di Perbatasan laut hendak menyeberang ke Pulau pribadi milik Wales.
"Nona? apa anda tidak mengabari suami anda?" tanya Diandra dengan hati-hati.
"tidak, aku tidak mau dia tau nanti masalahku dan aku yakin semua akan semakin rumit." jawab Jissy beralasan.
"tapi dia ayah dari bayi Nona, tidak seharusnya anda menyembunyikan janin itu darinya." selah Diandra.
Jissy tersenyum kikuk, Ia sedang berpikir alasan apa yang pantas untuk dijelaskan ke Diandra supaya tidak mempertanyakan masalah Ayah dari Janinnya lagi.
"dia sangat sibuk bahkan sangat sibuk, dia baru saja memulai usaha dan aku tidak mau pekerjaannya kacau saat tau aku mengandung pasti dia tidak akan bisa bekerja dengan baik." bohong Jissy seolah memberitau kalau Jissy dan suaminya saling mencintai.
Diandra pun tidak lagi mempertanyakan hal itu karna jawaban Jissy sangat logis mengenai ulu hati jadi tak berhak juga Ia ikut campur jika alasannya adalah perjuangan bersama.
Jissy melajukan Yacht nya ke arah Pulau Pribadi milik Wales sementara Diandra hanya menghela nafas berkali-kali karna tidak bisa berbuat apa-apa padahal Ia berharap bisa menjaga Jissy setiap detik tapi Diandra tidak punya kuasa apapun sebab Jissy juga bukan Istrinya Wales jadi percuma saja Diandra memohon pada Wales pasti tidak akan di kabulkan.
Diandra sungguh tidak tau kalau suami Jissy adalah Wales, Jissy juga tidak menyebutkan nama suaminya hanya mengatakan sedang bekerja di Luar Negeri untuk mendapatkan penghasilan lebih.
.
di Mansion Mewah milik Wales (Pulau Pribadi).
Jissy memberikan bahan makanan yang Ia bawa ke Robot cantik, segera saja robot itu melakukan tugasnya untuk memasak demi peliharaan Wales.
Jissy terduduk di Sofa sambil menatap lurus kedepan, "jangan meratapi takdir Jissy, kamu sudah masuk dalam lumpur dan tidak mungkin bisa keluar kalaupun kamu berhasil keluar tubuhmu sudah menghitam karna kotoran lumpur itu." lirih Jissy yang ternyata otaknya belum berdamai dengan takdirnya.
Jissy meraup wajahnya seketika, "apa yang aku bicarakan? kalau aku masuk lumpur jelas bisa mandi dan bersih tapi aku bukan kotor di luar melainkan di dalam." gumam-gumam Jissy dengan frustasi.
cukup lama Jissy menenangkan diri hingga Ia mulai belajar menerima semua nasibnya, tidak mungkin Jissy menggugurkan janinnya yang kembar dan entah mengapa hatinya terlalu berat berpikir ingin menggugurkan janinnya yang dipikir-pikir tidak bersalah sama sekali.
"kalau ada yang patut di bunuh itu seharusnya Viora bukan calon anakku, mereka tidak tau apa-apa tentang bagaimana mereka ada." kesal Jissy seketika teringat Viora.
beberapa saat kemudian,
Jissy mendorong meja berisi makanan ke Ruangan Es milik Peliharaan Wales, seperti biasa kedua hewan ganas itu selalu mencium perut Jissy yang juga sudah terbiasa dengan tindakan hewan buas itu.
"sepertinya kalian akan menjadi Papa dari anakku." ucap Jissy dengan senyuman kecilnya mengusap-ngusap leher Yola dan Bola sambil tertawa geli ketika wajahnya di jilatin oleh kucing nakal Wales itu.
Jissy menjaga kandungannya dengan baik bahkan jika Ia bosan maka akan menghabiskan waktu bersama Yola-Bola selama beberapa jam sampai Ia merasa kedinginan lalu keluar dari sana.
kini kandungan Jissy sudah memasuki 5 bulanan dan sudah seperti hamil 7 bulanan, Jissy tidak menanyakan keberadaan Wales sebab di dalam Kontrak Pernikahan sudah dijelaskan bahwa Wales akan bertanggung jawab dengan biaya pengeluaran Jissy apapun itu sampai anaknya lahir.
Jika Jissy tidak mau merawat anaknya maka Wales akan melepaskan Jissy dengan syarat anak itu tidak diambil oleh Jissy, Wales berkata seperti Pria yang kejam padahal Ia sangat tau kalau seorang Anak sangat membutuhkan Seorang Ibu sampai usia tertentu.
