dan suasana kembali hening, hanya suara deru mesin mobil yang menghiasi perjalanan mereka, serta suara hujan dan guntur serta pemandangan kilat.
Suasana mencekam itu tentu saja membuat Callista takut, namun di sampingnya masih ada makhluk buas yang juga lebih menakutkan bagi dirinya. Tentu saja, sekali lagi Callista hanya memilih bungkam dan memendam rasa takutnya.
Kemudian, Callista melirik Vampire di sampingnya yang sepanjang perjalanan hanya menutup mata dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
Callista mulai merasa tubuhnya kian letih, kepalanya juga pusing disebabkan dengan rentetan tubuhnya yang terhuyung-huyung karena jalanan yang dilalui mobil tidak rata, apalagi tekanan mental yang dia rasakan selama sebelum dan saat pernikahannya dengan Vampire.
Bahkan, beberapa hari ini Callista tidak tidur memikirkan bagaimana wujud Vampire yang akan membawanya. Callista tidak tidur dan membaca banyak buku di sela-sela pekerjaan rumahnya, ia membaca banyak buku tentang bagaimana menghadapi Vampire dan seperti apa wujud Vampire.
Karena terlalu lelah, Callista pun mencoba untuk tidur, namun ia tidak menemukan posisi yang nyaman, sama sekali tidak nyaman apalagi punggungnya terasa terbakar karena pegal, Callista berusaha menopang tubuhnya yang kian lelah. Kepalanya selalu terpentuk di jendela mobil. Namun Callista tidak pernah sedikitpun mengeluh.
"GEDUBRAAKK!!! BRAAKK!!!"
Tiba-tiba mobil berguncang sangat keras.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
istri king kurkan
nyandar aja dibahu Lucas, pasti nyaman deh Lis😁..
2024-01-17
0
istri king kurkan
sweet amat kata"mu Lucas...
2024-01-17
0
💠⃟⃝♠Yeyen
paling tidak kata2 Lucas jadi angin segar buat Callista.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-14
1