Callista berjalan di dampingi Tifani sedangkan pelayan lainnya berjalan di belakang untuk mengawal layaknya dayang-dayang.
Saat menuruni tangga besar jantung Callista terasa seperti meledak-ledak tak karuan.
Callista merasakan kakinya mendadak gemetar dan lemas, keringat dinginnya mengucur. Tapi itu bukan ketakutan seperti yang ia rasakan saat pernikahannya.
"Astaga, apa sekarang aku menjadi segugup ini? Hanya karena Lucas akan memperkenalku sebagai pasangannya pada bangsa Vampire? Jadi, sebutan apa yang nanti akan aku dapatkan ketika Lucas menjadi Raja Vampire?"
"Bagaimana situasi nya nanti di Istana Utama, apakah Lucas akan terlihat gagah? Astaga, tidak! Aku tidak boleh terperdaya hanya karena dia tampan, ingat Callista dia adalah Vampire, yang jelas apakah keluarganya akan menerimaku?"
"Aku tidak siap untuk semua ini, apa Lucas sudah memikirkannya? Aku manusia, apakah mereka akan menerimaku? Apakah mereka akan menyetujui pernikahan ini? Apakah tidak apa-apa seorang Raja Vampire memiliki istri manusia biasa?"
Callista mencengkram gaunnya begitu keras, hingga membuat jari-jarinya yang lentik gemetaran.
Callista terlalu tenggelam dalam pikiran-pikiran yang menyulitkannya, hingga ia tersentak ketika sebuah mata yang tajam menatapnya dan berdiri di depannya, sedang para pelayan kemudian meninggalkannya sendiri.
Jantungnya semakin tidak karuan, bahkan bunyi detak jantungnya sendiri hingga terdengar di telingannya, Callista semakin tidak bisa menyembunyikan kegugupannya, ia bahkan takut jika Lucas mendengar bagaimana jantungnya berdetak sangat keras.
Kini Callista akhirnya menyerah pada pendiriannya. Kini Callista mengakui jika di hadapannya adalah pangeran Vampire yang memiliki ketampanan tiada tanding.
Lucas telah memakai setelan pakaian dengan sangat gagah, seperti seorang ksatria yang tidak dapat tersentuh oleh musuh.
Jubahnya melingkar dari bahu dan melingkari ke belakang. Itu adalah pertama kalinya Callista melihat setelan pakaian yang sangat berkelas dan mewah, Lucas memang bangsawan Vampire yang mempesona.
"Istriku..." Kata Lucas tak mampu melanjutkannya.
Sedangkan di pihak lain. Pikiran Lucas kacau melihat istrinya tampil sangat menawan dengan balutan gaun yang pas dan serasi dengan kulit putih nan bening Callista. Pikirannya mulai mendominasi hingga membuatnya terpaku dan merasuk menusuk dada Lucas, meski jantungnya mati, namun kenapa desir panas membara dan menyala di dada hingga menjalar ke syaraf-syarafnya yang paling kecil.
"Dia... Sangat cantik, apakah dia mampu menahannya? Dengan semua tenaga yang aku miliki? Apa aku mampu untuk mengontrolnya? Astaga, aku ingin sekali menyentuhnya. Aku ingin sekali membuatnya tidak dapat tidur sepanjang malam, apakah dia akan pingsan dengan wajah cantiknya itu? Aku bahkan tidak mampu menutup mataku, karena dia sangat cantik, aku hanya bisa memandanginya tanpa bisa menyentuhnya, sebelum dia percaya padaku aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak membuatnya ketakutan. Callista, Bahkan aku tidak rela untuk berkedip, karena kau sangat cantik.."
"Tuan..." Sapa pelayan pribadi Lucas yang berdiri di belakangnya.
Lucas tersentak, saatnya ia bangun dari pikirannya yang telah menenggalamkannya karena hasrat membaranya pada istrinya.
"Eliot Suruh mereka masuk dan bawa jubahnya kemari." Lucas memberi perintah pada pelayan pribadinya.