.
di tempat lain,
"Mom? kenapa bisa sebanyak ini lamaran Putri Kerajaan dari tetangga?" tanya Wales terkejut melihat isi salah satu gulungan dokumen milik Sean dan Ana.
Ana menggaruk pipinya yang tidak gatal karna tau Wales memang tidak suka di paksa menikah, Ana juga tidak berhak mengatur pernikahan Wales sebab yang menjalani hidup berumah tangga itu Wales sendiri bukan Ana ataupun Sean.
"Mommy tidak menerima lamaran mereka nak, Mommy hendak membakar surat-surat itu." bela Ana dengan serius.
"aku tidak mau menikahi salah satu dari mereka Mom." ucap Wales dengan nada serius namun terdengar tegas seolah Ia tidak ingin masalah yang paling Pribadinya itu disentil.
"tidak sayang, Mommy akan bersabar menunggu kamu mendapatkan pilihanmu walaupun Saudara kembar Mommy sudah mendapatkan Cucu, Keyno Maldev sangat tampan bukan? Mommy merasa gemas padanya tapi Mommy hanya bisa berdoa semoga kamu cepat dapat istri yang baik dan sayang sama padamu dan mengutamakan kamu serta anak-anak kalian nantinya." ujar Ana.
Wales memerintahkan salah satu penjaga Istana membakar surat-surat itu lalu Wales memilih pergi meninggalkan Ana yang menarik nafas dalam-dalam.
"kenapa dia makin sensian aja sih?" gumam Ana yang merasa Wales seperti emak-emak hamil yang gampang emosi hanya karna masalah spele.
di Kamar Wales,
Wales memainkan Ponselnya lalu Ia teringat akan Jissy yang merawat peliharaannya, Wales hendak menghubungi Jissy dengan panggilan telepon tapi rasa mualnya tiba-tiba kambuh lagi hingga Wales menghabiskan waktu di Westafel selama beberapa jam sampai benar-benar hilang rasa mualnya.
setelah itu Wales jadi langsung tertidur, biasanya Wales jarang tidur dengan cepat tapi sekarang memejamkan mata sekali saja sudah terlelap tanpa ada memikirkan hal lain.
.
ke esokan harinya,
Wales membersihkan dirinya lalu menghubungi Jissy yang sudah lama tidak tau kabarnya dengan panggilan telepon, sekalian Wales ingin tau kabar peliharaannya dan 1 bulan lagi Kontrak pernikahannya dengan Jissy akan berakhir.
"halo?" sapa halus suara Jissy yang kebingungan dengan nomor asing itu menghubungi telepon Rumah Wales.
di Tempat Jissy,
"Tyara?" sapa Wales.
Jissy berdebar seketika mendengar nama itu hanya Wales saja yang memanggilnya dengan sebutan Tyara.
"i--iya Tuan?" sapa Jissy tergagap.
"bagaimana kabarmu?" tanya Wales basa-basi.
Jissy tersenyum lebar dan tanpa sengaja bahunya bergoyang ke kiri-ke kanan sembari tangan kanannya mengelus perut buncitnya.
"kami menunggu anda Tuan, kapan anda datang kesini?" tanya Jissy yang ingin memberi kejutan pada Wales.
Jissy tidak mencintai Wales tapi entah mengapa hatinya kini sangat ingin melihat wajah Wales mungkin karna bawaan bayinya yang sangat merindukan sosok Papanya.
"2 hari lagi urusanku selesai, aku akan melihat kalian bertiga." kata Wales belum mencerna maksud kata Kami oleh Jissy malah berpikir yang disebut Jissy adalah Yola-Bola bersama Jissy tanpa tau pikiran Jissy adalah 2 bayi dalam kandungan Jissy.
"baiklah Tuan, bawakan saya makanan enak terbaik di Negara Tuan berada sekarang." pinta Jissy dengan kekehan kecilnya sambil mengelus-ngelus perutnya.
"aku bisa memasaknya untukmu, lagian kalau aku beli makanan disini yang ada akan basi. kau pikir jarak tempatku sekarang ke Pulau Pribadiku dekat?" Wales.
Jissy mengangguk-ngangguk dengan mata berbinar membayangkan Wales memasak untuknya benar-benar membuatnya semakin tidak sabar ingin makan masakan Wales.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Sani Srimulyani
kalo difikir2 kasian juga nasib jissy....kira2 apa yg difikirkan wales ya klo tau jissy lg hamil.
2023-12-13
1