Mendengar pertanyaan lembut Lucas, Callista hanya menggelengkan kepala dengan pelan, karena ia sendiri ragu apakah dirinya masih takut atau tidak, beberapa saat ia tenggelam dalam makanan enak.
"Aku ingin meminta maaf karena tadi pagi, dan berterimakasih padamu, karena sudah membawaku dengan selamat." Kata Callista.
Lucas hanya diam memperhatikan.
"Ta... Tapi... Apakah aku boleh menanyakan sesuatu padamu?" Tanya Callista lagi.
"Ya."
"A... Apa semua pelayan di sini awalnya, mereka juga istrimu?"
Lucas mengangkat satu alisnya naik, dan kemudian tersenyum seperti geli mendengar pertanyaan Callista, Lucas menutupi mulutnya yang tersenyum dengan sedikit punggung tangannya.
"Ini pertama kalinya aku melihatnya tersenyum. Biasanya wajahnya selalu dingin dan terlihat marah." Batin Callista.
"Tidak, kebanyakan mereka memang di tumbalkan, namun tidak satupun yang aku jadikan istri, mereka semua yang di tumbalkan langsung menjadi pelayan di sini."
"Lalu... Kenapa aku...?"
"Kau berbeda Callista..."
"Berbeda?" Callista mengernyitkan alisnya tak mengerti.
"Sebenarnya sebelum pertemuan kita saat pernikahan malam itu, kita pernah bertemu Callista."
"Kita? Pernah bertemu? Kapan? Dimana?"
"Saat itu kau mencari ayahmu."
Callista mengingat-ingat kejadian dimana dan kapan saat ia mencari ayahnya.
"Apakah... Saat mobil milik ayahku terperosok masuk ke jurang? Pada saat itu, hari dimana seharusnya ayah pulang namun, di tengah perjalanan mobilnya tiba-tiba oleng, namun kata dokter, hasil autopsinya adalah ayahku terkena serangan jantung."
"Ya, aku melihatmu berlari mencari ayahmu."
Callista terkejut sekaligus sedih mengingat kejadian itu.
"Saat itu banyak serigala yang ingin memangsa ayahmu, aku datang terlambat, aku berdiri di sampingnya yang sudah terbaring penuh dengan darah, namun sebelum meninggal ayahmu selalu memanggil namamu, saat itu aku datang ingin menolongnya, namun ayahmu berpesan padaku jika aku harus menolong anaknya yang bernama Callista, aku harus menyelamatkannya, dia ingin kau menjadi pelayan di istanaku. Ayahmu tahu bahwa kau kesulitan menjalani hidupnya bersama wanita itu."
Callista menutup mulutnya dan matanya mulai berair. Suara isak tangisnya menyakitkan. Callista berusaha sekuat mungkin agar tidak berteriak.
"Seperti janjiku pada ayahmu, aku akan menjagamu Callista."
Callista memandang Lucas.
"Jadi, kenapa kau ingin menjagaku, kau tidak mengenal ayahku dan aku."
"Ayahmu adalah pelayan dapur di istana Raja Vampire ke IV."
"Ap... Apa... Ayahku adalah pelayan dapur dari raja Vampire IV, apakah yang kau maksud Raja vampire itu adalah ayahmu?"
Lucas mengangguk.
"Dan... Sebentar lagi tahta itu akan turun padaku, setelah aku mengumumkan pernikahanku denganmu."
"Kau... Akan menjadi raja Vampire?"
Lucas mengangguk.
"Maaf baru menceritakan ini padamu, aku tidak ingin kau terus bersedih dan berlarut-larut menyalahkan ayahmu karena telah menikahi wanita itu, ayahmu sangat menyayangimu Callista. Dia juga telah menyesalinya. Saat Abigail akhinya memanggil makhluk malam, saat itu banyak vampire yang ingin mendatanginya dan melakukan perjanjian hitam dengannya, karena para Vampire menginginkan dirimu, mereka tahu kau istimewa. Namun, tentu saja aku mengusir semua vampire itu dan aku bisa mendapatkan perjanjian hitam tersebut, dengan syarat adalah kau sebagai tumbalnya, namun yang sebenarnya aku ingin menjadikan kau sebagai istriku. Sejujurnya aku sudah memperhatikanmu sejak lama. Callista."
"Bagaimana kau.. Bagaimana kau bisa tahu tentang kehidupanku?" Callista akhirnya tidak dapat membendung air matanya. Setengah bersedih dan setengahnya lagi merasa ngeri.
