"lalu? kenapa Wales tidak mengatakan apa-apa pada Mommy?" tanya Ana dengan serius.
"iya?! ini masalah serius tapi Daddy yakin kalau Wales punya alasan menyembunyikan itu dari kita, atau dia mencoba menjelaskan tapi tidak tau mulai dari mana." Sean.
Adrick menjatuhkan rahangnya lebar-lebar sejak Ia tau kalau Wales sudah menikah tapi tidak memberi tau mereka sebagai Keluarganya.
Sean yang sangat mengenal watak Wales yang 70% mengikutinya jadi bisa memahami Wales walau benaknya penuh tanya bagaimana pertemuan Wales dengan Gadis itu hingga Wales menikahi Gadis itu bahkan tanpa memberitau Keluarganya.
"awalnya Adara pikir hanya candaan tapi mendengar lebih jelas lagi semakin yakin kalau apa yang Kak Wales ucapkan tidak mungkin candaan, sejak dulu mana pernah Kak Wales bercanda masalah serius kalau sudah menyangkut keluarga kita." ucap Adara.
"Kak Wales takut sama Mommy." sahut Adrick tiba-tiba.
Ana menunjuk muka nya sendiri seperti anak murid yang di tanya guru, "Mommy? kok bisa bawa-bawa Mommy? apa salah Mommy?" cecar Ana seperti tidak terima.
"Mommy kan tegas." jawab Adrick sementara Adara tampak berpikir.
"Sean??!" pekik Ana menepis tangan Sean yang asik mencubiti pipinya karna terlalu menggemaskan di mata Sean.
Sean menyeringai lebar, "kenapa semakin dikenal kamu semakin menggemaskan Istriku??"
Adrick dan Adara membuang nafas panjang lalu mereka berpegangan tangan seperti sepasang kekasih meninggalkan kedua Orangtuanya.
"sayang?" Ana menunjuk ke arah Adrick dan Adara yang telah meninggalkannya padahal pembicaraan mereka belum usai.
"sama aku aja ya?" rayu Sean bak anak kecil.
Ana melotot horror ke Sean, "Sean? ini semua karnamu mereka pergi." tuduh Ana.
Sean tertawa lebar melihat wajah horor pujaan hatinya, walaupun umur pernikahan mereka sudah lama tapi Cinta Sean semakin subur pada Ana yang selalu bisa membuatnya jatuh Cinta setiap saat, entah itu karna sikapnya, tingkahnya, kehebatannya yang bisa membuat Pria manapun iri dengan Sean memiliki Istri seperti Ana.
"biarkan saja mereka pergi sayang." jawab Sean tangannya mulai nakal menjalar ke gaun Ana.
Ana berkali-kali menepis tangan Sean, "Seann?? kenapa kamu makin mesum sih? ingat umur Sean?! kita sudah melakukannya puluhan ribu kali, kenapa tidak bosan juga?" geram Ana dengan galak.
Sean tergelak keras, "memangnya kamu menghitungnya sayang?"
Ana menepis tangan Sean lalu bangkit dari singgasananya tapi di gendong oleh Sean yang mana wajah cantik Ana walau sudah berumur terlihat datar malah membuat Sean semakin semangat membawa Istrinya ke kamar di Ruangan Pertemuan para Tamu itu.
.
di taman,
"menurutmu bagaimana pertemuan mereka Adara?" tanya Adrick serius.
Adara menggeleng kepalanya, "banyak cara yang tidak bisa di jadikan alasan utama Kak Wales menikahi Gadis itu."
Adara dan Adrick adalah saudara kembar yang hanya selisih beberapa menit tapi mereka sama-sama keras kepala tidak mau memanggil Kakak satu sama lain.
"apa karna Cinta pertama?" tanya Adrick menebak.
"Akkh? dek sakit." pekik Adrick mengusap-ngusap kuat perutnya yang dicabit oleh tangan mungil Adara mirip seperti kepiting.
"dekk?" kesal Adrick mengusap perutnya yang keras saja bisa di cubit Adara sungguh tangan Adara hebat sekali.
Adrick yang jarang kesakitan saja terasa perih di Cubit Adara yang mirip capit kepiting, kalau Pria lain mungkin sudah jungkir balik saking sakitnya cubitan Adara bisa berjejak apalagi kalau Adara mencubitnya penuh dengan kekesalan yakinlah bisa membiru.
"pikirkan saja serius, mana mungkin Kak Wales bisa jatuh Cinta Pandangan Pertama." ujar Adara dengan kesal.
"jangan bilang jebakan?" tebak Adrick dengan syok lalu Adara mengangguk.
