Lazarus yang mengerti bahwa Tuannya tidak senang, kemudian ia menatap dengan wajah seram pada Abigail.
"Kau tidak lagi memiliki hubungan dengan Nona Callista, tidak perlu mengatakan omong kosong, tutup mulutmu." Kata Lazarus mewakili Lucas.
Di sisi lain, pandangan mata merah Lucas seperti serigala yang siap mencabik-cabik tubuh Abigail.
"Ten... Ten... Tentu Tuan. Saya akan menutup mulut." Kata Abigail menutup mulut dengan kedua tangannya.
Begitu dekat pandangan mata itu, hingga membuat Abigail terjatuh ke lantai karena takut akan mata merah darah yang begitu tajam.
Tak berapa lama mata merah milik Lucas berubah menjadi orange kembali dan melihat pada Callista.
"Ayo." Ajak Lucas.
Sedikit gemetar, Callista mengulurkan tangannya di tangan Lucas yang besar dan hangat. Matanya menggembung tapi tentu saja Callista harus menahannya, ia tidak mau membuat Vampire itu tersinggung.
Callista menatap Abigail, sang ibu tiri, meski dia hanya ibu tiri, tapi hanya dialah satu-satunya yang Callista kenal, hanya dia satu-satunya orang yang Callista tahu. Namun, sang pangeran Vampire tetap membawanya menuju pintu mansion karena kini Callista telah menjadi tumbal miliknya, sekaligus menjadi istrinya.
Pangeran Vampire itu akan membawa Callista pergi jauh dari rumah, begitu sangat jauh dan tidak akan pernah kembali lagi. Untuk terakhir kalinya Callista memandangi mansion tua milik ayahnya, ia kembali teringat kenangan-kenangan manis yang indah pada masa kecilnya bersama ayah dan ibunya.
"Betapa rumah ini dulu begitu hangat." Kata Callista dengan mendongak ke atas melihat mansion milik sang ayah yang telah di ambil oleh Abigail.
Mobil pun melaju meninggalkan mansion dan kemudian melesat ke jalan yang begitu lengang dan gelap.
Gedung-gedung pencakar langit masih jarang sekali ada di kota itu, dan beberapa mansion memiliki jarak yang jauh-jauh, sehingga tidak begitu ramai.
Sepi, hujan, dan gelap, Callista melirik pada Lucas, pasti keadaan dan cuaca itu di sukai oleh para Vampire.
Mobil mereka terus melaju di jalan yang basah, mereka akan menuju ke daerah selatan, namun sebelum itu Perjalanan akan di tempuh menggunakan pesawat dan melanjutkan lagi menggunakan mobil untuk menuju Kekaisaran Vampire.
"Apa kau sangat takut denganku? Callista." Tanya Lucas yang tiba-tiba.
Suara Lucas rendah, dan dalam, menggema di dalam mobil yang masih melaju dengan kecepatan normal membawa mereka ke bandara dan menuju Kekaisaran Vampire tepatnya kerajaan Selatan.
Mobil mewah tersebut sangat nyaman dan membuat Callista cukup merasakan keenakan, tentu saja Callista merasa seperti itu karena tempat duduknya saja begitu empuk, itu adalah sesuatu yang berbeda dari biasanya untuk Callista yang sering tidur di loteng tanpa alas. Begitu dingin, keras, dan membuat tubuhnya sakit.
Callista yang masih terus merasa tegang dan gemetar pun terkejut, punggungnya bergidik karena suara datar dan dalam milik Lucas. Jemari Callista mencengkram dan meremaas kuat-kuat gaun pengantinnya.
Suhu dingin yang menerpa pun membuat jari-jarinya semakin terasa kaku dan susah untuk di gerakkan.
Dengan rasa takut yang terus menyeruak dari dalam tubuh dan benaknya, Callista melirik Lucas yang duduk di sampingnya.
Wajah tampan Lucas benar-benar sempurnya.
"Andaikan dia bukan Vampire." Batin Callista.
"Ti... Tidak, Sa... Saya tidak takut." Kata Callista dengan suara terpotong-potong.
Tentu saja itu bohong, Callista bahkan berulang kali ingin pingsan karena lemas menekan ketakutannya, dia sedang duduk di samping pria buas yang siap kapan saja menerkam lehernya dan menghisap habis darahnya.
"Ta... Tapi, berapa lama perjalanan kita." Callista mencoba untuk bertanya, mencari topik, apakah sang Vampire bisa diajak bicara atau tidak.
Dan itu adalah obrolan pertama yang Callista buat, dia berusaha sekuat mungkin untuk memecah keheningan dan berpura-pura bersikap biasa, apalagi udara dingin dan suasana hening yang ada di dalam mobil membuatnya semakin mencekam. Entah kenapa jalan yang ia lalui berbeda dari jalan-jalan pada umumnya.
