Lucas kembali keluar dan memanggil para Ksatrianya lagi.
"Callista meminta kita untuk terbang, dia mulai kelelahan."
"Yuhuui, terimakasih Nona Callista yang ajaib, tubuhku sudah sangat kaku menunggu mobil yang berjalan begitu lambat seperti kura-kura." Zilom memijit bahu dan menggerak-gerakkan bahunya lalu berlari-lari kecil.
"Tapi, kita akan terbang dengan pelan." Perintah Lucas.
"Baik pangeran." Kata mereka.
Lucas kemudian mengambil beberapa mantel yang ada di dalam koper Callista dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Pakai ini." Kata Lucas sembari memakaikan mantel-mantel itu.
"Kenapa berlapis?" Tanya Callista.
"Di luar sangat dingin." Kata Lucas.
Kemudian Lucas melepaskan mantel miliknya dan langsung memasangkan pada Callista, mantel itu sangat besar untuk Callista.
"Ini terasa sesak, untuk apa aku memakai mantel sebanyak ini?"
"Aku tidak mau makhluk lain mencium bau tubuhmu." Sahut Lucas sibuk memakaikan mantel pada istrinya.
Setidaknya Callista memakai 3 mantel, dan Lucas menarik tudungnya hingga menutupi seluruh kepala Callista.
Saat itu juga, Callista melihat peran suaminya benar-benar ada untuknya, Lucas memerankannya seolah-olah pria itu sangat mencintai Callista.
"Mengapa kau begitu perhatian, dan baik padaku." Batin Callista.
"Siap?" Tanya Lucas.
Callista mengangguk.
Tapi sekali lagi baru beberapa menit mereka semua terbang, para Ksatria terlihat kecewa dan tak habis pikir. Tulang mereka seakan sebentar lagi pasti akan rontok karena kaku.
Mereka tidak bisa menahannya lagi, terbang dengan lambat membuat tubuh mereka sakit dan tentu sangat tidak nyaman.
Biasanya mereka selalu bergerak dan terbang dengan kecepatan cahaya, terbang perlahan justru membuat otot-otot mereka tegang dan sakit. Mereka harus memperlambat gerakan, dan melambatkan segala pergerakan.
Pangeran terbang dengan sangat pelan dan sangat pelan, bagi mereka itu adalah terbang yang bahkan burung saja jauh lebih cepat.
"Bilang pada pangeran, tidak bisakah menambah kecepatan sedikit, kita terbang masih terlalu pelan, Nona Callista juga tidak akan berani menentang pangeran." Kata Zilom menggunakan telepatinya pada rekan-rekannya.
"Kalau kau mau menginap di ruang bawah tanah dan mendapat hukuman bicaralah sendiri, apa kau tidak bisa melihatnya, pangeran sedikit berubah jika menyangkut Nona Callista, aku sampai tidak mengenalinya. Dia sangat perhatian dan lembut. Padahal biasanya sangat dingin. Aku terkejut saat pertama kali melihat ekspresi wajah Pangeran Lucas ketika melihat Nona Callista akan menjadi istrinya." Kesal Felom pada adiknya yang selalu saja menggerutu.
"Apa kalian tidak bisa diam, jika pangeran tahu kalian mengeluh, habis lah kalian." Kata Lazarus menengahi.
Para Vampire Kstaria itu saling melempar mata, dan mengobrol melalui mata batin mereka dengan cara saling menatap.
Setelah perjalanan yang jauh dan dingin, Callista merasa tubuhnya benar-benar sudah lelah, tidak seperti biasanya, Callista adalah gadis yang kuat, bahkan dia mampu bertahan ketika pukulan-pukulan Abigail beruntun menghujaminya namun karena beberapa tekanan dan kekuarangan tidur tubuhnya kian tidak mampu menahan.
"Apa mungkin karena beberapa hari aku tidak tidur dan terlalu banyak membaca buku?" Batin Callista
"Luu... Luucas tubuhku tidak nyaman, dan aku semakin merasa lelah." Kata Callista.
"Sebentar lagi Callista. Kita tidak bisa berhenti di sini, karena di sini area terlarang." Lucas semakin mendekap Callista di dalam dada bidangnya. Pelukan itu semakin erat dan membuat tubuh Callista semakin terlihat kecil.
Mata Callista perlahan menutup.
"Aku akan tidur."
"Tetaplah terjaga Callista." Kata Lucas.
"Cari tahu kenapa Callista semakin lemah." Lucas memandang Lazarus dan melakukan telepati melalui mata mereka.
Kemudian Lazarus mulai memeriksa.
"Kita harus mempercepat Tuan, saat ini kita berada di atas daerah para Vampire Zombie Tuan. Jenis Vampire yang menyerap kekuatan manusia. Kita memasuki wilayah mereka, dan manusia yang berada di wilayah ini, kekuatannya akan tersedot habis, dan itu akan mengundang para Vampire Zombie untuk meminum darahnya. Mereka cukup sulit di atur karena otaknya mati." Balas Lazarus.
Kemudian tanpa aba-aba Lucas mempercepat terbangnya.
Para Ksatria tersenyum dan merasa senang, tubuh mereka sudah sangat pegal dan nyeri otot, namun juga khawatir dengan daerah yang mereka lalui, membuat mereka menambah kewaspadaan, bernegosiasi dengan golongan vampire Zombie tidak akan berakhir dengan baik, semua hanya bisa di lakukan dengan pembataian karena otak mereka mati.