Kemudian orang yang berdiri di belakang Lucas memakai jubah hitam dengan tudung tertutup pergi dan membuka pintu yang lain. Dia adalah Eliot, Ksatria hitam bayangan Lucas. Elliot yang akan selalu ada di dekat Lucas sebagai bayang-bayangnya, menjaga dan mengontrol keadaan saat keadaan tak aman, Elliot akan langsung menjaga.
Callista masih berdiri tak mampu berkata apapun dan bergerak, ia menunggu perintah dari Lucas, harus bagaimana.
Tak berapa lama pintu besar pun terbuka, 3 orang bertubuh besar masuk, meski mereka semua memakai jubah berwarna merah maroon yang gelapi namun Callista bisa melihat bahwa mereka juga memakai pakaian Ksatria.
Kemudian di susul oleh Eliot membawa sebuah kotak berlogo dengan ukiran emas, itu adalah Logo Kerajaan milik Lucas.
Sementara Lucas hanya berdiri dan memandang, Callista memperhatikan 3 sosok yang kini ada di hadapan nya dengan sangat meneliti.
Satu diantara dari mereka Callista sudah sangat mengenalinya, meskipun memakai tudung perawakannya tidak asing baginya, karena dialah yang memberikan dokumen perjanjian pada sang ibu tiri ketika pernikahannya dengan Lucas. Dan itu adalah Lazarus.
"Callista kemari." Lucas mengulurkan tangannya.
Callista bingung dengan perilaku itu.
"Apakah maksudnya aku harus menggapai tangannya?"
Callista tidak ingin malu dengan prasangkanya, ia tidak mau terlalu percaya diri, pasti bukan itu maksudnya. Callista maju lebih dekat di samping Lucas.
Sedangkan Lucas sendiri membuang nafasnya dengan sedikit kecewa, ia berharap Callista bisa lebih tenang jika istrinya menggapai tangannya atau istrinya mau menggenggam tangan nya.
Seperti biasa, Callista masih berusaha untuk menyembunyikan kekhawatirannya dan menyimpan ketakutannya sendiri daripada bersandar pada Lucas.
Ketiga Ksatria melihat raut wajah kecewa Lucas , dan melihat Lucas menarik tangannya yang terulur dengan mengepal.
"Buka tudung kalian." Perintah Lucas.
Kemudian 3 Ksatria itu membuka tudung mereka.
"Kau pasti sudah tidak asing dengan Lazarus." Kata Lucas.
Callista mengangguk.
"Sebelum kita pergi aku ingin kau mengenal para Ksatria terpilih yang menjadi tangan kanan kepercayaannku, mereka juga akan menjagamu, jadi, kau harus mengingat mereka dan memanggil mereka jika kau butuh bantuan. Aku akan memperkenalkannya padamu."
Callista memandangi satu persatu para Ksatria itu, mereka memiliki aura yang kuat, dan seperti mesin pembunuh berdarah dingin, yang siap menerjang apapun dan siap mati demi melindungi tuannya.
Namun, yang menarik adalah, 2 vampire di hadapan Callista memiliki wajah yang sedikit saling menyerupai satu sama lain, meski sekilas tidak begitu terlihat namun jika di perhatikan lebih dalam lagi mereka berdua memiliki wajah yang sedikit mirip.
"Dia adalah Lazarus kau sudah bertemu, dan di sampingnya adalah Zilom dan Felom, meskipun tidak terlalu mirip tapi mereka kembar. Lalu yang berdiri di ujung sana, dia adalah Eliot, Ksatria bayang-bayang pribadiku." Kata Lucas.
"Kami Ksatria Kerajaan akan bersumpah." Mereka semua secara bersamaan menyapa dan kemudian berlutut menunduk.
Sontak Callista mundur, ia terkejut.
"Tidak apa-apa... Mereka akan bersumpah melindungimu." Kata Lucas.
Kemudian Lucas mengeluarkan pedangnya dengan satu tangan ia melambungkan keatas dan kemudian turun menghunuskan pedangnya di atas bahu Lazarus bagian kiri.
