"tidak bisa Nona." jawab Diandra dengan datar.
Jissy pun membalas dengan tatapan datar lalu Diandra menundukkan kepalanya sehingga Jissy malas berdebat dengan Diandra yang memperlakukannya seperti Nyonya Muda padahal Ia tidak pernah mengatakan apa-apa tentang hubungannya dengan Wales.
dalam perjalanan,
"Rumah Sakit disini lumayan jauh Nona, apa Nona bisa tahan di dalam Mobil berlama-lama?" tanya Diandra.
"tidak usah cerewet ya? buruan ke Rumah Sakit, semoga saja perutku bukan tumor ganas." celutuk Jissy.
"tumor ganas?" beo Diandra.
"heiii?? lihat jalanan?!" pekik Jissy seketika Diandra kembali fokus padahal Ia sempat lengah memakan jalur lawan karna kaget mendengar ucapan Jissy.
"beruntung tidak ada mobil." gumam Jissy dengan lega.
Diandra menoleh sesekali ke Jissy, "sebenarnya Nona sakit apa?" tanya Diandra.
"aku akan beritau kalau sudah konfirmasi ke dokter." kata Jissy.
Diandra menautkan kedua alisnya lalu meminta Jissy untuk pegangan dan lucunya Jissy menurut, Jissy bersorak senang saat Mobil yang Jissy naiki melaju dengan kecepatan tinggi, Jissy sudah sangat lama mendalami perannya sebagai Pemeran pengganti adegan berbahaya apalagi bagian kemudi.
Diandra fokus berkendara seperti seorang pengemudi ambulance yang membawa pasien kritis saja tapi Jissy bukannya takut malah heboh di samping Diandra.
di Rumah Sakit,
Jissy mendaftar di bagian Adm tapi awalnya Suster hanya ramah dan sopan saja ketika Jissy mengeluarkan Kartu Emas Logo khas Negara Wales pun membuat salah satu Suster memucat bahkan nomor antrian Jissy langsung naik sehingga Jissy tidak terlalu lama menunggu.
"kenapa antriannya segini Sus? bukannya udah antrian 250-an ya?" tanya Jissy seperti kebingungan nomor antriannya adalah 200 padahal ia datang di akhir seharusnya nomor antriannya diantas 250-an.
"maaf Sus..?!" selah Diandra menarik lengan Jissy.
Suster yang tidak tau mau jawab apapun menarik nafas lega.
"kenapa kamu memajukan nomor antrian perempuan cantik tadi? biasanya kalau Artis datang kesini pun kamu tetap memberi nomor yang sesuai hanya saja diberi jam istirahat dan nanti di hubungi kalau nomor antriannya sudah mau tiba." tanya Suster lainnya ke Suster yang masih pucat itu.
"kamu tidak lihat Kartu pembayarannya?" bisik Suster yang bertugas melayani Jissy itu.
"apa memangnya?" tanya temannya yang lain karna tidak melihat dengan jelas Kartu pembayaran Jissy sebab mereka juga melayani pasien mendaftar yang lain.
"itu Kartu Emas lambang Negara Yang Mulia Putra Mahkota Idaman semua Putri Raja dari Negara lain." bisik si Suster itu dengan serius.
"hah?" cengo mereka semua dengan ekspresi bodoh masing-masing.
para Suster bergosip sementara Jissy sudah langsung terpanggil di Dokter Umum dan ditemani oleh Diandra, si Dokter tampak bingung melihat perut Pasiennya itu yang menjadi keluhan Jissy.
"ada apa dengan perut Nona?" tanya Dokter Pria dengan sopan (Translete bahasa asing).
Diandra melototkan matanya melihat perut Jissy di Brankar bahkan si Dokter pun sempat terkejut sejenak lalu fokus melakukan tugasnya memeriksa perut Jissy hingga Dokter itu meminta Jissy pindah pemeriksaan ke dokter kandungan.
"kan--kandungan Dok?" tanya Jissy dengan suara keras (bahasa asing).
"iya Nona, tapi Nona jangan cemas bisa saja nanti perut Nona di USG sehingga akan ketahuan apa yang ada di perut Nona." jelas si Dokter (bahasa asing).
Diandra menghela nafas lega sedangkan Jissy berharap Ia terkena penyakit saja bukan mengandung.
di Ruangan USG.
Diandra membekap mulutnya syok melihat hasil USG memperlihatkan Jissy tengah mengandung 2 bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya, Jissy tidak bisa berkata-kata hanya menganga lebar selebar-lebarnya menyaksikan ada nyawa di dalam perutnya.
