"RAAWWWRRR...!!!!"
"GGGRRRRR!!!!"
"RAAAWWRRR!!!!"
Lucas melompat terbang dan menarik tirai besar mencakar dinding dan kemudian menyerang mencakar, semua yang ia lihat, kemudian secara bersamaan dengan Agharuz dan para Ksatria kerajaan yang siap untuk meringkus Lucas.
"Matilah dalam kutukan mu Lucas!!!" Teriak Agharuz.
"BRRAAKKKK!!!"
"BUUGGG!!!"
Monster besar itu menerkam Agharuz, sedangkan Agharuz berusaha melepaskan dirinya.
Para Ksatria kerajaan menyiapkan panah mereka untuk memahan Lucas, lalu Lazarus menyerang para Ksatria kerajaan dengan cepat.
Lazarus memutar kepala para Ksatria Kerajaan satu persatu dengan cepat.
"Bagaimana para Ksatriaku kalah hanya kedua tangan kosong Lazarus!" Geram sang Raja.
Kemudian Ratu bergidik ngeri ketika anaknya Lucas yang berubah menjadi monster mengaum dan mencabik-cabik tubuh para Ksatria dan bertarung dengan Agharuz.
Agharuz kemudian melesat terbang dan hendak memukul Lucas namun tangan besar Lucas lebih cepat dan kemudian membanting Agharuz ke lantai.
"BRRRAAKKK!!!!"
"RRAAAWWWRRR!!!"
Lantai retak dan rusak.
Beberapa Ksatria maju dan menyerang Lucas, dengan marah Lucas menggigit mereka dan kemudian mengoyak tubuh mereka, lalu menghisap darah mereka hingga habis.
Lilith melihat itu menjadi jijik.
Mata besar dan merah milik Lucas memancar dan mengerikan, bola mata besar berwarna merah bergerak dengan cepat seolah mencari seseorang, para Ksatria kerajaan masih berdatangan dengan jumlah yang banyak.
Lazarus melihat Lucas yang semakin kalap mengoyak dan menghisap darah para Vampire.
Semua Vampire yang ada di Istana berlarian karena ketakutan.
"Monster itu tidak akan pernah puas." Kata Lazarus pelan.
Selain itu, Callista yang memasuki taman terlarang mulai bergidik, bulu kuduknya mulai terasa meremang.
"Kenapa udaranya sedingin ini?"
Taman Terlarang itu berbentuk seperti labirin, dan Callista pun akhirnya tertarik untuk masuk.
Callista mendengar sesuatu seperti suara-suara yang mendesahh lemah dan lembut, kemudian kakinya melangkah dan mencari dimana suara itu berasal.
Alangkah terkejutnya ketika ia melihat pemandangan di depan matanya.
Sebuah Taman yang cukup besar yang berada di tengah-tengah labirin dan memiliki air mancur di tengahnya, air yang bening berubah menjadi merah.
Banyak Vampire dan manusia sedang bercampur menjadi satu.
Callista melihat pesta itu, dan mengingat kalimat Tifani, bahwa para manusia menjadi budak naffsu untuk Vampire.
Pemandangan yang mengerikan bagi Callista perutnya terasa seperti di aduk dan mual.
Callista melihat para manusia dan Vampire yang sedang melakukan sesuatu secara tidak bermoral dan bersama-sama.
Mereka para Vampire menghisap darah manusia dan melakukan hubungan badan secara bersama-sama di sana. Para manusia menyerahkan diri dengan suka rela, dan mereka akan mendapatkan apa yang mereka mau.
Lalu Callista paham, bahwa ini adalah sisi gelap kerajaan, mereka mengadakan pesta karena Raja baru akan di lantik dan para manusia ini adalah yang sudah mengantri untuk bisa menjadi hidangan untuk Raja baru dan Raja lama, namun tidak lolos, dan akhirnya mereka menjadi santapan para penghuni kerajaan dan bangsawan lain sisanya yang tidak lolos lagi akan di buang dan di tampung oleh para Vampire yang lebih rendah lagi yaitu Vampire Slave, dan kini mereka ada di hadapan Callista.
Beberapa Vampire akhirnya menyadari kedatangan Callista.
Jantung Callista seperti berhenti berdetak, matanya membulat, jiwanya tidak tenang, ia ketakutan. Callista sangat ketakutan.
Hanya dengan satu kedipan mata, para Vampire itu sudah berada di dekat Callista membuat Callista tidak dapat bergerak, tubuhnya mendadak kaku, dan tentu saja Callista sangat terkejut, ia tidak tahu harus berbuat apa.
Bahkan Callista tidak berani bernafas atau menelan ludahnya. Saat Vampire mendekat dengan secepat kilat, rambut Callista berterbangan beebrapa helai, seolah waktu berhenti dan Vampire sudah ada di dekatnya.
"Apakah aku akan mati? Apakah aku akan mati di sini? Apakah akhirnya aku mati seperti ini?"
"Baunya berbeda." Kata salah satu Vampire.
"Aku yakin dia masih perawan." Kata Vampire lainnya lagi.
Kemudian tangan-tangan Vampire itu menyentuh kulit Callista dengan ujung-ujung kuku mereka, dari wajah leher dan kemudian tangan serta bahu dan dada Callista.
Vampire-vampire itu adalah Vampire yang sulit di atur, dan Callista telah memasuki taman terlarang dimana taman itu adalah untuk melakukan pesta hidangan yang di lakukan para Vampire Slave.