"aku pikir juga begitu tapi kalau memang Iya apa mungkin Kak Wales begitu bodoh? kamu lihat sendiri bagaimana penolakan Kak Wales saat banyak Wanita yang terang-terangan menggodanya." kata Adara serius.
"iya juga." gumam Adrick membenarkan.
"yang jelas masalahnya...?" kata Adara tapi segera di potong pembicaraannya oleh Adrick.
"Gadis itu mempesona hingga bisa memikat kak Wales." kata Adrick dengan semangat.
Adara terdiam lalu mengangguk-ngangguk membenarkan, "aku-akui Kakak Ipar hebat."
Adrick terkekeh, "aku ingin memberi mendali Berlian pada Kakak Ipar."
Adara juga ikut tertawa hingga Sophia datang membuyarkan pembicaraan mereka, segera saja Adara dan Adrick berlarian memeluk Sophia yang baru saja kembali dari luar daerah mengunjungi makam anak-anak Sophia, bahkan Adara dan Adrick berdebat didepan Sophia yang tertawa keras mengusap-ngusap kepala Adara dan Adrick dengan gemas.
.
di Kamar Wales,
Wales sedang memikirkan cara untuk menjelaskan masalahnya tanpa terkena amukan Ana, Wales sampai frustasi sendiri.
kenapa? kenapa? kenapa dia bisa terpikat? apa yang dimiliki Jissy sampai bisa Wales melupakan statusnya sebagai Putra Mahkota yang memiliki banyak aturan.
"bagaimana caraku menjelaskannya?" gumam Wales yang semakin dilema.
masalah intrik Istana atau musuh tidak pernah membuat Wales stres apalagi tidak menemukan jalan keluar tapi masalah pribadinya benar-benar buntu saat Ia berusaha keras mencari jalan keluar.
Wales menoleh ke pintu Kamarnya mendengar seseorang menekan bel Kamarnya, Wales pun bangkit melangkah ke arah Pintu serta membukanya.
"Mommy?" Wales terkejut melihat Ana didepan Kamarnya.
"boleh Mommy masuk?" tanya Ana dan Wales pun mengangguk sambil membuka pintu Kamarnya lebih lebar lagi.
Ana pun memasuki Kamar Wales, Wales diam saja memperhatikan Ana yang berjalan ke arah Sofa dan duduk disana seperti milik sendiri.
"apa maksud Adara mengatakan kamu punya Istri nak?" tanya Ana to the Point sebab Ia tau Putra sulungnya tipikal Anak yang tidak suka basa-basi apalagi mengulur waktu.
Wales mengerutkan keningnya, "Wales punya Istri?"
Ana menatap datar Wales, "kamu tau kan Adara memang selalu drama tapi masalah ini apa dia sanggup mempermainkannya? apalagi didepan Putri Frisya."
Wales diam beberapa saat lalu menaikkan sebelah alisnya dengan tenang, "maksud Mommy?"
"Mommy akan menunggu penjelasanmu sayang, Mommy tidak akan memaksamu untuk cepat memberitau Mommy, katakan saja saat hatimu sudah mantap dan yakin." ujar Ana lalu berdiri dari sofa itu dan melangkah pergi meninggalkan Wales yang mematung.
"darimana Adara tau?" gumam Wales penasaran tapi tak membuatnya takut setidaknya kisi-kisinya sudah ada kalau Wales sudah punya Istri tapi awal terjadi pernikahan itu tidak ada yang tau.
Wales melirik ponselnya lalu membuka isinya dan melihat foto bahagia Jissy tengah berada di bibir pantai serta pepohonan memegang perut buncitnya dikirim oleh Diandra, seketika masalah Wales yang menggerogoti otak jeniusnya hilang entah kemana menjadi ketenangan yang tidak bisa dijelaskan.
senyum Wales kian melebar melihat ekspresi Jissy yang ceria seolah dirinya bahagia walau Wales mengurungnya di Pulau Pribadi itu, Wales mana tau kalau impian terbesar Jissy ingin punya Pulau Pribadi.
"Baguslah dia tidak stres." gumam Wales terkekeh pelan lalu menggeser lagi layar ponselnya untuk melihat Foto selanjutnya.
Diandra adalah bawahan Wales langsung untuk menjaga Jissy ditambah ada 2 Suster yang tengah panik melihat Jissy seperti bersiap menangkap Jissy jikalau terjatuh dan ada juga Dokter wanita yang Wales percaya menjaga Jissy tengah memijit pelipis sambil tertawa entah apa yang mereka lakukan disana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Sani Srimulyani
ya ampun wales jujur aja kenapa sih, susah amat. jd greget kan....
2023-12-14
1