"siapa yang menyuruhmu untuk membayar ini?" tanya Wales dengan heran.
sontak saja Jissy menatap Wales dengan tatapan kebingungannya, "hah?"
"makanlah, sup ini bagus untuk kebaikanmu sendiri." titah Wales.
Jissy yang semakin tidak mengerti hanya bisa bengong ditempat, sebenarnya apa tujuan Pria itu mengajaknya bicara berdua kalau bukan untuk minta ganti rugi tapi sekarang malah Jissy berpikir kalau Wales sedang merayunya seperti seorang Pria pada umumnya mengejar tambatan hati dengan mengajak makan berdua di Restaurant mewah.
takkk..?!!
"aduuuh...!" pekik Jissy mengelus keningnya.
"kau melamun lagi." kata Wales dengan wajah tak merasa bersalahnya.
Jissy menatap penuh selidik pada Wales seakan pikiran buruknya kembali bercabang-cabang.
"makan..?!" titah Wales tanpa melihat ke arah Jissy pun tau kalau Gadis itu tengah mencurigainya akan sesuatu.
"aku tidak mau makan." kata Jissy membuang muka.
kruyyuukkk---kruyuukkk
bunyi perut Jissy begitu terdengar jelas oleh Wales dan Jissy sendiri. wajah Jissy seketika memerah tomat sambil menggigit bibir bawahnya karna ketahuan sedang kelaparan.
Jissy melihat perlahan ke arah Wales yang tidak peduli dengan bunyi perutnya bahkan tidak menertawainya sama sekali, alhasil dengan tangan gemetar Jissy meraih sendok makan dan mulai mencicipi sup herbal yang Wales pesan.
awalnya terasa panas di tenggorokan Jissy namun berhasil menambah selera makan Jissy sampai menghabiskan 1 panci nasi yang tersedia diatas meja makan.
"huaah..! enaknya makanan disini, pantas saja mahal." gumam-gumam Jissy yang jujur saja baru pertama kali merasakan masakan Restaurant itu.
Wales tidak mempermasalahkan harga makanan itu tapi Ia malah berusaha menahan kedutan bibirnya melihat cara Jissy makan seperti bocah yang tidak makan berhari-hari akibat kesenangan bermain, jika wanita diluar sana pasti akan menjaga image didepan Wales tapi Jissy malah tidak menjaga keanggunannya sama sekali.
.
beberapa saat kemudian,
Jissy cegukan seketika saat Pelayan datang menyebutkan semua makanan yang tersedia dimeja telah habis dimakan Jissy sehingga nominalnya jauh lebih besar.
"kenapa semahal itu? Jisssyyy?? kenapa kau tidak bisa menahan selera makanmu yang seperti bab* hah?!" batin Jissy yang masih cegukan.
Pelayan yang ada disekitar Jissy dengan sigap memberikan segelas air putih ke Jissy yang ternyata harganya pun terbilang mahal karna mengandung Vitamin penguat kekebalan tubuh, jiwa miskin Jissy meronta-ronta bahkan Ia nyaris ingin memuntahkan isi perutnya tapi tidak bisa seolah perut miskinnya itu tidak ingin mengeluarkan makanan mahal itu.
Wales hanya melirik Jissy sekilas lalu mengeluarkan kartu berlambang khusus anggota Kerajaan di Negara kelahirannya, Jissy tidak melihat kartu itu malah sedang sibuk berusaha memuntahkan isi perutnya tapi Pelayan disekitar Jissy malah merawat Jissy dengan baik seolah tamu VVIP yang sangat berharga.
"sudah..?!" Wales menarik kerah baju belakang Jissy yang otomatis melangkah mundur dengan mata melebar kaget.
.
kini Jissy dan Wales ada di sebuah Ruangan khusus, begitu banyaknya drama Jissy supaya tidak memasuki Ruangan itu tapi ternyata Wales punya cara untuk membuat Jissy tunduk tanpa bisa melawan ataupun membantah.
"baca..?!" titah Wales meletakkan sebuah map berwarna emas dimeja.
Jissy melebarkan matanya melihat warna logo Map ditengah-tengahnya seolah Ia tau kalau itu adalah emas asli.
"wahhh?? i--ini emas asli?" gumam Jissy yang tidak mengira akan terpesona dengan logo emas itu.
Wales memijit pelipisnya, "Gadis ini malah jatuh hati dengan logo kecil itu? kenapa dia tidak tertarik denganku? dasar Gadis aneh." batin Wales yang tidak mengerti pemikiran Jissy.
"baca?!" titah Wales.
