Vampire Slave yang membawa Callista terjatuh, karena Lucas mencakar tubuh Vampire itu, sebelum Callista sampai di daratan karena terlepas dari gendongan sang Vampire Slave, Lucas telah meraih tubuh Callista dengan tangan besarnya yang mengerikan.
"To... Tolong... Aku...!!!" Kata Callista entah meminta tolong pada siapa yang jelas pikirannya hanyalah ingin selamat. Callista merasakan lemas karena saking takutnya.
Semua Vampire Slave kini berada di taman,mereka melihat Lucas yang kemudian mendarat di atas rerumputan kemudian melepaskan Callista, kini Callista berdiri di depan Monster besar tersebut, sedangkan para Vampire bangsawan dan para Raja serta Ratu diam-diam mengamati dari bangunan kejauhan.
Mata buas Lucas menatap para Vampire bangsawan seolah ia sangat marah. Panca indra Lucas sangat tajam dan sensitif ia bahkan dapat melihat atau mendengar dengan radius bermil-mil.
Lazarus turun dari balkon dan hendak menolong Callista yang masih terkungkung di depan sang Monster.
"Pangeran Lucas... Itu adalah putri Callista..." Kata Lazarus.
Semua vampire slave yang melihat mendadak mundur dan bergidik ketika Lucas memandang Callista dengan mulut dan taring yang besar . Monster itu benar-benar wujud yang sangat mengerikan, sedangkan para Vampire ketakutan, mereka tidak ingin menjadi santapan Monster itu.
Callista pernah melihat wujud monster yang menyeramkan itu di dalam bukunya. Tubuh besar, kepala yang besar dan memiliki taring yang besar dengan mata merah yang menyala. Lalu kaki serta tangannya memiliki cakar-cakar tajam. Persis bayangannya saat akan menikah dengan Vampire.
"Lu... Lucas? Dia Lucas?" Tanya Callista dengan suara sangat rendah dan wajah terkejut.
Lazarus yang ada di belakang Callista perlahan mengulurkan tangannya untuk meraih Callista.
"RRRRAAAAWWWWRR!!!" Lucas mengaum di depan Callista dan Lazarus.
Callista menutup matanya, ia benar-benar merasa ingin pingsan, namun ia juga tidak ingin membuat gerakan mengejutkan dan menyebabkan serangan sang monster kemudian membuatnya tiba-tiba bangun dalam keadaan sekarat jika ternyata Monster itu menghisap darahnya.
"Lu... Lucas... Kau kah itu?" Callista memanggil lagi.
"RRRAAAWWWW!!!" Lucas melihat pada Callista sejenak hingga akhirnya Lucas memilih untuk pergi.
Lucas menerjang bangunan dan meruntuhkannya lalu ia pergi meninggalkan kerajaan dengam kecepatan kilat.
"Sepertinya dia akan membunuh semua hewan dan menghisap darahnya." Kata salah satu Vampire yaitu pengawal Keluarga Lilith yang menyaksikan dari balik bangunan kerajaan.
"Aku yakin, kita akan mengalami saat-saat itu lagi, saat semuanya menjadi mencekam, ini semua karena para tetua, dan Agharuz, mereka telah membangkitkan monster itu lagi." Kata Vampire Bangsawan yang juga melihat dari balik bangunan kerajaan.
Para Vampire bangsawan berkumpul melihat pemandangan mengerikan itu dari suatu tempat yang jauh, sedangkan para Vampire Slave mereka sudah kabur karena kekuatan Felom yang mengerikan membantai mereka seua dengan sekali tebas,sedangkan Lazarus kini akan membawa Callista untuk pulang.
"Kuharap Zilom sudah mengevakuasi para manusia yang ada di istana." Kata Lazarus.
"Aku akan mengawal kalian, kita bawa Putri Callista ke ke Istana banker." Kata Felom.
"Ayo kita bergegas, sebelum pangeran Lucas kembali mengamuk. Kita tidak akan bisa menandingi kekuatannya." Kata Lazarus.
