Callista melirik menggunakan ekor matanya, apakah predator itu akan secara tiba-tiba menerkamnya.
Ternyata predator itu berjalan memutari Callista, dan kini mereka saling berhadapan.
"ROOOAAAAARRR!!!" Sang Predator mengaum di depan wajah Callista, membuat Callista terjatuh karena takut.
Sepasang bola mata merah menyala itu tepat di kedua mata Callista, mata yang seperti itu biasanya milik predator yang mematikan dan tidak berperasaan, tanpa ampun tanpa henti akan mencabik-cabik mangsanya tanpa sisa, bahkan tulang belulang mereka akan hancur remuk.
Callista semakin tidak bisa fokus, antara ketakutannya yang tidak dapat lagi pergi atau menghindar, dan bulatnya tekad yang ada dalam dirinya untuk menolong Lucas.
Namun, sampai pada menit ini Callista masih tidak tahu harus berbuat apa. Dia dilumpuhkan oleh kehadiran Lucas yang sangat menakutkan, hingga Callista tak bisa melukiskannya dengan kalimat apapun.
Di depannya adalah suami yang ia kenal namun pada detik ini sosok di depannya seperti asing dan tak dikenal, bahkan Callista tidak berani lagi untuk menatap mata yang tampak menakutkan itu.
Di sisi lain, hatinya bergerak, ia harus bisa, ia harus yakin bisa menolong Lucas.
Callista mencoba sedikit demi sedikit mengulurkan tangannya, ia ingin menyentuh wajah Lucas yang begitu dekat dengannya, Callista ingin berkomunikasi dengan pemilik mata pembunuh itu.
Callista menyadari meski Lucas tetap diam dan tidak bergerak. Namun, Callista tahu bahwa itu justru sebuah keheningan pemangsa yang berbahaya sebelum menyerang dengan ganas dan bringas. Callista sadar dan paham betul, namun jika pun ia mundur tetap saja akan memiliki akhir yang sama.
Dan benar saja, tiba-tiba Callista di angkat oleh Sang Predator, lalu terbang menerjang kawasan hutan yang lebat, Callista sadar inilah akhir dari hidupnya.
Predator tersebut kemudian membawa Callista ke sebuah goa yang di dalamnya banyak sekali berserakan daging dan tulang bahkan begitu banyak darah.
"BRUUKK!!!"
Callista terpelanting jatuh di atas banyaknya tengkorak yang sudah remuk, seketika ia bergidik ngeri dan ingin muntah, begitu pula tubuhnya terasa sakit karena terpelanting.
Ketakutan telah mencengkeramnya sampai ke syaraf dan nadi Callista, bahkan ketakutan itu 1000 kali lipat bahkan lebih besar dari ketakutannya ketika akan menikah dengan Lucas.
"Bisakah dia mengenaliku? Apakah dia akan mencabik-cabik diriku? Bagaimana caranya aku bisa berbicara dengannya?"
"GRRRRRRR....."
Predator itu menghirup aroma tubuh Callista.
"Lu... Lu...Cas.... Ini aku... Istrimu..." Kata Callista dengan gemetaran, ia memaksakan diri untuk melepaskan dari rasa takut.
"GGRRRRR....." Lucas atau sang predator masih mendengus-dengus di depan Callista.
Kepanikan langsung muncul di ubun-ubun Callista ketika Callista menyaksikan Lucas terbang memantul kesana dan kemari, bergerak ke sana dan kemari di anatar dinding-dinding Goa, seolah sedang berjuang melawan dirinya sendiri.
Monster itu terbang di dalam goa yang cukup gelap, tubuhnya yang besar terbang ke atas dengan mengancam Callista seolah Predator ingin menakuti Callista agar Callista pergi, ia mencakar dinding batu goa, dan mengaum sekeras-kerasnya.
Lalu ada gerakan sangat cepat dan membuatnya terlihat kabur, ia menerjang udara dan langsung sampai di depan mata Callista, seolah jantung Callista akan meledak keluar, karena Lucas datang dalam kegelapan dengan begitu cepat hingga Callista mungkin belum menyelesaikan satu hembusan nafasnya. Itu sangat mustahil.
Sepertinya Lucas sedang bertengkar dengan sosok predator yang ada di dalam tubuhnya, dan berusaha mengusir Callista.
Namun, di saat yang sama, saat itu Lucas seolah sudah siap akan melahap Callista.
"Lucaassss!!! Aku istrimu!!!" Jeritan Callista yang keras memantul di dinding batu goa yang dingin.
"Lucass sadarlahh...." Kata Callista sembari menangis. Tubuhnya lemas.
Akhirnya Callista melihat sikap Lucas yang sedikit tenang. Callista mengambil napas dalam-dalam, dengan sangat hati-hati ia mengulurkan lagi tangannya untuk mengelus wajah Lucas.