Jissy terkejut terpaksa Ia membuka map itu dengan pikiran harap-harap cemas akan sesuatu tapi judul besar di halaman atas isi map yang Ia baca adalah Kontrak Pernikahan, sehingga alis Jissy berkerut dalam.
"Kontrak Pernikahan?" batin Jissy duduk lebih tenang dan membaca isi map itu dengan teliti.
"bagaimana?" tanya Wales.
Jissy melebarkan matanya seketika menatap ke arah Wales tidak percaya.
"ke--kenapa? a--aku pikir Tu--Tuan akan minta ganti rugi." cicit Jissy tergagap.
"baca nomor 2 !" pinta Wales.
Jissy pun menurutinya, "pihak Kedua tidak berhak tau alasan pernikahan kontrak ini pada pihak Pertama." ucap Jissy membacakan isi kontraknya.
"jelas?" tanya Wales membuat Jissy garuk-garuk kepala.
"boleh sa--saya bertanya Tuan?" tanya Jissy berubah formal pada Wales.
Wales menaikkan sebelah alisnya.
"apa maksud isi Kontrak Pernikahan nomor 20 tentang jaminan Pekerjaan tetap dengan gaji yang besar?" tanya Jissy tunjuk tangan seperti murid bertanya pada gurunya.
"bekerja di Pulau Pribadiku tanpa ada Orang lain dan kau hanya perlu menjaga tempat itu tetap bersih juga rajin memberi makan peliharaanku." jelas Wales panjang X lebar.
"pu--pulau pribadi? peliharaan? memangnya Peliharaan apa Tuan? apa seekor kucing?" cecar Jissy.
Wales diam.
"anj*ng?" tebak Jissy seolah tau kalau kucing bukan peliharaan yang Wales pelihara.
Jissy tak kunjung dapat jawaban pun berpikir kalau tebakannya salah jadi menebak lagi, "burung?"
"diamlah..?! kau akan tau nanti." ketus Wales membuat Jissy mengatup bibirnya rapat-rapat.
Jissy tidak rugi jika menyetujui Kontrak pernikahan itu dengan Wales malah Ia merasa posisinya sangat aman, menikah kontrak tanpa sentuhan fisik juga di rahasiakan namun jika karna perbuatan malam itu membuat Jissy hamil maka anak itu akan dirawat oleh Wales tanpa membebani Jissy namun tidak melarang Jissy untuk memberi asi pada anak itu dan yang paling utama adalah Jissy dipekerjakan serta digaji dengan nominal 5 kali lipat dari pekerjaan biasanya sebagai pemeran pengganti adegan action dalam Film berbahaya.
"sudah saya tanda tangan Tuan." ucap Jissy dengan sopan.
Wales mengambil surat kontrak pernikahan itu dan melihat tanda tangan Jissy yang ada emoticon senyum manis seolah kontrak itu sangat menguntungkan Jissy padahal diawal Kontrak sudah dijelaskan tidak ada sentuhan fisik bahkan pernikahan mereka di rahasiakan tapi mengapa Gadis aneh ini malah merasa senang dengan isi kontrak itu seperti tidak merugikannya sama sekali padahal Wales seorang Pangeran Mahkota yang beribu-ribu wanita diluar sana mengejar sentuhan fisik dengan Wales.
"kapan saya bisa bekerja Tuan?" tanya Jissy dengan senyuman sambil membenarkan bajunya yang berantakan.
Wales diam saja dan Jissy pun tidak lagi bertanya seperti takut Wales akan berubah pikiran dengan isi Kontrak Pernikahan itu.
"ikut aku!" pinta Wales berdiri dari duduknya.
"iya Tuan." sahut Jissy semangat sekali Ia mengekori Wales dengan gaji 5 kali lipat sudah jelas membuatnya kaya mendadak sehingga bisa cepat membeli pulau pribadi tanpa menunggu belasan tahun lagi.
Wales hanya melirik Jissy sekilas, "semangat sekali dia? awas saja dia mengemis padaku minta disentuh saat tau kalau aku ini Pangeran Mahkota." batin Wales percaya diri seolah harga dirinya yang setinggi langit itu tidak ada nilainya dimata Jissy yang berbinar dengan emas dan uang padahal Wales lebih berharga dari benda itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
RJ 💜🐑
🤣🤣🤣😂😂😂😭😭😭 nggak bisa berword word sama jissy 😭😂😂😂
2024-04-25
1
RJ 💜🐑
jissy kenapa kamu kampungan begitu, jaga lah harga diri mu 😪😁😭❤
2024-04-25
1
nacho
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-02-09
1