Malam itu dingin dan hening, sebelum pada akhirnya cuaca menjadi menakutkan, suara deru mobil yang halus dan suasana malam yang tiba-tiba menjadi hujan sangat lebat membuat udara semakin dingin dan mencekam apalagi petir menggelegar tanpa henti membuat semuanya semakin terasa aneh, dan terasa menenggelamkan rasa keberanian Callista, apalagi yang duduk di samping Callista adalah Vampire penghisap darah manusia.
"Mungkin 1 hari 1 malam." Kata Lucas.
"Ta.. Tapi... Jalan yang kita lalui berbeda dari jalan biasanya, lalu... Sa... Saya membaca buku, Vampire bisa terbang hingga menyamai dengan kecepatan cahaya. Ke... Kenapa Vampire naik mobil?"
Perlahan rasa penasaran Callista menggelitikinya dan ingin bertanya meski juga secara bersamaan ia mencoba menaklukkan rasa takutnya yang meningkat.
"Ternyata kau banyak tanya juga." Kata Lucas.
"Ma... Maafkan Saya... Saya... Tidak bermaksud lancang atau tidak sopan pada anda..."
Callista perlu melemaskan otot-otot tubuhnya yang menegang, karena itu membuatnya cepat sekali lelah sehingga Callista melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menggelitiki sedikit rasa penasarannya.
Meski Callista tahu ia hanyalah seorang tumbal, dan entah mengapa juga mendadak sudah menjadi seorang istri vampire, Callista tentu di buat sangat bingung.
Apakah ia tumbal yang akan mati, atau kah istri Vampire? Jika itu tumbal kenapa Pria Vampire di sampingnya tak terlihat galak sama sekali, atau tidak langsung menghisap darahnya.
Dan jika sekarang dia adalah istri Vampire, lalu peran seperti apa yang harus Callista lakoni? Apakah seperti istri-istri di dunia manusia?
Pertanyaan-pertanyaan itu menyiksa jiwa Callista yang penasaran.
Namun, tidak ada lagi yang bisa Callista lakukan selain menerima semua yang ada di depan matanya. Tidak ada jalan untuk kembali.
Jika Callista melarikan diri, dia tidak memiliki tempat bersembunyi. Jika pun Callista melarikan diri dan dapat bersembunyi pasti Vampire itu akan dengan cepat menemukannya.
Callista juga harus siap, jika suatu saat nanti darahnya akan kering karena di hisap oleh suaminya.
Pertanyaan Callista membuat Lucas tersenyum sangat tipis, dan itu membuat ketampanan Lucas semakin bersinar memukau hingga membuat Callista lupa untuk bernapas.
"Ketampanannya begitu berbahaya." Batin Callista.
"Biasanya memang tidak perlu naik mobil." Jawab Lucas.
"La-Lalu kenapa, sekarang kita naik mobil…?"
"Karena, kau pasti akan takut jika aku langsung mengajakmu terbang apalagi di luar sedang hujan lebat, kau tidak takut pada kilat dan juga guntur?"
Callista diam menyadari bahwa ternyata Lucas memikirkan ketakutannya, membuat Callista sedikit aneh dan berfikir kenapa Lucas dengan cepat begitu perhatian dengannya, padahal ia hanyalah tumbal untuk di hisap darahnya.
Namun, ketakutannya tidak berkurang, neski ia mengetahui bahwa pangeran Vampire, yang tak lain adalah suaminya juga, memperhatikannya dan berbicara dengan lembut. Callista masih menganggap Lucas adalah binatang buas yang siap menerkamnya kapan saja.
Meskipun Callista juga merasa suaminya jauh lebih lembut dan lebih baik daripada Abigail sang ibu tiri yang selalu menyiksanya. Tetap saja Callista masih merasa menggigil.
Callista ingat bagaimana Abigail mengurungnya tanpa makanan, Callista ingat bagaimana Abigail tidak pernah berbicara lembut, membentak, mengumpat, berteriak dan berkata kasar semua kalimat dan suaranya hanyalah berisi cacian dan makian bahkan dengan kalimat-kalimat kotor.
Yang paling membuat Callista sakit dan sedih adalah, bagaimana Abigail yang selalu mengutuk dan mencemoh almarhum ibunya sebagai wanita rendah yang tidak bermartabat.
"Te... Terimakasih Tuan. Saya.. Memang sedikit takut dengan petir, setiap tidur di loteng, seolah petir ada di atas kepala saya." Kata Callista terbata.
Meski begitu, Callista cukup lega dan sedikit tenang, mendapati bahwa Lucas memilih untuk menemaninya di dalam mobil untuk melalui perjalanan panjang menuju Kekaisaran Vampire.
Padahal Lucas bisa saja pergi lebih dulu dan meninggalkannya bersama pengawalnya, sehingga Lucas bisa sampai hanya dengan beberapa jam.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
💖 sweet love 🌺
apalah si callista ni, gemetar terus gk berhenti2 dari tadi
2024-10-06
0
istripak@min
kebnyakan prolog nya thor
2024-02-28
4
Jovanka Queenby
kbanyakn prology toor..dialogy sedikit bgt
2024-01-09
1