Semua Ksatria masih dalam posisi menunduk dan bersimpuh di atas lantai dengan kaki sebelah kanan menjadi tumpuan tangan mereka.
"Istriku, kemari, berdiri di depanku, taruh tangan kananmu di atas tanganku yang memegangi pedang, dan sebelah tanganmu memegang pedang juga."
"Ba... Baik." Callista masih di bawah tekanan dan menurut saja atas apa yang di perintahkan suaminya.
"Berikan sumpahmu." Perintah Lucas.
"Saya Lazarus pemimpin Klan Vampire Biru di bawah komando kerajaan, akan memimpin Klan Vampire Biru untuk melindungi Tuan Putri melebihi nyawa kami sendiri."
"Klan Vampire biru adalah Pemimpin Vampire murni, dan dari keturunan bangsawan asli." Bisik Lucas di telinga Callista.
Kemudian Lucas memindahkan pedangnya dengan Callista masih memegangnya juga menggunakan kedua tangannya yang terlihat kecil, kini giliran pada bahu Zilom.
"Berikan sumpahmu." Perintah Lucas.
"Saya Zilom pemimpin Klan Vampire merah akan memimpin Klan Vampire merah untuk melindungi Tuan Putri Callista, melebihi nyawa kami sendiri."
"Klan Vampire Merah adalah Pemimpin para Vampire kalangan rakyat biasa namun keturunan Vampire murni, mereka bukan dari kalangan bangsawan namun memiliki darah asli Vampire murni yang paling kuat, dulunya mereka adalah pemberontak kerajaan." Bisik Lucas lagi di telinga Callista.
Kemudian yang terakhir, Lucas berpindah ke bahu Felom.
"Berikan sumpahmu."
"Saya Felom pemimpin Klan Vampire hitam akan memimpin Klan Vampire hitam untuk melindungi Tuan Putri Callista, melebih nyawa kami sendiri."
"Klan Vampire hitam adalah Vampire yang bisa melihat atau bisa mempengaruhi atas alam baka. Mereka bisa bernegosiasi ke alam baka atau akhirat, biasanya Klan Vampire Hitam akan mudah masuk dan bernegosiasi dengan pemimpin Kerajaan Neraka."
"Mereka semua adalah dari Vampire Origine, artinya dari Vampire murni." Bisik Lucas lagi.
Kemudian mereka bertiga dengan masih menunduk memberikan salah satu telapak tangan mereka yang kiri naik menghadap ke atas , kemudian pertama-tama Lucas mengarahkan ujung pedangnya di atas telapak tangan Lazarus dan menekannya.
Terlihat darah mengalir di telapak tangan Lazarus, kemudian berpindah pada telapak tangan Zilom, dan Felom, kini telapak tangan mereka mengalir darah hingga ke pergelangan tangan.
"Seharusnya darah mereka di campur dengan darah milikmu Callista, namun kali ini pengecualian."
Lucas kemudian mengiris telapak tangannya sendiri menggunakan pedangnya dan meneteskan darah tersebut di atas telapak para Ksatria, akhirnya secara perlahan darah yang ada di telapak tangan mereka berubah menjadi biru tua, mereka pun langsung meminumnya.
Callista tercengang dan merasa mual, ia terhuyung dan lemas, matanya sedikit kabur, ia ingin pingsan. Namun Lucas dengan segera menahan tubuh istrinya menggunakan sebelah tangannya dan merangkulnya.
"Bertahanlah, ini akan segera selesai." Bisik Lucas di telinga Callista.
Sontak Callista menjadi semakin tak nyaman, dengan kedekatan mereka, apalagi bisikan Lucas sangat terasa panas di telinganya, bibir Lucas menyentuh telinganya.
Kemudian terlihat para Ksatria selesai meminumnya luka mereka telah sembuh.
"Berdiri." Perintah Lucas.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
💖 sweet love 🌺
gemetar terus
2024-10-06
0
istripak@min
lazarus susah nyebutnya thor,lazada aja thor
2024-02-28
0
💠⃟⃝♠Yeyen
mulai sekarang callista harus hafalin klan vampir.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-18
1