Vampire Slave adalah manusia yang berubah menjadi Vampire, mereka sulit di atur karena belum bisa mengendalikan rasa haus dan lapar.
Berbeda dengan Vampir murni atau Vampire Origine yang memiliki darah asli bangsawan, mereka sudah memiliki pengendalian diri akan rasa haus dan lapar, bahkan beberapa dari mereka ada yang tidak meminum darah manusia, mereka ada yang meminum darah hewan.
"Kau mau menikmatinya dengan cara apa?" Kata salah satu vampire pada Callista.
"Tenang saja, rasanya tidak sakit, jika kau mau menurut." Vampire satunya berbicara
"Apa kau tidak tahu cantik. Aku sudah mencium aroma ketakutanmu, dan darahmu pasti akan semakin enak." Lalu Vampire lain juga.
Tak berapa lama Vampire-Vampire yang ada di taman juga menjadi tertarik. Callista melihat mereka juga mendekat. Callista semakin panik dan takut.
"DUUAARRR!!!"
Air mancur meledak dan membuat para manusia berlarian ketakutan, mereka semua pergi keluar tunggang langgang dengan telanjangg dan compang-camping..
Para Vampire melihat siapa yang datang dan merusak pesta mereka.
"Hello!!! Kalian berurusan dengan orang yang salah." Kata Felom.
Ternyata Felom menggunakan kekuatannya untuk meledakkan kolam air mancur.
"Siapa kau." Tanya salah satu Vampire Slave.
"Aku? Aku adalah Vampire yang akan mentertibkan kalian, apakah tuan kalian tidak memberikan pelajaran? Atau justru semua ini ulah tuan kalian? Agharuz bodoh itu?"
Vampire Slave selalu memiliki tuan, siapa yang telah membuat mereka menjadi Vampire, itu tuan mereka.
"Sangat di sayangkan sekali, Istana megah ini menjadi sarang Vampire Slave sepertinya jika Pangeran Lucas menjadi raja, pekerjaannya akan sangat banyak." Ejek Felom.
"Jangan banyak bicara!!!" Teriak salah satu Vampire Slave dan mulai terbang menyerang.
"HYAAA!!!"
Semua Vampire Slave terbang menyerang Felom, mereka ada puluhan dan menyerang secara bersamaan.
Kekuatan-kekuatan mereka baru saja pulih karena meminum darah manusia, sehingga semakin sulit di atur.
"Aku tahu kalian sangat bersemangat, tapi berkelahi juga memerlukan taktik, perhitungan, dan pakai otak kalian!"
"KREETEKK!!!" Felom memutar salah satu kepala Vampire Slave hingga terlepas.
Namun seperti lebah, Vampire Salave terus saja berdatangan.
"Dari mana mereka semua? Apakah Agharuz ingin mendirikan kerajaan menggunakan para Vampire Slave? Sialan!"
"RRRAAAWWWW!!!!"
"GGGGRRRRRR!!!!"
"KRAAASAKKK!!!! BRAAKKKK!!!"
Monster besar mencakar-cakar labirin hingga taman terlarang itu terbuka.
Callista terkejut dengan penampakan sosok monster besar di hadapannya. Monster itu sangat marah dan memporak porandakan semua yang ada di hadapannya.
"Makhluk itu... Sama seperti yang aku lihat di dalam buku... A... Akuu... Apakah... Dia akan memakanku." Callista terpaku tubuhnya ambruk di atas rumput.
Salah satu Vampire Slave kemudian menarik tubuh Callista dan akan membawanya pergi. Vampire Slave itu menggendong Callista dan terbang.
"RRRRAAAWWWWWW!!!!"
"RRRAAAWWWWW!!!"
Monster itu semakin marah dan terbang menerjang bangunan taman lalu menghancurkannya dengan brutal, ia mengejar kemana Vampire Slave akan membawa Callista.
"AAAAAARRGGGGGGG!!!!" Callista berteriak sangat takut.
"BRRAAAKKK!!! BOOMMMM!!!" Bangunan taman ambruk seketika, hanya dengan sentuhan cakar Lucas.
"RAAAAWWWW!!!!"
"Astaga, sialan si Agharuz! Sepertinya dia benar-benar akan membuat kerajaannya sendiri di sini menggunakan Vampire Slave!" Felom melihat Vampire Slave yang berdatangan semakin banyak.
Sedangkan Lazarus yang baru saja menyelesaikan pertarungannya dengan para Ksatria kerajaan dan membuat para Ksatria kerajaan yang begitu banyak sudah mati di kakinya akhirnya menyadari jika Pangeran Lucas sudah pergi meninggalkan ruangan, ia melihat Agharuz sudah terkapar di atas lantai, namun belum mati.
Raja dan Ratu juga sudah tidak terlihat, sepertinya di amankan dengan cepat oleh para pengawal.
Lazarus kemudian meninggalkan ruangan itu dan menuju balkon, ia melihat dari atas bahwa semua sudah beralih ke taman terlarang.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
istri king kurkan
hadehhh, ngapain sih lu Lis pake acara kluar istana segala...!! kalo dah gini siapa yg mau nolongin 😤
2024-01-20
0
💠⃟⃝♠Yeyen
meski Lucas berubah menjadi monster tapi tidak lupa dengan Callista.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-25
3
Nini Tipah
diihh deg degan baca ny 🤭🤪🤪
2023-12-09
0