Setelah para Ksatria menyelesaikan sumpah mereka, Eliot maju dan menyodorkan kotak yang memiliki logo emas kerajaan.
Lazarus mengambil mantel atau jubah yang ada di dalamnya dan memakaikannya pada Lucas.
Kemudian mengambil jubah yang lebih kecil dan giliran memakaikannya pada Callista.
Jubah itu sepadan, berwarna merah darah dan memiliki logo emas kerajaan yang cukup besar di belakang.
Jubah yang bagus dan memiliki tudung.
Callista memperhatikan satu per satu para Ksatria yang telah melakukan sumpah untuk melindungi dirinya melebihi nyawa mereka.
Para Ksatria memiliki perawakan yang tinggi seperti Lucas, dan tentunya aura yang kuat dan pembunuh melekat pada mereka.
"Lazarus adalah sosok yang tidak memiliki banyak ekspresi, sejauh ini ketika aku bertemu dengannya saat acara pernikahan kilat, dia lebih banyak diam. Rambutnya berwarna hitam, wajahnya juga tampan meski tidak lebih tampan dari Lucas.
"Kemudian Zilom dan Felom, mereka juga memiliki perawakan yang tinggi dan bertubuh besar, lalu otot-otot mereka terbentuk sempurna, terlihat sangat kuat seperti mesin pembunuh yang brutal."
"Namun Zilom jauh lebih banyak tersenyum dan sepertinya dia memiliki jiwa anak kecil yang riang."
"Felom jauh lebih dewasa atau seperti masa bodoh yang terus ingin memberikan pelajaran pada sang adik yang selalu ingin memberontak."
"Itulah yang mungkin bisa ku simpulkan dari mereka. Tentu saja wajah mereka juga tampan, namun Zilom seperti wajah yang tampan sekaligus cantik, dia energik, dan memiliki tindik di telinga kiri, sebuah tindik emas kecil, wajah Zilom sangat tampan dan menggemaskan seperti bayi yang cantik, membuatnya sangat memikat namun lebih mempesona wajah Lucas yang tampan serta dingin secara bersamaan, Lucas memiliki wajah tegas, garis rahang kuat, dan sangat berkharisma." Batin Callista.
" Jadi... Bisa di simpulkan bahwa hampir semua yang melayani Lucas adalah Vampire yang memiliki wajah tampan, kecuali pelayan wanita di sini, mereka adalah manusia."
"Istriku sayang apa kau siap?" Tanya Lucas menyentak keterkejutan Callista.
Lucas berbisik di telinga Callista, membuat Callista terkejut, bisikan lembut, dan panggilan istri yang terdengar penuh kasih sayang membuat Callista seperti akan meleleh.
"Apakah salah satu kekuatan Vampire memang pintar merayu dan mekikat?"
"Ya... Aku siap." Kata Callista singkat.
Lucas menggendong Callista dan kemudian ia terbang di kawal oleh para Ksatria.
Callista merasa jantungnya berlarian kesana dan kemari, membuatnya sangat lelah, ia ketakutan apakah akan terjadi hal buruk jika ia di perkenalkan pada kaum Vampire.
Apakah Lucas sudah memikirkannya? Apakah tidak apa-apa? Bukankah manusia adalah makanan bagi Vampire? Apakah Lucas tahu itu? Semua pikiran-pikiran menakutkan membuat Callista gelisah dan gemetar.
Hingga akhirnya sampailah mereka di kerajaan Vampire, Lucas dan ke tiga Ksatrianya mendarat di atas lantai mozaik yang indah. Hal yang di sadari Callista adalh, di wilayah Vampire langit selalu terasa gelap dan berkabut meski matahari sudah naik, namun seolah sinar itu terhalang kabut yang tebal, entah mungkin memang sengaja seperti itu, ataukah memang wilayahnya seperti itu, seperti selalu basah di guyur hujan dan lembab serta berkabut.
Suara alunan musik yang lamban terdengar samar-samar, cahaya yang terang ada di dalam kerajaan.
Kemudian Lucas menurunkan Callista dengan hati-hati, di rasa Callista sudah berdiri dengan benar Lucas melepaskannya.
Callista bergumam pada hatinya.
"Apakah Raja Vampire mengadakan pesta meriah ini untuk menyambutku?"
Callista dengan cepat menggelengkan kepalanya dan memarahi dirinya sendiri karena pemikiran itu.
"Tidak mungkin mereka melakukan itu. Bagi para Vampire manusia adalah makanan dan budak, kelas rendahan yang tidak bisa di bandingkan oleh kaum Vampire bangsawan."
Callista meremas tangannya sendiri, mengepal dan mencengkram gaunnya.
Bagi manusia, para Vampire sebelumnya adalah musuh para manusia, sebelum para Vampire menenggelamkan dan menjerumuskan manusia ke dalam cengkraman gelap para Vampire.
Manusia yang tamak dan rakus tergiyur dengan iming-iming dan janji manis dari sihir-sihir para Vampire, akan kecantikan yang abadi, akan kekayaan, dan segala hal duniawi, dan gantinya adalah jiwa para manusia atau pun orang terdekat para manusia untuk di jadikan tumbal dan berakhir menjadi budak atau makanan.
Callista tetap tidak akan mempercayai para Vampire itu apalagi Rajanya, jika pun pesta itu di buat untuk menyambut dirinya, ia yakin semua itu semata-mata untuk anaknya, dalam hati Raja Vampire pasti tidak akan pernah menerimanya sebagai menantu.
"Sayangku Istriku, apa kau takut?"