Diandra sudah cukup lama bersama Jissy yang mengaku sudah menikah tapi hanya sekali saja melakukan hal itu, menurut Diandra juga tidak mungkin seorang bayi bisa hadir di rahim wanita hanya sekali melakukannya, sungguh hebat sekali benih Pria yang menjadi suami Jissy.
"Tuhannn??!" lirih Jissy yang tidak menyangka Ia benar-benar hamil.
"No--Nona?" panggil Diandra dengan cemas.
Jissy menatap lesu dan lemas ke Diandra sementara Dokter Kandungan mengatakan bahwa kandungan Jissy sangat kuat dan sehat padahal Jissy selalu sibuk dengan urusannya sampai tidak sadar bahwa Ia tengah mengandung.
"bagaimana bisa dok? kenapa saya tidak mengalami apa namanya? morning sickness?" tanya Jissy penasaran.
si Dokter Kandungan tersenyum beruntung Jissy bertemu seorang Dokter Indonesia yang telah menetap bekerja di Negara itu.
"morning sickness tidak hanya dialami oleh wanita saja, bisa saja Suami anda yang merasakannya karna kalian terhubung dengan begitu erat." jelas si Dokter.
Jissy tersenyum hambar karna hubungannya dengan Wales tidak semanis itu, bahkan sudah beberapa minggu ini Wales tidak pulang menemuinya apalagi menelfonnya.
"berapa usia kandungan saya dok?" tanya Jissy dengan nada tidak bersemangat.
"8 minggu." jawab Si Dokter menebak dari pertumbuhan janin di perut Jissy.
Jissy melihat ke perutnya hingga Ia teringat Yola-Bola pertama kali bertemu dengannya sangat menyukai perutnya dan barulah kini Jissy mengerti alasan kedua hewan Buas itu menyukai perutnya.
"apa Nona tidak berpikir saat anda tidak datang bulan Nona?" tanya Si Dokter dengan ramah.
"mana saya tau dok, saya terlalu menikmati hari-hari saya di Rumah itu jadi tidak ingat tamu bulanan apalagi tanggal, masalah gajian saya pun suka-suka atasan saya saja bukan menetapkannya di kalender." jelas Jissy menatap perutnya.
Jissy tidak tau harus senang atau sedih dengan kehadiran bayinya tapi Ia mencoba untuk berdamai dengan takdir ditambah lagi Jissy memang kesepian selama ini, menurut Jissy tidak ada salahnya Ia punya anak apalagi sangat menggemaskan setidaknya hidupnya tidak lagi hambar.
"baiklah, terimakasih dok." ucap Jissy dengan senyuman menerima resep Vitamin dari Dokter.
Diandra menebus obat Jissy yang tengah duduk sambil menatap ke perut Jissy, Diandra merasa kasihan pada Jissy seolah Ia tau kalau Jissy belum siap mengandung padahal Jissy seperti itu karna sedang memikirkan banyak hal.
sampai detik ini Jissy tidak tau siapa Wales sebenarnya dan Diandra juga tidak mengatakan apa-apa sebab Wales sudah memperingati pekerjanya untuk tidak memberitau identitasnya ke Jissy kecuali Jissy sendiri yang sadar akan Identitasnya sehingga Jissy akan terlihat seperti perempuan bodoh selama ini telah menyia-nyiakan Wales padahal Jissy tidak salah apapun.
sementara Wales yang mual-mual masih menyempatkan diri mendatangi Negara Indonesia untuk memberi ucapan selamat pada Kenan yang istrinya sudah melahirkan seorang Bayi Tampan Keyno Maldev.
Wales yakin Jissy baik-baik saja di Pulau itu sebab bawahannya juga tidak mengabari apapun, sebelum berangkat Wales memerintahkan mereka semua untuk mengabari Wales jika ada kabar buruk tentang Jissy tapi sampai sekarang tidak ada laporan buruk apapun sehingga Wales berpikir Jissy masih baik-baik saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Ratna Anggraeni
lanjut,.,.💃💃💃💃
2023-12-10
1
Bunda'nya Alfaro Dan Alfira
ditunggu kemarahan mom ana sama wales,karena telah menghamili anak gadis orang dan disembunyikan di pulau..lanjutkan
2023-12-10
1
Sama Lia
tambah asyik dan seru ni...
semangat author...
2023-12-10
1