ke esokan harinya,
Wales telah selesai membersihkan diri, Ia sedang mengusap rambutnya yang basah seketika Wales langsung melempar handuk yang menutupi kepalanya.
"haiisssh...?! kenapa aku mengingatnya? apa yang spesial?" Wales mengumpat geram.
sungguh Wales bukan Penjahat kelamin tapi untuk pertama kalinya Ia berbuat dan itu sungguh berkesan terlebih lagi sosok Gadis itu juga berhasil mengusiknya dengan memberinya tips seperti Pria Bayaran saja.
seorang Wales tidak terima akan hal itu tapi jujur saja Gadis itu memang menarik, Gadis itu juga punya daya pikatnya sendiri sehingga bisa menggoyahkan pertahanan Wales yang bukan seorang Penjahat kelamin.
"lupakan Waless...?! lupakan kalau kau masih sayang dengan nyawamu." decak Wales mengingat sosok Mommynya yang kejam juga tegas.
Wales meraup wajahnya frustasi, "sebelum masalah semakin rumit sepertinya aku harus menikahi Gadis itu." gumam Wales yang jujur saja Ia tidak ingin semua itu terjadi tapi apalah daya waktu tidak bisa diputar kembali.
Wales segera menggeleng kepalanya, "kenapa bocah itu lama sekali mencari informasi Gadis itu?"
Wales tidak banyak bicara tapi jika Ia sedang sendiri maka akan kebalikannya, Wales sangat rewel namun didepan banyak Orang masih bisa menjaga martabatnya sebagai seorang Pewaris Tahta yaitu Pribadi yang dingin juga tidak mudah mempercayai siapapun yang mendekatinya kecuali kerabat dekatnya.
.
Wales mengisi waktu kosongnya dengan berlatih menembak dengan jarak yang sangat jauh, Ia memiliki Pulau Pribadi karna ingin berlatih dengan tenang tanpa gangguan apapun.
drrrtt... drrrttt....?!!
Wales menoleh ke Ponselnya yang terletak di meja, Ia pun meletakkan pistolnya serta melepaskan kacamatanya dan mengambil Ponselnya sebab Ia memang sedang menunggu sesuatu.
Wales melihat kiriman dokumen pun segera duduk sembari membuka pesan orang suruhannya mencari Informasi tentang Gadis yang ingin Ia temukan.
"pemeran pengganti?" gumam Wales malah tertarik dengan pekerjaan Gadis itu.
sebenarnya Jissy bukan Artis yang dikenal banyak Orang tapi jika ada yang mencari Informasinya jelas akan didapatkan, Jissy bukan seorang ahli hacker yang bisa menjaga informasinya terlebih lagi pekerjaannya memang menggunakan identitas, mana ada pekerjaan yang tidak menggunakan Identitas kecuali Orang hebat bisa menutupi dirinya dari publik.
"Jissy Elegant Tyara?" gumam Wales menyunggingkan senyum tipisnya.
saat Wales sedang serius membaca data Pribadi Jissy malah muncul notif panggilan dari Ana, seketika jantung Wales berdebar kencang.
"Mommy?" gumam Wales berdehem pelan lalu mengangkat panggilan Ana.
"sayang? kamu dimana nak? kenapa tidak pulang juga? bukannya pekerjaanmu hanya 2 hari ya? sekarang sudah 5 hari." sambar Ana yang memang seorang Ratu tapi jika bersama Putra-Putrinya hanyalah seorang Ibu yang rewel juga suka mengatur demi kebaikan Putra-Putrinya.
"maaf Mom??! Wales hanya sedang berlatih berburu, Mom tenang saja semua baik-baik saja." jawab Wales tersenyum kecil padahal Ana tidak melihat senyum Wales.
Wales tidak ingin Mommynya tau tentang masalahnya itu sebelum Wales memiliki cara untuk mengikat Jissy seolah-olah mereka saling mencintai sebab jika Ana tau kalau Wales merusak seorang Gadis maka detik itu juga Wales mungkin akan di racuni oleh Ana walau Mommynya itu penyayang tapi jika soal rusak-merusak maka Wales bisa dalam bahaya.
"baiklah, Mom harap semua memang baik-baik saja nak..?! cepatlah pulang." pinta Ana dengan lembut.
"iya Mom." jawab Wales.
Wales pun mematikan panggilannya dan Wales menghela nafas lega, "syukurlah..?! tidak ketahuan." bisik Wales.
Wales menggeleng kepalanya lalu kembali melihat data pribadi Jissy dan tanpa berpikir panjang Wales mendatangi tempat Jissy bekerja.