Suara Lucas begitu terdengar sangat agung dan bermartabat, serta hangat, membuat pikiran Callista kembali ke dunia nyata dan terkejut, kesadarannya masih diambang batas membuat nya tersandung kakinya sendiri, lalu tubuhnya seketika membungkuk akan terjatuh, dengan kecepatan kilat Lucas menangkap tubuh Callista dan mendekapnya, punggung Callista menempel di dada Lucas, sedangkan tangan kuat Lucas menangkap pinggang dan memeluk Callista.
Callista berusaha untuk memperbaiki postur tubuh dan keseimbangannya, setelah ia mendapatkan kembali kesadaran dan keseimbanganya ia cemberut dan melihat pada Lucas.
"Jangan mengagetkanku." Kata Callista mengerutkan keningnya, ia tak sadar dengan sikapnya tersebut, karena itu reflek sekali.
"Sekarang kau berani mengerutkan keningmu." Lucas menunjuk kening Callista dengan jarinya, lembut dan mengelusnya dengan mesra.
"Ma.. Maaf." Kata Callista tak sadar telah memasang wajah kesal pada Lucas. Kemudian ia menutupi dahinya dengan kedua tangannya.
"Jika kau belum siap kita bisa datang lain kali istriku." Kata Lucas.
Suara dan kalimat Lucas yang lembut tentu saja membuat Callista merasa bersalah, tapi seharusnya Lucas mengatakannya sebelum mereka sampai di kerajaan, dan pikiran itu justru membuat mood Callista berubah lagi menjadi lebih kesal.
Namun, Callista tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengatakan bahwa ia ingin pulang.
"Tidak perlu, kita sudah sampai sekarang atau besok sama saja, aku akan di sini, lagi pula akan ada penobatan untuk dirimu." Kata Callista menyembunyikan rasa sedihnya.
Akhirnya Callista tetap merasa sangat gugup dan dia tahu dia tidak akan pernah siap untuk ini, yaitu bertemu dengan para Vampire tepatnya adalah masuk ke dalam sarang predator.
"Baiklah ayo kita masuk. Raja dan Ratu pasti sudah menantikan kedatangan kita." Kemudian Lucas membantu melepaskan jubah Callista.
Callista mengalihkan pandangannya setelah dia mengangguk, bertekad jika sudah masuk ke dalam dia hanya akan diam dan tidak akan membuat gerakan yang aneh, dia hanya akan duduk diam, atau berdiri dengan tenang tanpa melakukan apapun yang menarik perhatian.
Lucas melepaskan jubah Callista dengan sangat hati-hati, dan Callista menghargai perhatian suaminya pada dirinya.
Imajinasi Callista melambung dan memikirkan sesuatu, cepat atau lambat Lucas pasti akan meminta haknya sebagai suami, yang Callista tahu adalah Nafssu Vampire jauh lebih tinggi dari manusia, apalagi kekuatan yang Vampire gunakan jauh lebih tinggi dari manusia saat berurusan dengan ranjang, hasrat, dan nafssu.
Lucas memberikan jubah Callista pada Lazarus, Callista menatap tanpa berkedip pada wajah tampan dan tubuh gagah Lucas. Kemudian wajah mereka beradu pandang, Callista menunduk, namun Lucas masih bisa melihat kecantikan wajah Callista.
Lucas menawarkan tangannya dan Callista memeluk tangan Lucas dengan lembut. Tatapan Lucas masih tak lepas dari wajah Callista. Gaun yang memperlihatkan leher Callista yang mulus menciptakan kontras yang indah dengan rambut yang tergerai panjang. Ramput pirang yang panjang dan bergelombang begitu memikat Lucas ingin membelainya dan menciumi leher jenjang Callista.
Lucas pikir Callista adalah mawar merah yang eksotis, namun juga memiliki begitu banyak duri yang sulit di pegang, jika bisa memegangnya orang akan terluka akan kecantikan mawar yang indah tersebut.
Akhirnya mereka berjalan dan masuk melalui pintu besar itu, Callista melihat ke sekeliling dan menghargai kemewahan besar yang ada di dalam istana kerajaan yang memiliki warna merah darah sebagai warna dominan untuk dekorasinya.
Hal yang paling mampu Callista pikirkan dari kemewahan kerajaan itu hanyalah. Seberapa kaya keluarga Vampire ini?
Lucas melihat wajah istrinya begitu tertekan dan ia berhenti melangkah.
"Istriku, jika ada yang mengganggumu atau kau merasa tidak nyaman, jangan ragu untuk memberitahuku." Kata Lucas meyakinkan istrinya.
Callista tidak mengatakan apapun, karena dia sendiri merasa lehernya tercekat dengan kegugupan dan ketakutannya yang akan masuk ke dalam sarang Vampire, predator paling menakutkan dan musuh para manusia, Callista hanya bisa mengangguk, menggigit bagian dalam bibir bawahnya.
Ketika kaki Callista mulai masuk, suara musik semakin terdengar keras di telinganya, meski alunan musik itu pelan, namun suara musik itu cukup membuat jantungnya terasa ingin meledak.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
istri king kurkan
seneng ya Calista dikelilingi cogan..😂
2024-01-17
0
💠⃟⃝♠Yeyen
Callista bikin orang ikut deg deg an juga. gak kebayang betapa grogi nya Callista saat masuk ke ruangan itu.
SEMANGAT Thor 🤗
2023-12-25
1
Rifatul Munawaroh
yg gemeteran chalista, kok aq bacanya sambil gemeteran n ikut2 jadi gagap ya🤣🤣🤣
2023-12-21
0