Kemudian mereka pergi dengan membawa Callista untuk pulang.
Penobatan Lucas sebagai raja di Kekaisaran Vampire pun gagal.
Namun, akhirnya Callista dapat mengetahui rahasia yang sebenarnya, bahwa suaminya adalah seorang monster, bahkan bisa di sebut Predator paling ganas dan mengerikan, puncak rantai makanan, jadi untuk itulah alasannya, para Vampire ketakutan saat melihat dirinya datang bersama Lucas.
Sesampainya di istana banker, Callista masih syock, semua pelayan manusia berkumpul di sana, beberapa melayani Callista, agar Callista tidak kedinginan dan menyeduhkan minuman hangat serta makanan.
"Putri Callista tolong makan meskipun hanya sedikit." Kata Seina pelayan yang pertama kali melayani Callista saat Callista sampai di kerajaan.
"Iya Nona, kami mohon, bagaimana jika nanti Nona Callista sakit." Kata Tifani.
"Dimana Lazarus." Tanya Callista.
"Tuan Lazarus dan Tuan Felom serta Tuan Zilom sedang pergi Nona." Kata Seina.
Tak berapa lama terdengar sesuatu seperti auman, melolong dan kemudian seperti berteriak sedih.
"Astaga... Ini sangat menakutkan, mengingatkanku saat-saat dulu Tuan Lucas mengamuk dengan wujud monster."
"Seina!" Bentak Tifani.
"Tidak apa-apa. Ceritakanlah apa yang sebenarnya telah terjadi." Kata Callista.
Kedua pelayan saling menunduk dan kemudian Tifani mulai bercerita.
"Saya ingat saat itu adalah saat terburuk, dimana semua menjadi sangat tidak kondusif karena keganasan Pangeran Lucas. Semua Vampire bersembunyi di goa-goa dan dimanapun mereka bisa bersembunyi semampu mereka, para manusia berada di banker, banyak hewan-hewan mati, bukan hanya itu saja banyak rumah-rumah terbakar. Kerusakan dimana-dimana, banyak manusia dan vampire yang mati. Semua itu karena Pangeran Lucas yang berubah menjadi monster dan haus akan darah. Tuan Lucas adalah Predator pucak tertinggi di rantai makanan.." Kata Tifani.
Tak berapa lama suara derap kaki terdengar secara bersamaan. Mereka adalah para Ksatria.
"Putri Callista, maaf, sementara anda masih harus tetap berada di sini." Kata Lazarus dengan sikap hormat.
"Apakah benar monster itu adalah Lucas." Tanya Callista, ia ingin memastikan sendiri dari mulut para Ksatria setia Lucas.
"Benar Tuan Putri. Maaf kan kami dan maafkan Pangeran Lucas. Jika, anda merasa takut dan jijik... Maka tolong setelah Pangeran Lucas kembali, saya mohon untuk tetap menyembunyikan perasaan itu." Kata Lazarus meminta.
"Bagaimana Lucas akan kembali pada tubuh nya yang biasanya?" Tanya Callista.
"Kami sedang mencari darah murni spesial untuk Pangeran Lucas, dan dia harus gadis perawan." Kata Felom.
"Bagaimana cara mengetahui darah itu spesial dan murni." Tanya Callista.
"Kami harus memeriksa satu persatu darah setiap gadis." Tambah Zilom.
Callista melihat Zilom membawa tabung-tabung kecil yang ada di dalam nampan, dan itu adalah darah-darah yang akan di periksa di ruangan rahasia.
"Periksa aku juga." Kata Callista.
Lazarus, Felom dan Zilom bahkan para pelayan semuanya terkejut.
"Ta... tapi Putri... Hanya gadis perawan yang bis...." Felom terbata saat mengatakannya, namun dengan cepat Lazarus menahan kalimat Felom agar tidak keluar lagi.
"Mari kita bicarakan di ruangan rahasia Putri Callista." Ajak Lazarus.