Vampire golongan Zombie sendiri memiliki populasi yang cukup banyak, mereka adalah Vampire buangan. Kebanyakan karena mereka terkena virus dan berubah menjadi Vampire Zombie yang menjijikkan. Tanpa otak dan memiliki cacar serta nanah di sekujur tubuh, memakan daging bangkai dan darah bangkai juga mereka mau.
Lucas sendiri adalah pangeran dari Vampire golongan Origine biru yang artinya adalah Vampire murni golongan bangsawan murni.
Vampire telah terpecah menjadi beberapa, dan semua itu berada di bawah pemerintahan mereka masing-masing. Namun juga tetap berada di bawah kekuasaan Vampire Origine Biru.
Vampire Origine Biru adalah Vampire terkuat dan Vampire murni.
Lucas yang masih menjadi pangeran di tuntut untuk segera menikah oleh ayahnya, karena Lucas adalah pewaris yang harusnya naik tahta menjadi Raja Vampire menggantikan ayahnya.
Lalu ada Vampire Slave, yaitu manusia yang berubah menjadi Vampire, biasanya manusia yang menjadi Vampire baru sedang berlatih untuk mengontrol akan kerakusannya meminum darah manusia. Slave tidak dapat hidup di bawah sinar matahari karena sebenarnya mereka sudah mati namun di bangkitkan menjadi vampire.
*****
Perlahan Callista membuka mata namun kesadarannya masih belum kembali sempurna. Tubuhnya terasa lebih ringan daripada malam itu.
Bahkan, pada malam itu sekedar membuka mata saja ia tidak memiliki kekuatan, Callista merasa energi dan tenaganya habis tanpa melakukan apapun.
Wajah Callista terlihat berseri, karena tempat empuk yang ia tiduri. Berulang kali ia menggosok-gosok pipinya pada sesuatu yang nyaman, baru kali ini sepanjang hidupnya bersama sang ibu tiri bisa menikmati tidur yang begitu nyaman.
"Sudah sangat lama aku tidak tidur senyaman ini, kenapa ranjang ini lembut dan sangat empuk, biasanya aku tidur di gudang hanya beralaskan tikar. Mm nyaman sekali... Apa... Aku sudah mati? Apa ini surga?" Batin Callista yang menggeliatkan tubuhnya.
Telapak tangan Callista mengusap sesuatu yang keras, dan ia mulai merasa bahwa itu adalah kulit yang hangat, seperti dada seorang pria.
Sedangkan sebuah tangan besar yang kuat, membalas dengan membelai lengan Callista begitu lembut.
Setelah membuka mata dengan lebar, dan kesadarannya mulai penuh.
Seorang pria tampan dengan dada bidang, tangan berotot, yang pasti dia tanpa pakaian, dan tertutup selimut sebatas pinggang berbaring di sebelahnya. Pria itu memeluk Callista dengan erat. Pelukan itu sangat nyaman bagi Callista, begitu hangat, tubuh yang kekar membuatnya merasa aman dari apapun.
Callista seketika bangkit dari tempat tidurnya, duduk dengan membeku, namun dengan cepat memeriksa tubuh dan meraba seluruh tubuhnya. Nafasnya berderu cepat.
"Tidak ada yang aneh. Pakaianku masih lengkap. Tapi ini bukan pakaian pengantin, siapa yang menggantikan bajuku? Piyama ini, siapa yang memakaikannya." Kata Callista hampir berbisik lirih.
Callista membuang nafas.
Ingatan demi ingatan pun mulai berdatangan dan membanjiri isi kepalanya. Semuanya! Kemudian Callista melihat ke sekelilingnya, kamar yang sangat besar dan mewah.
"Apa aku sudah berada di kerajaan Vampire?" Kata Callista hampir berbisik.
Nafasnya perlahan menjadi lebih mudah, Callista menelan ludah sambil menatap pria tampan dihadapannya itu. Callista lebih tenang karena ia sampai dengan selamat dan masih lengkap memakai pakaian.
"Namun siapa yang sudah mengganti pakaianku?" Callista masih bertanya-tanya, mulai bergidik dan mendelik.
"Malam itu aku pingsan, apa itu artinya selama perjalanan, dia menjagaku?"
Wajah tampan yang sedang tidur dengan tenang itu adalah wajah sang Vampire, tak lain tak bukan adalah suaminya.
Penampilannya saat tidak memakai baju benar-benar menghidupkan darahnya hingga mendidih, hanya dengan sekejab memandang, wajah Callista pun memerah.
Apalagi otot-otot dada yang membentuk sempurna terlihat kekar dan kuat.
"Apa yang ku pikirkan."
Callista menepuk-nepuk pipinya yang panas, kemudian menarik napas dalam-dalam, berusaha menemukan kendalinya saat matanya tetap terpaku pada wajah suaminya yang tampan.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
istri king kurkan
act of service banget nih si Lucas...😍
2024-01-17
0
💠⃟⃝♠Yeyen
pagi2 dapat rejeki ya Callista.. bangun ditempat yang nyaman dapat pemandangan cogan pula 🤭
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-15
1
Win wina
terbang LBH lamban daripada burung😅
2023-12-14
0