"Suatu hari ketika aku berkunjung di halaman belakang, ayahmu sedang duduk di taman selepas ia memasak hidangan makan malam. Kami mengobrol sebentar, saat itu tidak ada yang berani mendekatiku namun ayahmu berbeda. Ayahmu bercerita, jika anaknya selalu mengurung diri di dalam kamar, lalu ia menemukan buku harianmu, ia membaca jika kau menulis bahwa semua penderitaannya di sebabkan oleh ayahnya yang menikah lagi. Saat itu ayahmu tahu jika kau telah mendapatkan siksaan, ketika Ayahmu ingin menceraikan wanita itu, Ayahmu tertimpa musibah lebih dulu."
Callista semakin menangis, isak tangisnya semakin menyakitkan, suaranya terdengar memendam kesakitan luar biasa dan ingin sekali meluapkannga, kini ia merindukan ayahnya.
"Aku tidak tahu jika dia memperhatikanku..." Air mata Callista semakin deras.
Lucas mengelus punggung dan rambut Callista dengan lembut. Namun, Lucas tak memberitahu pada Callista jika, dengan menjaga Callista, ayahnya telah menukarkan jiwanya untuk di berikan pada Lucas agar Lucas mau melindungi Callista.
"Aku akan buktikan pada ayahmu bahwa aku akan melindungimu. Hari ini kau harus ikut denganku ke Istana Utama, karena aku akan mengumumkan pernikahan kita di sana."
"Tapi aku... Apakah tidak apa-apa jika manusia ada di sana?"
"Aku akan menjagamu, para Vampire tidak akan ada yang berani menyentuhmu."
Callista terdiam, mau ataupun tidak dia tetap harus menghadiri acara itu bersama Lucas, apalagi Lucas mengatakan itu adalah acara untuk memperkenalkan dirinya sebagai istri Lucas.
Callista kemudian menundukkan kepalanya.
"Kau sudah kenyang?" Tanya Lucas sembari mengelap air mata Callista.
Callista mengangguk.
Kemudian Lucas memberikan isyarat tangan pada para pelayan untuk datang.
"Dandani istriku, kami akan pergi ke istana utama." Kata Lucas.
Kemudian para pelayan itu mengajak Callista pergi ke kamar dan mulai mendadaninya.
Tidak ada satupun di antara para pelayan itu yang melayani Callista berbicara satu sama lain, seolah-olah mereka adalah robot yang hanya siap dengan segala perintah.
"Maaf siapa namamu?" Tanya Callista kemudian pada seorang pelayan yang sedang merapikan rambut Callista.
"Aah... Maaf Nona, apakah saya melakukan kesalahan?" Tanya gadis itu dengan wajah takut.
Callista menggeleng, ia pun terkejut kenapa sikap pelayan itu sangat berlebihan.
"Aku hanya bertanya padamu, siapa namamu? Kau terlihat masih sangat muda."
"Oh maafkan saya Nona, saya takut saya telah melakukan kesalahan, nama saya Tifani."
"Tifani?"
"Ya Nona."
"Apa kau juga...."
"Ya Nona, saya menjadi tumbal untuk kakak laki-laki saya."
"Kakak laki-laki?"
"Dia... Kakakku... Tidak bisa lagi bertahan pada kondisi kesehatannya, dan sudah tidak kuat hidup menderita karena kemiskinan, setiap hari harus menerima hinaan dan pukulan dari orang-orang, saya bersedia menjadi tumbal demi dirinya bisa hidup bahagia."
"Jadi?"
"Jadi... Saya yang menawarkan diri saya sendiri untuk menjadi tumbal. Awalnya saya pikir saya akan menjadi santapan para Vampire namun sesampainya di sini saya terkejut banyak sekali manusia yang semua nya menjadi tumbal dan tidak menjadi makanan para Vampire."
"Apa semua Vampire seperti Lucas?"
Tifani menggeleng.
"Hanya Pangeran Lucas dan pengikut setianya, sisanya mereka masih haus dengan darah manusia, anda akan tahu sedikit demi sedikit."
Setelah selesai menggunakan gaun yang sangat indah dan rambut Callista juga selesai di tata, semua pelayan takjub melihat kecantikan Callista.
Kemudian para pelayan hendak membawa Callista pada Lucas.
"Nona, jika saya boleh berpesan pada anda, jangan terkejut jika nantinya di sana anda melihat banyak manusia menjadi budak hawa naffsu dan di kuras darahnya oleh para vampire, tetap di samping Pangeran Lucas dan selalu percaya padanya." Bisik Tifani di telinga Callista.
Seketika Callista mengeratkan genggamannya, ia menjadi sedikit gusar, hal mengerikan apa yang ada di Istana Utama.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
istri king kurkan
Lucas bisa tersenyum juga ya?😁
2024-01-17
0
💠⃟⃝♠Yeyen
pasti tegang banget nihh Callista.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-17
1
Triiyyaazz Ajuach
percaya dan yakin pada Lucas sqja Callista dia pasti bsa menjagamu
2023-12-05
3