Meski Callista khawatir akan mengagetkan Lucas, Callista bergerak dengan sangat pelan, bahkan sangat lamban, ia takut gerakan tiba-tiba akan mengejutkan predator dingin yang kejam di hadapannya itu.
Dengan perasaan tulus Callista terus membelai Lucas, yang akhirnya predator itu tertunduk dan terlihat lesu, wajahnya sedih dan seperti putus asa.
Saat Callista memberanikan diri untuk semakin menatap jauh lebih dalam, dan semakin membelai dengan lembut, Lucas akhirnya terduduk di atas tanah bebatuan, tubuh besar itu merosot dan membungkuk dengan kepala tertunduk.
Callista merasa hancur melihat sosok dihadapannya yang memiliki tubuh besar mematikan, si predator kejam justru terlihat begitu lemah dan putus asa, seolah ia telah kalah melawan dirinya sendiri.
Di pikiran Callista sebelumnya, Lucas adalah pangeran yang sangat kuat, tampan, dan memiliki prinsip hidup yang matang dan kuat, Lucas sekalipun belum pernah menunjukkan kelemahannya.
Lucas selalu menjadi pangeran yang mahakuasa yang selalu agung dan kuat bahkan ketika dia lelah dia selalu sabar dengan sikap Callista yang terkadang membuatnya bingung.
"Lucaasss... Ini aku Callista, istrimu. Kau pasti mengenaliku kan?" Kata Callista dan berlutut di hadapan tubuh besar itu.
Predator itu pun menggeram di dalam dadanya, tubuhnya terlihat bergerak naik turun karena nafasnya yang seperti menahan amarah dan kesal, serta lelah akan keputus asaan.
"Aku tahu kau mengenaliku... Aku datang untuk mu suamiku..." Kata Callista dengan lemah lembut dan kalimat ketulusan.
"GGGGRRRRRR.... " Hembusan nafas sang predator mengenai wajah dan tubuh Callista.
"GGGGGGRRRR..... PERGIIII CALLISTA.... GGGRRRR...." Akhirnya Lucas mengenali Callista.
Callista tahu Lucas sedang menahan dirinya untuk tidak melukai Callista dan dengan sekuat pertahanannya ia memperingatkan Callista.
Bahkan tak jarang predator itu berulang kali membenturkan kepala belakang nya pada dinding batu yang keras.
"Tidakk Lucas... Aku akan menyembuhkanmu... Aku datang untukmu... Percayalah padaku..." Callista mengulurkan tangannya maju dan membelai pipi Lucas yang bahkan sudah seperti serigala, pipi itu di tumbuhi begitu banyak bulu dan taring panjangnya keluar dari mulutnya seolah ingin memamerkannya pada semua orang akan tajamnya taringnya.
"GGGRRRRRRAAAWWRR CALLISTA KU MOHOONNN PERGILAHHH!!!" Kini Lucas berteriak marah, seperti tidak sabar dan dadanya naik turun seperti sesak.
"Lucass... Percayalah padaku..."
Lucas menggeser dirinya untuk menjauhi Callista, ia duduk menepi lagi ke ujung dinding batu dan tidak mau melihat Callista. Lucas memunggungi Callista dan menyembunyikan wajahya, ia duduk menghadap dinding batu.
Kemudian Callista pun tetap mendekatinya, Callista tidak menyerah, ia terus berusaha.
Callista mendekat dengan perlahan dan memeluk Lucas dari belakang. Lembut dan menyandarkan kepalanya di punggung Lucas yang besar.
"Aku tahu ini berat untukmu, aku ingin kau segera kembali, aku pemilik darah murni spesial, hisaplah darahku Lucas. Aku menawarkan diriku padamu."
"TIDAK!!!" Lucas menggeram keras dan menghindari Callista lagi.
"PERGILAH CALLISTA!!! GGGGRRRRRRAAAWWWW!!!"
"BUGGG!!!"
"BUUGGG!!!"
Lucas kembali mengaum keras, ia bahkan membenturkan kepalanya ke dinding batu yang keras, Lucas masih duduk menghadap dinding batu dan dengan sangat keras ia membenturkan kepalanya berkali-kali.
"BUGGG!!!"
"BUUUGGG!!!"
Callista dengan segera memeluk Lucas dan mencium leher Lucas. Callista tidak tahan dengan penyiksaan yang Lucas lakukan pada dirinya sendiri.
Namun, Lucas tidak berhenti membenturkan kepalanya pada dinding, Callista kemudian menyelinap dari bawah tubuh Lucas dan duduk di hadapan Lucas.
Callista dengan cepat mencium bibir Lucas dan memeluk tubuh besar Lucas.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
istri king kurkan
gambaran Lucas pas jadi predator ni kek gimana ya bentukannya 🤔..?? andai ada visual nya
2024-01-20
4
💠⃟⃝♠Yeyen
teruslah lawan monster pada dirimu Lucas.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-25
1
Abel
Jadi Ingat Kisah Cinta Si Buruk Rupa Dan Si Cantik Jelita 🤭😁
2023-12-10
1