Wales mengerutkan keningnya di depan Perusahaan tempat Jissy bekerja banyak wartawan yang menyorakkan hal yang sama yaitu pemeran pengganti Viora, mereka seperti ingin mewawancarai sosok itu.
"apa yang mereka bicarakan malam itu Gadis itu?" gumam Wales yang akhirnya langsung paham kalau Jissy dijebak dan sekarang semakin Ia percaya karna Jissy tidak muncul didepan Wartawan seolah hal itu tidak di inginkan oleh Gadis itu.
Wales memasuki Perusahaan itu dengan tenang lewat jalan pintas sebab Ia kenal dengan pemilik gedung itu jadi tidak ada yang bisa melarangnya memasuki tempat itu sehingga Wales mudah mencari sosok Jissy tapi Ia tak kunjung menemukan Jissy.
tiba-tiba Wales berhenti dari langkahnya mendengar seseorang memaki.
"kau melanggar janji, kenapa kau mengungkapkannya ke publik?" maki seseorang terdengar jelas oleh Wales dalam bahasa asing dan Wales mengerti bahasa itu.
"maaf Tuan tapi saya tidak pernah mengungkapkan hal apapun apalagi membocorkan masalah ini." jawab suara Gadis yang Wales kenali.
Wales segera mendekati tempat itu dan mendengarkan dengan cermat perdebatan atasan dan bawahan itu.
"sekarang kau dipecat..?! karir Viora sudah hancur gara-gara kau." bentak Pria yang menjadi atasan Viora.
"baiklah, kalau begitu saat ini kau bukan atasanku kan?" tanya Jissy dengan pandangan tajam menatap Pria yang selalu memakinya.
Pria itu tertegun ditempat, "la--lalu apa maumu? ce--cepat pergi dari sini sebelum aku panggil satpam." gagap Pria itu seperti takut dengan cara Jissy menatapnya.
Jissy tanpa aba-aba meninju Pria itu hingga terjatuh dari tangga, Jissy tersenyum sinis melihat atasannya tergeletak dibawah sana tanpa merasa kasihan ataupun merasa bersalah.
"aku sedang badmood jadi kebetulan kau yang pertama jadi samsak tinjuku." kata Jissy dengan serius lalu berbalik pergi meninggalkan atasannya.
Wales yang sempat terkejut melihat hal itu pun segera bersembunyi lalu Ia mendengar gerutuan Jissy yang sudah lama sekali menahan dendam pada atasan Viora yang selama ini memang semena-mena padanya tapi karna Jissy terikat kontrak kerja jadi hanya bisa menahan diri, sekarang bukan salah Jissy jika Ia kasar memukul Atasannya itu dan mengabaikannya.
Wales menautkan kedua alisnya dan melihat ke kiri dan ke kanan dengan heran, "kenapa aku bersembunyi?" gumam Wales penuh tanya.
Wales menepuk keningnya lalu menyusul Jissy yang berjalan cepat dengan langkah tertatih-tatih seolah ada luka di bagian intinya, Wales tidak mengerti pemikiran Gadis itu sampai bisa melarikan diri darinya sebab jika dipikir-pikir Jissy lah yang sangat rugi.
Jissy yang sibuk mengoceh sendiri dalam bahasa Indonesia tiba-tiba berhenti ditempat dan memutar setengah badannya ke arah belakang, Jissy menautkan kedua alisnya melihat sosok Pria gagah juga kategori sangat tampan mengikutinya.
"ada yang bisa dibantu?" tanya Jissy dengan waspada pada sosok Pria itu (bahasa Asing).
menurut Jissy Perusahaan ini bukan tempat sembarangan Orang bisa memasukinya jadi Ia berpikir kalau Wales sedang ingin menanyakan arah jalan.
Wales yang sempat kaget menutupi keterkejutannya dengan gaya coolnya, "kau melupakanku?" tanya Wales dengan bahasa Indonesia.
Jissy melebarkan matanya, "Indonesia?"
"Kerabatku." jawab Wales.
Jissy mengedarkan pandangannya, "lalu apa? aku tidak mengenal anda, apa yang harus aku ingat?." tanya Jissy dengan wajah merahnya bukan karna cinta melainkan amarahnya tadi pada mantan atasannya belum juga reda.
"bagaimana daerah intimu? sudah baikan?" tanya Wales dengan tenang.
DEG??!
Jissy membekap mulutnya seketika seolah pikirannya langsung tertuju pada kejadian malam itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
RJ 💜🐑
syok berat jissy 🤣
2024-04-25
1
Sani Srimulyani
ngomong2 soal viora jd inget cewe yg ngejar2 kenan deh.....apa itu orang yg sama?
2023-12-13
1
Sani Srimulyani
ya ampun wales nanya hal yg begituan ya kaget lah.....😂😂😜
2023-12-13
1