Setelah kepergian Callista, para pelayan saling berbisik, apakah Putri Callista masih perawan dan Pangeran Lucas belum pernah melakukan hubungan badan dengan Putri Callista.
Sesampainya di ruangan rahasia, Callista melihat Zilom menaruh tabung-tabung kecil berisi darah di atas meja.
"Nona Callista, ini bukanlah sesuatu yang ringan, Pangeran Lucas tidak bisa mengontrol emosi dan rasa haus serta lapar ketika menjadi Predator, dia juga tidak dapat mengenali siapun kecuali keinginan nya untuk makan dengan cara membunuh. Mencabik. Mengoyak, hingga tulang-tulangnya pun juga habis di makannya layaknya tulang muda yang segar." Kata Lazarus.
Callista diam, bohong jika ia tidak takut, bahkan dia ingin sekali pergi dan melarikan diri ke tempat yang jauh. Namun, Callista tak melakukan itu mengingat perlakuan Lucas yang baik padanya.
"Putri Callista, biarkan kami yang menangani ini." Kata Felom.
"Periksa dulu darahku ini adalah perintah dariku, apakah kalian akan membangkang!" Perintah Callista dengan tegas, meski dengan suara gemetar dan menahan tangis.
Lazarus dan Felom mengkerut melihat ketegasan Callista.
"Zilom, ambil sempel darah Tuan Putri." Kata Lazarus.
Zilom mengangguk.
Kemudian Zilom mengambil selang kecil dan jarum, Callista di minta duduk dengan nyaman, dan Zilom mulai menusukkan jarumnya. Ketika jarum masuk, darah keluar melalui selang kecil dan kemudian mengalir ke dalam mug kecil.
Seketika Zilom menjadi pucat wajahnya, Felom pun yang sedari dari tadi tidak melihat Callista langsung melihat ke arah Callista dengan taring yang muncul di mulutnya.
Lazarus membelalakkan mata, dan melihat Zilom serta Felom mulai berubah mata dan taringnya.
"Bau darahnya sangat pekat dan kuat. Ini adalah darah murni spesial. Sangat murni." Kata Lazarus.
Bau darah dari Callista membangkitkan rasa haus dan lapar Felom dan Zilom.
"Lazarus aku tidak dapat meneruskan ini." Zilom mundur dan menekan kepalanya, ia menyembunyikan taringnya.
"Aku tidak dapat bertahan lebih lama lagi, aku akan keluar, aku akan mati ditangan Pangeran Lucas jika aku menyerang Putri Callista." Kata Felom.
Zilom dan Felom pun keluar.
Lazarus kemudian duduk di hadapan Putri Callista dan mencabut jarumnya, dengan menelan ludah, melihat darah segar yang sangat menggugah jiwanya.
"Tuan Putri, dari bau darah yang anda keluarkan sudah di pastikan anda adalah pemilik darah murni spesial." Kata Lazarus.
"Apakah itu sebabnya Felom dan Zilom pergi?"
"Ya Nona, darah yang anda miliki dapat membangkitkan rasa haus dan lapar, serta menjadikan Vampire semakin liar untuk bisa mendapatkan darah anda bahkan mereka bisa saja saling berperang satu sama lain."
"Tapi kenapa ini bisa menyembuhkan Lucas? Jika Vampire saja menjadi liar. Bukankah hanya akan menambah Lucas semakin liar dan ganas? Jika Vampire seperti Ksatria saja langsung terpengaruh dengan darahku, padahal kalian telah terlatih untuk tidak menghisap darah sembarangan. Aku melihat Zilom bahkan membawa darah-darah itu bersamanya namun dia tidak memiliki reaksi apapun."
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
💠⃟⃝♠Yeyen
selain darahmu yang spesial km juga spesial bagi Lucas
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-25
3
Triiyyaazz Ajuach
Calista begitu spesial makanya Lucas selalu menahan diri agar tdk menyakiti Calista
2023-12-06
2
sastii
karena kamu spesial Callista
2023-12-05
0